NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Kecurigaan Barra

Ella tampak sangat bingung dan gugup. Ia berpikir keras apa yang harus dikatakannya kepada Leo agar rahasia Dinda tetap terjaga. Dengan terbata-bata dan suara yang sedikit gemetar, Ella akhirnya menjawab, "Di... Di... Dia mendapatkannya dari internet," ucapnya. Ella terpaksa berbohong karena ia tidak mungkin menceritakan kebenaran yang sesungguhnya kepada Leo saat ini.

"Pantas saja jadinya begini... Di internet itu banyak sekali penipuan dan kejahatan. Kenapa Lo dan Dinda tidak mencegahnya sejak awal?" ucap Leo dengan nada kesal dan sedikit tinggi.

Mendengar nada bicara Leo yang menuduh itu, Ella segera menjelaskan dengan sungguh-sungguh, "gue udah melarangnya dan melarangnya, Leo! Gue udah bilang kalau ada yang aneh dan ini berbahaya. Tapi Bianca tetap bersikeras untuk pergi karena dia sangat membutuhkan pekerjaan itu. Dia pikir gue cuma berprasangka buruk, padahal firasat gue benar-benar buruk saat itu," jelas Ella berusaha membela diri dan Dinda.

Akhirnya Leo mengerti dan percaya dengan penjelasan itu. Percakapan mereka pun berakhir, dan mereka berdua kembali masuk ke dalam lobi rumah sakit untuk bergabung dengan yang lain.

Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah yang serius. "Pasien mengalami trauma yang cukup berat, baik secara fisik maupun batin. Selain itu, kadar obat bius yang dimasukkan ke dalam tubuhnya juga cukup tinggi. Oleh karena itu, pasien harus dipantau selama 24 jam ke depan di rumah sakit ini untuk memastikan kondisinya benar-benar aman," jelas dokter panjang lebar.

Mendengar penjelasan dokter itu, air mata Dinda kembali menetes deras. Ia menangis semakin tersedu-sedu hingga matanya terlihat sangat bengkak dan sembab karena sudah lama menangis tanpa henti. Ella segera memeluk erat tubuh Dinda, berusaha menenangkan dan menguatkan Dinda , padahal di dalam hati Ella sendiri juga terasa sangat perih dan tersayat melihat penderitaan Bianca.

"Siapa yang setega ini ngelakuin hal sejahat ini pada Lo, Bi? Gue memang sering bertindak jahat dan licik, tapi gue tidak akan pernah berbuat sekejam itu kepada seorang perempuan," batin Ella seraya menatap lurus ke pintu ruangan tempat Bianca dirawat.

"Dok, apakah kami boleh melihat dan menjenguk kondisi Bianca sekarang?" tanya Leo dengan nada cemas.

Dokter menyarankan agar mereka bersabar dan menunggu sampai pasien sadar serta kondisinya sudah stabil. Nanti setelah Bianca dipindahkan ke ruang rawat inap barulah mereka boleh masuk dan menengoknya.

Mereka yang ada di sana mengangguk mengerti dan menyetujui saran dokter itu. Dokter pun berlalu pergi meninggalkan mereka.

Barra kemudian memberikan usul kepada Ella agar segera mengajak Dinda pulang. Melihat kondisi Dinda yang sangat kacau, lemas, dan terpukul, Barra merasa Dinda butuh istirahat yang cukup di rumah. Lagipula, ada dirinya dan Leo yang akan bergantian menjaga Bianca di rumah sakit ini.

Namun, Dinda menolak untuk pulang. Ia bersikeras ingin tetap tinggal di sana dan menunggu sampai Bianca sadar serta pulih kembali. Leo pun mencoba membujuk dan memberikan pengertian kepada Dinda dengan nada lembut.

"Din, sebaiknya Lo pulang dulu dan istirahat. Kalau Lo sakit atau jatuh sakit karena terlalu lelah dan sedih, nanti siapa yang akan merawat dan menemani Bianca saat dia pulih nanti? Tenang saja, gue janji kalau Bianca sudah sadar dan keadaannya membaik, gue akan segera menghubungi Lo dan memberitahu Lo," bujuk Leo dengan lembut dan tulus.

Akhirnya, Dinda luluh dan menuruti bujukan Leo. Sambil terisak dan sesegukan, ia berkata, "Janji ya... Lo harus kabari gue segera kalau Bianca sudah sadar."

Leo mengangguk mantap sambil tersenyum hangat. Ia bahkan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Dinda sebagai tanda janji yang tidak akan diingkari. Sebelum mereka pergi, Leo sempat berpesan kepada Ella.

"Tolong jaga Dinda baik-baik di sana ya," ucap Leo memohon dengan tatapan serius. Baginya, Dinda bukanlah orang asing atau orang lain, melainkan sosok sahabat yang sangat berharga dan penting. Dinda selalu berhasil membuatnya tertawa dengan tingkah polos dan lucunya, dan Leo sangat menyayanginya seperti saudara sendiri.

Ella mengangguk paham dan menjawab dengan tegas, "Pasti akan gue lakukan." Akhirnya, Ella dan Dinda pun berpamitan pulang meninggalkan rumah sakit.

Kini tinggal Leo dan Barra yang masih berada di rumah sakit. Mereka berdua berdiri di depan kaca ruang perawatan dan melihat ke arah Bianca yang masih terbaring lemas. Hati mereka berdua terasa sangat sedih, cemas, dan juga marah besar. Barra mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku jarinya memutih. Ia merasa sangat marah dan kecewa pada dirinya sendiri karena merasa gagal menjaga dan melindungi wanita yang dicintainya dari bahaya.

"Menurut Lo... Apakah kejadian ini murni kebetulan belaka, atau memang semuanya sudah direncanakan dengan sengaja?" tanya Barra tiba-tiba memecah keheningan, menatap tajam ke arah Leo.

Leo membalas tatapan Barra dengan pandangan yang sama tajamnya. "Apa maksud dari pertanyaan Lo itu, Ra? Kenapa Lo bicara begitu?" tanya Leo balik dengan nada serius.

Barra pun menjelaskan dugaannya kepada Leo. Ia mengatakan bahwa ada banyak hal yang terasa janggal dan aneh dari rangkaian kejadian yang menimpa Bianca. Ada banyak hal yang terlewatkan dan belum masuk akal bagi Barra. Leo tampak mengerutkan keningnya, tampak bingung dan penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Barra.

"Gue pergi dulu sebentar. Lo jaga Bianca di sini ya. Ada sesuatu yang harus Gue cari tahu dan selidiki kebenarannya sekarang juga," ucap Barra tegas kepada Leo. Tanpa menunggu jawaban Leo, Barra segera berjalan meninggalkan rumah sakit dengan langkah yang cepat dan penuh tekad.

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!