NovelToon NovelToon
PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

Status: tamat
Genre:Romantis / Janda / Tamat
Popularitas:712.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE & LOMPAT BAB. HARGAI PENULIS!


“Aku sudah putuskan. Aku ingin mengakhiri hubungan kita,” Tegas Danu, tunangan Zivanya sang janda yang beranak dua.

“Apa maksudmu, Bang?” tanya Zivanya, berharap semua yang ia dengar salah.

“Ku rasa, aku tidak perlu mengulang kata-kataku. Semua yang aku katakan sudah cukup jelas, aku ingin kita mengakhiri semuanya,” Lagi, Danu mengulang perkataannya.

“Tapi kenapa, Bang?” Air mata Zivanya luruh. Ia tidak dapat menahan tangisnya.


Zivanya, Janda muda yang memiliki dua anak, di putuskan begitu saja oleh tunangannya. Ternyata, alasan yang ada dibalik putusnya hubungan meraka sungguh menyakitkan. Membuat Zivanya berubah menjadi pribadi yang lain.


~Pesona Janda Anak Dua~
"Zivanya Anatasya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Kini, Arya dan Zivanya sedang berada di salon kecantikan. Arya membawa Zivanya ke sana, agar Zivanya bisa memanjakan diri sebelum acara ijab qobul mereka yang akan di laksanakan sore hari. Di kediaman Arya.

“Beng, mending kamu pergi cari makan,” kata Zivanya pada Arya yang belum makan sejak pagi. “Biar aku di sini sendirian,”

“Aku gak lapar, aku bakal nungguin kamu di sini,” ucap Arya yang duduk di sofa yang ada di ruangan tempat Zivanya di rawat.

“Aku gak mau kamu sakit,” kata Zivanya.

“Mbak, tolong keluar sebentar, bisa!” pinta Arya pada karyawan salon yang sedang mewarnai kuku Zivanya.

Tanpa berbicara sepatah katapun, karyawan salon itu segera keluar. Meninggalkan Zivanya dan Arya berdua saja di ruangan itu.

“Beng, kamu mau ngapain?” tanya Zivanya pada Arya yang mendekatinya dengan senyum genit.

“Jangan macam-macam, Beng. Ini salon, bukan kamar!”

“Aku cuma mau satu macam, bukan bermacam-macam,” kata Arya. Kini, Arya sudah membelakangi cermin yang ada di hadapan Zivanya. Tubuhnya ia condongkan hingga wajahnya sangat dekat pada wajah Zivanya.

“Beng, nanti di lihat orang,” kata Zivanya.

“Aku gak peduli, kamu tadikan nyuruh aku makan. Biar gak sakit, nah sekarang aku mau makan kamu,” bisik Arya.

“Jangan main-main deh, Beng. Aku nyuruh kamu makan nasi, bukan makan aku. Aku mana bisa di makan!” ujar Zivanya. Ia kesal pada Arya yang selalu saja menggodanya tidak kenal tempat itu.

“Aku gak sabar lagi, nunggu malam, Yank.”

“Pikiran kamu tu mesum terus, aku gak nyangka. Kamu bisa semesum ini!” kesal Zivanya. “Aku kira, kamu tu cowok yang kalem.”

“Transfer energi dikit aja, biar aku pergi dari sini,” kata Arya dengan expresi wajah yang di buat sesendu mungkin.

“Energi apa sih? Kok energi-energian!”

“Cium aku, dikit aja,” kata Arya dengan penuh harap.

“Gak mau,”

Mendengar tolakan dari Zivanya, Arya malah menarik tengkuk leher Zivanya. Lalu mencium serta menggigit kecil bibir Zivanya dengan lembut.

Tak lama kemudian, Arya melepaskan bibirnya dari bibir Zivanya. Saat Zivanya hendak protes, ia lebih dulu pamit pergi dari ruangan itu.

“Bye, Sayang. Aku pergi dulu, nanti aku kembali!” Arya melambaikan tangannya sambil tersenyum nakal ke arah Zivanya yang sedang kesal padanya itu. Sedangkan dirinya, berbicara dari pintu ruangan itu.

“Kamu ngeselin!”

.

.

.

“Saya terima nikah dan kawinnya, Zivanya anatasya binti Sudarsono dengan emas kawin yang tersebut di bayar tunai!”

“Bagaimana saksi? Sah?”

“Sah!”

“Alhamdullilah, sekarang kalian berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan juga agama,” kata penghulu yang menikahkan Arya dan Zivanya.

“Sekarang, kalian tanda tangani dulu surat nikah ini,”

Arya dan Zivanya pun menandatangani surat nikah mereka. Setelah itu, Mei dan Willy membuat keributan.

“Tolong, fotokan saya, dan pengantin baru itu!” pinta Mei pada Willy yang duduk di sampingnya.

“Oh, foto ya! Sini ponselnya!” kata Willy seperti biasa, tanpa Expresi.

Dengan senang hati Mei memberikan ponselnya pada Willy. Lalu, ia meminta Arya dan Zivanya berdiri dan memasang gaya untuk berfoto.

“Mbak, Bang, kita foto ya!” ajak Mei pada Pasangan pengantin baru itu.

Mereka pun berpose macam-macam, sedangkan Willy yang berdiri di hadapan mereka, juga nampak sangat serius.

Setelah cukup lama, “Gimana, udah belum, Mayat?” tanya Mei pada Willy. Willy pun mengacungkan jempolnya.

Willy segera memberikan ponsel itu kepada pemiliknya, Mei menerima ponsel itu dengan senyum merekah. Ia pun melihat hasilnya, sesaat kemudian. Mei membulatkan matanya, lalu menatap tajam pada Willy.

“Dasar mayat hidup! Kau sudah mempermainkan aku, camera ponselku bisa pecah karena menampung fotomu yang kaku seperti mayat ini!” Mei mengepalkan tangannya dan berjalan maju ke arah Willy.

“Baru kali ini, aku melihat Willy berani mempermainkan wanita. Jangan-jangan mereka berdua berjodoh,” bisik Arya pada Zivanya.

“Hmm.. Semoga saja,” kata Zivanya.

Semua orang yang ada di kediaman Arya, menatap heran dengan tingkah Willy dan Mei.

“Buat semua bapak-bapak dan para ibu-ibu sekalian, kami ucapkan terimakasih banyak. Silahkan nikmati hidangan sederhana yang sudah kami sajikan,” kata Arya dengan sopan, kepada penghulu dan juga saksi yang menghadiri acara pernikahan mereka.

Pertengkaran sengit antara Mei dan Willy masih berlanjut. “Stop! Jangan sentuh-sentuh tubuh saya. Nanti saya kena virus!”

“Virus apa virus? Kamu berani-beraninya mempermain saya,” kata Mei dengan kesal.

“Salah sendiri, minta tolong tapi menyebut orang dengan sebutan, Mayat,” ucap Willy dengan nada dingin.

“Kamu memang seperti mayat, kaku gak ada gairah hidup!” cetus Mei.

“Hei! Jaga ucapan, Anda, Nona leon. Nanti anda bisa jatuh cinta pada saya yang sepeti mayat ini!” timbal Willy.

“Apa leon?” tanya Mei sembari berkata pelan pada Willy. Kesan orang lain, mereka sedang berbisik-bisik.

“SINGA!” sahut Willy dengan santai.

Bukk! Mei memukul wajah Willy dengan cukup keras. Membuat Willy meringis menahan sakit.

“Gadis gila!”

BERSAMBUNG!

Jangan lupa, kritik saja bila ada typo atau salah penempatan kata. Neng akan sangat senang dan berterimakasih, jika kalian perduli!

Dukungan kalian, semangat untuk Neng!

1
Dulkarim Muda
katanya makannya pilihan, ternyata seblak oke juga yah🙂
Safa Almira
bagus semua cerita nya
Ersa
Luar biasa
Mr.VANO
masih dlm menyima
Ibuk Kumaiyah
salam sehat sukses selalu semangat buat penulis untuk cerita aku sih yang penting heppy ending gak gantung dan menarik aku cuman bisa menikmati gak bisa buat jadi apa pun yang terjadi jangan putus harapan
Haloooww: Halo Kak! Mampir juga yuk ke novel My cool Duda 😍 mohon dukungannya 💗💗
total 1 replies
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Juragan Jengqol
banyak janda yang baik dan mampu menjaga marwah-nya. namun penggambaran tokoh zevanya kok menurut saya kurang baik ya...
Juragan Jengqol
kalo keluar pake baju yang lebih tertutup. kan jadi bikin heboh....
Juragan Jengqol
terharu sama mei, thor
Alya Yuni
Anknya msih kecil dah gtal mau nikah lki dsar prmpuan bodoh pantas orng blng jnda pegoda
Alya Yuni
Dah tau ngapain tangisi lki mcm si Danu
Mia
bego emg dengan sikaplu begitu lu bisa sembuh
As Cempreng tikttok @adeas50
semangat thor😍
As Cempreng tikttok @adeas50
semangat kaakaaaaa...kopi untuk mu thor
najwa arsha
cucok Ka visualnya..semangat
Erik Herawati
laporin aja ke pihak berwajib, lagian punya kekuatan apa Danu, othor gimana sih, lagian baru tunangan tapi gayanya kaya yang udah nguasain zivanya
Erik Herawati
zivanya kaya buat apa mikirin cowok begitu gak kepel dong
Endang Werdiningsih
arya mulut'a jd lambe lemes lebih" dr emak" berdaster,,,😀
Endang Werdiningsih
biarlah danu menyesali semua perbuatan'a,,, bikin dia sadar,,, karena ga semua orang jahat akan berakhir jahat,,, kalo kinanti msh ga mau sadar berarti mau dimandiin pake air cabe biar otak'a jd fresh
Siti Sri Wahyuni
Mampir 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!