Akibat terlalu baik sama seseorang yang tak cukup dekat, membuat ia harus terjebak dengan kisah satu malam yang rumit.
hingga suatu ketika benih itu tumbuh dirahim nya, ia meminta pertanggung jawaban tapi apa yang ia dapatkan.
" gugurkan saja kandunganmu! aku tak akan menikahi mu!" ucap seseorang dengan tegas, rahang otot ny terlihat, mata nya yang lebar tampak melotot.
*****
beberapa tahun kemudian ia bertemu kembali dengan laki-laki itu, tapi ia tampak berbeda, dia berubah, berusaha mendekati anak nya dan diri nya?
lalu gimana kelanjutan nya cusss baca!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkky_11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mulai dekat.
Alis andito terangkat satu." ngapain?" ulang nya.
Saat ingin melanjutkan kembali ucapan nya, tiba-tiba ada suara deru mobil yang berhenti didepan pagar. Andito menoleh, " kamu ada janji?" tanya nya dingin.
" bukan urusan kamu!" tatapan nya tampak tak suka.
" naura lagi enggak dirumah," ucap nya lagi sebelum menggeser tubuh andito, lalu menyambut aldian yang datang. tak lupa bibir nya terus melengkung ke atas. " hai.." ujar nya, saat aldian keluar dari mobil nya.
Sedangkan andito, tampak diam menyaksikan, menggambil kursi yang berada disamping nya lalu menduduki nya.
" ka..mu.." terhenti, tatapan nya terfokus sama seorang laki-laki yang duduk diteras nya.
Lia yang mengerti kemana arah mata aldian, buru-buru menjawab nya." dia andito, tem—"
" sayang kamu ada tamu?" teriak nya, ia berdiri dari tempat nya, dan mendekat kearah nya.
" hai..kenalin andito." lalu ia mendekat kearah aldian, mengulurkan satu tangan nya.
Tangab itu disambut. " calon suami nya." bisik nya, yang mampu membuat tubuh aldian tampak kaku dan menegang.
mata lia melotot, buru-buru ia menepis kata itu." bukan, dia emang suka ngasal kalau bicara." jawab nya, kemudian ia manarik tangan aldian dari hadapan andito.
lia membawa aldian kedalam, dan menyuruh nya duduk disofa, lalu andito tampak dia menyaksikan, tanpa disuruh duduk, ia lebih dulu duduk disamping lia, hingga posisi nya saat ini, ia di hampit sama dua laki-laki.
Lia menghela nafas panjang. " bisa geseran dikit enggak sih to?" ia menoleh, menatap tajam andito.
Kenapa coba laki-laki imi bisa berada disini?
" kenapa aku?" ujar nya tak terima, ia memberi isyarat dengan dagu nya kearah aldian." kenapa enggak dia aja?"
" dia pacar aku."
" dan kamu siapa, hah?" ucap nya ketus, tatapan nya berubah menjadi kebencian. Kata-kata nya mampu menghipnotis andito.
ekhem..
andito berdehem, kemudian ia berdiri dari tempat nya, menaruh bawahan nya, tanpa pamit, ia pergi.
aldian merasa tak enak, " aku.."
lia memegang tangan aldian." jangan pergi, disini saja." ujar nya, nada nya berubah menjadi lembut.
" ta...pi.."
" udah biarin, dia itu memang perlu digituin." ujar nya, tanpa memperdulikan andito yang berada diambang pintu.
" emang siapa dia?" kini aldian bertanya, dengan menatap mata lia, tapi yang ditatapan mengahlikan nya.
" teman aku." gugup, terbata, ia masih belum bisa mengungkap kebenaran nya.
" teman?" aldian mengulangi nya.
Lia mengangguk mantap.
" udah ah, jangan dibahas terlalu dalam." ucap nya, ia mencoba mencari topik yang lain.
*
Andito berada didanau yang dulu pernah ia datangi, bersama lia. Tatapan nya beradu sama air nya yang hijau. Ia tersenyum kecut." kenapa aku jadi begini?" gumam nya.
Menghela nafas nya panjang. ucapan lia tadi seakan-akan menghantam fikiran nya," kalau dia sudah punya kekasih, lalu gimana dengan anak nya?"
" Apakah ia bisa mewujudkan impian nya untuk menggapai cinta lia. Dan meciptakan keluarga yang utuh untuk anak nya?" ucap nya yang tertuju kepada ketenangan yang berada dihadapan nya.
" om.... Andito?" suara itu.
" ahh tidak mungkin."
" om.." kali ini ada sentuhan hangat, dipundak nya.
Benar, saat ini ia tidak sedang berhalusinasi.
" hai.. Cantik, kamu ada disini?"
Naura menganggukkan kepala nya.
" iya, lagi diajak jalan-jalan sama mbk yuyun." ucap nya kemudian andito mencari keberadaan mbk yuyun itu.
" mana?" tanya nya.
naura menunjukan keberadaan mbk yuyun yang sedang mengantri membeli es krim.
dan mulai saat itu aku gk sembarangan deket laki,. kl anakku dah oke baru aku serius tp kl anakku gk suka ya udah gk maksa. krn anak lbih penting Dr apapun.