Amyra Elisha dijual oleh Om Bagja pada Gavin Elvano Reynard . Pria tampan kaya yang sangat angkuh hingga Amyra hamil . Amyra pun kabur dari rumah Om nya itu . Sosok Bima Mahendra seorang pelukis menolong Amyra dan merawat nya .
Namun siapa sangka , ternyata Amyra kembali bertemu dengan Elvano .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selalu Ada Bima
Perlahan Amyra membuka mata nya yang terasa masih perih akibat air mata . Dia melihat jam menunjukan pukul 02:00 .
Perlahan Amyra turun dari tempat tidur itu karena tidak mau membangunkan pria yang kini terlihat lelap tertidur .
" Ahh ! " Amyra merasakan sakit di sekujur tubuh nya , terlebih sakit dan perih yang terasa di bagian intim nya .
Namun sekuat tenaga Amyra berjalan perlahan mencari tas milik nya dan mencari pakaian yang bisa dia pakai untuk menutupi tubuh nya .
Amyra menemukan pakaian nya yang basah di kamar mandi tempat tadi dia di mandikan oleh para pelayan , Amyra bergegas memakai pakaian basah itu .
Amyra mangambil tas kecil milik nya kemudian mengendap endap keluar dari kamar itu untuk kabur .
Amyra berharap bisa secepatnya pergi dari tempat itu walaupun tubuh nya kini benar benar lelah dan kesakitan .
Setelah keluar dari kamar itu , Amyra melihat ruangan ruangan yang sangat besar dengan perabotan yang sangat mewah dan mahal . Amyra bergegas mencari jalan keluar dari rumah itu .
Namun di pintu depan dia melihat ada beberapa penjaga .
" Anda mau kemana ?" tanya tegas para penjaga .
" Saya mau pulang . " ucap Amyra terbata karena takut .
" Mau saya antar kan nona ? " tanya seorang penjaga bertubuh tegap dengan setelan seragam .
" Tidak usah,saya bisa pulang sendiri . " Amyra meras aneh dengan para pelayan dan penjaga di rumah ini . Amyra mengira kalau dia tidak akan semudah itu keluar dari rumah itu , namun ternyata terlihat semua orang di rumah itu seperti sudah terbiasa dengan ada nya wanita yang dimaksudkan sebagai seorang pemuas nafsu tuan muda nya itu .
Namun Amyra tak ingin berpikir jauh tentang pria dan rumah besar nya itu . Yang Amura pikirkan kini hanya cara nya untuk pulang .
Amyra bergegas berjalan keluar dari tempat itu dan berjalan di tengah malam .
Amyra mengeluarkan handphone nya dari dalam tas . Terlihat banyak sekali panggilan tak terjawab dan pesan dari Elsa dan Bima .
Orang yang pertama Amyra hubungi adalah Elsa . Namun setelah beberapa kali mencoba Elsa masih tak menjawab telepon nya .
Amyra sudah berjalan cukup jauh dengan tubuh kedinginan karena pakaian basah , dan sakit yang dia rasakan di ************ nya ketika berjalan .
Amyra berhenti sejenak kemudian duduk di tepi jalan .
" Bima !" Amyra teringat lalu kemudian mencoba menelepon Bima . Satu satu nya orang yang kini Amyra harapkan bisa menolong nya .
Hanya dengan satu kali panggilan saja Bima langsung mengangkat telepon nya .
" Halo ! Amyra ! Dimana kamu ? Kamu baik baik saja kan ? Ra ? Ra ? " Tanya Bima terdengar sangat khawatir .
Sejenak Amyra memikirkan hal yang baru saja dia alami . Tetesan air mata kini mulai membanjiri wajah nya . Tangisan nya pun pecah .
Bima terdiam sejenak mendengarkan betapa pilu nya suara tangisan Amyra . Sakit hati Bima mendengar tangisan Amyra .
" Ra ! kamu tunggu di sana , jangan kemana mana . Kirim lokasi kamu sekarang ! " tegas Bima .
Amyra yang masih menangis segera mengirimkan lokasi nya melalui maps . Amyra tidak sanggup mengatakan apa yang baru saja dia alami pada Bima . Amyra hanya bisa menangis meratapi betapa hancur nya dirinya kini .
Air hujan kini berhasil membasahi tubuh Amyra yang terduduk di tepi jalan tengah malam itu .
Air hujan mengalir bersamaan dengan air mata nya . Amyra kini benar benar merasa sudah tidak ada lagi harapan ataupun kebahagiaan yang dapat ia rasakan .
Dada nya terasa sesak , tangisan pilu Amyra yang tersamar oleh deras nya suara hujan terasa semakin menyayat hati .
Tak lama kemudian Bima berhasil menemukan Amyra yang tengah menangis di dalam deras nya hujan .
Bima bergegas turun dari mobil dan menghampiri Amyra .
Sesaat tangisan Amyra terhenti ketika menyadari ada seseorang yang berdiri di hadapan nya . Amyra menoleh ke arah Bima , Sesaat mata Amyra dan Bima bertatapan . Hati Bima semakin sakit melihat kondisi Amyra saat ini .
Tanpa berpikir panjang , Bima langsung memeluk Amyra erat .
Tangisan Amyra kembali pecah dan semakin terdengar menyakitkan bagi Bima . Bima semakin erat memeluk Amyra .
" Kenapa ini harus aku alami !" ucap Amyra terisak .
Bima hanya bisa memeluk Amyra semakin erat .
Bima kemudian membangunkan tubuh Amyra dan menuntun nya menuju mobil . Bima menduduk kan Amyra di mobil kemudian mengambil selimut di bagasi belakang untuk menutupi tubuh basah Amyra .
Tak sepatah kata pun keluar dari mulut mereka berdua . Bima melajukan mobil nya menuju sanggar nya .
Mobil Bima kini telah sampai di depan sanggar . Bima menatap wajah Amyra yang tertidur di mobil itu .
" Apa yang sebenar nya kamu alami Ra . " ucap Bima seraya mengusap lembut wajah Amyra dengan mata yang terlihat sayu .
" Hmm ,, " Amyra terbangun dan menggerakan sedikit badan nya .
" Ayo masuk Ra ." Ajak Bima .
Amyra hanya menuruti nya dan perlahan turun dari mobil kemudian memasuki sanggar tanpa sepatah kata pun .
Bergegas Bima membawakan baju milik nya untuk dipakai Amyra berganti .
" Sementara Pakai lah ini Ra , Baju kamu basah semua . " ucap Bima menyodorkan beberapa pakaian untuk Amyra . Amyra pun hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian .
Bima memperhatikan langkah Amyra yang terlihat sulit untuk berjalan karena sakit yang masih Amyra rasakan .
Tak lama kemudian Amyra keluar dari kamar mandi , Bima pun sudah mengganti pakaian nya dan duduk di sofa di lantai 2 sanggar itu .
Amyra duduk di samping Bima . Bima menyodor kan satu gelas coklat hangat .
" Minum lah " ucap Bima lembut . Amyra pun menerima nya .
Beberapa waktu mereka hanya terdiam berdua bersampingan di sofa itu , hanya suara detak kan jam yang terdengar di sana .
" Aku gak bakalan tanya apa apa kalau bukan kamu yang siap menceritakan nya Ra . " ucap Bima lembut .
Sesaat Amyra terdiam .
" Maaf ." jawab Amyra dengan suara parau .
" kamu bisa cerita kalau kamu udah siap Ra . " ucap Bima .
Amyra memegangi erat gelas itu , tetesan air mata kembali keluar dari sudut mata Amyra . Bima yang menyadari nya langsung mendekatkan tubuh nya dan memeluk Amyra .
" Maaf Bima ." ucap Amyra di tengah tangisan nya .
Amyra merasa dirinya sudah hancur , dirinya merasa kalau dirinya tidak berhak bahkan untuk sekedar dikasihani .
Bima mengusap lembut rambut Amyra .
" Menangislah Ra . Aku tau kamu mau menangis . " ucap Bima semakin membuat tangisan Amyra pilu .
" ini terakhir kali kamu nangis Ra . Mulai saat ini , aku gak bakal biarin kamu menangis lagi Ra . " gumam Bima semakin memeluk Amyra erat .
Beberapa waktu Amyra berada dalam pelukan Bima , hingga Bima menyadari kalau kini Amyra tertidur .
" kamu pasti lelah Ra karena menangis . " ucap bima lembut melihat wajah cantik Amyra yang tertidur di pelukan nya .
Perlahan Bima mengangkat tubuh Amyra dan memindahkan nya ke tempat tidur . memang sanggar itu sudah seperti tempat tinggal bagi Bima . Lantai satu khusus untuk melukis , dan lantai 2 Bima gunakan untuk tinggal .
Bima membaringkan tubuh Amyra di tempat tidur .
Bima kaget melihat tangan Amyra yang memar akibat ikatan tali , dan kaki yang luka lecet akibat berjalan jauh . Namun Bima tak mau membangunkan Amyra kemudian menyelimuti nya .
Bima tak henti henti nya menatapi wajah Amyra dan sesekali mengusap lembut rambut Amyra yang menutupi wajah nya .
" Kenapa hati ku sesakit ini melihat kamu Ra . " gumam Bima .
Bima perlahan keluar dari kamar itu dan menutup pelan pintu nya .
Bima berbaring di sofa panjang tadi .
Bima mengirim pesan pada Elsa bahwa kini Amyra ada di tempat nya agar Elsa tidak terlalu khawatir .
Bima menatap langit langit ruangan itu dengan pikiran yang tak tentu .
" Apa yang sebenar nya terjadi Ra ? Apa yang kamu alami ?" tanya Bima dalam hati dan mencoba memejamkan kan mata .
****************************
jgn ngilang lagi yah ,semangat nulisnya ,up tiap hari ,kami pembaca mu setia nunggu novel ini up 😉😉😉