NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puja Mardika

Aelsana Jamira, mahasiswi cerdas yang baru lulus kuliah, menerima pekerjaan di Hanggara Group tanpa menyadari bahwa atasannya, Raksa Hanggara, adalah ayah dari Langit, anak yang selama ini ia rawat sebagai pengasuh sekaligus guru lesnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puja Mardika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

"Beneran? Yeay! Kak Aelsana memang yang terbaik!" Langit mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, seakan sudah melihat ayahnya datang membawa kue ulang tahun.

"Eits, Tuan Langit yang terhormat, jangan senang dulu. Lihat, sudah waktunya PR!"

Sana selalu tahu apa yang akan dilakukan Langit sebelum anak itu bergerak. Langit memang sudah mau bangkit dari kursi dan melonjak kegirangan.

"Iya, iya! Aku kerjain sekarang. Kak Aelsana tukang ngerusak suasana!" Dia menggerutu, tapi tetap duduk patuh dan membuka bukunya.

"Wah, nggak bisa gitu. Kakak masih punya urusan lain, misalnya bicara sama ayah seseorang soal pesta ulang tahun..."

Sana melipat tangan dan tersenyum jahil, pura-pura tidak akan membantu kalau PR belum selesai.

"Oke, oke! Maaf. Kak Aelsana yang terbaik, paling baik sedunia." Langit menarik ujung lengan baju Sana dan cemberut minta maaf.

Dia tidak boleh membuat Kak Aelsana kesal sekarang. Kalau Kakak ngambek, Kakak pasti tidak mau bicara dengan Ayah. Dia cukup bersikap manis dan penurut. Cara ini selalu berhasil.

"Oh ya? Coba sebutkan, seberapa baik Kak Aelsana?"

Sana sudah paham trik rutin Langit, tapi dia tetap mau terpancing. Dia punya prinsip: dia butuh banyak pujian.

"Kak Aelsana jauh lebih keren daripada Upin Ipin." Langit memandangnya penuh bujuk rayu sambil bergaya berlebihan seperti yang dia tiru dari televisi.

"Jawaban bagus. Sekarang duduk yang manis dan kerjakan PR-mu. Kakak mau cari Pak Wahyu, minta tolong hubungi ayahmu. Kalau perlu Kakak temui sendiri, ya?"

Sana menepuk kepala kecil itu dengan puas. Pujiannya enak didengar. Langit bilang dia jauh lebih keren daripada idolanya sendiri. Anak ini pasti tulus. Haha...

"Oke, Kakak duluan saja. Aku kerjain PR dengan patuh." Langit mengangguk bersemangat, menunduk, dan mulai menulis dengan serius.

"Kalau begitu Kakak turun dulu." Sana meninggalkan ruang belajar kecil itu.

Dia sudah berjanji membantu Langit, tapi sekarang muncul masalah. Sudah lebih dari setahun dia bekerja di keluarga Hanggara dan belum pernah bertemu ayah Langit sekali pun. Semua diurus lewat Pak Wahyu.

Dia pernah beberapa kali minta dipertemukan lewat Pak Wahyu untuk menyampaikan pendapatnya tentang sikap ayah Langit yang tidak peduli, tapi tidak pernah berhasil. Apakah kali ini akan sama saja?

Astaga, dia bahkan belum pernah melihat wajah ayah Langit, dan tidak tahu nama lengkapnya.

"Mbak Aelsana, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Wahyu. Dia berdiri di depan ruang belajar membawa sepiring kue dan teko teh hangat.

Mbak Aelsana tidak ada di dalam bersama Tuan Muda. Pasti ada sesuatu sampai dia keluar.

"Pak Wahyu, begini..."

Mendengar suara Pak Wahyu, Sana menyampaikan permintaan Langit secara singkat dan menunggu jawabannya.

"Tapi Tuan Hanggara sangat sibuk..." jawab Pak Wahyu dengan wajah cemas. Dia kasihan pada kerinduan Tuan Muda akan kasih sayang ayahnya, tapi dia benar-benar tidak punya kuasa.

"Saya tahu, Pak. Tapi besok saya sudah tidak di keluarga Hanggara lagi... eh, kita bicara di bawah saja!"

Sana hampir keceplosan soal kepergiannya dan buru-buru memberi isyarat agar Pak Wahyu mengikutinya turun.

Dia takut Langit tahu bahwa besok dia tidak datang. Dia benci perpisahan yang sedih, dan juga takut hatinya luluh lalu bertahan di rumah itu hanya karena air mata atau beberapa kata dari Langit.

"Baik, Mbak. Kita bicara di bawah." Pak Wahyu melirik pintu ruang belajar kecil itu dan langsung mengerti.

Keduanya berbicara pelan sambil menuruni tangga.

Di balik pintu, Langit yang tadi menguping duduk kembali di kursinya. Dia berharap, tapi juga cemas.

Semoga Kak Aelsana berhasil bertemu Ayah, lalu bilang soal ulang tahunku...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!