NovelToon NovelToon
MAHAR LUKA: Menikahi Janda Sang Kakak

MAHAR LUKA: Menikahi Janda Sang Kakak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:64.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ramanda

Maheer Arasyid terjebak dalam wasiat yang terasa seperti kutukan. Kepergian Muzammil, sang kakak yang tewas demi melindunginya dari maut di parkiran rumah sakit, meninggalkan duka sekaligus beban berat: Assel Salsabila.

Bagi Maheer, Assel bukanlah sekadar janda kakaknya, melainkan musuh bebuyutan sejak masa sekolah yang sangat ia benci. Alasan Maheer melarikan diri ke luar negeri bertahun-tahun hanyalah satu: menghindari fakta bahwa wanita "berbisa" itu telah menjadi bagian dari keluarganya.
Kini, demi menunaikan janji terakhir Muzammil dan menjaga senyum kecil Razka Arasyid, Maheer terpaksa mengikat janji suci dengan wanita yang paling ia hindari. Di balik benci yang membara, tersimpan rahasia masa lalu dan luka yang belum sembuh. Bisakah pernikahan yang dibangun di atas rasa bersalah ini berubah menjadi cinta, ataukah dendam lama justru akan menghancurkan segalanya?

Temukan jawabannya dalam kisah pengabdian dan benci yang berujung cinta ini. Dan jangan lupa berikan dukungannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SETIA KAWAN.

Di sebuah bangunan kayu bergaya klasik di pinggiran kota Melbourne, Hudson duduk dengan napas memburu. Di depannya, empat pria dengan perawakan atletis menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Noah, William, Leo, dan Oliver, mereka adalah lingkaran inti Maheer selama tujuh tahun membangun imperium di Australia. Hudson tahu, jika ia berhasil menghasut keempat orang ini, Maheer akan kehilangan kaki tangannya.

"Kalian harus sadar, Maheer telah berkhianat pada Ricardo!" seru Hudson dalam bahasa Australia, dengan nada tinggi, mencoba memancing emosi mereka. "Dia mengabaikan Lusi begitu saja. Padahal kalian tahu sendiri, kesuksesan yang dia nikmati sekarang adalah berkat bantuan Ricardo. Sekarang dia seperti kacang yang lupa kulitnya. Lusi menderita, dan Maheer malah bersenang-senang di Indonesia."

Hudson menjeda kalimatnya, menatap satu per satu wajah di depannya. "Aku datang mewakili mendiang Ricardo. Aku minta bantuan kalian agar Lusi mendapatkan kembali haknya atas perusahaan ini. Kita harus menyingkirkan Maheer."

Namun, suasana hening yang diharapkan Hudson justru pecah oleh suara tawa sinis dari Noah. Pria berambut pirang itu menatap Hudson dengan mata birunya yang dingin.

"Kau jangan mengada-ada, Hudson. Kami tahu persis bagaimana Maheer bekerja siang dan malam. Dia meraih kesuksesan dengan keringatnya sendiri. Kau tahu apa tentang kerja keras, hah?" tanya Noah tajam.

Oliver ikut menimpali dengan nada yang tak kalah sinis. "Kau pikir kami tidak tahu rencana busukmu? Selama ini kau sangat berambisi menguasai saham milik Ricardo, makanya kau terus menggunakan Lusi sebagai tamengmu untuk menghasut kami."

"Aah, dia ini hanya benalu bagi Ricardo," celetuk William sambil menyilangkan tangan di dada. "Gara-gara hasutanmu juga, Ricardo sering bertengkar dengan Lusi sebelum kecelakaan itu terjadi."

Leo yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara dengan nada menuduh. "Benar. Kau adalah penyebab kematian Ricardo yang sesungguhnya. Jika kau tidak meracuni pikiran Lusi, pertengkaran di pinggir jalan itu tidak akan pernah terjadi, dan Ricardo masih hidup hari ini."

Wajah Hudson memerah padam karena malu dan kesal. Ia tidak menyangka keempat teman dekat Maheer itu begitu setia dan mengetahui seluk-beluk kejadian yang sebenarnya. "Kalian akan menyesal karena membela pengkhianat seperti dia!" teriak Hudson sebelum akhirnya diusir secara kasar oleh Oliver dari rumah tersebut.

Setelah Hudson pergi, suasana menjadi lebih tenang namun penuh tanda tanya. Oliver menoleh ke arah teman-temannya. "Sepertinya Hudson sedang terdesak, makanya dia mulai bertindak gila. Ngomong-ngomong, apakah kalian sudah ada kabar dari Maheer? Sudah lama dia tidak memberi kabar."

"Sepertinya dia sudah sangat betah di Indonesia. Mungkin dia sedang mencari ketenangan di sana," ujar Leo sambil mengangkat bahu, tidak menyadari bahwa sahabatnya sedang bertaruh nyawa.

Tiba-tiba, ponsel William berdering nyaring. Nama Archie tertera di layar. William segera menekan tombol hijau dan mengeraskan suaranya.

"Ada apa, Archie? Apakah bosmu sudah bosan di Indonesia dan memutuskan kembali?" tanya William setengah bercanda.

"Pak Bos sudah kembali ke sini seminggu yang lalu, Will. Tapi saat ini beliau berada di rumah sakit," jawab Archie dengan nada serius di seberang sana.

Seketika keempat pria itu berdiri serempak. "Apa yang terjadi?" tanya mereka hampir bersamaan.

Archie menjelaskan secara singkat tentang pengkhianatan Hudson dan sabotase rem mobil yang mengakibatkan kecelakaan fatal. Mendengar itu, Oliver langsung berlari keluar rumah untuk mengejar Hudson, namun pria itu sudah menghilang dengan mobilnya. Tanpa membuang waktu, William menanyakan alamat rumah sakit dan mereka berempat langsung memacu mobil menuju pusat kota.

Sesampainya di ruang rawat, keempat pria bule itu tertegun di ambang pintu. Mereka melihat Maheer sedang bersandar di tempat tidur, tampak sedang menunjukkan sesuatu di tablet kepada seorang bocah laki-laki yang duduk manis di sampingnya.

"Maheer! Kau benar-benar ingin membuat kami serangan jantung?" seru William sambil melangkah masuk.

Maheer menoleh dan tersenyum tipis. "Kalian cepat sekali datangnya."

"Siapa anak laki-laki tampan ini?" tanya Leo sambil menunjuk Razka yang menatap mereka dengan penasaran.

"Dia anakku," jawab Maheer dengan nada bangga yang tidak bisa disembunyikan.

Keempat temannya saling berpandangan dengan mata melotot. "Anak? Kau punya anak?" tanya Noah tidak percaya.

Tepat saat itu, pintu terbuka. Assel masuk sambil membawa rantang makanan. Ia sempat terkejut melihat empat pria asing bertubuh besar di dalam ruangan. Maheer segera memberikan isyarat agar Assel mendekat.

"Dan ini adalah istriku," lanjut Maheer dengan senyum jahil.

Lagi-lagi, keempat pria itu seperti terkena sengatan listrik. Mereka menatap Assel yang tampak anggun dan cantik dengan hijabnya. Maheer yang selama ini dikenal sangat dingin, kaku, bahkan alergi terhadap wanita, tiba-tiba muncul dengan status suami dan ayah.

Oliver yang masih tidak percaya mencoba bertanya pada Assel dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. "Ap-apakah... benar kamu istri Maheer?"

Assel tersenyum sopan dan mengangguk. "Iya, benar. Saya istrinya."

Leo langsung nyeletuk tanpa filter. "Tidak mungkin! Selama tujuh tahun di sini, Maheer terlalu dingin pada wanita. Bahkan model-model tercantik di Australia pun takut mendekatinya. Jujur saja, kami sempat berpikir dia tidak normal karena tidak pernah tertarik pada perempuan."

Mendengar itu, Assel tertegun sejenak. Ada rasa lega yang tiba-tiba menyeruak di dadanya. Jadi, penjelasan Maheer tentang kesetiaannya selama tujuh tahun di Australia bukanlah isapan jempol belaka. Pria ini benar-benar menutup hatinya untuk siapa pun setelah berpisah dengan dirinya.

"Leo! Jaga mulutmu atau aku akan memecatmu dari daftar temanku!" bentak Maheer, meski wajahnya tampak sedikit salah tingkah di depan Assel.

William mencoba mencairkan suasana dengan menanyakan soal Hudson. Menyadari pembicaraan akan menjadi serius dan berbahaya, Maheer memberikan kode pada Hans yang berdiri di dekat pintu.

"Hans, tolong bawa istriku pulang ke mansion. Razka, kau ikut Mama, ya? Jaga Mama baik-baik selagi Papa bicara dengan paman-paman cerewet ini," pesan Maheer.

"Siap, Papa! Razka akan jaga Mama dari orang-orang jahat," jawab Razka dengan penuh semangat.

Setelah Assel dan Razka keluar dari ruangan, wajah Maheer kembali berubah serius. Ia menatap keempat sahabatnya dengan tatapan tajam.

"Maaf aku tidak mengabari kalian saat kembali seminggu lalu. Perusahaanku sedang dalam masalah besar karena pengkhianatan Hudson. Aku tidak ingin melibatkan kalian terlalu dini sebelum aku punya bukti kuat," jelas Maheer.

Keempat temannya mengangguk paham, meski ada gurat kekecewaan karena Maheer menanggung beban itu sendirian. Namun kini, setelah mengetahui sahabat mereka diserang secara fisik, mereka tidak akan tinggal diam.

"Hudson sudah melampaui batas, Maheer. Dia mencoba membunuhmu," ujar Noah dengan tinju yang mengepal. "Katakan apa yang harus kami lakukan. Kami akan pastikan dia tidak punya tempat sembunyi lagi di Australia ini."

Maheer menyandarkan kepalanya, matanya menatap langit-langit ruangan dengan penuh rencana. "Gunakan seluruh koneksi kalian. Aku ingin setiap aset yang disentuh Hudson dibekukan. Dan Archie, bagaimana dengan rekaman dari bengkel tempat mobilku disabotase?"

"Sudah di tangan, Tuan. Kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkannya pada pihak berwenang," jawab Archie.

Di sisi lain, di dalam mobil menuju mansion, Assel terdiam menatap jalanan. Perkataan teman-teman Maheer tentang betapa dinginnya pria itu pada wanita lain, terus terngiang di telinganya. Rasa percaya yang sempat hancur tujuh tahun lalu kini perlahan-lahan mulai tersusun kembali, membentuk sebuah pondasi yang lebih kuat. Namun, ia tahu bahwa tantangan sesungguhnya bukan hanya soal perasaan, melainkan keselamatan mereka di negeri yang asing ini.

Apakah keberadaan teman-teman Maheer cukup untuk menjamin bahwa Hudson tidak akan menyentuh keluarga kecil mereka? Assel mengeratkan pegangannya pada tangan Razka, bersiap untuk menghadapi badai apa pun yang akan datang.

1
Radya Arynda
semangaat,,,semogah linda dan william cepat nikah 💪💪💪💪💪💪💪💪
Enny Suhartini
wah bakal ada kejutan besar👍
Lia siti marlia
jadi gak sabar yah bagaimana reaksi mahher apa dia bakal senang atau bakal makin galau 🤣🤣🤣karna kedatangan assel 🤭🤭
Lia siti marlia
semangat will perbaiki agama dan diri sendiri👍💪lah ahel ahel kasian kamu yah harus nahan 🤭🤭🤭
partini
menjadi lebih baik kali sempurna itu kata yg wow Will, sempurna hanya milik sang pencipta bukan manusia
Lia siti marlia
untung nya semua bisa di bicarakan 😍😍👍
Lia siti marlia
aduh aduh jangan sampai kata kata assel merenggangkan hubungan mereka ...sabar yah mahher 💪😍😍
partini
good story
Lia siti marlia
selamat yah acel dan ahel atas kehamilanya 😍👍
Lia siti marlia
jangan jangan razka mau punya adek🤭🤭
Eliermswati
jngn2 hamil lg thor klo iya wah razka bkl punya ade nih😂😂 bkl ad anggota bru keluarga arasyid smng baik-baik sj y, smngt thor up nya
azzura faradiva
bagus
azzura faradiva
yeeeyyyy.... akhirnya bakalan launching Maher/asel versi sachet
Radya Arynda
semangaaay will
Radya Arynda
semangaaat wiiiilllll💪💪💪💪
Radya Arynda
mantap,,,
Lia siti marlia
semoga kalian berjodoh linda willian kan jodoh di tangam authorrr🤭🤭👍
Lia siti marlia
sabar yah william jodoh gak akan kemana💪💪💪
partini
semoga nanti berjodoh
Lia siti marlia
selamat yah willian kamu udah sunat semoga kedepanya Alloh permudah jalanmu untuk mendapatkan linda 🤭😍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!