Daniella Liontin B.A.Y , terlahir nama seperti itu dan dia tidak tahu arti dari BAY itu , ia dirawat oleh pengasuh ibunya bernama Aisyah dan Parta , sementara ibunya Ella meninggal tak berselang lama setelah bertemu dengan pengasuhnya itu, keduanya sudah dianggap nenek dan engkongnya sendiri.
Engkong Parta meninggal saat Ella masih kecil.
hingga Nenek Aisyah meninggal ia diberi wasiat nenek Aisyah suruh mengambil liontin yg berada di tas milik nenek yg disimpannya di lemari . Di tas tersebut ia juga menemukan kartu nama dan ponsel jadul , dan Ella juga diminta untu mencari orang bernama Budiman sesuai kartu nama yg ditemukan, Fakta mengatakan Budiman adalah seorang pengacara saat diketahui lewat kartu nama di tas nenek Aisyah. namun semuanya buntu , karena nomor ponsel dan alamat yg tertera tidak dapat menemukan orang yg dicarinya . hingga Ella menelpon orang yg sering dihubungi lewat ponsel itu , sedikit demi sedikit terkuak .
dgn kemampuannya meretas , Ella pun mencari tahu semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semuanya Masih Abu Abu
" Leana adik kandung ayahmu Ella.." Paman Deni pun menjelaskan tentang siapa Leana itu kepada Ella.
" Bagaimana cara mencari keluarga ayah , kemarin ketemu ayah saja di negara S di Eropa sana...."
Wajah Ella menunduk dan sedih mengingat kembali kejadian satu tahun itu.
" Negara S ...? "
Paman Deni tak percaya jika adik iparnya berada disana. Ella pikir pamannya ini tidak tahu secara detail tentang ayahnya itu. Sehingga terlihat kaget dan ragu jika ayahnya di rawat selama ini di negara S di Eropa. Ella juga berfikir jika pamannya ini bahkan tidak tahu , jika ayahnya adalah Brian Anderson .
" Paman tahu nama lengkap ayah....?" Tanya Ella , seketika membuat Deni tampak berfikir.
" Yairs Wardoyo , yg paman tahu...."
Ella hanya menunduk dan geleng geleng kepala saja, tepat seperti tebakannya. Kemudian Ella melihat sekitarnya , tampak masih ada orang yg lalu lalang membantu Ella untuk persiapan acara besok .
" Besok Ella kasih tahu tentang semuanya...paman sekeluarga menginap disini ya...!" Perintah Ella kepada paman dan bibinya , untuk menginap ditempat nenek Ais.
Ella lalu mengambil minum yg disediakan mpok Odah tadi. Kemudian Ella menyuruh paman bibinya serta kakak sepupunya itu untuk meminum dan menikmati cemilan yg ada. Deni tidak begitu mengenal engkong Parta. Jadi ketika Ella bercerita kisah dari awal hingga hari ini hanya pada inti intinya saja tidak lebih.
" Jadi apa rencanamu Nak...? " Kata paman Deni kepada Ella yg masih menikmati teh hangatnya itu.
" Belum tahu paman , nanti Ella tanya dulu dengan orang kepercayaan ayah..." Jawab Ella sambil melambaikan tangannya ke mpok Odah yg lewat .
Mpok Odah datang , ikut mengobrol dengan mereka. Mpok Odah sesekali bertukar pendapat dan pikiran. Mbak Watik keluar membawa nampan berisi nasi dan sayur . Mbak Sri juga datang membawa lauk dan berbagai jenis lalapan , kemudian mereka pun memperkenalkan diri . Mpok Odah mempersilahkan untuk makan malam seadanya dan mereka pun menemani. Bunda Susi ingin lebih akrab dengan mereka. Setelah selesai makan mereka melanjutkan perbincangan , terutama ibu ibu sambil membungkus berbagai makanan untuk acara besok.
Deni pun keluar menemui bapak bapak yg lagi istirahat. Deni berkenalan dengan mereka bersama Andika. Deni bercerita tentang dirinya selama ini mencari keberadaan adiknya itu. Bapak bapak pun antusias saling berbagi cerita. Hingga waktu menunjukkan pukul 9 malam , bapak bapak pamit untuk pulang. Deni pun mengucapkan terima kasih karena telah dibantu .
Deni sesaat melihat Ella sedang bertelepon dengan seseorang. Deni mengabaikannya kemudian masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Dika. Ella pun juga masuk kedalam rumah.
" Nak , tolong besok antar paman ke makam ibu dan ayahmu , serta bibi Aisyah ya .." Pinta paman Deni kepada Ella untuk mengantarnya ke makam dan Ella pun mengangguk.
" Paman dan bibi menginap kan...?"Tanya Ella kembali dan mereka serempak menjawab iya sebagai pertanda setuju.
" Tapi paman , Ella mau keluar sebentar , nanti dikunci saja pintunya ,mungkin pulangnya larut malam nanti.... "Kata Ella sembari pamit untuk keluar , karena sudah ada janji dengan seseorang.
" mau kemana mbak ...?"Tanya Dika yg sedikit penasaran ,karena seorang wanita keluar malam malam .
" Ada perlu sebentar..."Kata Ella tanpa menjelaskan dan kemudian Ella keluar rumah. Dijalan depan rumah sudah ada mobil yg menunggunya. Adrian yg datang menjemput Ella
" Sudah lama bang..."Tanya Ella kepada Adrian sambil membuka pintu mobil Adrian.
" Baru datang mbak..." Ella mengernyitkan dahinya ketika Adrian menyebutnya mbak tadi. Adrian hanya tersenyum.
" kemarin ngga boleh panggil non , sekarang dipanggil mbak malah kaget...." Adrian paham akan reaksi Ella yg mengernyitkan dahi itu , dan Ella akhirnya tertawa.
" Terserah bang Adrian deh , yg penting jangan panggil non , rasa bagaimana gitu..." Ella masih tertawa namun kemudian memandang Adrian kembali.
" Apa ada sesuatu...?" Tanya Ella yg melihat Adrian seperti memikirkan sesuatu.
" Maaf sepertinya rumah nenek kedatangan tamu , siapa mbak ....? " Adrian penasaran dengan apa yg dilihat dirumahnya tadi.
" Itu paman Deni , baru pindah dari kota S minggu kemarin dan tadi siang... bla bla bla..." Ella pun bercerita dengan detail tentang kedatangan pamannya itu.
" Makanya saya pingin ketemu paman Leon saat ini. Saya tadi sudah info ke paman Leon...." Ella menjelaskan kenapa malam malam begini mendatangi paman Leon.
*****
Sementara yg ada dirumahnya nenek Aisyah. Deni dan keluarga masih duduk di ruang tamu. Mereka membicarakan langkah selanjutnya.
" Apa saat ini Ella sudah kerja atau mengurus perusahaan Wardoyo grup ya...?" Kata Deni pelan dan hanya didengar mereka berempat.
" Ya ngga tahu yah , mau tanya ini itu juga ngga enak , suasana baru ketemu , dan lagi acara seperti ini..." Jawab bunda Susi yg masih merasakan momen bertemunya anak dari adik iparnya itu.
" Ya mungkin kuliah sambil kerja yah. Dilihat dari acara ini , Aura rasa lebih dari cukup si Ella..."Aura menimpali perkataan ayahnya itu sambil memperhatikan perlengkapan persiapan acara satu tahun meninggalnya nenek Aisyah dan ayah Ella.
" Kalau misal ayah disuruh kerja di perusahaan Wardoyo grup, ayah mau...?"Kata bunda Susi yg mencoba realistis , karena suaminya ini belum dapat kerja. Deni hanya menggelengkan kepala.
" Ayah tidak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kalau di perusahaan lain mungkin akan ayah pertimbangkan. Masalahnya kalau disana pasti banyak juga yg mengenal ayah. Ayah tidak mau mengganggu reputasi dan misi Ella saat ini. Ella sepertinya sedang menyelidiki sesuatu , entah itu apa. Ayah tahu dari dia tanya masalah liontin tadi..."Penjelasan dari ayah Deni membuat mereka kembali ke percakapan sebelumya itu.
" Semoga diberi jalan yg terbaik dan mudah ya yah. Kasihan Ella sudah tidak ada siapa siapa lagi saat ini , apalagi untuk berkeluh kesah..."Kata bunda Susi yg masih memikirkan keadaan Ella saat ini.
" Tapi tadi mbak Ella pergi pakai mobil , sopirnya gondrong , itu siapa yah...?"Dika ikut menimpali percakapan mereka , menanyakan yg mengajak Ella pergi.
" Ayah tidak tahu dek , kan ayah juga baru bertemu. Ayah belum kenal siapa siapa disini , kecuali bapak bapak dan ibu ibu tadi yg membantu disini..."
Ayahnya merasa asing ditempat ini. Deni merasakan keakraban dari warga yg ada disini ,membuatnya bersyukur. Karena Ella tidak merasa kesepian karenanya.
" Ya udah ini sudah malam sebaiknya kita istirahat . Tadi sudah dikasih tahu kan kamar kamarnya..."Kata ayah Deni memastikan kamar mereka .
" Iya yah , aku tidur sama Ella nanti. Dika sendiri dikamar nenek Aisyah , gapapa kan dek...?"Jawab Aura dan di angguk i oleh Dika adiknya .
*****
Sementara itu , Ella dan Adrian sudah sampai di tempat paman Leon. Paman Leon sedang menikmati kopi dimalam hari di samping rumahnya yg asri itu.
Sesekali paman Leon menikmati rokoknya, untuk sekedar menemani malam ini sebelum nona mudanya datang ke tempat itu.
Tak berselang lama Ella dan Adrian datang dan disambut istri paman Leon. Istri paman Leon kemudian masuk kembali untuk membuatkan minuman dan cemilan yg sudah disiapkan.
" Selamat malam paman..."
Ella memulai menyapa paman Leon. Ella kemudian salaman dengan paman Leon dan duduk disebelah paman Leon. Begitu juga Adrian mengikuti apa yg dilakukan oleh Ella.
Istri paman Leon keluar membawa minuman dan menghidangkan kepada Ella dan Adrian.
" Silahkan dinikmati non , mas Adrian..." Kata bibi istri paman Leon.
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Surprise banget😄