Bagaimana jika menderita Hypnophobia? Yaitu sebuah ketakutan untuk tidur.
Hingga akhirnya menjadikan seorang wanita bernama Azalea Bloom menjadi seorang workaholic karena begitu takut dengan tidur.
Kedatangan Julian Kingsford di apartemennya, membuat dia cukup merasa aman dan nyaman karena akhirnya dia bisa tertidur nyenyak setelah cukup lama mengalami hal ini.
SETTING LUAR NEGERI (jangan samakan dengan budaya indo ya.. yg ga suka di skip aja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenekatan Lea
Lea berpikir jika ia melakukan hal ini dengan Julian, maka Julian tak akan pernah meninggalkannya karena Julian adalah pria yang bertanggung jawab.
Lea yakin Julian mau melakukan hal ini dengannya dan ia berharap dirinya tak ragu melakukan hal ini nanti.
Setelah menerima telepon dari sang kakak, Julian kembali ke tempat duduknya. Ia tak melihat Lea di sana.
“Di mana Lea?” tanya Julian.
“Dia bilang ke toilet,” jawab Chase.
“Sejak tadi?” tanya Julian.
“Ya, sebaiknya kau periksa karena tadi dia sempat minum wine. Kami sudah mencegahnya tapi dia bersikeras min,” ucap Brendan — teman Julian yang lain.
Julian kembali berdiri dan mencari Lea ke kamar mandi wanita. Ketika melewati bar, ia melihat Lea sedang menikmati wine nya dan sudah ada empat gelas yang kosong di depannya.
Ada dua pria di sampingnya yang tampak sedang merayunya.
Julian meghampiri Lea dan memegang bahunya.
“Dia bersamaku,” ucap Julian pada dua pria itu.
Lalu kedua pria itu pun pergi dari sana.
“Kau melanggar janjimu, Lea. Kita pulang sekarang,” kata Julian.
Lea tersenyum lebar melihat Julian dan memeluknya.
“Juliaaaann …” Lea bergelayut di leher Julian dan sangat terlihat bahwa wanita itu sudah mabuk saat ini.
Dan menurutnya tak ada gunanya mengatakan apa pun pada Lea saat ini.
Julian menggendong Lea yang sudah mabuk itu dan membawanya keluar dari club.
Julian memasukkan tubuh Lea di mobil dan melepas jas nya untuk menutupi tubuh Lea yang pakaiannya terbuka.
Lea menutup matanya dan langsung tertidur. Julian kemudian melajukan mobilnya ke pethouse.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di penthouse dan Lea kembali membuka matanya.
“Kita sudah sampai?” tanya Lea dengan suara malasnya.
“Hmm,” jawab Julian dan membawa Lea ke kamar.
“Aku tak akan membawamu lagi jika kau mabuk seperti ini,” ucap Julian yang tak suka melihat Lea mabuk.
“Hmm, sorry,” jawab Lea sembari mengerjapkan matanya lalu memagut bibir Julian tanpa aba-aba.
Julian tahu bahwa Lea melakukan ini karena mabuk dan pria itu menghentikan ciuman itu.
“Kau mabuk, Lea. Jika setiap kau mabuk seperti ini, betapa banyak pria yang akan kau cium,” ucap Julian.
Lea tertawa dan Julian menurunkan Lea ke ranjang tapi wanita itu tak melepaskan tangannya dari leher Julian.
“Aku ingin bercinta denganmu,” bisik Lea dan sekali lagi Julian tahu ini adalah efek dari mabuk.
“Ya, buka bajumu jika ingin bercinta denganku,” sahut Julian random karena Lea tak akan melakukan hal itu karena biasanya Lea akan langsung tertidur pulas.
Lea melepaskan tangannya dari leher Julian lalu membuka dress pendeknya itu.
Hal itu tentu saja membuat Julian kaget.
“Lea, apa yang kau lakukan?” sahut Julian dan menutup dada Lea dengan selimut karena Lea sudah membuka gaunnya.
Lea tertawa lirih dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Julian tak akan memanfaatkan hal ini untuk kesenangannya saja. Lea berbeda dan ia tak ingin tergoda dengan hal vulgar yang pasti semua pria akan tergoda dengan hal itu.
“Aku benar-benar ingin bercinta, Julian. Aku sudah terlalu lama menjadi perawan. Apakah aku harus melakukannya dengan pria lain? Dirk misalnya?” tanya Lea dan wajahnya masuh terlihat merah karena mabuk.
Lea mengambil ponselnya dan menelepon Dirk karena sepertinya Julian menolaknya.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Julian.
“Menelepon Dirk,” jawab Lea dengan posisi masih telentang.
Julian mengambil ponsel Lea dan menaruhnya di atas meja nakas.
gntung bgt kk