Pada tahun 2076 manusia sudah memanfaatkan teknologi yang dapat memindahkan kesadaran manusia seutuhnya ke dalam dunia maya. Teknologi ini sering dimanfaatkan untuk kepentingan media sosial, game, maupun simulasi.
Di antara game yang populer di kalangan anak muda, ada sebuah game yang disebut Virtual Universe. Seorang pemuda bernama Remi kembali memainkan game tersebut karena ajakan dari teman lamanya. Dia pun terkejut ketika mengetahui akun lamanya dihapus oleh sistem sebagai penalti karena tidak online selama dua tahun. Akhirnya Remi pun harus berjuang dari awal lagi di dunia game Virtual Universe yang penuh kegilaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razze Pahlevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2E4. The Silver Commander
Yakushin pun cukup terkejut mendengar permintaan Ertugrul. Mendengar hal tersebut, Yakushin pun berpikir sejenak. Akhirnya dia pun terpikirkan sebuah ide yang lebih baik.
"Kalau menurutku dengan jumlah pasukanmu sekarang, mungkin bakalan butuh waktu lama sekalipun ada aku di pasukanmu! Kenapa kamu enggak nyatuin kekuatan aja sama kelompok yang satu pemikiran sama kalian?" tanya Yakushin.
"Itu mustahil untuk sekarang! Sebenarnya ada kelompok yang sepemikiran dengan kami yaitu kelompok yang dipimpin pemain bernama Alaeddin. Tapi dia masih sibuk mempertahankan wilayah pemain Turki dari serangan pemain Yunani," jelas Ertugrul.
"Ah, gini aja! Gimana kalau kamu bikin perjanjian sama dia? Kamu sama pasukanmu ini bantuin dia buat mukul mundur pemain Yunani itu, tapi sebelum itu kamu kasih dia semacam syarat! Syaratnya dia harus bantu kamu buat nguasain seluruh area pemain Turki. Aku yakin dia enggak bakal keberatan sama syarat itu, soalnya tujuan kalian kan sama!" jelas Yakushin.
"Kamu benar! Itu adalah gagasan yang sangat bagus! Kalau begitu tolong temani aku untuk menemui Alaeddin!" kata Ertugrul.
"Ya udah deh! Kebetulan aku juga penasaran sama kekuatan pemain Yunani! Jadi aku juga bakal bantuin kalian perang," kata Yakushin.
Akhirnya Ertugrul dan pasukannya bersama dengan Yakushin berangkat untuk menemui Alaeddin dengan mengendarai kuda. Selama perjalanan Ertugrul menceritakan tentang seberapa mengerikannya kekuatan pemain Yunani. Mereka mendirikan sebuah negara bernama Kerajaan Aioniopolis di VU. Selain itu, mereka juga memiliki seorang pemain andalan bernama Argyros yang menjadi panglima perang mereka.
Akhirnya mereka pun sampai di sebuah area berbentuk kastil. Di depan kastil ternyata Alaeddin sudah menunggu mereka. Avatar-nya berwujud seorang pria berambut hitam pendek lurus, berkulit putih cerah, iris mata berwarna cokelat, serta janggut dan kumis yang juga berwarna hitam. Dia mengenakan sebuah baju zirah kulit yang dilapisi rompi baja dan di pinggangnya terdapat sebuah pedang berjenis kilij. Ternyata sebelumnya Ertugrul mengirim pesan pada Alaeddin, oleh karena itulah dia langsung menyambut mereka.
Alaeddin pun mempersilakan mereka untuk masuk ke kastilnya. Setelah itu mereka pun mulai berdiskusi. Ketika Ertugrul mengajukan syarat, Alaeddin pun langsung menyetujui syarat tersebut. Seperti yang telah di duga oleh Yakushin, ternyata Alaeddin juga ingin menstabilkan kondisi area pemain Turki sama seperti Ertugrul. Akan tetapi selama ini keinginannya harus ditunda terlebih dahulu karena gempuran dari Kerajaan Aioniopolis yang semakin gencar.
Setelah perjanjian selesai, mereka pun segera menuju ke medan perang. Karena telik sandi dari pasukan milik Alaeddin mengatakan bahwa pasukan dari Kerajaan Aioniopolis telah bergerak. Dengan cepat mereka pun memacu kuda mereka, diikuti pasukan di belakangnya.
Dari kejauhan terlihat pasukan Kerajaan Aioniopolis yang berseragam ala tentara hoplite zaman Yunani Kuno. Mereka dipimpin oleh seorang pemain bernama Argyros. Avatar-nya berwujud seorang pemuda berambut perak pendek lurus dengan poni ke kiri, berkulit putih cerah dan iris mata berwarna biru. Dia mengenakan zirah berwarna perak, membawa sebuah perisai bundar berukuran besar dengan logo elang perak di tengahnya dan membawa sebuah tombak perak yang berkilauan. Saat dalam mode tempur, tiba-tiba terpasang helm layaknya helm prajurit Yunani Kuno berwarna perak di kepalanya.
Zirahnya itu cuma kelihatannya aja kuno, tapi itu jelas zirahnya pake prinsip nanoteknologi, pikir Yakushin.
"Seraaaang!" Ertugrul pun memberikan komando untuk menyerang, seluruh pasukan pun maju.
"Untuk kejayaan Aioniopolis! Unbreakable Defence: Mirage Formation!" Argyros pun mengeluarkan kemampuan spesialnya, tiba-tiba muncul prajurit bayangan yang menyerupai dirinya yang memperkuat barikade pertahanan Aioniopolis.
"Sword Dance: Wind Cutter!" Ertugrul pun juga menggunakan kemampuan spesialnya, dia mengayunkan pedang dengan sangat kuat dan cepat sehingga menimbulkan tebasan angin yang menghancurkan barikade musuh di hadapannya.
"Maju!" Alaeddin pun ikut maju diikuti pasukannya untuk membantu menyerang.
"Toxikinetic: Poison Ball!" Yakushin juga menggunakan kemampuan spesialnya, dia menembakkan bola-bola racun pada pasukan Aioniopolis sehingga mereka pun mulai berjatuhan.
"Unbreakable Defence: Aegis Aura!" Argyros kembali menggunakan kemampuan spesialnya yang lain, tiba-tiba formasi pertahanan Aioniopolis pun menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
"Enchant Sword: Destruction Sword!" Alaeddin pun menggunakan kemampuan spesialnya, seketika bilah pedang berubah menjadi hitam keunguan. Dia mencoba menebas Argyros namun ternyata pertahanan Argyros masih lebih kuat.
Merepotkan! Kalau gini mau enggak mau aku harus keluarin kemampuan spesial terkuatku, pikir Yakushin.
"Semuanya menjauh!" Yakushin menyuruh pasukan Alaeddin dan Ertugrul menjauh. Mereka pun menuruti perkataan Yakushin.
"Toxikinetic: Poisonous Swamp!" Yakushin pun menggunakan kemampuan spesial terkuatnya, seketika area pertempuran berubah menjadi kubangan cairan beracun berwarna hijau.
Semua pasukan Kerajaan Aioniopolis kecuali Argyros pun tewas seketika terkena efek racun. Argyros bisa selamat karena zirah khususnya. Dia pun berenang ke tepian untuk menyelamatkan diri. Kemudian pasukan Alaeddin dan Ertugrul pun maju untuk menyerapnya. Karena sudah terkepung, Argyros pun menjatuhkan perisai dan tombaknya, pertanda kalau dia menyerah.
"Kami mengaku kalah! Dengan ini kami tidak akan mengusik kalian lagi! Tapi sebelum berpisah bolehkah aku mengetahui role kalian? Role-ku adalah Defender!" kata Argyros.
"Aku Sword Dancer!" jawab Ertugrul.
"Aku Sword Enchanter!" jawab Alaeddin.
"Aku Toximancer!" jawab Yakushin.
"Toximancer?!" Argyros, Ertugrul dan Alaeddin pun terkejut ketika Yakushin menyebutkan role-nya.
"Kenapa kalian pada kaget sih? Tadi kalian kan juga udah lihat kemampuan spesialku," kata Yakushin.
"Maaf! Kami cuma terkejut karena kemungkinan seorang pemain mendapatkan role Toximancer sangatlah kecil, yaitu sekitar satu banding seratus juta. Sekarang jumlah pemain VU ada sekitar dua ratus juta, jadi kemungkinan hanya ada dua Toximancer di game ini," jelas Alaeddin.
"Berarti sebelumnya ada Toximancer kayak aku ya? Ngomong-ngomong di mana dia sekarang?" tanya Yakushin.
"Kami hanya pernah mendengar namanya! Kalau tidak salah namanya adalah Atargatis. Dia sudah main sejak era Kerajaan Tunggal dulu. Sekarang tidak ada yang tahu pasti dia di mana," jawab Argyros.
Setelah itu Kerajaan Aioniopolis pun menghentikan invasi mereka dan tidak berani menginjakkan kaki lagi di area milik pemain Turki. Setelah itu Alaeddin dan Ertugrul pun berkoalisi untuk mengambil alih seluruh area milik pemain Turki untuk dilakukan pembenahan. Sementara itu Yakushin menuju arah selatan untuk kembali berpetualang.
Dalam perjalanannya Yakushin melewati padang pasir yang begitu luas. Perjalanan tersebut memakan waktu yang cukup lama yaitu sekitar lima hari. Namun Yakushin tidak terus-terusan online di dalam game tersebut, karena dia harus istirahat dan bekerja keesokan harinya. Sepulang kerja dia login untuk melanjutkan perjalanannya melewati gurun pasir tersebut. Hingga sampailah dia di sebuah area yang merupakan area milik pemain India.
Kondisi di sana tidak jauh berbeda dengan kondisi area milik pemain Turki, banyak area berbentuk bangunan yang bertuliskan 18+. Namun sayangnya dia tidak menemukan orang-orang seperti Ertugrul dan Alaeddin di sana. Malahan semua pemain yang punya kemampuan spesial di atas rata-rata saling berperang satu sama lain. Melihat hal itu membuat Yakushin memutuskan untuk kembali ke pulang ke area pemain Indonesia. Namun dia berharap suatu saat nanti ada pemain seperti Ertugrul dan Alaeddin di area milik pemain India.