Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?
===
“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”
“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”
“Masa?”
“Mahameru pantang ingkar janji.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Aku Di sini
BAb 30
...Restu...
Ta, kamu sama Eru?
Ck, padahal aku selama ini sabar nunggu😔
...Yahya_NA...
Saya kecewa, 😔
Kamu selama ini cuek, taunya dekat sama yang lain. Seharusnya jangan pernah beri harapan
“Ck, apaan sih. Siapa suruh nunggu, siapa juga kasih harapan."
Cinta melempar ponselnya ke atas kasur. Sejak Umar posting keseruan di Luweng Sampang, trio kwek kweknya tim 7 naik daun. Banyak dilihat dan ramai komen menanyakan di mana lokasi tersebut. Karena belum tayang, tentu saja dijawab membuat para komentator penasaran. Bukan hanya itu, terungkaplah kedekatan Eru dan Cinta. Bahkan ada komentar, para fans Cinta dan Eru akan kecewa. Terbukti, Restu dan Yahya mengirimkan pesan agak ngaco.
Sudah beberapa hari ini berada di gunung Kidul. Bahkan baru saja selesai syuting di lokasi air terjun lainnya. Hari ini cukup lelah, karena sempat turun hujan menunda syuting dan lepas maghrib baru tiba di hotel.
Berada di bawah guyuran air hangat shower, kepala CInta memikirkan Eru. Ada perubahan tidak biasa mengikis kehangatan Eru. Cinta bisa merasakannya dengan sangat jelas—ada jarak tak kasat mata yang mendadak membentang di antara mereka, sedingin air pegunungan yang tempo hari mereka datangi. Eru sering murung seolah ada beban yang ditanggung.
“Eru, kenapa sih,” gumam Cinta lalu memutar kran dan menarik handuk.
Menatap pantulan wajahnya yang masih basah di cermin wastafel. Ia keringkan rambut dengan hairdryer.
“Apa aku ajak keluar ya, mana tahu dia mau cerita.”
Nyatanya pria yang dipikirkan CInta masih berada di cafe hotel, meja paling sudut agar tidak terganggu dengan sekitarnya.
Isi kepala Eru sebenarnya sedang kusut dengan rangkaian teka-teki yang baru saja terungkap. Kematian Papinya bukan sekadar garis takdir biasa, melainkan benang kusut yang puncaknya menghantam kesadaran Eru tanpa ampun: kenyataan bahwa sang Papi adalah penyebab kecelakaan dimana bukan hanya dirinya, tapi ada orang lain yang menjadi korban.
Mungkin saja ada hubungannya dengan nasihat mami kemarin lalu. Ah, makin pening rasa kepalanya. Orang yang diminta cari tahu, belum memberikan informasi lagi.
Drt drt
Fokus Eru teralih pada ponsel di atas meja, pesan dari gadisnya.
...Cinta_Cuantik...
Ru, jalan yuk.
Sebenarnya cape, tapi pengen keluar.
Nggak usah jauh, sekitaran hotel aja
^^^ Oke, aku tunggu di lobby^^^
Wajah Eru tersenyum, gadis itu memang menjadi penghapus kesedihan dan penyemangatnya. Mungkin dua hari ini sikapnya agak menyebalkan di mata Cinta, ia akan bayar dengan mengabulkan apa yang gadis itu minta.
Eru menunggu di lobby, tidak lama Cinta keluar dari lift. Penampilan gadis itu membuat Eru menghela nafas dan ingin sekali mengurung di kamar. Jelas-jelas mereka akan keluar, CInta menggunakan piyama dengan celana selutut meski dilapisi cardigan.
“Loh, belum mandi?” tanyanya mendapati Eru masih mengenakan pakaian tadi siang.
“Belum, tadi ngopi dulu. Ayo, jalan. Aku udah izin bang Umar. Ada tempat nongkrong seru nggak jauh. Jalan kaki aja ya, tapi agak nanjak.” Eru merangkul CInta meninggalkan hotel.
Udara malam yang berhembus di atas bukit terasa dingin dan senyap, seolah alam pun ikut menghargai ketegangan sunyi yang dibutuhkan oleh Eru. Membawa Cinta ke salah satu titik agak tinggi di kawasan Bukit, tempat seolah intan yang berkilau bertaburan di hamparan tanah hitam.
Mereka duduk berdua di sebuah Cafe sederhana di tepi tebing, dengan dua cangkir kopi jahe hangat yang asapnya mengepul tipis, perlahan menguap diterpa angin malam. Dua mangkuk mie kuah dan roti bakar. Eru mampu memberikan makan malam mewah, fine dining sekalipun. Namun, mereka membutuhkan kebersamaan dengan sisi romantis demi kebersamaan. Meskipun pemandangan di depan mereka begitu memukau, pikiran Eru jelas tidak ada di sana.
“Eru," panggil Cinta lirih, "Kamu ajak aku ke sini buat nemenin kamu ngelamun? Padahal aku ingin kita makan malam sambil ngobrol.” Cinta menatap sisi wajah Eru di sampingnya.
"Maaf," bisik Eru, suaranya parau. Ia meraih cangkir kopinya yang mulai mendingin. "Tempatnya bagus, kan?"
"Bagus banget.” Mata Cinta tidak lepas dari Eru. Bahkan ia menggeser duduknya, memangkas jarak sampai lengan mereka saling bersentuhan. "Tapi bakal lebih bagus kalau orang yang di sebelah aku hidup, dua hari ini kamu kayak zombie tau.”
Eru terkekeh. Bisa-bisanya ia disamakan dengan makhluk yang tidak punya akal dan memiliki keinginan untuk memangsa makhluk hidup lainnya. Mana buruk rupa.
Eru menggeser duduknya agak menyerong menghadap Cinta meraih jemari gadis itu. Ia menggenggamnya erat—sangat erat, seolah-olah jika ia melepaskannya sedikit saja, Cinta akan hilang dari hidupnya. Cinta bisa merasakan getaran halus dari tangan Eru. Sikap Eru malam ini mengisyaratkan kalau ada masalah membelenggu.
“Ada masalah dengan kita? Hubungan kita menyusahkan mu? Aku tidak masalah kalau ….”
“Tidak, siapa bilang menyusahkan. Justru aku susah kalau nggak ada kamu. Aku di sini, Cinta. Akan selalu di sini," ucap Eru akhirnya.
Di bawah langit malam Gunung Kidul yang dingin, kencan mereka malam itu seolah ajang janji kalau mereka akan selalu ada dan saling mencintai satu sama lain apapun masalah di depan nanti.
egoisnya akbar hanya mementingkan ke baikan keluarganya sendiri. tanpa memikirkan orang lain.😤
siap2 reaksi cinta nrma ga ya kenyataan
kamu dah di kasih tau sama mamih kan dan di wanti² tentang gosip tidak enak nah ini maksudnya
harusnya kamu dukung dan restuin agar cinta dapet keluarga baru dari pihak keluarga laki². lah ini aneh² aja 😏
takut nama keluarga tercoreng,takut ini takut itu..
Takut saham hancur dan turun lebih pastinya..
tapi nggak mikir gimana cinta tidak mendapat keadilan untuk orang tuanya...
Perselisihan dan perpisahan pasti ada,tapi aku yakin cinta Eru itu tulus dan kuat.
lama lama Cinta juga akan luluh dan memaafkan Eru..
lagian bukan eru yang menabrak,mereka sama sama korban juga