NovelToon NovelToon
My Senior, Single Mom

My Senior, Single Mom

Status: tamat
Genre:Romansa / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 24-th Paroline Benedicta adalah wanita yang paling banyak dibicarakan di kampusnya di Los Angeles. Menawan, kaya, dan penuh teka-teki, ia menyusuri lorong kampus bukan dengan tas desainer, melainkan dengan kereta bayi yang membawa Andreas Sunny yang berusia dua tahun. Rumor yang beredar sangat kejam, mereka bilang dia adalah sosialita yang jatuh, seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya setelah melakukan kesalahan yang ceroboh.
Kenyataannya, Paroline adalah wanita yang memegang teguh janjinya, membesarkan putra yatim piatu dari mendiang sahabatnya seolah anaknya sendiri. Ia telah menukar malam-malam liarnya dan gaun pesta sutranya dengan kekuatan tenang dari seorang ibu, mengubur masa lalu pemberontaknya demi memberikan kehidupan yang sempurna bagi Andreas.
Masuklah Fharell Desmon, mahasiswa baru berusia sembilan belas tahun sekaligus pewaris karismatik dari Desmon Group.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#4

Paroline berdiri mematung di balik pintu kayu yang sedikit terbuka itu. Jantungnya berdegup kencang, seirama dengan tawa riuh yang pecah di dalam ruangan. Kalimat Fharell, “Akulah ayahnya,” terus bergema di kepalanya seperti kaset rusak. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya, sebuah perasaan terlindungi yang sudah lama tidak ia rasakan sejak Sania pergi dan dunia mulai menghakiminya.

Ia menarik napas panjang, menenangkan gemuruh di hatinya, lalu merapikan rambutnya sebelum melangkah masuk.

Lima menit berlalu sejak pengakuan gila Fharell, dan suasana di dalam kelas masih dipenuhi sisa-sisa tawa. Paroline melangkah masuk dengan anggun, meski wajahnya sedikit merona merah. Seketika, keheningan menyelimuti ruangan. Teman-teman Fharell, termasuk Clara yang tadi bermulut tajam, mendadak kikuk.

Fharell yang sedang duduk di atas meja sambil memangku Andreas langsung menoleh. Matanya berbinar, tidak ada rasa malu sedikit pun meski ia baru saja berbohong demi membela wanita di depannya.

"Sudah selesai ujiannya, Kak?" tanya Fharell dengan nada santai, seolah ia tidak baru saja melakukan hal yang menggemparkan.

Paroline berjalan mendekat, matanya tertuju pada Andreas yang terlihat sangat nyaman di pelukan Fharell. "Sudah. Syukurlah ujiannya tidak selama yang kukira," jawab Paro lembut. Ia beralih menatap Fharell, matanya sedikit berkaca-kaca namun ia berusaha tetap tegar. "Terima kasih, Fharell. Terima kasih sudah menjaga Sunny dengan sangat baik."

Ada penekanan dalam kata terima kasih itu, sebuah pesan tersirat bahwa Paro mendengar segalanya, termasuk pembelaan Fharell soal rumor Danesh Smith.

Fharell tersenyum lebar, menyerahkan Andreas ke pelukan Paroline. "Sama-sama. Dia anak yang pintar, sama sekali tidak merepotkan."

Saat perpindahan gendongan itu terjadi, sesuatu yang tak terduga keluar dari bibir mungil Andreas. Bayi laki-laki itu tampak belum rela berpisah dari Fharell. Tangan mungilnya menggapai-gapai ke arah Fharell, dan dari mulutnya keluar suara celoteh cadel yang jernih.

"Da... da... DA!" Andreas berseru sambil tertawa. Kemudian, dengan mata besar yang berbinar tulus, ia melanjutkan, "Pa... pa... pa!"

Dunia seolah berhenti berputar bagi Paroline. Ia tersentak, menatap anaknya dengan tidak percaya. Andreas belum pernah memanggil siapa pun dengan sebutan itu. Selama ini, Andreas hanya tahu kata Mama dan Eyang.

Teman-teman Fharell yang masih berada di sana terbelalak. Ruangan yang tadinya sunyi mendadak meledak dalam kegemparan yang lebih besar dari sebelumnya.

"Gila! Lo dengar itu?!" teriak Justin sambil memukul meja. "Anaknya beneran konfirmasi, Rell!"

Paroline merasa wajahnya sangat panas. Ia segera membetulkan posisi gendongan Andreas dan berpamitan dengan terburu-buru. "Aku... aku harus pulang sekarang. Sekali lagi terima kasih, Fharell. Ayo, Sunny, kita pulang."

Paroline berjalan cepat keluar kelas, mengabaikan sorakan-sorakan menggoda dari para mahasiswa di sana. Ia butuh udara segar untuk menenangkan jantungnya yang seolah ingin melompat keluar.

Begitu pintu kelas tertutup dan langkah kaki Paroline menjauh, ruangan itu pecah seperti arena konser. Satu, dua, tiga orang teman Fharell langsung menghambur ke arahnya. Brandon adalah yang pertama merangkul bahu Fharell dengan keras, disusul oleh Justin dan teman-teman laki-laki lainnya.

"Wah, gila lu, Bro! Sukses besar!" Brandon mengguncang-guncang bahu Fharell. "Dapat lampu hijau langsung dari anaknya! Itu bukan sembarang kode, itu restu ilahi!"

"Asli, Rell! Gue kira lo cuma halu pas bilang gue bapaknya, eh taunya si bayi malah manggil Papa. Skor satu-kosong buat Danesh Smith yang bahkan nggak tahu apa-apa!" Justin tertawa terpingkal-pingkal sambil menepuk punggung Fharell.

Fharell sendiri masih terduduk di atas meja, wajahnya yang biasanya humoris kini menunjukkan ekspresi yang sulit diartikan. Ia terkejut, senang, sekaligus merasa ada tanggung jawab aneh yang tiba-tiba menetap di bahunya. Suara cempreng Andreas yang memanggilnya Papa tadi terasa lebih manis daripada pengumuman deviden perusahaan keluarganya.

"Eh, Rell, lo beneran mau serius sama dia?" tanya seorang teman lainnya dengan nada yang lebih tulus. "Maksud gue, lo tahu kan konsekuensinya? Tapi jujur, setelah lihat gimana lo tadi sama bayinya, gue dukung sih. Lo kelihatan lebih hidup daripada pas lagi godain maba-maba cantik kemarin."

Fharell menyisir rambutnya ke belakang dengan jemari, mencoba mengatur napasnya yang masih sedikit tidak teratur karena euforia. "Gue nggak tahu," jawabnya jujur, namun sebuah senyum lebar perlahan terbit di wajahnya. "Tapi satu yang pasti, gue nggak bakal biarin orang-orang kayak Clara atau siapa pun di kampus ini ngehina mereka lagi."

"Duh, yang udah mulai bucin!" ejek Brandon lagi. "Ingat ya, Rell. Single mom itu tantangannya beda. Lo nggak cuma macarin ibunya, tapi lo sepaket sama anaknya. Tapi kalau lihat reaksi Andreas tadi, kayaknya lo udah menang banyak."

Fharell tertawa, tawa yang lepas dan bahagia. Di kepalanya, ia tidak lagi memikirkan rumor, tidak memikirkan masa lalu seksi Paroline di klub malam, dan tidak memikirkan apa kata orang tuanya nanti. Yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana mata besar Andreas menatapnya dan bagaimana wajah cantik Paroline yang memerah saat mendengar anaknya berceloteh.

Sementara itu, di dalam mobilnya di parkiran kampus, Paroline masih mendekap Andreas dengan erat. Ia menyandarkan kepalanya di setir mobil, mencoba mengatur napas.

"Sunny... kenapa panggil Kak Fharell begitu?" bisiknya pelan.

Andreas hanya memainkan mainan gantung di kursi bayinya, menggumamkan suara-suara tidak jelas dengan wajah tanpa dosa. Paroline teringat kembali bagaimana Fharell membelanya di depan semua orang. Pria itu, yang usianya jauh di bawahnya, yang baru ia kenal beberapa minggu, baru saja melakukan sesuatu yang bahkan tidak berani dilakukan oleh ayah kandung Andreas atau pria-pria lain yang pernah mendekatinya.

Ia mengambil ponselnya, membuka profil Instagram-nya sendiri. Ia melihat foto lama dirinya yang memegang rokok dan berpakaian minim, foto yang sudah dilihat Fharell. Ia sempat merasa takut Fharell akan meremehkannya setelah tahu masa lalunya yang liar. Tapi ternyata, Fharell justru menganggapnya seksi karena keberaniannya untuk berubah.

Paroline tersenyum tipis. Mungkin, pikirnya, tidak semua orang di dunia ini sejahat rumor yang mereka sebarkan. Dan mungkin, kehadiran mahasiswa baru yang humoris dan sedikit gila itu adalah jawaban dari doa-doa sepinya selama dua tahun ini.

Malam itu di asrama, Fharell tidak bisa tidur. Ia berulang kali memutar video singkat di kepalanya saat Andreas memanggilnya Papa. Ia meraih ponselnya, berniat mengirim pesan pada Paroline, namun ia ragu.

“Apa dia terganggu ya karena aku bilang aku ayahnya tadi?” pikirnya cemas.

Namun, sebelum ia sempat mengirim pesan, sebuah notifikasi muncul di layar ponselnya.

@Paroline_Benedicta started following you.

@Paroline_Benedicta sent you a message.

Fharell melompat dari tempat tidur, jantungnya berpacu cepat. Ia membuka pesan itu dengan tangan sedikit gemetar.

“Fharell, terima kasih untuk hari ini. Dan maaf soal Andreas tadi... dia hanya suka mengoceh sembarangan. Tapi, kalau kau punya waktu besok, mau ikut kami ke taman bermain? Andreas sepertinya merindukanmu.”

Fharell berteriak pelan, meninju udara dengan semangat. "Yes! Lampu hijau bukan cuma dari anaknya, tapi dari ibunya juga!"

Malam itu, di kamar asrama yang mewah, sang pewaris tunggal jatuh tertidur dengan senyum paling lebar yang pernah ia miliki, memimpikan masa depan yang tidak pernah ia duga sebelumnya, menjadi pelindung bagi seorang wanita luar biasa dan bayi laki-laki yang sempurna.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
awesome moment
sll punay senjata disaat yg kritis
awesome moment
slese. saat pisah.
awesome moment
kekuatan cinta yg tdk biasa. skrg...kemana danesha? kemana org yg sdh diberi pengorbanan bgitu besar oleh paro, fharell dan andreas? ttp jd pecundang? ttp jd pengecut? yg tdk mengakui darahnya sndiri?
awesome moment
namanya jg digosok makin sip. tu lah gosip
awesome moment
smg andreas ttp jd beteng utk boo dan babynya
awesome moment
kenyataan mmg hrs dihadapi. sepahit p pun. andreas g sepenuhnya salah. bgitupun Boo. Paro jg g salah kecewa. tp...skrg d nyawa yg hrs lbh diperhatikan. toch andreas dan boo g sedarah. g sesusuan jg. takdir kak author mmg rada istimewa. restui mrk lbh aman. krn boo sdh ditangan yg tpt. tangan yg sdh paro dan fharell bentuk dan asuh. yg sdh jelas
awesome moment
duh...bnr2 nekat n boo
awesome moment
smg fharell dan paro menerima dan memahami
awesome moment
duh malah q yg 😭😭😭
ros 🍂: Harap tenang ini ujian kak😭
total 1 replies
awesome moment
leganya...mrk punya rasa yg sama. dan...smg paro dan fharell paham dan merestui
awesome moment
labelnya...bntar lg brubah
awesome moment
antara gumush dan cemas. jd 1. 7 hr lho. lumayan lama.
awesome moment
scra g sadar...boo jg punya rasa yg sama
awesome moment
jgn smp kebablasan y. mendingan bicara terbuka. krn akan menyakitkan banyak org. terutama paro dan fharell
awesome moment
duh...wor2 klo d badai
awesome moment
bnr2 anak dgn hati yg lembht dan teguh bersamaan
awesome moment
😄😄😄andreas mencintai boo. skrg tinggal boo gmn. klo mrk punuabrasa saling, g masalah. toch tdk ada ikatan darah dan...berarti hrs buka kotak pandora yg slama n disimpan rapat dan rapi
awesome moment
sifat melindunginya kloningan fharell bgts.
awesome moment
👍👍👍👍👍
awesome moment
perlindungan dan cinta yg tpt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!