NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Paginya laura berdandan tentunya sesudah mengurus marfel juga mengerjakan tugasnya. Laura berniat mencari pekerjaan lagi. Laura memang menerima ATM dan kredit card yang di berikan marfel tapi laura tetap akan bekerja sendiri. Tentang apa yang marfel berikan laura akan menyimpanya dan tidak akan menggunakanya sedikitpun.

“Laura nanti aku mau ada pertemuan dengan client di kantor. Namanya tuan david.”

Laura menoleh pada marfel. Tidak biasanya marfel mengatakan apa yang tidak pernah marfel katakan sebelumnya. Marfel bahkan selalu pergi ke kantor tanpa memberitahunya jika laura tidak bertanya.

“Baik tuan. Saya akan menyusul nanti siang saja.” Balas laura.

“Emm.. Tidak usah laura kamu di rumah saja. Aku di temani ariana.”

Laura terkejut mendengarnya. Rasanya sangat aneh mengingat selama ini ariana bahkan tidak pernah memperdulikan marfel.

Laura menghela napas pelan kemudian menganggukan kepalanya.

“Baiklah tuan..”

Marfel menyipitkan kedua matanya. Laura berdandan sangat rapi seperti akan pergi. Tapi laura tidak mengatakan apapun padanya.

“Kamu jangan kemana mana yah tanpa aku..” Pinta marfel bermaksud memancing laura.

Laura mengerjapkan kedua matanya sesaat. Bagaimana mungkin dirinya hanya diam sedangkan hidup nenek dan sekolah adiknya perlu biaya. Sementara uang dari marfel yang ada di ATM maupun kartu kredit itu laura merasa tidak berhak meskipun memang marfel yang memberikanya secara langsung padanya.

“Eemm.. Tuan maaf.. Tapi saya harus keluar sebentar hari ini.” Katanya pelan.

Marfel tersenyum. Marfel percaya laura tidak mungkin pergi tanpa sepengetahuanya.

“Memangnya kamu mau kemana?”

Tok tok tok

Baru saja laura hendak menjawab pertanyaan marfel suara ketukan pintu membuat laura menoleh.

“Emm.. Tuan, saya buka pintu dulu.” Katanya.

Marfel mengangguk. Marfel tau dan bisa menebak dengan gampang. Laura pasti berniat kembali mencari pekerjaan.

“Dasar gadis keras kepala.” Gumam marfel lirih.

Laura tersenyum saat melihat ariana yang sudah rapi dengan setelan jas warna pinknya. Namun penampilan ariana menurut laura terlalu berlebihan karna baju daleman yang di kenakanya terlalu menonjolkan bagian dadanya sehingga seperti hendak menyembul keluar.

“Mana marfel?” Tanya ariana angkuh.

“Eemm.. Tuan sudah siap nyonya. Sebentar saya..”

“Tidak perlu. Saya yang akan menuntun marfel keluar dari kamarnya.” Sela ariana cepat.

Laura menelan ludahnya. Ketidak sukaan ariana padanya semakin terlihat kentara. Bahkan setiap tatapan yang di layangkan ariana padanya seperti tatapan penuh penghinaan.

Ariana masuk melewati laura begitu saja. Senyumnya mengembang mendapati marfel yang sudah rapi dengan kemeja kotak kotaknya serta jins belel yang melekat pas di kaki panjangnya. Begitu sangat tampan dan gagah.

“Ayo fel..” Ajak ariana.

Ariana meraih tangan marfel dan menuntunya keluar melewati laura yang terus berdiri di dekat pintu kamarnya.

“Eemm... Laura aku pergi dulu yah.. Kamu hati hati di rumah..” Senyum marfel.

“Ya tuan..” Angguk laura tersenyum tipis.

Ariana berdecak sebal mendengar pesan manis marfel yang di tujukan pada laura. Dan sikap manis marfel pada laura membuat ariana semakin merasa gemas dan ingin secepatnya menyingkirkan laura dari kediaman keluarga chandra.

“Hh.. Tuhan.. Semoga tuan marfel baik baik saja..” Batin laura penuh harap.

Laura menarik napasnya dalam dalam kemudian menghembuskanya berlahan. Laura tidak tau perasaan apa yang hinggap di hatinya. Yang pasti laura tidak rela jika marfel terlalu lama bersama dengan ariana.

“Apa ini yang namanya cemburu?”

 ----

Dalam perjalanan menuju kantornya marfel terus saja diam dengan tatapan lurus ke depan. Marfel benar benar malas berbasa basi pada ariana sekarang. Luka yang di torehkan ariana di hatinya terlalu menyayat hingga rasanya akan terus terasa jika terus berada di samping wanita itu.

“Fel nanti siang kita makan di restourant langganan kita yah.. Udah lama banget kayanya kita nggak kesana.” Kata ariana melirik sekilas pada marfel yang ada di sampingnya dengan senyuman. Ya, ariana memang lebih memilih mengemudikan mobil sendiri dari pada harus menyuruh supir.

“Maaf aku nggak bisa. Aku udah ada janji sama laura buat makan di rumah.”

Ariana tersenyum sinis. Lagi lagi laura menjadi penghalangnya.

“Laura lagi laura lagi.. Kayanya kamu emang nggak butuh aku lagi ya fel..”

Marfel tertawa pelan. Ariana mengatakan sesuatu yang seharusnya marfel yang mengatakanya.

“Atau memang kamu udah benar benar nggak anggep aku istri kamu lagi?” Tanya ariana merasa tersisih.

Marfel menghela napas kemudian berdecak. Malas jika harus meladeni ucapan ariana. Bagi marfel sekarang semuanya palsu. Ariana hanya berpura pura manis di depanya.

“Marfel..”

“Aku lagi malas berdebat ariana.” Sela marfel cepat.

Ariana langsung bungkam. Ariana menganggukan kepalanya. Ariana masih sangat yakin masih ada ruang di hati marfel untuknya. Ariana juga yakin akan bisa meluluhkan kembali hati marfel.

“Sabar ana.. Semuanya butuh proses.. Marfel hanya milik kamu..” Batin ariana sambil melirik sekilas pada marfel yang ada di sampingnya.

Tidak lama mobil ariana sampai di depan gedung perusahaan marfel. Di depan pintu masuk joshua sudah menghadang. Senyuman di bibirnya mengembang saat melihat mobil ariana kemudian segera melangkah cepat untuk membantu marfel turun dari mobil.

“Joshua, biar saya saja.”

Ucapan ariana menghentikan langkah joshua. Pria dengan setelan jas hitam itu bingung antara melanjutkan niatnya atau tidak. Sedang joshua sendiri tau bagaimana kecewanya marfel pada ariana.

“Ya, baik nyonya.” Angguk joshua.

Ariana menutup kaca mobilnya kemudian turun dan segera membantu marfel turun dari mobilnya.

“Selamat pagi tuan..” Sapa joshua saat marfel turun dari mobil.

“Joshua, apakah tuan david sudah datang?” Tanya marfel.

“Sudah tuan. Tuan david sudah datang dari 15 menit yang lalu.” Jawab joshua.

Marfel mengangguk dengan senyuman di bibirnya. Marfel ingin tau bagaimana pertemuan ariana dan david nanti. Karna yang keduanya tau marfel buta.

“Mari nyonya, tuan..”

Joshua mempersilahkan ariana dan marfel untuk lebih dulu melangkah. Joshua sendiri juga sebenarnya merasa kecewa pada ariana. Marfel sudah sangat setia dan sangat menjaganya. Tapi ariana justru berselingkuh dengan david di belakang marfel.

Ariana memasuki gedung tinggi milik suaminya dengan gaya elegan. Wanita itu menuntun marfel yang berada di sampingnya dengan sandiwara apiknya.

“Selamat siang nyonya, tuan..”

“Ya. Siang.” Angguk Ariana sombong.

Marfel menggeleng pelan. Selama ini marfel tidak pernah tau bahwa ariana memiliki sikap sombong dan angkuh. Yang marfel tau ariana adalah wanita baik dan wanita yang sangat mencintainya juga di cintainya.

“Ariana.. Ada apa tuan david meminta bertemu?” Tanya marfel saat hendak masuk ke dalam lift.

“Aku tidak tau sayang. Kamu bisa tanyakan pada joshua jika ingin jawaban yang tepat.” Jawab ariana berbohong.

“Begitu ya?”

“Ya sayang..”

Ariana bergelayut manja di lengan marfel. Kepalanya ariana senderkan dengan manja di bahu marfel. Bahu yang selalu tegap, kokoh, juga gagah. Bahu yang selalu membuatnya merasa nyaman saat bersandar.

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!