Kelanjutan dari Cinta Pengganti Season 1 (Season 2)
Rafandra Jhonathan Sanjaya, sosok pria yang di gandrungi para wanita karna sosoknya yang begitu sempurna. Siapa yang tidak mengenal putra tunggal dari Nathan dan Anel.Pewaris satu - satunya keluarga Sanjaya.
Tapi sayangnya Fandra harus menelan pil pahit saat baru kembali dari menempuh pendidikan, dirinya harus menikah dengan Rania seorang pembantu rumah tangga orang tuanya, karna kesalahan yang tidak ia sengaja.
Akankah pernikahan Fandra sama dengan kisah orang tuanya, ataukan Fandra akan menerima statusny dengan lapang dada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang di waktu yang tepat
Brakkkk
Hanya sekali tendangan saja pintu itu sudah terjungkal ke bawah,Fandra berdiri dengan wajah merah dan rahang mengeras.Terlihat tangan yang begitu kekar memperlihatkan otot ototnya terkepal dengan sempurna,siapa pun yang melihatnya akan merasa merinding.
"Hikssss......Ma......s Fandra."Rania berucap dengan bibir bergetar dan suara yang sangat lemah.Karna rasa sakit,takut,lapar dan juga haus membuatnya terlihat menyedihkan.
"Brengs*k,Siapa kau?Berani beraninya kau menggangu kesenangan kami."Ucap Sam yang sudah siaga dengan senjata di tangannya
Fandra menatap laki laki yang ada di depannya itu dengan tajam."Kau ingin tau siapa aku?Aku adalah suami dari wanita yang kalian sandra."Ucap Fandra dengan nada dingin.
"Hahahahaha,jadi kau suami wanita cantik ini."laki laki yang bernama jo itu terbahak sambil mencengkram dagu Rania
"Lepaskan tangnmu dari wajah istriku,atau aku akan meremukan tulang tanganmu itu."Triak Fandra
"Majulah,selamatkan istrimu ini jika kau bisa."Jo berucap sambil menodongkan belati ke leher Rania.
Fandra semakin di buat murka,Tapi ia harus sedikit bersabar,karna Aldo tengah mencari sela untuk bisa melumpuhkan mereka berdua tanpa melukai Rania.Sedangkan Anak buah Fandra yang ada di belakangnya juga sudah siaga dengan senjata di tangannya.
"Kenapa Tuan,apa kau takut terjadi sesuatu pada istri mu ini,hahahahaha."Sam kembali tertawa saat melihat Fandra hanya hanya berdiri memandangi Meraka berdua.
Fandra menyeriangai saat laki laki di depan nya itu terbahak,dan di saat keduanya lengah Aldo dengan cepat menembak kaki orang yang ada di belakang Rania.sedangkan Fandra langsung menarik laki laki bersenjata di depannya itu dengan sigap.
Dan dengan sekali gerakan Fandra,laki laki itu sudah langsung terkapar di lantai tak bernyawa.Sedangkan laki laki yang kakinya tertembak langsung di bekuk oleh anak buah Fandra.
Fandra mendekati kursi yang mengikat tubuh Rania."Maafkan aku sayang,Maaf."Fandra tertunduk lemas di depan sang istri,hatinya begitu teriris melihat keadaan Rania yang begitu menyedihkan.Wajahnya yang penuh dengan luka dan juga sangat pucat membuat Fandra begitu merasa bersalah.
"Mas."Rania berucap dengan lirih,terlihat senyum di wajah walaupun kini ia sedang tidak baik baik saja.
"Sayang,kau tidak apa apa."Fandra menatap wajah pucat sang istri,membelai lembut wajah yang sangat membuatnya khawatir.
Rania masih tersenyum ke arah sang suami,hatinya begitu lega karna kehormatannya masih bisa di selamatkan."Hemmmm,Aku sangat mengantuk Mas."ucap Rania lirih
Fandra segera melepaskan ikatan tangan dan kaki Rania,Setelah semua ikatan tali itu lepas Fandra dengan cepat menggendong tubuh sang istri,membawanya keluar dari tempat terkutuk itu.
"Kau akan mendapat balasnya Nessa,aku tidak akan mengampunimu,kau sudah membuat istriku sangat tersiksa."Batin Fandra
Fandra berjalan keluar dari gudang itu menuju Mobilnya.Sesampainya di mobil,Fandra meletakan tubuh sang istri di kursi belakang.
"Tuan Muda,anda tidak apa apa."Aldo datang setelah memebereskan semua orang orang Nessa
"Tidak Paman."Jawab Fandra."Paman,bisakah aku minta tolong untuk mengemudikan mobil ini."Ucap Fandra cepat
"Tentu saja Tuan Muda,Kita akan langsung membawa Nona Rania ke Rumah sakit."Ucap Aldo cepat
Fandra bergegas masuk ke dalam mobilnya,begitupun dengan Aldo.dengan kecepatan tinggi Aldo melajukan mobilnya,karna Aldo sangat khawatir melihat kondisi Rania.
Rumah sakit
Rania tengah mendapat penanganan dokter,kondisinya yang lemah dan luka yang di dapatnya,membuat Rania tidak sadarkan diri.Fandra yang menunggu di depan ruangan itu sangat cemas,ia terus saja mondar mandir bak setrikaan.
"Tuan tenanglah,saya yakin Rania akan baik baik saja."Ucap Aldo mencoba menenangkan Fandra
"Kakak."Triakan Kinan yang baru saja tiba,membuat Fandra dan Aldo mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu.
"Kenapa kalian kemari?"Fandra sedikit terkejut melihat adiknya datang
"Kami sangat cemas saat mendengar Rania di culik,jadi kami langsung saja kemari."Jawab Alin cepat
"Bagaimana keadaan Rania Kak?Apa dia terluka parah?"Kinan bertanya dengan wajah sendu
"Kakak belum tau,karna dokter belum kelur sejak tadu."Jawab Fandra cepat
"Kak,Kinan membawakan makanan untuk Kakak."Ucap Kinan sambil menyodorkan maknan yang ia bawa dari rumah tadi
"Kakak tidak lapar,berikan saja itu pada Paman Aldo."Ucap Fandra
"Baiklah."Kinan berjalan ke arah Aldo,asisten pribadi sang Papa."Paman,Kinan membawa makanan untuk Paman."Ucap Kinan sambil menyodorkan kotak makanan yang ada di tangannya
"Trimakasi Nona."Ucap Aldo mengambil kotak makanan itu dari tangan Kinan.
"Sama sama Paman.Ohhh ya Paman,Apa Paman sudah mberitau Mama dan Papa?"Tanya Kinan cepat
"Belum Nona,Paman akan memberitau Nyonya Dan Tuan basok siang saja."Jawab Aldo sambil tersenyum ke arah Kinan
"Baiklah Paman."ucap Kinan duduk di antara Aldo dan Alin
Tidak lamam setelah Kinan datang,dokter yang menangani Rania pun akhirnya keluar.Fandra yang sejak tadi sudah tidak sabar pun langsung menghampiri dokter itu
"Bagaimana istri saya dok?"Tanya Fandra cepat
"Istri Tuan tidak apa apa,Nona hanya mengalami syok dan juga dehidrasi,sementara Nona masih di pengaruhi obat bius,saya berharap Tuan bisa membiarkan Nona istirahat."ucap Dokter itu cepat
"Apa saya bisa melihat istri saya Dok?"Fandra kembali bertanya
"Tentu saja Tuan,silakan."Ucap Dokter itu lalu berlalu meninggalkan Fandra dan yang lainnya
"Tuan Muda,Paman akan pulang terlebih dulu,jika Tuan Muda perlu sesuatu langsung saja hubungi Paman."Ucap Aldo sebelum Fandra masuk ke dalam
"Baik Paman,Fandra titip prusahaan ya Paman."Ucap Fandra
Aldo mengangguk lalau berlalu meninggalkan Rumah sakit itu.
"Kakak kami akan menunggu disini saja."Kinan ingin memberi waktu sang Kakak untuknya bersama dengan Rania
"Baiklah."Ucap Fandra lalu masuk ke dalam ruangan aang istri
Perlahan Fandra mendekati brankar Rania,di atas brankar itu Fandra melihat sang istri yang tengah berbaring dengan wajah yang begitu pucat dan di penuhi luka lebam.Hati Fandra semakin terisis melihat kondisi sang istri.Fandra duduk di sebelah brankar sang istri,mengangkat tangannya membelai lembut kepala sang istri.
"Istirahatlah Sayang,aku akan menjagamu disini,dan aku berjanji tidak akan membiarkanmu terluka seperti ini lagi."Ucap Fandra dengan wajah sendu.
Pagi hari ini cuaca sangat mendung,seakan langit pun ikut merasakan sakit yang di rasakan oleh pasang suami istri yang baru saja tertimpa musibah.
"Kak."Panggil Kinan saat ia masuk untuk melihat sang kakak
Fandra tidak bergeming,mungkin ia terlalu fokus menatap wajah sang istri yang begitu tenang saat mata wanita itu terpejam.
"Kakak."panggil Kinan sambil menepuk bahu sang kakak
Fandra mengalihkan pandangannya ke arah Kinan sang adik.
"Lebih baik kakak pulang dulu,bersihkan badan kakak,biar Rania kami yang menjada."ucap Kinan cepat
"Tapi kakak masih ingin menjaganya."ucap Fandra cepat
"Kakak jangan seperti ini,jika Rania sadar dan melihat kondisi kakak seperti ini,maka ia pasti akan sangat sedih."bujuk Kinan
Fandra terlihat berfikir,ia kembali menatap ke arah sang istri,mungkin hatinya masih sangat berat untuk meninggalkan sang istri di sini."Baiklah."Masih menatap wajah sang istri."kakak titip Rania,dan jangan meninggalkannya sendiri."Ucap Fandra tegas
"Kami mengerti kak."jawab Alin cepat
Fandra pun bergegas menuju rumahnya,ia ingin segera sampai di rumahnya dan secepatnya kembali ke Rumah sakit.Tapi sebelum Fandra kembali ke Rumah Sakit,ia akan ke rumah sang istrinya untuk menjemput Dika,karan bagaimanapun Dika adalah adik dari Rania,ia juga harus mengetahui keadaan sang kakak.
\BERSAMBUNG
**MAAF YA JIJA KALIAN MENUNGGU KELANJUTAN CERITANYA CUKUP LAMA.KALIAN TAU SENDIRI JIKA AUTHOR AKAN MERAYAKAN HARI RAYA,JADI MOHON PERMAKLUMAN DARI KALAIN SEMUA.
AUTHOR TETAP AKAN UP,TAPI TIDAK SESERING BIASANYA.JADI TETAP DUKUNG CINTA PENGGANTI DENGAN VOTE,LIKE DAN JUGA KOMENTAR POSITIPNYA.TRIMAKASIH😊**
dasarrrr ga tahu diri. sdh kasih hati masih minta jantung. begitu kalau wanita sdh tahu kalau laki2 sdh mencintainya. maunya semena menanya menurutnya dia paling benar
ditunggu....
pasti akan langsung masuk list favorit...
semoga si kembar sehat selalu