"Di tinggal pas lagi sayang-sayange."
Mungkin, istilah kata itu sangat tepat untuk seorang gadis bernama Faiz. Menjalin hubungan sejak dirinya masih duduk di bangku kelas SD. Hingga saat selesai masa putih Abu-Abu. Di berikan janji dan impian setinggi langit, namun pada akhirnya di tinggalkan begitu saja oleh sang kekasih.
Perjuangan dan pengorbanan dia lakukan untuk merebut kembali kekasihnya dari tangan para pelakor. Mampukah Faiz mengembalikan sang kekasih ke dalam pelukan nya?
Ataukah, Faiz malah menemukan laki-laki lain yang bisa membuatnya untuk. Move on dari cinta pertama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAH
...~Happy Reading~...
“Saya terima, nikah dan kawin nya, Faiza Cheesy Nolan binti Bastian Nolan dengan mas kawin tersebut, di bayar tunai!” ucap Edward sangat jelas dan lantang hanya dengan satu kali tarikan napas.
“Bagaimana saksi?” tanya penghulu seraya menoleh ke kanan dan ke kiri.
Sah! Sah! Sah!
Faiz dan Edward langsung bernapas lega ketika mendengar para saksi mengatakan kata yang di nantikan nya, yakni SAH.
“Alhamdulilah,” ucap penghulu tersebut, alu mempersilahkan pengantin di depan nya untuk bertukar cincin, yang di sambung oleh Faiz yang mencium tangan suaminya dna di balas dengan ciuman kening.
‘Deg- deg an gak?’ tanya Faiz setengah berbisik ketika Edward mencium kening nya, seketika itu juga Edward langsung memberikan nya tatapan tajam.
Bisa bisanya, Faiz malah menanyakan hal seperti itu, padahal ia yakin bahwa Faiz tahu dirinya sudah pasti sangat gugup.
“Hehehe,” Faiz mendongak sedikit lalu menyengir tepat di bawah wajah Edwar, hingga membuat laki laki itu semakin merasa gemas.
Ehhememm!
Mendengar suara deheman dari papa Bastian, seketika membuat Edward dan Faiz memisahkan diri. Setelah selesai melaksanakan ijab qobul, Faiz dan Edward pun langsung di giring menuju kursi pelaminan.
“Selamat ya sayang, mama gak nyangka kalau ternyata putri mama secepat ini melepas masa lajang nya. Kamu baru lulus sekolah hiks hiks hiks,” kata mama Nisa terisak ketika memeluk Faiz.
“Faiz juga gak nyangka Ma hiks hiks,” balas Faiz ikut terisak.
‘Anjirr si faiz udah kaya orang nikah paksa karena perjodohan aja sih,” umpat Kaila berdecak ketika melihat Faiz ikut menangis karena i peluk oleh mama Nisa.
“Sudaj, jangan menangis. Nanti make up kamu luntur.” Ucap mama Nisa melepaskan pelukan nya, ia pun beralih untuk memeluk anak menantu pertama nya, “Edward ... “ panggil nya halus ketika sudah melepaskan pelukan nya.
“Iya Tante,” jawab Eward tersenyum agak kikuk. Ia masih mengingat bagaimana dulu wanita di depan nya ini memeluk nya waktu kecil Dan kini dirinya kembali di peluk oleh wanita tersebut, wanita yang pernah ia sakiti hatinya karena keegoisan nya yang ingin memiliki seorang ayah.
“Kenapa Tante, Nak. Panggil Mama ya,” ujar mama Nisa tersenyum dan kini ia mengusap lembut wajah Edward, hingga tanpa sadar membuat Edward menetskan air matanya.
Bagaimana tidak, bahkan Edward sudah hampir lupa, bagaimana ia menyebut nama Mama di dalam hidup nya. Ia selalu berandai andai sejak kecil, seandainya mama nya masih hidup, mungkin kehidupan nya tidak akan seberantakan seperti saat ini.
Ingin rasanya Edward menyalahkan kehadiran Fayya di dalam hidup nya. Karena mama nya meninggal ketika melahirkan sang adik, tapi Edward tidak bisa. Ia begitu menyayangi Fayya, dan ia sudah menganggap bahwa takdir mama nya memang hanya sampai di sana. Bila mama nya rela berkorban untuk memberikan kehidupan untuk Fayya, maka Edward juga berusaha berkorban mengorbankan apapun yang ia punya untuk sang adik.
“Terimakasih Ma,” ucap Edward lirih, lalu ia kembali memeluk mama Nisa dengan begitu erat, hingga membuat mama Nisa tersenyum.
“Dulu kamu masih begitu kecil, tapi sekarang kamu begitu besar dan tinggi. Mama berharap, kamu bisa menjaga putri Mama dengan baik. Sayangi dia dan tuntun dia ke jalan yang lebih baik lagi ya,” ujar mama Nisa dan langsung di balas anggukan kepala oleh Edward.
‘Mama gak tahu aja, kalau jalan dia sesat. Gimana mau bawa Faiz ke jalan bener, harusnya mama bilang begitu ke Faiz, hadeuhh!’ gerutu Faiz dalam hatinya ketika melihat suami dan mama nya berinteraksi.
...~To be continue .... ...
kurang pinter ngeboongnya 😂😂😂
gitu ko bangga anda ya 😅🤣🤣🤣