NovelToon NovelToon
Dear Mommy

Dear Mommy

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:651.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosee_

Novel ke-enam

Kejadian satu malam dengan pria lain akhirnya merusak kepercayaan Louis terhadap Elena. Setelah bercerai dan terpaksa meninggalkan putranya yang masih berusia dua bulan, Elena memutuskan mendekati kembali putranya yang kini berusia delapan tahun.

Karena keadaan tersebut, Elena rela dipanggil bibi oleh putranya dan menjadi orang lain demi menghindari tatapan kebenciannya.
Dengan percaya diri ia membuat kesepakatan dengan mantan suami yang menyadari kehadirannya.

"Aku jal*ang yang mempesona, kan?" senyumnya tanpa beban. "Aku hanya minta waktu satu tahun dari seumur hidup yang kau punya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengasuh, bukan Pelayan

"Kau bilang apa? Apa yang kau lakukan, Elena?!" pekik Jeff tak habis pikir.

"Kenapa kau terkejut begitu," kata Elena acuh. Keduanya sudah menunggu di dalam mobil di depan sekolah Noah.

"Hari ini Noah keluar lebih lambat ya?" Sambil menatap keluar jendela dengan tangannya yang tidak berhenti memasukkan snack ke mulutnya.

"Elena, kau serius?" Jeff belum menyerah, "itu bukan pekerjaan yang mudah untukmu. Kau bahkan tidak pernah menyentuh sapu—"

"Ssttt ...!" Elena melotot dengan jari telunjuknya menutup bibir Jeff, "jika kau bicara lagi, akan ku kirim kau ke rumahmu agar kau mati kebosanan karena ibumu terus menyuruhmu menikah!"

Jeff berdecak namun tidak bicara lagi setelah itu. Sudahlah, tidak harapan untuk mencegah atau apapun itu. Wanita ini keras kepala dan berani. Tapi Jeff masih sulit mempercayai jika wanita ini akan baik-baik saja setelah merangkap menjadi pelayan. Belum lagi akan berhadapan dengan mantan suami dan mantan mertuanya setiap hari.

"Sebenarnya Jeff— aku menjadi pengasuh, bukan pelayan," koreksi Elena setelah menyadari kata sapu yang di ucapkan Jeff tadi.

"Apa bedanya? Intinya kau bekerja menjadi bawahan mereka, kan?"

"Astaga ... sebenarnya apa isi kepalamu yang besar ini." Menunjuk-nunjuk kening Jeff dengan gemas.

"Biar kutanya. Apa pekerjaanmu dengan Ellie sama?"

"Tidak."

"Apa kalian pelayan?"

"Bukan. Aku asistenmu dan Ellie manajer butik."

"Kenapa? Kalian kan masih bawahanku."

Eh?

Sekarang Jeff merasa seperti orang bodoh.

"Ck! Sudahlah. Memang lebih baik bertemu Noah."

Baru saja Elena berkata begitu, kaca mobilnya sudah di ketuk dari luar. Elena langsung buru-buru membuka pintu.

"Noah sayang!"

"Kau menganggapku anak kecil lagi, Bibi." Noah jengah.

"Ya sudah, maafkan aku. Kali ini kau ikut denganku ya."

"Bibi mau membawaku kemana lagi?"

"Ikut saja!"

Noah menurut saja pada Elena dan memberitahu supir agar pulang lebih dulu.

Nyatanya kebanyakan perempuan memang sama saja. Menyukai kesenangan dan berbelanja. Noah hanya bisa pasrah saat Elena masih menyeretnya kesana kemari meski kantong belanjaan sudah menumpuk di tangan Jeff.

"Ini sudah banyak, Bibi. Lemariku di isi setiap hari oleh kepala pelayan." Noah nyaris merengek. Mungkin tidak masalah jika bukan untuknya, tapi wanita itu hanya membeli untuk keperluan Noah.

"Selera kepala pelayanmu buruk. Jadi percaya saja padaku." Elena melambai tidak peduli. Putranya harus menjadi luar biasa!

Noah menghela nafas pasrah sekali lagi. Sudahlah. Ia memang tidak bisa membantah jika wanita ini sudah bertindak.

Setelah puas berkeliling dan membeli banyak barang untuk Noah. Ketiganya mampir ke sebuah restoran untuk makan siang.

"Bibi ..."

"Hm?" sahut Elena sambil meletakkan potongan wortel di piring Noah, "bagus untuk kesehatan mata," ujarnya tersenyum.

"Aku tidak suka sayur," datar Noah. Sudah berapa kali Noah mengatakannya, namun Elena selalu mengulangi hal yang sama setiap mereka makan bersama. Elena tidak mendengarkan, namun menambah lagi potongan tomat ke piringnya.

"Bibi Elena ...," rengeknya.

"Ini sangat bagus untukmu. Jangan menolak!" Kali ini Elena langsung menyuapinya. Wanita itu tersenyum setelah Noah menelannya dengan terpaksa.

Jeff diam-diam tersenyum memperhatikan keduanya. Meski Noah sering mengatakan tidak, tapi bocah itu tidak pernah menolaknya. Seperti anak yang tidak berani menolak ibunya yang sedang marah. Walaupun mereka memang ibu dan anak, tapi naluri itu masih ada tanpa disadari.

"Bibi, kau bilang punya anak seumuran denganku, lalu dimana dia?" tanya Noah tiba-tiba.

Elena yang hendak menyuapinya lagi terhenti. Wanita itu terpaku sesaat, kemudian melanjutkan kegiatannya menyuapi Noah.

"Bersama ayahnya."

"Apa tidak masalah bibi bersamaku terus?"

Jeff hendak menyela, namun Elena memberi kode untuk diam.

"Bagaimana ya ... anak itu membenciku," jawab Elena santai, berbeda dengan reaksi Jeff dan Noah sendiri. Jeff mungkin terkejut karena Elena mengatakannya dengan terbuka.

"Kenapa dia membencimu?" tanya Noah lagi.

"Aku juga penasaran."

"Bibi tidak ingin cari tahu?"

"Apa boleh?"

"Tentu saja boleh!"

"Kalau begitu kenapa kau membenci ibumu?" Mencondongkan tubuhnya pada Noah.

"Kenapa jadi bertanya padaku?"

"Kau kan punya situasi yang sama."

Noah jadi terdiam. Bocah itu menatap Jeff dan Elena yang menunggunya menjawab.

"Karena dia meninggalkanku dan daddy demi orang lain," gumamnya cukup jelas.

"Jadi begitu." Elena mengangguk-angguk.

"Dia berselingkuh?" tanya Elena lagi. Jeff benar-benar tak habis pikir dengan wanita itu. Bagaimana bisa membicarakan dirinya sendiri.

"Iya. Mereka juga tidur bersama, padahal wanita itu sudah punya aku dan daddy!" hardiknya.

Elena kemudian tersenyum sambil mengelus kepala Noah, "maafkan aku." Ya, dirinya pasti seburuk itu.

Bocah itu kemudian tersadar dengan ucapannya.

"Bukan begitu, Bibi—"

"Anggap saja aku sedang meminta maaf pada putraku."

"Dia pasti memaafkanmu!" Bibi Elena kan wanita yang baik meski sedikit menyebalkan. Ia bahkan tidak keberatan jika Elena menjadi ibunya.

"Aaa ... manisnya. Aku juga tidak berharap dia memaafkanku. Yang terpenting dia tumbuh besar dengan baik."

"Tidak bisa. Bibi harus menemuinya dan memastikannya sendiri," pinta Noah. Lagi-lagi Elena tersenyum.

"Kalau kau, apa akan memaafkan ibumu?"

"Kenapa Bibi bertanya padaku terus! Kami kan tidak sama!"

"Baiklah, akan ku temui dia nanti."

-

-

-

Elena menutup matanya selama perjalanan pulang. Noah sudah pulang sendiri bersama supir yang menjemputnya di mall. Kini hanya tersisa dirinya dan Jeff yang membisu.

Elena mungkin terlihat tenang saat ini, tapi sebenarnya ia memikirkan semua ucapan Noah. Jangan pernah berpikir bahwa dirinya selalu baik-baik saja hanya karena ia tak pernah menunjukkan masalahnya.

Tenang dan tanpa beban. Mungkin seperti itulah dirinya terlihat di mata orang lain. Namun memang benar bahwa ia hampir tidak peduli dengan sekitarnya, tidak peduli dengan kebencian orang lain terhadapnya dan tidak punya waktu untuk marah. Dirinya menyukai ketenangan, meskipun isi kepalanya berantakan sekalipun. Hanya itu saja.

"Kau tahu Jeff— aku senang mendengar Noah bilang akan memaafkanku. Padahal jika dia tahu siapa aku, pasti tidak mungkin bilang begitu. Putraku sangat lucu kan, Jeff?"

"Dia memang lucu." Jeff menanggapi seadanya.

"Pokoknya kau harus menjaganya terus!"

"Sudah jadi salah satu tugasku," jawab Jeff lagi.

Elena memejamkan matanya lagi dalam diam. Keheningan terjadi kembali di dalam mobil yang sedang menuju apartemen ini. Tidak sampai Elena berbicara lagi tetap dengan mata terpejam.

"Kami punya waktu satu tahun lagi, Jeff. Aku akan benar-benar pergi saat itu atau aku akan jadi gila sungguhan."

"Elena—"

"Meski begitu kau harus terus menjaganya. Ingat janjimu itu."

"Aku tidak pernah lupa." Jeff tidak menyela lagi selain menurut.

Selama perjalanan, Jeff diam-diam melihat ke arah Elena di kaca mobil yang pastinya sudah tertidur. Lihatlah betapa damainya wanita ini meski berbanding terbalik dengan isi kepalanya.

Jujur ia benci dengan keacuhan Elena yang membuat orang lain menghakimi seenaknya. Wanita itu tak pernah mencoba membela diri atau menyangkal.

Maaf, Elena. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini terus. Biarkan aku mencari kebenarannya dan membuktikanmu.

###

1
mimief
setiap orang selalu mempunyai luka dan derita
tapi jangan pernah menjadikan alesan untuk menyakiti orang lain apalagi terjadi yg namanya pembullyan
karena kita tidak tau seluka dan setrauma apa orang yg mengalami nya.
kau tau apa yg lebih kejam dr pembullyan itu sendiri
yaitu pengambian dan tidak melakukan apa apa .
korban satu akan membuat pelaku kejahatan yg lain.

nice ending
beautiful story
mulai saat ini pelajaran buat kita karena kesalahpahaman akan membuka kejahatan yg lain
lindungi dirimu sendiri dengan melindungi orang " sekitar mu
tapi yg utama.... lindungi dirimu sendiri
mimief
😍😍😍😍🫰
mimief
makanya jangan bercanda dengan kesakitan orang lain
bullying bukan hanya sekedar kenakalan remaja saja
apalagi terlihat teman temannya tidak ada rasa menyesal.
karena perbuatannya memberikan trauma mendalam.
jangan menormalisasikan kenakalan remaja ini
ini adalah sebuah. kriminalitas.
karena kita ga akan pernah tau,sedalam apa efek nya pada tiap korban
dan ketika membalas apa yg dia rasakan ketika dulu,dia di cap sebagai penjahat.
double standar bukan?
segala sesuatu itu tergantung sudut pandang orang 🥹🥹
mimief
itu...bentuk sayang seorang ibu yg tulus
mimief
jujur...sama karya yg ini aku terhanyut Thor.
ga ada dan ga akan pernah ada yg bisa membandingkan seciah cinta seorang ibu buat anaknya.
apalagi melukiskan seberapa megah dan besarnya rasa cinta ibu.
akhhh
sakitnya Ampe kedalem Thor, karena aku juga seorang ibu 🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
awesome moment
care yg beda
awesome moment
ibu elena tu iblis dajjal. tampilan malaikat tak bersayap daleman...dewa dajjal
awesome moment
ikutan 😭😭😭
awesome moment
bnr2 kekejian yg hqq. anak dipisahkan dri ortunya oleh kelg yg hrs.nya melindungi
awesome moment
elena ambil keputusan tepat. buat p buang energy menjelaskan pd org yg ogah menerima informasi.
awesome moment
kelg kandung elena keji bgts
awesome moment
elena dijebak. dan...kelg kandungnya dibalik smua jebakan tu
awesome moment
whoah...elena pasti bikin perkara lg n
awesome moment
elena g peduli ttg pandangan louis. slama dia bnr, bomat sm orla. s7 bgts
awesome moment
ternyata elena korban egoime kelgnya. kasihan bgts
awesome moment
s7 dgn elena. drpd sibuk klarifikasi mendingan kerja keras utk lbh beruang
Sophea Marpaung
extra part Thor plis😭
Ahyar 99
pdhl elena ga jahat 2 temannya yang jahat kn
Ahyar 99
😭😭😭 mewek part ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!