Kisah hidup seorang Pendekar Sakti di Alam Surgawi yang bernama Shen Yuan yang mengalami reinkarnasi dan terlempar ke Alam Fana. Ia berhasil hidup kembali ke tubuh seorang pemuda biasa yang memiliki nama yang sama dengannya. Bahkan Liontin Giok Ungu yang menjadi benda pusaka menjadi teka-teki yang baru terpecahkan ketika Shen Yuan mengalami kebangkitan kembali setelah dikhianati.
Tidak seperti kehidupan sebelumnya, kini ia merasakan jalan hidupnya lebih berat dan penuh tantangan. Shen Yuan tidak menyangka jika di Alam Fana ia mengalami petualangan yang sangat menarik.
Dengan pengalaman sebelumnya, ia berusaha menerima takdir kehidupan barunya dan meraih puncak kultivasi dengan jalan berliku dan penuh perjuangan, bahkan kisah percintaannya membuat perjalanan hidupnya lebih berwarna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Lim's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepedihan Tang Xiaomi
"Kau sepertinya adik dari wanita itu, meskipun kau tidak memiliki tubuh khusus seperti kakak mu namun kau cukup cantik untuk menemaniku bermain sepanjang hari" ucap Du Gong dengan senyum cabul.
"Deg" jantung Shen Yuan berdetak keras, ia menatap dalam-dalam ke arah Du Gong sambil berkata.
"Apa yang telah kau lakukan pada Tang Mulan?"
"Owh... Seharusnya kau adalah lelaki tak berguna itu ya? Bukan.. Seharusnya kau adalah lelaki bodoh yang tidak memanfaatkan tubuh Yin itu. Tapi aku berterimakasih atas kebodohan dan perawatan mu padanya sehingga aku benar-benar memetik hasil yang maksimal" ucap Du Gong dengan senyum puas.
"Apa maksudmu?" tanya Tang Xiaomi dengan wajah merah menahan kemarahan.
"Tentu saja menikmati tubuhnya yang masih murni selama beberapa hari ini, kekuatanku berkembang sangat pesat karenanya dan sebentar lagi kau juga akan merasakannya. Hahahaha.." ucap Du Gong diikuti dengan gelak tawa, pandangannya menyapu tubuh Tang Xiaomi penuh nafsu.
"Hahaha"
"Hahaha"
"Hahahaha"
Suara Du Gong diikuti tawa para Tetua,dengan kedatangan Ketua Sekte jelas mereka merasa unggul dan ingin segera menguliti Shen Yuan bersama-sama.
"Kurang ajar, dasar orang tua cabul" umpat Tang Xiaomi dengan penuh kekesalan, namun dihatinya ia sangat sedih mendengar nasib kakaknya.
Tang Xiaomi mundur dan memandang ke arah Shen Yuan, ia merasa kakaknya benar-benar bodoh menyia-nyiakan lelaki yang luar biasa dan memilih jatuh dalam jurang kehinaan bersama lelaki cabul tersebut.
Shen Yuan menarik napasnya dalam-dalam, meskipun ia tidak memiliki hubungan dengan Tang Mulan namun sebagai manusia ia hanya bisa bersimpati. Semuanya sudah sampai di titik ini, hidup dan mati manusia sudah digariskan. Sekeras apapun Shen Yuan memperingatkan, namun Tang Mulan sudah memilih langkahnya sendiri.
Shen Yuan tersenyum getir, lalu menghilang seperti hantu dan tiba di depan Du Gong dalam sekejap.
"Kamu... Bagaimana kamu melakukannya?" tanya Du Gong dengan ekspresi panik.
Ia sudah berada di Tingkat Dewa, jangankan di Jianghai bahkan di Kota Jiangnan saja keberadaan Tingkat Dewa adalah sesuatu yang sangat langka. Namun ia sama sekali tidak dapat melihat pergerakan Shen Yuan, bahkan pada saat ini ia tidak bisa mengeluarkan auranya di hadapan Shen Yuan.
Atas perubahan situasi yang tiba-tiba ini membuat Du Gong menyadari, jika pihak lain bukannya bodoh tidak memanfaatkan tubuh khusus Tang Mulan, itu hanya berarti jika pihak lain sudah berada di tingkatan itu.
"Kamu... Siapa sebenarnya kamu?" tanya Du Gong ketakutan.
Mata Shen Yuan berkilat, lalu telapak tangannya seperti pisau menghantam leher Du Gong.
"Bugh"
Kepala Du Gong terjatuh ke tanah, darah segar berwarna kehitaman menyembur dari tubuh Du Gong sebelum akhirnya ambruk ke tanah.
"Mati" seru seorang Tetua dengan refleks.
Saat ini ekspresi semua Tetua berubah.
Mereka yang baru saja tertawa langsung tercengang, seseorang yang berada di Tingkat Dewa tewas begitu saja. Tubuh mereka gemetar ketakutan, kaki mereka lemas tak berdaya.
Mereka semua segera berlutut, menyadari jika Sekte Du telah menyinggung pihak yang seharusnya tidak boleh disinggung.
"Ampuni kami"
"Ampuni kami"
"Tolong kasihanilah kami"
Suara meminta ampun keluar dari mulut para Tetua, mereka hanya mengharapkan pengampunan dari Shen Yuan.
"Sekarang kalian boleh mati" ucap Shen Yuan.
Shen Yuan melangkah maju, sebuah energi tak kasat mata membungkus para Tetua tersebut hingga tidak bisa bergerak sedikitpun, bahkan untuk bersuara meminta tolong pun mereka sudah tidak mempunyai hak itu.
Di saat yang sama sebuah energi eksternal dari tubuh Shen Yuan keluar seperti mata pedang, dalam satu gerakan energi pedang yang tajam menebas ke arah para Tetua dengan brutal.
Dalam sekejap tujuh orang Tetua tewas dengan mengenaskan, mereka meregang nyawa dengan tidak puas. Dengan demikian, pembantaian sepihak telah usai, menyisakan Shen Yuan sebagai pemenang.
"Kakak Shen, mari kita cari kakakku" ajak Tang Xiaomi dengan cemas.
Setelah mendengar perkataan Du Gong, pikirannya berkecamuk. Jelas ia tidak dapat membayangkan penderitaan apa yang baru saja diterima oleh kakaknya.
"Ya, baiklah" ucap Shen Yuan mengangguk setuju.
Shen Yuan kemudian berjalan bersama Tang Xiaomi memasuki bangunan Sekte Du, dengan kemampuan yang dimilikinya Shen Yuan memindai aura kehidupan di sekitarnya. Namun ia hanya bisa merasakan aura seseorang yang tampaknya sedang berkultivasi, itu adalah Shen Jun!
"Kuharap kau bisa menenangkan diri, aku sepertinya sudah tidak dapat merasakan aura kehidupan Tang Mulan" ucap Shen Yuan dengan tenang.
Mendengar perkataan Shen Yuan membuat tubuh Tang Xiaomi bergetar, meski ia sudah membayangkan skenario terburuk yang menimpa kakaknya namun ia tidak membayangkan jika kakaknya sudah berakhir.
Tang Xiaomi berusaha tegar, ia memegang tangan Shen Yuan dengan erat. Baru saja ia melewati gunungan mayat, sebagai wanita biasa ia masih merasa kuat. Namun mendengar kakaknya sudah tiada, hatinya menjerit pilu. Meski ia masih ingin memaki kebodohan Tang Mulan, namun ia belum siap jika kakaknya tewas dalam kondisi tragis seperti ini.
Shen Yuan melangkah menuju sebuah ruangan, ia menendang sebuah pintu dengan keras dan menyaksikan Shen Jun tengah berkultivasi dengan serius.
Namun mendengar sebuah pintu yang hancur membuat Shen Jun terbangun dari kultivasi tertutupnya. Segera kedua matanya terbuka dan melihat sosok pemuda yang sangat ia benci.
"Bagaimana bisa kau masuk ke sini?" tanya Shen Jun ketakutan.
Shen Yuan adalah momok yang mengerikan baginya, bayangan luka saat di pertandingan bakat muda membuatnya ngeri setiap melihat Shen Yuan. Demi membalaskan dendamnya bahkan ia sampai mengorbankan wanita tercintanya, kini melihat Shen Yuan di depannya dan telah mengganggu proses kultivasinya membuat api kebencian semakin besar.
"Dimana Kakakku?'" tanya Tang Xiaomi tiba-tiba, aura dingin di wajahnya penuh kemarahan saat menatap Shen Jun.
Shen Jun baru menyadari jika ada orang lain yang datang ke tempat ini, menyaksikan suasana yang begitu hening membuat Shen Jun curiga jika sesuatu yang buruk telah terjadi.
"Tang Mulan sudah mati.. Ia benar sudah mati" jawab Shen Jun ketakutan, ia jelas memiliki trauma psikis saat berhadapan dengan Shen Yuan.
"Dasar pembunuh, kaulah yang membawa kakakku ke tempat ini" raung Tang Xiaomi dengan penuh kemarahan.
"Ia ada di samping kamar ini, periksa saja jika tidak percaya. Semua ini perbuatan Ketua Sekte, aku...aku tidak bersalah" ucap Shen Jun ketakutan.
Shen Yuan yang sedari tadi terdiam langsung bergerak, sebelumnya ia memberikan kesempatan Shen Jun untuk merenungkan kesalahannya. Tetapi orang ini justru bertindak lebih jauh dan menimbulkan kematian di pihak lain.
Sebuah tendangan keras melesat dan mendarat di leher Shen Jun, tanpa bisa berkata lagi tubuh Shen Jun terbang ke udara sebelum jatuh menghantam dinding.
"Braak"
Tubuh Shen Jun jatuh berlumuran darah, matanya melotot tidak percaya jika Shen Yuan membunuhnya tanpa berkata lagi.
Tang Xiaomi segera bergegas ke kamar berikutnya, ia mendapati sebuah kamar tidur berukuran cukup besar dengan sesosok tubuh tubuh telanjang terlihat.
Tang Xiaomi berjalan perlahan, ia melihat tubuh seorang wanita yang mengering dengan cekungan tulang belulang yang terlihat jelas. Wajahnya terlihat mengenaskan dengan bentuk rahang seperti wanita tua berusia delapan puluh tahun. Di beberapa bagian tubuhnya masih terdapat darah segar yang mengalir, membuat pemandangan mengerikan yang tidak pernah tergambarkan di benak tang Xiaomi sebelumnya.
Melihat beberapa aksesoris gelang dan kalung yang terdapat di mayat tersebut, jelas itu adalah mayat kakaknya. Tang Xiaomi tidak dapat membayangkan penyiksaan macam apa yang telah dialami oleh kakaknya, tak kuasa air matanya jatuh dengan derasnya.
Melihat Shen Yuan yang datang, ia segera berlari dan memeluk tubuh Shen Yuan dengan erat. Tang Xiaomi begitu emosional, ia sebenarnya sangat kecewa dengan Tang Mulan yang begitu bodohnya melepaskan pria yang dipilihkan ayahnya untuk menjadi suaminya. Kini bagai menerima karma buruk, hingga matipun Tang Mulan berada dalam kondisi ternistakan.
Shen Yuan menatap lirih ke arah jasad Tang Mulan, lalu menenangkan Tang Xiaomi yang menangis terisak menahan kepedihan mendalam.
"Sebaiknya kau tenangkan dirimu, aku akan membawa pulang jasad kakakmu" ucap Shen Yuan dengan lembut.
Kemudian Shen Yuan pergi mencari peti mati, sedangkan Tang Xiaomi bergegas menutupi jasad kakaknya yang sepertinya belum lama meninggal. Dengan airmata yang terus mengalir, ia membungkus dan menutupi tubuh kakaknya dengan baik menggunakan pakaian yang berserakan di sekitarnya. Pakaian yang terakhir kali digunakan kakaknya saat meninggalkan kediaman keluarganya.
Tidak lama kemudian Shen Yuan muncul, lalu mengangkat jasad Tang Mulan ke dalam sebuah peti mati lalu membawa benda tersebut ke luar dari lokasi Sekte Du. Sebelum meninggalkan Sekte, Shen Yuan segera membakar seluruh bangunan Sekte dan membuatnya habis dilalap api.