Mengungkapkan isi hati yang terdalam itu tidak mudah bagi Riky, Memiliki rasa mencintai yang mendalam untuk gadis cupu yang ternyata anak seorang pengusaha terkenal, gadis itu bernama, Keyla.
sempat berpisah, tapi mereka selalu setia menunggu, meskipun terpisah cukup lama tak akan membuat cinta mereka memudar justru semakin bertambah kuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bangu Thry Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Riky
Jeng Wiryo dan jeng Anjani sedang menikmati perawatan sedangkan Keyla lebih memilih melihat desain bau di butik milik jeng Zahra yang memang berdempetan dengan salon miliknya.
"Oh... ada bu Keyla, masuk silahkan dilihat - lihat baju batiknya, atau mau saya tunjukkan keluaran terbaru, Bu, sebentar saya ambilkan." ucap Karyawan butik.
"Boleh juga, saya mau lihat." ucap Keyla juga penasaran.
"Ini Bu modelnya, Bahannya halus motifnya juga bagus, Bu Keyla. Bagaimana apa Ibu mau ambil yang ini." ucap karyawan butik ramah.
"Jangan panggil saya Bu ya Mbak, saya belum menikah panggil saja Mbak kita kan seumuran." ucap Keyla.
"Iya Mbak Keyla, Mbak jadi ambil yang mana." ucap karyawan butik menawarkan.
"Saya ambil yang kamu tawarkan tadi saja, tolong di bungkus ya mbak." ucap Keyla hendak membayar belanjaannya.
Setelah Keyla selesai dengan aktivitas belanjanya Ia memilih menunggu mamanya dan jeng Wiryo saja di salon meski itu sangat membosankan.
Terdengar dari ruangan pemijatan suara Jeng Anjani dan Jeng Wiryo sedang membahas Keyla dengan Kevin.
"Saya sangat menyukai Putri jeng Anjani, Keyla. Ia sangat sopan dan juga cantik, Apa kita bisa mendekat akan mereka supaya mereka cepat menikah.Aku nggak sabar pengen nimang cucu." ucap Bu Wiryo mengungkapkan isi hatinya.
"Sama jeng, saya juga menyukai putra jeng Wiryo, Nak Kevin. Selain tampan anak Jeng juga Baik, cocok sekali dengan putri saya, Keyla. Maunya juga begitu Jeng tapi saya tak mau terlalu memaksa Keyla untuk menerima perjodohan ini, biarlah waktu yang menjawab semuanya, lagipula saya yakin, Nak Kevin pasti bisa mendapatkan hati Keyla." ucap Jeng Anjani.
"Semoga ya Jeng." ucap Jeng Wiryo.
Percakapan mereka didengar oleh Keyla dari luar ruangan karena ruangannya hanya ada pembatas dinding yang tingginya hanya tiga meter maka suaranya busa terdengar jelas.
Salon milik Jeng Zahra ini memang kecil namun perlengkapannya dan pelayanannya sangat memuaskan. Sehingga banyak menarik minat kaum wanita.
"Jika Aku terus disini yang ada Aku hanya mendengarkan mereka bergosip tentang Aku dan Kevin, apa lebih baik Aku keluar sebentar saja, lagipula mereka juga pasti masih lama." ucap Keyla dalam hati.
"Mbak Saya mau pergi sebentar, Jika nanti mama saya nyariin tolong bilang Saya keluar sebentar ada urusan penting nanti saya balik lagi." ucap Keyla menitip pesan pada pegawai salon.
"Baik mbak, nanti saya sampaikan." ucap pegawai kantor ramah.
Keyla memutuskan pergi ke toko Roti miliknya, Toko roti itu dipercayakan kepada Indah untuk mengolah Toko tersebut, Keyla hanya memantaunya dari jauh terkadang juga datang untuk melihat sendiri perkembangannya.
"Waw... ini ramai sekali, Indah, tak salah saya percayakan toko roti ini kepada kamu, buktinya kamu bisa mengelolanya dengan baik." ucap Keyla menyanjung Indah.
"Ini juga berkat bimbingan Bu, Keyla sendiri. Jika tidak dibimbing mana mungkin bisa seperti ini. Bu Keyla pasti ingin melihat laporan keuangannya ya, sebentar saya ambilkan."
Indah mengambil berkas laporan keuangannya dan menyerahkannya kepada Keyla untuk di periksa.
"Bulan ini peningkatan nya sangat pesat, Bagus, pertahankan ini ya. Karena peningkatan ini kalian semua saya beri bonus." ucap Keyla.
"Terimakasih, Bu Keyla, Ibu memang sangat biak, royal lagi kami tambah betah kerja disini." ucap Indah mewakili karyawan semuanya.
"Asal kalian kerjanya bagus, bonus pasti ada." ucap Keyla tersenyum bahagia.
Keyla memilih berasa di Toko Roti miliknya dan berbaur dengan Karyawan, Ia tak merasa malu ikut melayani sendiri para pembeli kuenya.
***
"Riky, mama ingin pergi ke supermarket kamu bantuin mama belanja ya, kali ini saja, kebutuhan kita sudah pada habis." ucap Bi Isma.
Riky yang belum turun dari mobilnya mengiyakan permintaan mamanya.
"Yasudah, kita pergi belanja." ucap Riky.
Karena hari ini Ia merasa bahagia, Ia menuruti setiap keinginan mamanya.
"Kita mau kemana, Ma." tanya Riky.
"Seperti biasanya saja, nanti pulangnya kita mampir ke Toko Roti Yuli ya, Mama mau beli kue kesukaan Mama sudah lama mama tak memakan kue itu, lagipula jalannya juga satu arah kita Pulang." ucap Bu Isma bersemangat.
"Iya Ma, semua apa mau Mama Riky turuti." ucap Riky.
Merek berdua berbelanja dengan cepat, Itu memang kebiasaan Bu Isma ia selalu cekatan melakukan pekerjaannya. berbelanja pun begitu ia hanya mengambil apa yang diperlukannya, semua sudah diperinci dari rumah.
Setelah belanja mereka menuju Toko Roti Yuli. Saat sampai disana alangkah bahagianya Riky bisa melihat Keyla dengan sangat dekat. Keyla sendiri sedang sibuk melayani pelanggan yang bergantian datang membeli kuenya.
"Ayo, Mama mau beli kue kesukaan mama, kenapa kamu melamun, keburu kuenya habis, Riky." ucap Bu Isma membuyarkan lamunan Riky.
"Eeh ... iya, ayo kita beli kuenya." ucap Riky.
Mereka berjalan membaur dengan para pelanggan lainnya.
Keyla sendiri tak menyadari jika Riky berada dihadapannya. Sedangkan Riky selalu memperhatikan setiap gerakan Keyla.
"Kali ini Mama mau borong kue kesukaan mama, untuk setok dirumah." ucap Bu Isma berjalan ke kasir untuk membayar kuenya.
"Keyla, kamu disini ...." ucap Bu Isma kaget tak menyangka akan bertemu Keyla.
Keyla juga sama terkejutnya, tapi Ia terlihat tenang saja.
"Iya tante, mumpung lagi ada waktu sengang jadi Keyla mampir ke Toko sekalian bantuin sebentar." ucap Keyla menjelaskan.
"Ini Keyla, jadi berapa totalnya." Bu Isma bertanya.
"Seratus dua puluh tante, mau tambah lagi tante." ucap Keyla ramah.
"Keyla, apa ku punya waktu luang, apa kita bisa bicara sebentar." tanya Riky.
"Baiklah kita bicara disana saja." Keyla menunjuk kursi yang tak jauh dari Toko Rotinya. Riky mengikuti di belakang Keyla. Sedangkan mamanya lebih memilih menunggu di mobil.
"Silahkan duduk, mau bicara apa ?" tanya Keyla.
"Tidak terlalu penting, Aku... aku hanya ingin tahu kabarmu, sudah lama kita tak bertemu." ucap Riky merasa kaku di hadapan Keyla.
"Tidak ada yang berubah, selama satu tahun ini aku tetap sama seperti yang dulu, mungkin kamu yang berubah." ucap Keyla. Sebenarnya Ia ingin menanyakan banyak hal kepada Riky hanya saja Ia gengsi untuk menanyakannya.
"Aku tak merubah apapun dari diriku termasuk_." ucap Riky terjeda.
"Termasuk apa, katakan saja !" ucap Keyla penasaran.
Cukup lama Riky terdiam Ia bingung harus memulai dari mana. Ini adalah kesempatannya menanyakan apakah Ia masih memiliki tempat di hati Keyla.
"Ayo katakan saja, jika memang itu penting, jika tidak aku harus kembali ke Toko banyak pelanggan yang masih mengantri kasihan mereka jika tak ada yang membantu." ucap Keyla.
Keyla sebenarnya juga berharap jika Riky masih mempunyai rasa untuknya. Cukup lama tak ada jawaban, Keyla memilih meninggalkan Riky yang masih terdiam. Saat Keyla melangkah tiba - tiba.
"Termasuk Aku masih mencintaimu, kamu adalah orang yang paling aku cinta selamanya, tak kan pernah terganti, selama ini aku masih menunggumu untuk menerimaku kembali, apakah Aku juga masih berarti bagimu ?" ucap Riky akhirnya bisa mengatakan isi hatinya.
jangan lupa mampir ya ke Novel ku juga