NovelToon NovelToon
Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Konflik etika / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Malam yang mengerikan telah menimpa seorang gadis malang bernama Asri Devantara, kesuciannya di renggut oleh Angga Pratama dalam keadaan mabuk. Sejak malam itu Asri berusaha melarikan diri dari masalah sekaligus traumanya, namun takdir selalu punya cara mempertemukannya kembali dengan pria yang sudah merusak masa depannya. Ini bukan suatu kebetulan melainkan sebuah takdir kejam untuk keduanya, takdir yang ditulis semesta agar memang keduanya bersatu. Apa alasan semesta menyatukan keduanya dengan cara kejam dan waktu yang dipaksakan.
"Saya akan nikahi kamu Asri, meski saya tahu kamu masih trauma akan kejadian malam itu." Mayor Angga Pratama.
"Kasih aku waktu, Mas. Aku masih takut melayanimu." Asri Devantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Di tengah kesunyian malam, di taman kota ini---pandangan Angga yang kabur nampak menangkap siluet wanita yang mengenakan kemeja putih tampak sangat anggun dan menarik, tubuhnya juga semampai.

Asri nampak berdiri di bawah lampu temaram taman, dalam benak Angga yang kacau sosok wanita itu tak terlihat seperti manusia biasa---malah seperti bidadari yang jatuh dari langit.

Asri yang mau berjalan berbalik badan untuk menuju kembali ke hotel, agar meminta jaringan wifi kepada resepsionis.

Namun, malah terhenti karena pergelangan tangannya di tahan oleh pria asing yang sama sekali tak dikenalinya.

Pria itu---Angga dengan langkah kasar dan insting pria yang sudah tak terkendali karena pengaruh dari alkohol, langsung mendekat dan mencengkram pergelangan tangan Asri dengan sangat kuat.

"Loh Kamu siapa?! Kamu mau ngapain?!" tanya Asri yang wajahnya kaget.

Asri berusaha melepaskan pergelangan tangannya, namun tak bisa karena kekuatan Angga lebih kuat dari pada Asri.

Asri yang terkejut setengah mati, wajahnya seketika pucat karena ketakutan---seorang pria asing dengan tatapan liar seolah mau menelannya hidup-hidup.

Aroma alkohol menyeruak di indra penciumannya, sesekali tangan Asri mengibaskan di hidungnya.

"Ih, apaan sih nih orang! Lepas!" teriak Asri panik, berusaha sekuat tenaga melepaskan tangannya dari cengkeraman kokoh Angga.

Namun, tenaganya tak sebanding selain Angga seorang pria dan Asri seorang wanita---Angga adalah perwira yang terlatih terlalu kuat untuk di lawan dengan fisik Asri yang mungil.

Angga menariknya lebih dekat, dalam matanya dirinya melihat bidadari.

Tubuh Angga mendekap Asri ke dalam pelukannya, dan menciumnya-----sungguh Asri merasa tak nyaman akan perlakuan Angga.

Mulutnya juga tak henti-henti mengeluarkan kata-kata yang tak jelas, tatapannya juga kosong namun intens.

"Ih lepasin!" teriak Asri.

Sudah teriak minta tolong, tapi suasana nampak sepi tak ada satu orang pun di taman ini.

"Jangan pergi...hik...tunggu...oh bidadari yang cantik" racau Angga, mengabaikan penolakan keras dari wanita di hadapannya.

Asri yang panik berusaha mengerahkan segala kekuatannya melepaskan diri dari cengkraman Angga, namun hasilnya sia-sia.

"Tolong!!" teriak Asri dengan panik.

Ketakutannya yang membuat mengerahkan seluruh tenaganya, dengan menginjak kaki dan mendorong Angga demi menyelamatkan diri.

Perlawanannya itu terasa sia-sia, Angga yang berada di bawah pengaruh alkohol dengan halusinasi yang sudah parah secara refleks melepaskan Asri.

"Oke..hik..saya lepaskan!" marahnya.

"Kamu terbang kemana wahai bidadari...hik...hik," lanjut Angga sambil meracau.

Asri yang memang berusaha melepaskan diri dari Angga, kekuatannya yang tak terukur hingga tubuhnya terhuyung ke belakang.

Keseimbangannya hilang lalu terjatuh dengan keras ke atas tanah berbatu, kepalanya membentur tepi bangku taman kayu dengan benturan cukup keras.

"Argh!! Sakit!" rintih Asri memegang kepalanya.

Lalu kepalanya terbentur, namun tak berdarah tapi sedikit memar.

Hantaman yang cukup keras itu membuat saraf-saraf kepalanya menjadi syok.

Seketika pandangan Asri mengabur, berputar-putar dengan hebat hingga tak mampu lagi menggerakan tubuhnya lalu perlahan gelap.

Asri hanya bisa mengeluarkan rintihan dari mulutnya sebelum akhirnya pingsan.

Angga berdiri mematung di samping tubuh Asri yang terbaring.

Pria yang sudah mabuk berat itu melihat Asri dengan kemeja putih bersih yang pingsan di kakinya, di bawah sinar lampu taman membuatnya seperti sosok bidadari yang jatuh karena berusaha melarikan diri darinya.

Tanpa Angga sadari kesalahan fatal yang akan di perbuatnya akan menjadi takdirnya, kini Angga berlutut perlahan di samping tubuh Asri yang pingsan.

Angga langsung menggendong tubuh Asri selayaknya karung beras, menuju sebuah hotel bintang lima dimana tadi Asri melakukan pertemuan bersama para UNESCO.

Resepsionis dan pegawai hotel juga sudah ganti, karena sistemnya shift tanpa sadar jika Asri tadi juga rapat di hotel ini.

Angga memilih kamar yang biasa saja permalam satu juta rupiah, menggunakan kartu debit miliknya.

Resepsionis menyerahkan kunci kamar, dan melihat sekilas Asri yang di bawa seperti karung beras menuju lift.

Di dalam kamar, Angga dengan kasar membanting tubuh Asri ke atas ranjang setelah mengunci pintu.

Lalu melepas celana jeans pendek miliknya, terakhir melepas kaosnya memperlihatkan tubuhnya yang atletis---lalu dengan tak sabar melepas kemeja dan celana Asri.

"Oh baju bidadari ternyata ada kancingnya ya," ucap Angga tak sadar karena pengaruh alkohol, seraya melepas kancing kemeja Asri.

Setelah tubuhnya dan tubuh Asri tanpa sehelai benang pun.

Angga dengan rakus mencium leher jenjang Asri, lalu mengarah ke gunung di mana dirinya akan melakukan petualangan singkat.

Gunung itu---Angga memeluk dan menindih tubuh Asri, lalu mencium tanah di area gunung milik Asri yang padat.

Tak lupa menghisap kuncup bunga di tengah gunung itu, Asri masih tak sadar hanya merasakan jika ada sensi aneh yang menjalar di tubuhnya.

Lalu Angga melepas kain yang membungkus batang miliknya, mengusap-usapnya, dan meraba area lembah tersembunyi milik Asri.

Asri masih tak sadarkan diri, Angga menancapkan secara pelan-pelan batang miliknya di dua pilar putih milih Asri.

Lalu dirinya memeluk Asri yang masih tak sadarkan diri, dan mulai melakukan aksi berkuda---rasanya lembah tersembunyi itu belum pernah di jamah oleh pria manapun.

Angga terus memacu kudanya dengan hati-hati, takut ada ular---atau berbatu yang menyandung kaki kudanya.

Angga terus memacu kudanya, dengan dua gunung yang di tengahnya---kuncup bunga itu sudah basah oleh air liur Angga.

"Oh shitt! bidadari ini memuaskan," bisiknya.

Angga terus memacu, hingga batang patoknya mengeras, lalu Angga buang air kecil dengan suara teriakan yang menggema di bibirnya.

"Argh..." teriaknya di sertai hasrat yang puas.

Angga terus memacu kudanya tanpa henti, dirinya melakukan ini hanya demi kepuasannya---entah kenapa setelah melakukan pelepasan seolah tubuh Asri adalah candunya.

Kuda itu terus berpacu lebih dalam, hingga Angga tak sadar jika Asri ini masih bersegel dan belum pernah melakukan hubungan apapun.

"Arghhh," jerit Angga, yang terus memajukan kudanya dengan tanpa kendali.

Sesekali tangannya memainkan bunga kuncup yang di petiknya dari dua gunung milik Asri, sementara Asri belum sadar dari pingsannya.

Saat sadar pun, Asri wajahnya malah di tinju oleh Angga karena berontak---lalu Asri kembali pingsan, dan Angga terus memacu kudanya.

Hingga waktu berlalu, Angga kembali kedua pilar itu---untuk mencabut patok yang di tancapkan di antara dua pilar putih itu.

Pelan-pelan mencabutnya, lalu tubuhnya yang penuh dengan keringat itu terbaring di sebelah Asri.

Keduanya tanpa sehelai benang, lalu Angga memeluk Asri.

"Oh bidadari yang di sebut dari surga, seolah sangat nikmat...," racau Angga sebelum pingsan.

Kini posisi Angga tertidur di perut Asri, sesekali mencium perut rata milik---wanita asing itu.

*

*

*

*

1
Salmah Salmah
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!