Genre: Action, Martial Art, Fantasy, Over Power, Xianxia, Comedy.
Setelah kehilangan orang tuanya saat berumur 8 tahun, Wu Ming tidak memiliki semangat hidup dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Bertemu dengan Hui Luo, seorang pria 20 tahun adalah sebuah keberuntungan bagi Wu Ming.
Hui Luo mengangkat Wu Ming menjadi murid dan mendidik Wu Ming untuk menjadi kultivator yang baik, di bekali 7 Dantian membuat Wu Ming tak terkalahkan dan memiliki kekuatan yang besar dalam waktu singkat.
Jadilah saksi petualangan Wu Ming yang nantinya akan di sebut sebagai Kaisar Void Ming!
"Jika aku dan keluargaku tidak memiliki tempat di dunia ini, aku akan membuat duniaku sendiri. Tidak ada yang dapat menentangku disana!"
#Terima kasih kepada Kak Ron (shujinkouron) yang telah menginspirasi saya untuk menulis cerita ini.
Basic : *Journey to Immortality by: shujinkouron
*Legenda Pendekar Naga by: Shujinkouron
*Against The God by: Mars Gravity
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.30 Rombongan Pedagang
Ilmu 'Tubuh Kebajikan' merupakan induk dari ilmu 'Pemurnian Tubuh Tubuh kebal', menurut Kitab Giok Rumput Hijau, Ilmu Tubuh Kebajikan terbagi menjadi 3 tingkat, pada tingkat pertama membuat tubuh seorang Cultivator menjadi kebal racun dan sekuat baja, setidaknya jika seseorang dapat mencapai penguasaan tingkat pertama, orang tersebut telah menguasai ilmu Pemurnian Tubuh: Tubuh Kebal sepenuhnya, dan salah satu kelebihan Ilmu Tubuh Kebajikan membuat penggunanya memancarkan aura kharisma dan lebih dihormati orang lain.
Pada Tingkat kedua, membuat tubuh penggunanya dapat menyerap Qi lebih cepat 3 kali lipat dari pada orang lain serta kebal terhadap elemen kegelapan.
Tingkat terakhir membuat penggunanya memperoleh kekuatan yang luar biasa, tidak dikatakan seberapa kuat seseorang yang telah mencapai tingkat terakhir dari Ilmu Tubuh Pemurnian namun setidaknya dapat menyaingi seorang Cultivator dengan tingkat praktik Fondasi Rune saat penggunanya baru mencapai Fondasi Awal.
••••
Rombongan Wu Ming segera melanjutkan perjalanan mereka setelah mengemasi semua barang bawaan yang masih tertinggal di kamar penginapan, sebelum meninggalkan Kota Hui Luo memesan beberapa makanan yang tidak mudah kadaluarsa sebagai bekal diperjalanan.
Rombongan Wu Ming kembali menempuh perjalanan ke arah Barat Laut untuk menghindari pertempuran antara sekte aliran hitam dan putih, butuh waktu 4 hari untuk sampai di Kota Daun Besi, Ibukota Kerajaan Hijau.
Setelah berlari selama 2 hari, Rombongan Wu Ming bertemu dengan beberapa pedagang yang kebetulan ingin pergi ke Ibukota Kerjaan Hijau, Para pedagang tersebut menawarkan Rombongan Wu Ming untuk ikut bersama mereka sekaligus menjadi penjaga Rombongan pedagang tersebut, mereka dipercaya oleh rombongan pedagang karena penampilan Biksu Qin seperti Pertapa dan Wu Ming yang terlihat seperti orang terhormat.
"Kakek, Guru kita terima saja tawaran mereka, lagi pula jarak ke ibukota sudah lumayan dekat, diriku juga ingin membaca lebih banyak Kitab Giok Rumput Hijau." Ucap Wu Ming.
"Baiklah Ming'er kita ikut saja dengan mereka, lagi pula perjalanan dengan kereta kuda juga lebih nyaman dari pada berlari seharian."Balas Biksu Qin.
Menurut Pedagang yang Wu Ming tumpangi, Perjalanan ke Ibukota membutuhkan waktu 7 Hari lagi, mereka tidak dapat bergerak terlalu cepat karena ada barang yang harus mereka jaga baik baik agar tidak rusak saat sampai di ibukota nanti.
Wu Ming tidak keberatan menunggu lebih lama dari yang seharusnya, karena ia juga ingin menikmati pemandangan dan bersantai di kereta kuda.
Hari menjelang malam dan para pedagang berencana berhenti untuk beristirahat terlebih dahulu, mereka membuat api unggun dan menikmati malam dengan berpesta kecil kecilan.
Biksu Qin memilih untuk bermeditasi di kereta kuda karena dirinya tidak menyukai acara seperti ini, sedangkan Hui Luo dan Wu Ming ikut rombongan pedagang yang sedang asik membakar daging dan menari disekitar api unggun.
Setelah 3 jam berpesta para pedagang mulai lelah dan mengantuk akibat terlalu banyak minum arak, sedangkan Wu Ming tidak ikut minum arak karena dibawah umur sedangkan Hui Luo tidak pernah minum arak karena selalu di larang oleh sektenya, menurut mereka seseorang yang menyukai mabuk mabukan saat minum arak mudah diserang oleh orang yang berniat jahat.
Saat hampir semua Pedagang terlelap Biksu Qin keluar dari kereta kuda karena merasakan sesuatu yang tidak baik, Wu Ming pun merasakan hal yang sama, dirinya merasa ada seseorang yang berniat jahat pada mereka.
Wu Ming segera membangunkan satu persatu pedagang yang tertidur, segera saja tidakannya membuat beberapa orang berpenampilan seperti bandit keluar dari hutan dan telah mengepung rombongan pedagang beserta Wu Ming, Biksu Qin dan Hui Luo.
Diantara para bandit ada seorang yang berpenampilan cukup berbeda, orang tersebut bertubuh kekar, memakai topi berwarna Hitam namun terdapat simbol [¢] pada topinya.
Hui Luo, Biksu Qin dan beberapa pedagang yang sudah sadar berubah ekspresi wajahnya ketika menyadari mereka telah berurusan dengan salah satu Bandit terkenal sekaligus terkejam di Wilayah Kerajaan Hijau.
Orang yang memakai topi tersebut maju beberapa langkah dan berseru." Serahkan semua harta kalian jika kalian ingin hidup!... Aku adalah Carbizen Ketua kelompok bandit nomor satu di Kerajaan Hijau, Caribbean!" Seru Carbizen dengan lantang dan penuh nada arogan.
jika benar tolong bhs Inggrisnya di hilangkan aj.
thanks