NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04. Pagi tanpa Keira

Cahaya matahari pagi perlahan menerobos celah tirai ketika Arsen membuka mata. Tangannya secara refleks bergerak ke sisi ranjang, tetapi yang disentuhnya hanya sprei dingin. Selama empat tahun hidup bersama Keira selalu bangun lebih dahulu darinya, dan selalu menyiapkan sarapan sebelum Arsen turun ke lantai bawah. Jadi, pagi ini pun Arsen mengira semua masih sama. Keira pasti sudah bangun dan sedang berada di dapur. Karena itu Arsen mengabaikan rasa dingin yang menyeruak.

Pria itu bangkit perlahan lalu duduk sambil mengusap wajahnya. Menekuk leher ke kiri dan ke kanan lalu turun dari ranjang dan melangkah pelan menuju kamar mandi. Hanya beberapa menit saja dan pria itu sudah keluar dengan handuk kimono.

Matanya menatap ke sisi ranjang tempat dimana biasanya Keira meletakkan baju ganti untuknya. Namun, tempat itu masih kosong. Tidak ada setelan kerja yang biasa dirinya tinggal pakai. Bahkan ranjang yang biasanya kembali rapi saat ia keluar dari kamar mandi juga masih terlihat berantakan. Pria itu kembali mendengus kesal sebelum kemudian bergerak sendiri menuju lemari pakaian.

Setelah merasa penampilannya sempurna, pria itu segera turun di lantai bawah. Tampak olehnya beberapa pelayan sedang menghidangkan makanan di atas meja makan. Tapi, ia tidak melihat bayangan Keira di sana. Bahkan saat ia melangkah sampai ke lantai dapur, istrinya itu juga masih tidak terlihat.

“Di mana Keira?” tanya Arsen pada seorang pelayan yang sedang membersihkan kompor.

Pelayan itu membalikkan badannya dan menunduk hormat. “Maaf, Tuan. Tapi Nyonya belum turun dari kamar sejak tadi,” jawab pelayan itu yang malah mengira Keira masih tidur di kamarnya.

Arsen mengerutkan keningnya. Jadi Keira belum pulang? Begitu pikirnya.

Arsen berjalan ke arah meja makan dan duduk di kursi utama. Entah sudah berapa kali dia mendengus kesal pagi ini. Biasanya dia hanya tinggal duduk manis dan piringnya akan terbuka sendiri secara otomatis karena ada Keira yang bergerak melayani. Sekarang, pelayan bahkan tak tahu lauk apa yang ia sukai.

“Sampai kapan dia akan merajuk seperti itu,” gumam Arsen kesal.

Setelah mengisi perut dengan makanan yang tak sesuai dengan lidahnya, Arsen berjalan menuju ruang tengah. Cincin dan kertas tulisan dari Keira yang semalam dibaca olehnya masih tergeletak di sana. Ada rasa tidak nyaman, tapi lagi-lagi pria itu mengabaikannya. Ia mengambil cincin tersebut dan memperhatikannya sebentar sebelum melempar pelan ke atas meja sambil mendengus pelan.

“Benar-benar kekanak-kanakan,” gumamnya. “Sudahlah, nanti juga pulang sendiri.”

Sebenarnya Arsen sudah tahu sejak beberapa waktu lalu bahwa ibunya berniat memperkenalkan Clarissa sebagai calon istrinya. Tapi dia memang sengaja tidak bicara pada Keira. Karena pikirnya Keira pasti tidak keberatan. Selama ini Keira hanyalah seorang istri dan menantu yang penurut.

Lagipula, Clarissa memang perempuan yang berbeda dari Keira. Cantik, anggun, berpendidikan, dan yang paling penting, berasal dari keluarga Halim. Kekayaan keluarga Halim bahkan berada di atas keluarga Wijaya. Jika dirinya benar-benar menikahi Clarissa, maka reputasinya akan semakin dikenal.

Pernikahan tersebut juga bisa membuat kedudukannya di dunia bisnis semakin kuat. Orang-orang akan melihatnya bukan hanya sebagai pengusaha muda yang berhasil membangun Wijaya Group, tetapi juga sebagai menantu keluarga Halim, salah satu keluarga bisnis paling berpengaruh.

Lalu Keira? Arsen merasa tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Ia tetap bisa memberikan kehidupan yang layak kepada Keira. Toh dirinya mampu menafkahi perempuan itu. Jadi, menurutnya tidak ada alasan bagi Keira untuk membuat masalah sebesar ini.

“Memangnya aku akan membiarkanmu hidup susah?” gumam Arsen. “Sudah enak tinggal di rumah mewah, pakai baju bagus, perhiasan, malah bersikap lebay.”

Tapi, sebenarnya di lubuk hatinya ia merasa rumah itu begitu sepi tanpa bayangan dan celotehan Keira yang selalu mengingatkannya ini dan itu.

“Hah, ya sudahlah. Aku telepon dia saja. Mungkin sesekali aku harus mengalah padanya,” ucapnya lalu mengambil ponselnya yang ada di saku jas.

Namun saat baru menekan tombol power… gelap. Ponsel itu dalam keadaan mati kehabisan daya. Arsen mengumpat kesal. Biasanya saat bangun tidur, ponsel tinggal pakai. Karena yang dilakukan oleh Keira sebelum keluar kamar adalah memeriksa ponsel Arsen lalu mengisi baterai baterai.

Baru saja akan naik ke atas untuk mengambil charger hp, dari arah pintu ia melihat kedatangan ibunya.

“Mana wanita udik itu?” tanya Marissa begitu sampai di hadapan putranya.

“Tumben Mama ke sini pagi-pagi sekali?” Arsen tidak menjawab malah bertanya dengan kening berkerut.

“Cuma mau datang aja,” jawab Marissa. “Mana dia?”

“Dia pergi sejak semalam, dan belum pulang sampai sekarang.” Arsen kembali menghempaskan tubuhnya di atas sofa.

Marissa bukannya terkejut malah tersenyum tipis. “Biarkan saja,” ucapnya.

Arsen menatap ibunya tidak mengerti.

“Dia pasti kembali,” lanjut Marissa santai lalu duduk di sofa, bersandar dengan satu paha menumpang di atas paha lainnya kayaknya seorang nyonya besar. “Keira itu kan cuma seorang yatim piatu. Apalagi dia tidak punya tempat lain selain rumah ini. Memangnya dia mau tinggal di mana kalau bukan bersama kita?”

“Lagipula dia juga tidak punya pekerjaan,” tambah Marissa lagi. “Sampai kapan dia sanggup bertahan di luar sana tanpa uang dari kita?”

Itulah yang ada dalam pikiran mereka. Karena mereka melihat Keira tidak pernah hidup dalam kekurangan selama menjadi istri Arsen. Arsen merasa sudah memberikan segala kemewahan. Rumah, kendaraan, pakaian bagus, dan segala sesuatu yang dibutuhkan.

“Paling juga dua hari lagi pulang,” kata Marissa yakin. “Atau kalau tidak, blokir saja kartunya biar dia gak bisa makan.”

Arsen mengangguk kecil, tapi saat membuka ponselnya untuk memblokir kartu bank Keira, ia baru ingat kalau ponselnya mati daya. “Ya sudah, biarkan saja.”

Marissa langsung tersenyum puas. “Nah, begitu. Kamu itu laki-laki. Jangan terlalu lemah di depan dia. Dia itu harus sesekali dibiarkan kelaparan biar gak ngelunjak.”

Lagi-lagi Arsen mengiyakan saja segala omongan ibunya.

“Sekarang, mending lakukan hal yang lebih penting daripada ngurusin istri tidak berguna itu,” ucap Marissa.

Arsen seketika mengangkat wajahnya. “Apa?”

“Clarissa,” jawab Marissa cepat. “Hubungi Clarissa. Mama sudah bicara dengan keluarganya. Hari ini kalian fitting gaun pengantin.”

Arsen langsung tersenyum saat mengingat wajah Clarissa. Apalagi mengingat penampilan gadis itu yang begitu seksi, tidak seperti Keira yang tiap hari menggunakan pakaian kedodoran.

Marissa menatap putranya dengan senyum penuh arti. Arsen tidak menunjukkan penolakan sedikit pun. Bahkan terlihat Arsen juga menyukai Clarissa. Artinya, sebentar lagi dia akan punya menantu kaya raya.

1
Noor hidayati
kenapa sekarang up nya lelet ya,apa bacanya numpuk bab saja,biar ga bolak balik ngecek sudah up apa belum
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor
Noey Aprilia
Kmna aja klian????
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
ryuka
wwkwkwkwk.. mampusss kaliannn 🤣🤣🤣🤣🤣 nikmati lah kesombongan kalian sekarang 🫠🫠🫠
Lucy
baru nyadar kau Arsen,terlambat sudah🤣🤣🤣
mama
mampus tu si darma sm arsen🤣
naya yanti
akhirnya terucap juga kata kata itu🤭
Adinda
lanjut thor
Oma Gavin
modarrr kalian berdua udah salah masih saja nyolot makan itu gengsi dan kekalahan menuju kebangkrutan
Ilfa Yarni
Knp kagaet kalian bahahahaha nyesal2 deh udah cerai sama keira gmn arsen seneng ga km pasti ga lah ya yg Ada nyesel km arsen
Mundri Astuti
tdk mungkin gimane ..ya mungkin lah... ( bae" sen papamu stroke)

up lagi thor 🤭🙏
Tini Uje
jgn lama2 up nya thorr..dah bejamur nih nunggu nya 😂
Dwi Setyaningrum
jantungan ga tuh darma..bisa msk UGD tuh🤪
Ani_Sudrajat
Lanjut thor. 😄
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen meremeh kan istri solehah 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!