NovelToon NovelToon
The Halycone Code

The Halycone Code

Status: tamat
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Mata-mata/Agen / Action / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Elias Alexander Rainer, menyaksikan sendiri bagaimana ibunya dibunuh di apartemen kecil mereka di Brooklyn. Tetapi, karena usianya yang masih kecil, kesaksiannya dianggap tidak benar. Kasus pembunuhan itu akhirnya ditutup sebagai perampokan biasa dan pembunuh ibunya tak pernah ditemukan.

20 tahun kemudian, Elias tumbuh menjadi pria jenius yang sangat berbakat di dunia digital. Ia bertekad untuk menemukan pelaku pembunuhan ibunya dengan menyamar menjadi seorang Programmer IT.

Namun, semakin ia mendekati sang pelaku utama, Elias justru terlibat makin dalam. Yang membuatnya terancam bahaya. Orang-orang dari Zenthera mulai mengejar dan menargetkannya.

Belum lagi, kedatangan seorang agen divisi kejahatan siber ikut memburunya dan mencurigai Elias sebagai pelaku dari skandal jatuhnya beberapa pejabat penting dan tokoh publik terkenal.

Akankah Elias berhasil menemukan pembunuh ibunya? Mampukah Elias membongkar kejahatan-kejahatan yang dilakukan Zenthera Corp?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THC 04

"El, perkenalkan, ini adalah Doktor Raymond Knox, beliau ini adalah pimpinan dari Zenthera Corp."

Clara Liu memperkenalkan klien pentingnya pada Elias. Pria itu tersenyum berwibawa, berperawakan tinggi dengan rambut hitam legam yang disisir rapi. Setelan jas yang dikenakannya sudah cukup membuktikan bahwa ia sangat terhormat.

Elias mengangguk sopan, kemudian menjabat tangan pria bernama Raymond Knox itu sekaligus memperkenalkan dirinya.

"Elias Alexander, Sir. Senang bertemu dengan Anda." Elias menatap pria itu selama beberapa saat. Mengingat-ingat namanya dengan baik.

Nama itu, menurut Elias. Terdengar tidak asing, sepertinya Elias pernah membaca namanya di sebuah dokumen penting milik ibunya.

Pria itu balas menatap Elias dengan kening berkerut, "Elias? Namamu terdengar tidak asing. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"

Ternyata, bukan hanya Elias yang merasa familiar dengan nama masing-masing.

"Saya rasa tidak, Tuan. Lagipula, ada berapa banyak nama Elias di Manhattan ini?" sahut Elias santai. Meski ia tak sepenuhnya yakin.

Clara dan Raymond terkekeh pelan, secara tak langsung membenarkan ucapan Elias. Kemudian, Clara mengajak kedua orang itu untuk mulai membahas rencana project kerja sama antara Virex Inc dan Zenthera Corp.

Pertemuan mereka tak berlangsung lama, tiga puluh menit setelah berbincang-bincang, Raymond Knox akhirnya berpamitan untuk pergi.

"Sebaiknya aku pergi sekarang," pamitnya, menjabat tangan Clara Liu dengan ramah. Ia tersenyum pada perempuan cantik itu.

Kemudian berpaling kepada Elias. "Aku menunggu hasilnya darimu," katanya bersikap ramah sambil merangkul pundak Elias, seolah-olah mereka telah kenal lama.

"Tentu, Sir. Saya pasti akan memberi Anda laporan perkembangan project-nya," balas Elias dengan senyum yang dipaksakan.

Clara Liu sudah berdiri dan siap mengantarkan kepergian Doktor Raymond itu, tetapi langsung ditolaknya.

"Tidak perlu mengantarku, Ms. Liu. Anda pasti sangat sibuk," kata Raymond. Melihat Clara Liu yang mengangguk, ia pun bergegas pergi.

Selepas Raymond pergi, Clara Liu akhirnya bisa bernafas dengan lega. "Astaga, pria itu benar-benar membuatku tegang saat berada di dekatnya," kata Clara menarik nafas panjang.

Sementara Elias tertegun di tempatnya, kepalanya mulai dipenuhi pertanyaan mengenai siapakah sebenarnya Doktor Raymond itu? Mengapa Elias merasa tidak asing?

"Apa yang kau pikirkan, El?" tegur Clara, mendekati Elias yang seperti sedang memikirkan sesuatu.

Elias tersentak, "Tidak ada, Nona Liu. Maaf, aku permisi, aku harus memeriksa beberapa hal." Elias sudah hendak berjalan keluar, tetapi, lengannya dicegah Clara.

"Tunggu, El! Setidaknya aku harus mentraktirmu minum dan makan malam. Kita harus merayakan hal ini!" pekik Clara girang.

Elias menatap atasannya sesaat, kemudian melepaskan cekalan tangan Clara. "Maaf, Nona Liu, sepertinya tidak bisa."

"Apa? Kenapa?" Senyum yang menghiasi wajah Clara seketika lenyap. "Oh, ya ampun! Aku lupa! Kau tidak minum. Bagaimana jika makan malam saja?"

Tetapi, Elias tetap menggeleng. "Maaf, Nona Liu. Bukannya ingin menolak niat baikmu. Aku benar-benar tidak bisa," tolak Elias halus.

Clara Liu mendesah berat, selalu saja seperti itu. "Yah, baiklah, tidak apa-apa. Lagipula kau harus segera mulai. Bekerjalah yang baik, aku percaya padamu," jawabnya santai.

Clara tersenyum lembut, berusaha memahami ketidak-pekaan Elias terhadap perempuan. Clara bahkan ragu, apakah pria di depannya itu masih tertarik pada perempuan atau tidak?

"Terima kasih atas pengertiannya. Aku harus segera mencari tim," kata Elias sebelum keluar.

Clara Liu menatap pintu yang perlahan menutup dan Elias yang menghilang dari bayangannya.

"Baiklah, aku juga harus bekerja." Clara Liu akhirnya menyibukkan dirinya dalam pekerjaan yang sangat disukainya itu.

Sementara itu, di ruangan lain. Beberapa staff tampak sibuk melihat ponsel mereka dalam kerumunan yang saling berbisik, tak terkecuali dengan Noah.

Pria itu terlihat menatap ponselnya dengan geram. "Sekarang aku benar-benar merasa jijik dengan orang ini," makinya setelah menonton sebuah video yang menayangkan cuplikan penangkapan Dennis Caldwell dalam siaran langsung kemarin.

Elias, yang baru saja datang, hanya melirik sekilas dan bersikap acuh tak acuh terhadap berita itu. Ia sudah mengetahuinya dan menonton sendiri kehancuran karir editor berita senior itu.

"Kau sebaiknya mematikan ponselmu dan mulai bekerja, Noah." Elias duduk dan menyalakan komputernya.

Noah menoleh, "Kau tidak penasaran dengan berita ini, El?" tanyanya melihat temannya sudah mengenakan earphone.

Saat bekerja, Elias selalu mengenakan earphone dengan alasan tak ingin mendengar suara-suara yang akan mengganggu fokusnya saat bekerja.

"Tidak, aku tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu," ketus Elias tanpa menatap Noah.

Noah justru mendekati meja Elias, "Hei, El. Apa kau tahu? Lihatlah ini!" Noah menunjukkan ponselnya. "Bacalah komentar ini, katanya ada seorang hacker yang membuat skandal tersembunyi Dennis Caldwell muncul ke media."

Elias membaca komentar itu, tetapi kemudian menyingkirkan ponsel Noah menjauh. "Itu hanyalah opini publik, kau seharusnya tidak mempercayainya begitu saja."

"Ya, ya, tentu saja. Tetapi, El, jika dipikirkan lagi. Hal itu tidak salah, kan? Bisa saja memang ada seorang hacker jenius yang—"

"Hentikan bualanmu itu, Noah. Lebih baik kau membantuku sekarang ini," potong El, mengabaikan ekspresi jengkel yang dilayangkan Noah.

"Aku akan membantumu nanti. Dengarkan aku dulu, El. Ini benar-benar berita yang sangat pantas untuk kau ketahui! Percayalah!"

"Noah, apa pun yang ingin kau katakan padaku, sebaiknya kau simpan sendiri. Aku sudah mengetahui berita itu, aku sudah membacanya semalam."

"Apa? Sungguh? Kau sudah tahu skandal Dennis bajingan itu juga?" Noah tampak tak percaya.

"Skandal yang mengatakan kalau Dennis Caldwell memperk*sa seorang gadis yang ingin melaporkan kisahnya ke media untuk meminta keadilan pada publik. Namun, bukannya mengekspos kisah perempuan itu ke publik dan membantunya, Dennis Caldwell justru memanfaatkannya. Yang itu, kan?"

Noah ternganga mendengar penjelasan Elias. Ini kali pertama temannya itu berbicara panjang, terlebih lagi mengenai berita terhangat.

"Benar, dari mana kau mengetahuinya?"

"Dari sumber yang sangat terpercaya!" sungut Elias, kesal.

Kadang-kadang, Noah selalu membahas hal-hal yang tidak penting bersamanya. Hal itu membuat Elias merasa gemas dan pusing mendengar suara ocehan temannya.

•••

Di sepanjang jalan Madison Avenue, pandangan Raymond tak henti-hentinya menatap keluar jendela mobil. Bersikap waspada seolah-olah ada orang yang terus mengikutinya.

Mobilnya kemudian berbelok memasuki pekarangan rumah bergaya klasik Eropa yang masih berdiri kokoh. Seorang pria tampak keluar dari rumah itu dan menghampiri mobilnya.

"Kenapa kau tiba-tiba ingin bertemu? Istri dan anakku ada di rumah, apa kau tahu itu?" tanyanya setengah berbisik saat Raymond membuka setengah kaca jendela mobilnya.

"Aku memiliki hal penting untuk dibicarakan, ini mengenai Dennis," sahut Raymond, datar. Menatap pria di hadapannya dengan kesal.

Tak ada orang yang berbicara dengan tidak hormat seperti itu kepadanya.

"Kenapa kau terlihat sangat cemas, Nick?" tanya Raymond tanpa menatap pria bernama Nicholas Carter yang berdiri dengan perasaan khawatir.

Matanya bergerak-gerak gelisah, melihat ke kanan dan ke kiri. "Ayo, masuklah. Kuharap urusanmu tak akan lama," katanya sambil mengajak Raymond memasuki rumah pensiunannya.

Raymond membenahi jas-nya, menutup pintu mobil dan berjalan mengikuti langkah Nicholas. Tatapannya sama seperti tadi, melihat ke sekeliling sebelum memasuki rumah Nick.

"Jadi? Apa yang ingin kau bicarakan mengenai Dennis? Aku sudah melihat beritanya. Dia benar-benar memalukan," ucap Nick begitu mereka tiba di ruang kerjanya.

"Aku ingin kau melakukan sesuatu."

1
Gintania nia
keren dong
Akhmad Soimun
cerita yg bagus bgttt, dapet smuanya di cerita ini. Pokoknya the best , critanya masuk akal bgt, gak neko² gak berlebihan,gak terlalu halu. masuk akal utk di cerna👍👍🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
aku ingin
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pengorbanan seorang ibu yang sangat berat 😭😭😭
yosh—
mantaps, ditutup dgn adegan rumtang dikit, nggak ngaruh. tp si penjahat dapet hadiahnya masing" 😄.
yosh—
luar binasa!😄
entahlah, apa lagi yang harus kubilang, terkadang aku merasa, ko sengaja menulis genre ini, biar aku bisa belajar banyak hal (kepenulisan). Terimakasih, karya yang luar biasa, Thor! 🙆🏻‍♂️
yosh—
apa ini, knox ditahan tanpa penyesalan (tanpa tahu putranya masih hidup). tapi oke sih, plot twist yang sedikit lumayan menguras isi ginjal.
HK: Nanti ada extra part, kalo inget 🥴
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Akhirnya Elias bertemu ibunya 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sebelum
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rumah kelahiranmu 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu akan membuatmu menjadi lebih kuat 🥺
HK: Betul, betul, betul
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
memegangi rambutnya kuat
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Walaupun pahit itu kebenarannya 😔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
lama
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ternyata Aliyah dan Anne 🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
dimaafkan😜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
hanya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
orang tua aslinya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh,apa itu Anne 🤔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😜😜😜😜 dah keduluan mau jawab itu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!