Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 4
KOMPLEK PERUMAHAN SIWI
Hingga pulang ke rumah yang diberikan kantornya , Siwi masih memikirkan Bagas .
Beragam peristiwa penting dan indah bersama Bagas tak terhapus dari memorinya . Ingatan itu muncul bergantian dengan runtut membangkitkan kerinduan yang lama dipendam.
"Kamu memang tak romantis tapi kenangan canda tawa itu tak bisa terlupakan , Gas ." Gumam Siwi saat duduk di sofa , Lalu membaringkan tubuhnya .
"Kenangan yang begitu indah !, ingin sekali aku bertemu denganmu , Gas !" ucapnya sambil melepas satu persatu high heels yang melekat di kakinya seharian .
Bukan hanya Bagas yang merindukan pertemuan , di tempat lain Siwi juga menginginkannya . Siwi sempat berfikir untuk menghubungi Bagas namun dia urung melakukannya .
"Aku ini wanita , tak sepantasnya menghubungi laki-laki duluan !, kalau memang setia harusnya dia yang menghubungi ku dulu ." Begitu kalimat yang muncul di otaknya .
Gejolak dalam diri Siwi semakin besar , menuruti antara keegoisan yang dibisikkan otaknya atau kerinduan yang terus membekap hati .
"Rindu ku sudah tak tertahankan , tapi egoku sebagai seorang wanita tak kalah besarnya !" Pergolakan batinnya terus berlanjut disana .
Tanpa sadar Siwi yang mempertimbangkan keputusannya malah membuatnya tertidur di sana , jika bukan karena alarm ponselnya dia akan terlambat bangun .
Note : sebelum lupa kasih like dulu yah...
"Astaga , saking bingungnya aku sampai tidur di sini semalaman !" ucap Siwi saat hendak mematikan alarm ponselnya . Waktu yang ditunjukkan ponselnya membuatnya terkejut ,
Sudah setengah jam alarm itu berbunyi dan Siwi tak kunjung bangun . "Ah !, hampir jam setengah enam ," Siwi langsung bergegas mandi .
KANTOR TEMPAT SIWI KERJA
"Huh...,bikin gak fokus aja nih pikiran!" keluh Siwi sambil memukul meja kerjanya .
"Ada apa ?, kok gebrak meja ?" tanya teman di sampingnya yang terkejut . "Enggak , cuma sebel aja sama ini nih !" menunjuk tumpukan berkas dan komputer dihadapannya .
"Udah di utak-atik masih aja gak pas , kan sebel !" bohong Siwi pada temannya . Temannya juga langsung percaya saja "Udah jadi makanan sehari-hari masih aja ngeluh !"
Diantara ribut dan kacaunya pikirannya terselip sebuah jawaban , "Benar !, itu caranya menghubungi Bagas agar berkurang rasa rindu ini ." Siwi berdiri dari tempat duduknya lalu menuju tempat yang lebih sepi .
"Dengan bantuan Rian , aku bisa menghubunginya tanpa menurunkan egoku !" ujarnya sambil menunggu panggilan telepon darinya diangkat oleh Rian .
Namun hingga lima kali dicoba panggilan darinya tak jua diangkat , "Kamu ngapain disini sendirian ?" tegur temannya yang kebetulan lewat . "Mau nelpon temen tapi nggak diangkat !" balas Siwi lalu kembali masuk melanjutkan tugasnya .
Di perjalanan pulangnya Siwi kembali mencoba menghubungi Rian , satu satunya orang yang bisa membantunya .
Namun sekali lagi panggilannya tak jua diangkat , "Lagi dimana sih , kok dari siang nggak diangkat ?" tanya Siwi sendiri penuh kesal .
Akhirnya Siwi mengirim pesan singkat kepada Rian , "Besok aku pulang , aku harap kita bisa ketemuan ." tulis Siwi pada pesan singkat itu .
SEBUAH KAFE HITS
Kluntinggg...
Ponsel Rian berbunyi , namun sekarang dia sedang makan malam bersama pacarnya , Dwi . Rian membiarkan pesan itu ,
"Tuh , ada pesan kok nggak dilihat sayang ?" Dwi mengambil ponsel pacarnya dan membaca pesan tersebut .
"Sayang , ini siapa ?" tanya Dwi karena tau yang meminta bertemu adalah seorang wanita cantik . Rian dengan santainya menyuruh Dwi untuk menanyakan siapa dia "Kalo nggak ada namanya tanya aja !"
Dwi yang cemburu menunjukkan pesan itu , "Namanya Siwi !, dia siapa , selingkuhan kamu ?" dengan ekspresi kesal . Saat Rian membacanya Siwi kembali mengirim pesan berikutnya .
"Aku mau bicara soal Bagas karena cuma kamu yang tau dia ," pesan dari Siwi . "Dia mau bicara soal cowoknya , temen aku !" kembali Rian dengan tingkah santainya .
Dwi yang telah membaca lanjutannya tetap memaksa egonya , "Tapi dia siapa kok nayain cowoknya sama kamu , fotonya cantik lagi ?" dengan ekspresi semakin kesal .
"Dari tadi siang juga udah nelpon kamu terus , dia siapa kalo bukan selingkuhan kamu !" Dwi sampai tak memberikan waktu Rian untuk menjelaskan .
"Hussstt...,diam dulu biar aku jelaskan !" Rian menutup mulut pacarnya .
"Siwi dan cowoknya itu temen aku semua !, tapi mereka udah lama pisah karena cowoknya jadi tentara ," jelas Rian pada pacarnya yang cemburuan itu.
Kira-kira apa ya bantuan yang Siwi minta pada Rian ?, tunggu episode selanjutnya yah...
Note : bagi yang lupa ninggalin like , silahkan di like dulu dan biar makin mantap kasih komen , vote , dan rate 5 juga yah...
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih