NovelToon NovelToon
Pak CEO Pemikat Hati

Pak CEO Pemikat Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:114.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurul Setya

Hallo guys...

Selamat datang dikarya pertamaku...


PAK CEO PEMIKAT HATI


🌹Raka Aditya🌹
&
🌹Zara Paramitha🌹


"Maafkan saya, jika saya sudah terlalu dingin dan cuek ke kamu. Tapi saya janji, saya akan bersikap hangat kepada kamu dan saya akan berusaha membuat kamu jatuh cinta kepada saya," ucap Raka sambil memegang tangan Zara lembut.

"Emm, promisse?" ucap Zara sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke Raka.

Raka tersenyum senang. Ia mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Zara. "I'am promisse," ucap Raka sambil mengusap pucuk kepala Zara.

"Pak CEO ku memikat hatiku..." ucap Zara tersenyum memandang wajah Raka. Raka tersenyum mendengar ucapan Zara.


Jangan lupa Vote,Like and comennya yaa!!!!

Follow IGku : @nona.rul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang

Mereka bertiga berkejar-kejaran hingga merasa kelelahan. Arfan karna saking lelahnya langsung tepar saja di lantai. Sedangkan Zara terduduk lemas di sofa ruang keluarga. Berbeda dengan Raka, ia melepas dasi yang menjerat lehernya dan dikipas-kipaskan untuk mengusir rasa panas yang menjalar di tubuhnya dengan keringat yang mengucur didahinya.

"Ngapain kalian bertiga?"

Sebuah suara dari seorang wanita paruh baya yang tengah menenteng plastik belanjaan terdengar memecah keheningan sesaat di antara tiga orang yang sedang kelelahan itu. Mereka bertiga langsung menoleh, mengarah ke sumber suara.

"Mami!" seru ketiganya secara kompak.

Arfan segera bangun dari lantai, dan melambai-lambaikan tangannya ke mami Ratna. Zara memasang senyum manis dibibirnya, sedangkan Raka menoleh ke mami Ratna dengan raut muka biasa saja.

Mami Ratna mengerutkan keningnya bingung dengan keberadaan ketiganya di rumah ini. Mami Ratna baru saja pulang dari supermarket dan mendapati keberadaan dua anaknya dan calon mantunya itu dalam keadaan lelah bermandikan keringat didahi.

"Kalian bertiga habis ngapain? Kok pada keringetan gitu sih?" tanya mami Ratna penasaran.

"Hee itu mi, kita abis main kejar-kejaran tadi," jawab Zara jujur.

"Main kejar-kejaran? Siang-siang gini?" tanya mami Ratna sedikit tak percaya dengan tingkah ketiga anak di hadapannya itu.

Mereka menjawab pertanyaan Ratna dengan anggukan kepala.

"Kok bisa sih kalian main kejar-kejaran di siang hari yang panas gini? Dan kamu Raka sama Zara, bukannya sekarang kalian harusnya ada di kantor?" tanya mami Ratna lagi.

"Itu tadi Raka mau ngajakin Zara makan siang di rumah bareng mami, tapi..." Raka menjeda ucapannya.

"Tapi apa?"

"Tapi tadi waktu kita berdua mau pulang, eh ban mobil Raka tiba-tiba kempes semua," ucap Raka.

"Kok bisa tiba-tiba kempes sih?" tanya mami Ratna penasaran.

"Mami tanya aja tuh sama si Arfan!" ucap Zara.

Mami Ratna beralih menatap Arfan yang masih berdiri di dekat sofa. "Kamu tahu Arfan, kenapa tiba-tiba ban mobil abang kamu Raka itu kempes?"

Arfan gelagapan mendapat pertanyaan dari Ratna. "Eum itu mi, anu itu.."

"Kenapa? Jawab mami Arfan!" perintah mami Ratna.

"Udah Zara aja yang jawab, kalo Arfan nggak mau kasih tau!" ucap Zara.

"Ya udah sayang, kamu aja yang jawab,"

"Sebenernya yang udah ngempesin ban mobil pak CEO itu Arfan, mi." ucap Zara.

Ratna terkejut lalu menyipitkan matanya mengarah ke Arfan. "Arfan? Kenapa? Ada masalah apa sampe-sampe Arfan ngempesin ban mobil kamu Raka?"

"Itu mi, bang Raka duluan yang mulai. Masa tadi Arfan diusir dari kantor sih sama bang Raka," adu Arfan.

Dan sekarang tatapan Ratna beralih ke arah Raka. "Kamu mau jawab apa ke mami, Raka?"

Raka menghela napas. "Yah biasa mi, mami tahu sendirikan kalo Arfan itu jarang-jarang mau dateng ke kantor, kalo ngga dateng bikin rusuh ya palingan gangguin papi sama Raka kerja aja kan?!"

"Eh gue nggak ada niatan mau bikin rusuh yah bang! Berburuk sangka aja lo ke gue, gue itu tadi ke kantor mau ngajakin kalian makan siang bareng sekaligus mau liat-liat keadaan kantor aja," sela Arfan tak terima.

"Tuh kan mi, alesannya aja kurang meyakinkan gitu. Biasanya juga ogah-ogahan tuh anak dateng ke kantor, dan sekarang tiba-tiba aja pengin jenguk keadaan kantor segala," ucap Raka tak mau kalah.

"Ish ish ish niat baik gue ngga diterima mulu sama lo bang!" gerutu Arfan.

"Udah udah jangan ribut gitu, sekarang kalian berdua baikan!" perintah mami Ratna.

"Tapi mi..."

"Mami ngga nerima penolakan dari kalian berdua. Sekarang kalian berdua baikan, jangan bantah perintah mami!"

"Iya mi," ucap Raka dan Arfan berbarengan. Raka dan Arfan saling menjabat tangan lalu berpelukan.

"Maafin gue ya bang,"

"Iya Fan, gue juga minta maaf ke lo,"

"Nah gitu dong, itu baru anak mami yang ganteng-ganteng," puji mami Ratna.

Zara yang melihatnya tersenyum kagum melihat ketegasan mami Ratna.

"Mami Ratna is the best, bisa bikin si Tom sama si Jerry baikan," puji Zara.

"Mami, Arfan laper nih belom sarapan sekaligus makan siang tadi. Mami bikin makan siang yah, perut Arfan udah konser band nih minta asupan," pinta Arfan.

"Iya nak, sebentar mami masakin makan siang buat kalian dulu yah,"

"Mi, Zara bantuin mami masak muat makan siang yah?" Zara menawarkan diri untuk membantu.

"Ngga usah nak, kamu duduk aja bareng Raka sama Arfan disofa," tolak mami Ratna lembut.

"Ngga mau mi, Zara bantuin mami masak aja ya? please ya ya ya mi," pinta Zara memohon.

Ratna tersenyum sambil menganggukan kepala. "Ya udah, kamu boleh bantuin mami masak. Ayo sekarang kita ke dapur!"

"Ayo mi. Oh ya sini Zara bantuin mami bawa plastik bslanjaannya," ucap Zara menunjuk plastik belanjaan yang masih ditenteng oleh mami Ratna.

"Oh ini Zar, awas ati-ati. Disitu ada telur ayamnya, takut pecah nanti," ucap mami Ratna sambil menyerahkan plastik belanjaannya kepada Zara.

Zara menerima plastik belanjaan itu dengan hati-hati. "Siap mi,"

Zara dan Ratna kemudian pergi ke dapur, sedangkan Raka dan Arfan duduk-duduk santai di sofa ruang keluarga sambil sibuk mengotak-atik ponsel mereka masing-masing.

...£££££££££££££££...

Di dapur

Zara dan mami Ratna sedang asik menyiapkan bahan memasak di dapur. Sesekali mereka melempar candaan dan cerita lucu agar tidak bosan.

"Mami, kita mau masak makanan apa aja nih?"

"Emm gimana kalo cah kangkung, Ayam goreng, sama cumi pete, Zar?"

Zara manggut-manggut. "Boleh tuh mi, pasti enak banget tuh rasanya. Sekalian bikin sambal terasi mi, buat pedes-pedes dikit di mulut,"

"Oh iya setuju tuh mami,"

Mereka pun segera menyiapkan bahan-bahan masakan yang dibutuhkan untuk memasak sajian makanan yang akan mereka berdua buat.

"Sayang! Kamu cobain dulu deh ini cah kangkungnya, udah pas belum rasa bumbunya?!"

Zara mendekat ke arah mami Ratna. Lalu mami Ratna menyendokkan sedikit cah kangkung untuk dicicipi oleh Zara.

"Eh iya mi,"

Zara mencicipi cah kangkung buatan mami Ratna, lalu merasakan rasanya apakah ada yang kurang atau tidak. "Emm, ini udah enak mi, rasanya udah pas,"

"Owh syukur lah," ucap mami Ratna singkat. Lalu menaruh cah kangkungnya di piring yang sudah disediakan.

"Mami, cobain deh sambal terasi yang Zara bikin. Rasanya kurang pedas apa udah cukup?"

Ratna menghampiri Zara lalu mencowel sedikit sambal terasi buatan Zara dengan jarinya. "Ini pedasnya udah cukup sayang, mami suka. Kamu pinter banget buat sambalnya," puji mami Ratna.

"Hee makasih mi,"

Beberapa waktu kemudian sajian makan siang yang dibuat Zara dan mami Ratna sudah tertata rapi di meja makan.

"Raka! Arfan! Makan siangnya udah jadi!" teriak mami Ratna memanggil Raka dan Arfan.

Raka dan Arfan yang tengah bermain ponsel segera beranjak menuju ke meja makan.

"Wah wah wah, mantap nih makan siangnya hari ini. Ada sambal terasinya juga. Wah Amazing lah, bikin perut tambah konser aja nih," ucap Arfan.

"Udah cepetan kalian cuci tangan dulu gih. Terus kita makan siang bareng nanti! perintah mami Ratna.

"Iya mi," jawab Raka dan Arfan berbarengan, lalu mereka berdua berjalan menuju dapur untuk mencuci tangan.

Beberapa saat kemudian Raka dan Arfan sudah duduk rapi di meja makan. Setelah itu Ratna dan Zara yang membantu mengambilkan makanan untuk mereka berdua.

"Mu, ambilin sambal terasinya dong!" pinta Arfan.

"Iya, ini masih kurang apa mau ditambahain lagi?"

"Udah cukum mi, makasih,"

"Pak CEO mau ditambahin apa ngga sambal terasinya?" tanya Zara.

"Segitu dulu aja Zar,"

"Owh, okeh!"

"Pak CEO katanya mau balikin ponsel gue, sini kasih ponselnya sekarang!" pinta Zara.

Raka mengambi ponsel milik Zara dari dalam jasnya lalu menyerahkannya kepada Zara. "Ini ponsel kamu,"

"Makasih pak CEO," ucap Zara sambil menerima ponselnya.

Mereka pun makan bersama dengan khidmat. Tak ada yang bersuara satu pun, hanya ada bunyi dentingan sendok yang beradu saja yang terdengar di meja makan.

"Mami, papi Chandra ngga pulang buat makan siang di rumah?" tanya Zara memulai percakapan.

"Ngga nak, tadi papi bilang ke mami katanya mau makan siang sama klienbya yang dari luar negeri, jadi ngga sempet ikut makan siang bareng deh," jawab Ratna.

"Owh gitu yah," ucap Zara dibalas dengan anggukan kepala mami Ratna.

"Hush hah hush hah!" suara Arfan yang kepedasan.

"Kenapa kamu Fan?" tanya mami Ratna.

"Ini mi, Arfan makan sambal terasi ini rasanya pedes banget," ucap Arfan.

"Masa sih? Mami rasa sambalnya ngga pedes-pedes amat kok, pedasnya cukup menurut mami," ucap mami Ratna.

"Lebay amat sih, orang pedesnya pas gini kok! Dasar cemen lo jadi laki," ejek Raka.

"Gue kasih tau yah, lidah setiap orang itu beda-beda. Ngga ada yang sama! Ngerti lo bang!" ucap Arfan tak terima.

"Ini itu sambal buatannya Zara," ujar mami Ratna.

"Buatannya mak lampir? Pantesan rasanya pedes kek mulut yang buat," ucap Arfan asal ceplas-ceplos.

"Kalo suka dimakan, kalo ngga suka ngga usah dimakan. Gitu aja repot jadi orang!" ucap Zara ketus.

Arfan terkekeh. "Hehehe canda Zar, jangan masukin ke hati. Langsung masukin ke jantung aja, biar cepet selesai,"

"Cepet selesai apa maksudnya?" tanya Zara bingung.

"Cepet selesai hidupnya, hahahahaha," Arfan tertawa terpingkal-pingkal sampai akhirnya tersedak dan langsung ditertawai oleh Zara, Raka, dan mami Ratna.

"Uhuk uhuk uhuk," Arfan terbatuk-batuk karna tersedak.

Zara tertawa terbahak-bahak. "Hahahhahah, rasain lo!"

Mami Ratna menyodorkan segelas air minum kepada Arfan, Arfan pun segera menerima minuman itu dan langsung memunumnya.

"Ini minumnya Fan, pelan-pelan minumnya nanti baju kamu basah. Makanya jangan suka ngejekin orang, kena sendiri kan akibatnya," pesan mami Ratna.

"iya mi, Makasih."

Mereka pun melanjutkan acara makan siang mereka tanpa ada yang bicara. Mereka hanya fokus dengan makanan mereka masjng-masing.

Bersambung...

Jangan lupa vite, like, and komennya yah!!!

Follow Ig-ku : @nona.rul

Makasih.

1
Simon Petrus Tumika
mantap menarik
Pangeran Matahari
lanjut kk

mampir juga y ke cucu manja oma
Hidayatullah♡
kok cerita nya sma kayak * suami ku CEO ku*
cuma ganti nama pemeran nya sma judul nya aja yaa
Kartini Harahap
Kapan up lgi thor.... Penasaran gue
Syazleena Sainudin
KO
Flora
3 like dari Diikuti Makhluk Ghaib
lanjut 👍
Fitri Wulandari
Like sudh diberikan,semangat thor salam dari New Life
cappucino
like Uda parkir Thor.

kalau ada waktu maen-maen ya ke karyaku.
St Nurul NG
Semangat berkarya kak, sukses selalu buat kakak
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
up dong kak
@DetiE𝆯⃟🚀Hadiati
👍
Dinasti22
Hadir membawa like.
Semangat!!

Salam hangat dari :
• Viola dan CEO Tampan (On Going).
• My Beloved Spoiled Woman (Completed).

Mari saling mendukung karya satu sama lain 😉
Terima kasih 🙏🏻
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
kapan up lagi Thor?
Navizaa
lanjutt kak
cappucino
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
🌻Ruby Kejora
q datang mendukungmu thor. mari kita skg dukung. like blk karya ku ya

cinta rasa covid-19
the Thunder's love
Dahminar Minar
lama x up nya jd malas lah nunggunya masak udah 3hari g ada up upnya
PATRALOVA: Author abis kabisan paketan😭Maap yah. Maklum Autor masih sekolah belom punya pemasukan jadi belom bisa beli paket sendiri. Palingan nunggu kiriman dari pak mentri. Kok jadi curhat sih😅 Author minta maaf yang sebesar-besarnya deh🙏🙏 Maafin ya.
total 1 replies
Dahminar Minar
mn upnya thor kok lm x
Alifhatul Marziah
visual thor
Novi Handayani
La juta Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!