Revan seorang pria tampan pengusaha muda sukses, ia pernah mengalami kegagalan saat akan menikah dengan gadis yang di cintainya, kegagalan itu membuat ia enggan menjalin lagi hubungan dengan seseorang, hingga ia di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan gadis SMU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Sore ini Revan pulang dengan hati yang gembira, mendengar Yura hamil membuat hatinya berbunga-bunga. Dia pulang dengan membawa bebagai macam susu hamil dengan berbagai rasa agar nanti Yura bisa memilih susu mana yang akan dia minum. Dia juga ingin menjadi suami yang siaga sama seperti si kanebo kering itu.
Kini dia sudah sampai di rumah utama karena Yura masih di sana . Revan juga sepertinya akan tinggal di sana karena dia tidak mau kalau nanti istrinya akan sendirian di rumah.
Kini dia sudah sampai di rumah dengan belanjaan di tangannya. Yura yang melihat suaminya datang merasa sangat senang.
"Om...." panggil Yura sambil tersenyum dia langsung menghampiri suaminya dengan langkah yang riang .
"Hey hati-hati sayang, pelan-pelan jalannya" ucap Revan
"Om bawa apa itu " Yura langsung melihat belanjaan yang di bawa oleh Revan
"Ini susu untukmu sayang...."
"Ini susu buat Yura semua om "
"Iya ambilah...." Yura mengambilnya dengan senang
"Hey, lihat lah si junior sekarang jadi suami siaga "
Ucap si kanebo kering yang baru pulang kerja, dia juga sama dengan belanjaan di tangannya yaitu susu ibu hamil biskuit dan juga buah-buahan.
"Tentu saja aku juga suami siaga " ucap Revan dengan bangga.
"Kau hanya membeli susu untuk istrimu " tanya Regan
"Iya, ini susu ibu hamil dengan berbagai macam rasa " ucapnya masih dengan rasa bangga
"Kasihan sekali anak bis ini hanya di belikan susu saja oleh suaminya, lihatlah belanjaanku sangat lengkap kan " Regan memperlihatkan belanjaannya kepada si junior dan anak bis itu dengan sangat bangga, benar-benar sangat menyebalkan.
"Om....." Yura merengek
Revan langsung melihat ke arah Yura "Apa sayang, kamu ingin membeli semua itu " Yura menganngguk
"Bersiaplah kita akan membelinya bersama " ucap Revan dengan sangat lembut pada Yura.
"Makasih om " Yura langsung memeluk Revan karena senang.
"Ajak lah keponakanmu itu jalan_jalan Revan" ucap si kanebo sambil tertawa
"Pergi kau, mengganggu saja " usir Revan pada Regan, Regan pun pergi dengan gaya cueknya
Setelah mandi Yura dan Revan pun pergi berbelanja keinginan Yura, seperti yang Regan perlihatkan kepadanya.
Mulai dari biskuit dan buah-buahan dan juga makanan ringan semuanya. Hingga tangan Revan kini penuh dengan belanjaan.
"Sayang kau akan menghabiskan ini semuanya " tanya Revan
"Itu buat jaga-Jaga sayang, nanti kalo aku ngidam cemilan kaya kak Bira gimana,kan udah ada nanti sayang ga usah beli " ucap Yura
"Kamu bilang apa tadi ? "
"Yang mana ? yang takut ngidam ?" tanya Yura
"Bukan, tadi kamu memanggilku dengan sebutan apa?"
"Sayang, kenapa ga boleh.....?"
"Tentu saja boleh, aku senang mendengarnya " ucap Revan
"Iya, biar Mr kanebo ga bilang Yura keponakaan suami Yura yang paling ganteng dan caem ini, enak aja di bilang keponakan, padahal dia juga kan sama kak Bira umurnya jauh "
"Iya memang si kanebo itu sangat menyebalkan " Yura dan Revan pun tertawa.
setelah puas berbelanja mereka langsung pulang, tadinya mereka ingin langsung memeriksa kandungan mereka, namun dokter kandungannya sedang ke luar kota, untuk itu mereka menundanya hingga besok.
Di dalam mobil
"Yura apa kamu tidak masalah jika kita tinggal serumah dengan mamah ?" tanya Revan hati-hati takut Yura menolak tinggal di sana
"Emangnya kenapa kita tinggal di sana ?" Yura balik bertanya
"Karena kamu sedang hamil, aku tidak mau meninggalkanmu sendirian di rumah jika aku sedang bekerja, jika kita tinggal di sana saat aku pergi kamu ada yang menemani seperti Bira .
"Boleh aja Yura ga masalah kalo mesti tinggal di sana, lagian mamah sama semuanya juga baik Yura suka "
"Syukurlah kalau kamu mau " ucap Revan sambil mengelus lembut kepala Yura.
Kini mereka sudah sampai di rumah Revan dan Yura langsung masuk ke kamar karena tadi Yura bilang kalau kepalanya terasa pusing, hingga Revan langsung menyuruh Yura untuk istirahat.
Setelah memastikan Yura istiahat Revan turun ke bawah untuk menyimpan susu dan juga buah-buahan di kulkas. Di sana juga Regan sedang membereskan makanan buah-buahan serta susu untuk istrinya.
"Hey Regan...." panggil Revan
"Ada apa ? jawab Regan yang masih anteng membereskan belanjaannya.
"Ajari aku, apa saja yang kau siapkan untuk Bira "
"Ajari apa, ajari cara membuat anak, bukankah kau sudah berhasil " jawab Regan
"Ahh dasar manusia menyebalkan, kenapa aku punya adik sepertimu " kesal Revan
"Lalu kau minta di ajari apa ? "tanya Regan
"Makanan apa saja yang akan kau siapkan itu ?" tanya Revan
"Aku hanya membuatkannya susu setiap malam, jika dia ingin makanan yang lain aku akan membuatkannya, aku membelikannya biskuit dan buah untuk di makannya saat siang karena itu bagus untuk kesehatannya, itu anjuran dokter padaku " jawab Regan
Revan mengangguk mengerti " itu kau membuatkan susu untuknya ?" tanya Revan
"Iya, setiap malam dia harus minum susu, begitu pun aku setiap malam aku juga harus minum susu " jawab Regan sambil tersenyum smirk dan meninggalkan Revan sendiri di dapur
"Begitu ya, kalau begitu aku juga akan membuatkan susu untuk Yura " gumam Revan sambil tersenyum
Revan pun membuat susu sesuai takaran yang diajurkan dalam kemasan susu itu. Setelah mengaduk susu nya Revan pun akan memberikannya untuk Yura . Saat akan membawanya ke kamar Revan melihat ke arah gelas yang sudah penuh oleh susu.
"Tapi Regan bilang tadi aku juga harus minum susu " gumam Revan
Revan pun kemudian minum susu yang ada di depannya " rasanya sangat aneh, tapi ini lumayan enak juga " hingga Revan meminumnya sampai habis
"Sayang, susu Yura mana ?" Yura menyusul Revan ke bawah karena dari tadi Revan tidak kunjung datang, padahal Revan bilang hanya akan menyimpan belanjaan dan membuatkannya susu. Tapi setelah Yura lama menunggu Revan tidak kunjung datang. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusulnya.
Revan yang mendengar panggilan istrinya langsung menengok. "sayang kamu minum apa sih ? " tanya Yura
"Aku minum susu " jawab Revan
"Itu susu Yura ?"
"Iya..."
"kok di minum sihh, pantesan lama " Yura merajuk
"Tadi kata Regan bilang kalau aku juga harus minum susu" jawab Revan
"Hahhh...kan yang hamil Yura kok jadi om yang minum susu " tanya Yura heran
Regan yang mendengar percakapan mereka langsung terbahak. Dia turun lagi ke bawah untuk menyimpan gelas kotor yang barusan iya pakai untuk membuat susu untuk Bira.
"Hey kanebo kenapa kau tertawa, bukankah kau yang menyarankan aku untuk minum susu " Revan kesal melihat si kanebo tertawa dengan senangnya padahal dia hanya menjalankan saran yang ia ucapkan
"Dasar junior bodoh, maksudku bukan susu itu bayi besar, apa kau tidak mengerti " masih menertawakan Revan dengan wajah polosnya
Revan yang sesaat berpikir mulai mengerti arah pembicaraan Regan, langsung mengumpat.
"Sial....." ucap Revan yang merasa bodoh karena minum susu untuk ibu hamil. Yura yang mengerti pun kesal dengan suaminya yang sudah meminum susunya dan juga sudah membuatnya menunggu lama karena pikiran Revan yang LOLA ( Loading Lama) mengartikan ucapan Regan
"Karena om udah minum susu Yura, malam ini ga ada jatah susu buat om " Yura kesal dan meninggalkan kedua bersaudara aneh itu
"Semua ini gara-gara kau kanebo...." namun Regan tidak peduli dan masih tertawa dengan puasnya melihat kepolosan kakanya.
******
Maaf ya slow update karena aku bukan cuma bikin cerita ini aja, aku juga lagi fokus bikin cerita tentang si Timmy sahabat Yura dan juga cerita tentang Bira 😊🙏