NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEAJAIBAN TANGAN DANIL

KEAJAIBAN TANGAN DANIL.

" Kriiing................. Kriiing................ Kriiing..............."

Suara telepon berdering kencang membuyarkan obrolan penuh canda tawa mereka. Danil langsung menatap layar ponsel itu, tersenyum manis dan tanpa membuang waktu langsung menekan tombol jawab.

"Halo. Aku sedang di saung sama Ceceu Intan Nuraeni."

"Neil, bisa nggak kamu ke sini? Aku minta tolong," suara gadis di seberang sana terdengar panik.

"Mau minta tolong apa? Emang kamu lagi di mana Rin?" tanya Danil sambil mengerutkan kening.

Ceceu yang melihat perubahan wajah Danil pun mulai serius, ia menyimak pembicaraan itu dan langsung mengenali suara itu adalah milik Rini, sahabatnya.

"Aku lagi di Rumah Sakit. Ayah ku sakitnya kambuh lagi. Tadi aku sudah telepon Tante Ela, minta tolong suruh Ceceu bawain baju ganti buat aku, soalnya aku gak bisa pulang dulu. Kata Tante Ela, Ceceu lagi sama kamu di saung... makanya aku telepon kamu kan kamu bawa motor. Tolong anterin baju aku ke RS ya Niel?"

"Oh gitu. Ya udah aku tanya dulu Ceceu nya Rin. Kalau dia bersedia aku langsung SMS kamu ya, soalnya kalau telepon aku gak ada pulsa hehehe."

"Ok. Ditunggu ya, Ceceu pasti bersedia kok," jawab Rini yakin.

Tut.... Tut.... Tut....

Panggilan terputus. Danil langsung menatap Ceceu, tak perlu banyak bicara karena Ceceu sudah mendengar semuanya jelas.

Ceceu langsung beranjak berdiri. Danil melongo sejenak.

"Ayo Danil, nanti keburu malam makin gelap," ajak Ceceu yang sudah turun dari saung.

"Ehk... Iya... Ceu," Danil gelagapan menyusul. Ceceu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.

Mereka berdua pun berpisah menuju rumah masing-masing.

Ternyata, apa yang dibicarakan Rini di telepon itu bukan tanpa alasan. Ibu Rini dan majikan perempuan tempat Ceceu bekerja adalah saudara sekandung. Itulah sebabnya Rini bisa seenaknya memerintah dan berkuasa terhadap Ceceu. Namun, mereka semua tak tahu... ada rahasia besar yang tersimpan antara Ceceu dan majikan laki-lakinya. Apakah kecurigaan Danil selama ini benar? Jawabannya akan terkuak seiring berjalannya waktu.

"Assalamualaikum, Mah," seru Danil masuk ke rumah tanpa menunggu jawaban salam.

"Waalaikumussalam," jawab suara serak-serak basah dari arah kamar kakak iparnya.

Danil langsung melewati ruang tamu, mencari ibunda dan kedua adiknya. Setelah ditelusuri dari kamar sampai dapur tak kunjung ditemukan, ia pun berteriak pada kakak iparnya yang ada di dalam kamar tertutup.

"Teh! Si Mamah sama adik-adik aku pada ke mana?"

Ceklek...

Pintu terbuka. Sosok wanita dewasa keluar dengan wajah memerah dan penuh keringat, seakan-akan habis membabat habis padi sawah yang siap panen.

"Si Mamah baru saja dianterin sama kakak kamu ke rumah Nenek. Sama kedua adikmu juga ikut. Katanya si Nenek pengen ditemenin malam ini," jelas Teh Erna.

'Gak biasanya Nenek minta ditemenin Bunda. Ada apa gerangan ya?' batin Danil termenung.

"Neil.......... Neil........ Neil........!"

"Eh! Malah bengong ini anak. Kakak panggil udah tiga kali lho," tegur Teh Erna.

"Sorry Teh," Danil terkekeh, lalu bertanya dengan wajah pura-pura polos. "Oh iya... Terus Teh kenapa berkeringat banget padahal cuaca gak sepanas tadi siang?"

"Ehk... Itu... anu... Urusan orang dewasa," jawab Teh Erna gugup.

"Oh," jawab Danil singkat.

"Teh, aku mau nganter Ceceu ke RS dulu ya. Pulangnya mungkin malem. Jangan dikunci pintunya ya Teh," pinta Danil. Teh Erna mengangguk pelan lalu bergegas masuk ke kamar mandi.

Danil hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Walaupun terlihat polos, ia paham betul apa maksud "urusan orang dewasa" itu. Yang membuatnya bingung, kakaknya kan baru saja pergi nganter mamah...

"Mungkin pake jarinya kali ya... Hahaha," kekeh Danil pelan lalu mengambil jaket yang menggantung di dinding.

"Teh aku berangkat dulu!" teriak Danil sambil melangkah keluar.

"Iya hati-hati!" sahut dari dalam kamar mandi.

Satu jam telah berlalu. Danil dan Ceceu sudah sampai di area parkir RSUD. Danil segera mengirim SMS pada Rini memberitahu bahwa mereka sudah berada di depan pintu IGD.

Hanya menunggu sekitar lima menit, dua sosok wanita dengan aura kecantikan bak putri bangsawan berjalan tergesa menghampiri mereka yang sedang duduk di bangku tunggu.

"Neil..."

"Ceu..."

Sapa gadis berkerudung hitam itu dengan senyum manis yang menyejukkan hati siapa saja yang memandangnya. Itu Rini.

Ceceu bangkit dari duduknya, menyerahkan kantong plastik berisi baju. Rini menerimanya dengan wajah lega.

"Makasih ya."

"Iya sama-sama Rin."

"Ehh... Kenalin nih, ini sepupu aku dari Bandung," kata Rini memperkenalkan teman di sampingnya yang sedari tadi memperhatikan Danil yang sibuk menunduk.

"Ceceu," sapa Ceceu ramah sambil mengulurkan tangan.

"Ismi," jawab gadis itu menyambut uluran tangan Ceceu.

Rini tersenyum, lalu menoleh ke arah Danil yang terlihat murung tak seperti biasanya.

"Neil!" tegurnya.

"Ehh iya Rin! Ada apa?" Danil kaget.

"Kenapa sih kamu? Mukanya kuyu gitu, kaya lagi sedih aja. Harusnya kan aku yang sedih nih Bapak masuk RS lagi," sewot Rini kesal.

"Ya... Aku kan sedih denger kabar Paman sakit. Lagian aku datang ke sini gak bawa apa-apa, malu rasanya," kilah Danil beralasan.

"Hmm... Dasar caper," celetuk Ceceu pelan tapi jelas terdengar. Suasana pun jadi cair kembali. Danil pun akhirnya berkenalan dengan Ismi.

Setelah basa-basi sebentar, Rini mengajak mereka masuk ke ruang VIP untuk menjenguk ayahnya. Danil pun mengangguk setuju.

Ceklek...

Pintu terbuka. Rini langsung memberi tahu ibunya bahwa ada tamu.

"Bunda... Ada Danil sama Ceceu."

Wanita setengah tua yang sedang merawat suaminya langsung menoleh dan menyambut mereka dengan senyum manis.

"Neil..... Ceu..... Ayo sini."

Danil melangkah mendekati ranjang. Sosok pria yang masih terlihat gagah di usia 50 tahunan itu kini terbaring lemah. Danil menatap tubuh ayah dari Rini Anggita Sari itu lekat-lekat.

"Gimana keadaannya Paman, Tante?" tanya Danil. Tanpa disangka-sangka, ia langsung memegang pergelangan tangan Pak Hendra untuk mengecek denyut nadinya. Ternyata bocah ini punya ilmu tersembunyi!

"Ya... Seperti yang kamu lihat lah Niel," jawab Tante sambil pasrah. "Suamiku ini susah diatur. Pas sehat dilarang minum malah ngeyel, pas udah begini kan repot semua."

"Hehehehe..." Danil hanya terkekeh menanggapi keluhan istri Pak Hendra itu. Sementara Rini dan Ismi hanya bisa tersenyum kecut, mereka tahu betul sifat ayahnya yang keras kepala dan mau menang sendiri.

Hampir satu jam mereka berada di sana. Danil sibuk dengan aktivitasnya sendiri, memijat titik-titik tertentu di tubuh Pak Hendra. Ajaibnya, pria yang tadinya mengeluh kesakitan mulai terlihat lebih tenang dan rileks, meski tak diucapkannya di depan orang banyak.

"Mungkin dua atau tiga hari lagi Pak Hendra sudah boleh pulang," ucap Danil pelan.

Pak Hendra tersenyum penuh arti. Ia merasakan sendiri tubuhnya jauh lebih enteng dan sakitnya berkurang drastis setelah dipijat oleh Danil. Orang-orang yang duduk agak jauh tak mendengar percakapan singkat itu.

Danil pun menyudahi pijatannya. Malam sudah semakin larut dan tenaganya pun terkuras habis. Ia meminta izin bersama Ceceu untuk pulang. Sebelum mereka pergi, Pak Hendra melambaikan tangan memanggil Rini dan membisikkan sesuatu... seolah ada sesuatu yang ingin diberikan pada Danil.

Bersambung...

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!