Kehancuran bagi seorang perempuan yang selalu menjaga kesuciannya, apabila mereka dinodai oleh seorang laki laki secara paksa.
Seorang gadis yang hidup sebatang kara adalah gadis malang yang berusaha untuk hidup hanya demi membuktikan kepada almarhum kedua orangtuanya jika dia bisa sukses.
Tapi suatu ketika, saat dia pergi untuk melamar pekerjaan tapi sayang sekali, hanya karyawan OB yang masih kurang dan Gadis tersebutpun tidak menolaknya.
Soreh hari dimana karyawan sudah pulang, Gadis tersebut masih setia disana, membersihkan satu per satu ruangan, tapi dia memasuki ruangan yang tidak ia ketahui bahwa itu adalah kamar CIO.
Gadis malang tersebut membaringkan badannya di kasur empuk tersebut hingga dia tak sengaja tertidur.
Seseorang masuk dengan keadaan mabuk berat, dia dengan nafsunya melihat wanita yang sedang tidur di tempat tidurnya, dengan mata yang sudah dipenuhi nafsu dan amarah dia memperkosa gadis tersebut dalam keadaan tidak stabil.
"Dasar pria brengsek,!" teriak gadis malang tersebut.
"Aku minta maaf, aku sungguh tidak sengaja," jawab laki-laki tersebut.
"Aku dalam keadaan mabuk berat tadi malam," lanjut pria tersebut.
apakah kisah mereka seperti apa, jika anda penasaran langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa itu Neraka?
Semua keluarganya sudah pulang ke kota sesudah berpamitan kepada Aila dan si kembar, gak tega rasanya mereka meninggalkan 2 anak yang sangat menggemaskan tersebut.
Hanya Ayyan yang masih berada disana, dia masih ingin memperjuangkan masa depannya.
"Kenapa kamu tidak ikut pulang juga,?" tanya Aila.
"Terserah ku saja, aku masih ingin disini untuk menggembok mu," ucap Ayyan.
"Apa yang kamu maksud,?" tanya Aila.
"Aku akan membegal hati mu dulu baru pulang," jawab Ayyan membuat Aila tersenyum kecil.
"Kalau bisa," jawab singkat Aila dan masuk kedalam rumahnya.
Ayyan dengan senyuman sangat ceria ikut masuk dan menghampiri kedua bocah yang sedang bermain.
"Hayuk, lagi main apa tuh,?" tanya Ayyan.
"Main, cucun-cucun," jawab Dean tanpa menoleh ke arah Ayyan.
Ayyan mencium pipi kedua bocah tersebut dengan gemas.
"humm, sangat empuk dan harum," ucap Ayyan membuat kedua bocah tersebut marah dan menarik rambutnya.
"Ahhg, Daddy, kan lucak lagi kan, tadi udah mau jadi monctel," ucap Zean kesal.
"Aduh, duh, duh sakit, ampun," pekik Ayyan membuat Aila yang mengintip disana tersenyum tipis.
"Tidak mau tau, Daddy halus buatkan monctel," ucap Dean yang sebenarnya tidak tau bagaimana membuat monster dengan mainan bongkar pasangnya, mereka hanya menyusun-nyusun sembarang tadi, tapi ada Ayyan yang mereka bisa tuduh untuk bisa membuatnya.
"Gimana rusak loh, itu gak lepas sama sekali, kalian hanya ingin dibuatkan kan,?" tanya Ayyan.
"Tidak," saut mereka berdua dengan cepat.
"Ya kan,?" tanya lagi Ayyan.
"Tidakkk," teriak mereka berdua membuat Ayyan menutup kupingnya.
"Baiklah, Daddy yang salah dan Daddy yang akan buat monster, tapi kalian jangan kaget ya kalau Daddy buat monster yang besar dan seram," ucap Ayyan dengan suara horor dan di angguki oleh kedua bocah tersebut dengan wajah sangat serius.
"Ayo Daddy," ucap Dean menumpahkan semua bongkar susun di depan Ayyan.
hampir 20 menit Ayyan habiskan untuk menyusun semua benda tersebut, Ayyan dengan senyuman manisnya memberikan hasil karyanya kepada kedua bocah tersebut.
"Daddyyyyyy," teriak kedua bocah tersebut sangat kesal dan menghancurkan karya Ayyan.
"Kenapa di bongkar lagi,?" tanya Ayyan.
" Kata Daddy, mau bikin monctel yang celam, tapi ini bukan celam, ini kakak juga bica buat, cuma di cucun-cucun cepelti ini, ini cepelti gunung bukan monctel Daddy," omel Zean membuat Ayyan hanya cengengesan tidak jelas.
"Daddy payah, tidak bica buat monctel, kata Mommy olang yang cuka melebihkan ucapannya, bica macuk nelaka," omel Dean menceramahi Ayyan.
Ayyan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ocehan kedua anak tersebut.
"Neraka itu apa,?" tanya Ayyan yang ingin mendengar jawaban dari kedua anak tersebut.
Seketika mereka berdua saling berpandangan, mata mereka seperti sedang melakukan ulangan, memberikan tatapan mata meminta dan menjawab.
"Pokoknya itu Daddy, nelaka itu ya nelaka," ucap Zean dengan wajah sombongnya.
"Ya makanya, Daddy tanya? neraka itu apa?," tanya lagi Ayyan tersenyum tipis ke arah mereka.
"Ya tanya mommy cana, Adek cama Kakak cuma membelitahukan kepada Daddy, yang pelna Mommy katakan," ucap Zean.
"Cudah becal kok, tidak tau nelaka ya kan kak, Adek sama Kakak aja yang macih kecil cudah tau nelaka," ucap Dean membuat Ayyan mengerutkan keningnya.
"Daddy tau kok, tapi Daddy cuma mau tanya kalian," jawab Ayyan.
"Kalau cudah tau ya kenapa tanya lagi Daddy, kata Mommy yang suka nanya tapi cudah tau itu olangnya tidak pintal," ucap Dean walaupun dia sendiri belum pernah mendengar kata-kata tersebut dari Aila dia hanya mengarang untuk tidak kalah dari Ayyan.
"Makanya, Daddy halus banyak belajar, bial tambah pintal kaya kakak dan Adek," lanjut Zean.
"Terus Daddy harus belajar ke siapa dong,?" tanya Ayyan.
"Kalau mau belajar cama Kakak, ya tidak bica Daddy, kalena Kakak halus main, tidak ada waktu untuk ajal Daddy," ucap Zean dan di angguki oleh sang adik.
"Kalau Mommy,?" tanya Ayyan.
"Kalau Mommy itu cudah pintal kaya Kakak dan Adek, jadi Mommy tidak bica lagi belajal kalena cudah pintal," ucap Dean.
Aila lewat di depan mereka membuat Ayyan yang melihatnya langsung menarik tangan Aila untuk ikut duduk disana.
"Apaan sih," ucap Aila.
"Duduk lah dan dengarkan anak murid mu ini," ucap Ayyan yang sudah kesal tidak bisa menang melawan mereka berdua.
"Zean , Dean, tadi neraka itu apa, yang pernah di ajarkan Mommy kalian,?" tanya Ayyan.
"kenapa tanya ke Kakak cama Adek cih, kan ada Mommy yang bica Daddy tanya, Mommy lebih pintal cedikit dali pada kami," saut Zean panik.
"Ajali dulu Daddy Mom," ucap Dean.
"Neraka itu tempat orang yang banyak dosa, sering bohong, tidak sopan, suka rebutan makanan, sering membantah kalau disuruh tidur siang, suka minta ini itu, suka bawel, suka nangis, dan orang yang masuk neraka itu nanti akan di bakar sampai hangus tidak tersisa," ucap Aila membuat kedua bocah tersebut sedikit tersinggung tapi mereka pura-pura tidak takut dan malah mengajari Ayyan.
"Tu dengal kan Daddy, kalau nelaka itu tempat yang banyak doca, tidak belikan Adek dan Kakak mainan, tidak tidul cama kami, ambil makanan kami, cuka bawa kabul Mommy, cuka kacih kecal kami, cuka bikin nangic kami," ucap Zean membuat Aila dan Ayyan membulatkan matanya.
Ayyan yang tidak paham lagi dengan jalan pikiran mereka berdua, mundur ke belakang mengelus dadanya.
Aila pun hanya bisa menatap mereka dengan tatapan pasrah, Aila menghempaskan nafasnya kasar menatap mereka yang melihatnya dengan mata berseri-seri, dan memperlihatkan wajah imutnya.
"Mommy mau masak," ucap Aila dan pergi dari sana, kini tinggal Ayyan yang masih tidak percaya dengan ucapan kedua bocah itu.
"cudah ngelti kan cekalang Daddy,?" tanya Dean dan hanya di angguki oleh Ayyan dengan wajah yang sangat pasrah.
"Cekalang, Daddy kalau tidak mau macuk nelaka tinggal belikan Kakak cama Adek mainan dan tidul cama kami, oke?," ucap Zean dan hanya di angguki oleh Ayyan yang sudah bersandar di dinding.
cerita Aina - Ayyan sudah d ujung bahagia.
kukirim vote nya kak bt menemani karya mu.
sehat² selalu.
jangan kecapean ,biar mudah dlm menghasilkan karya
trus buat tulisan beasiswa kyk gini k
bukan biaya siswa