NovelToon NovelToon
Buronan Tampan Penghuni Loteng Kamar

Buronan Tampan Penghuni Loteng Kamar

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Romansa / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fumiko Sora

HIATUS

"Kamu siapa? Mengapa kamu tiba-tiba ada di kamarku?"

"Ssstttt ... Jangan keras-keras. Nanti akan aku beritahu siapa aku asalkan kamu mengizinkanku untuk tinggal di sini untuk sementara waktu."

***

Hari-hari Lea berubah drastis setelah kedatangan seorang lelaki yang tiba-tiba ada di dalam kamarnya. Lelaki asing yang sama sekali tidak ia kenal yang ternyata ikut menyeretnya ke dalam pusaran cerita hidup yang tersimpan.

Siapakah sosok lelaki asing itu? Bagaimanakah Lea menjalani hari-harinya bersama si lelaki asing hingga membuatnya terpikat pada ketampanan yang dimilikinya? Dan apa yang akan dilakukan oleh Lea saat menerima kenyataan bahwa lelaki yang ia sembunyikan di dalam loteng kamar merupakan seorang buronan polisi yang sudah lama dicari?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fumiko Sora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Kejutan Ulang Tahun

Lea berjalan mondar-mandir di depan teras sembari menggigit-gigit kuku telunjuknya. Wajahnya mendongak ke atas dan terlihat sang dewi malam sudah menghias angkasa. Namun masih ada saja yang mengusik hati dan juga pikirannya.

"Kemana Sean? Mengapa sampai jam sepuluh seperti ini dia belum sampai rumah?"

Lea bermonolog lirih sembari sesekali melirik ke arah jalanan komplek. Sejak pulang kantor ia sungguh dibuat heran karena tidak mendapati Sean ada di rumah. Bahkan sampai hari akan berganti seperti ini pun lelaki itu tidak juga menampakkan batang hidungnya.

Mia yang berada di ruang tamu hanya bisa terkekeh pelan. Ia tahu persis jika sang majikan tengah didera oleh rasa cemas di level paling tinggi. Cemas karena si penghuni loteng kamar belum juga nampak batang hidungnya.

"Non Lea tidak masuk? Ini sudah malam loh Non!"

Lea menoleh ke arah Mia yang berada di belakang punggungnya. "Sebenarnya Sean kemana sih Mbak? Kenapa sampai sekarang belum juga pulang?"

"Saya juga kurang tahu Non. Sejak sore tadi setelah selesai mandi, saya sama sekali tidak melihat mas Sean. Saya kira hanya keluar kemana gitu eh tapi ternyata sampai saat ini tidak pulang," papar Mia dengan menahan gelak tawa di dalam hati. Padahal jelas-jelas Sean bersembunyi di kamarnya sejak tadi.

"Ya Tuhan, apa mungkin dia menyerahkan diri ke polisi ya Mbak? Karena dari kemarin dia bilang mau menyerahkan diri ke polisi terus," tanya Lea semakin terjebak dalam prasangkanya.

"Bisa jadi sih Non. Karena dulu mas Sean juga pernah bilang kalau dia akan menyerahkan diri ke polisi setelah Non Lea tahu tentang semuanya. Jadi kemungkinan besar mas Sean memang menyerahkan diri," timpal Mia yang semakin membuat Lea dirundung oleh kesedihan.

"Kalau memang dia menyerahkan diri ke polisi, itu artinya dia ingkar janji Mbak!"

"Janji apa memang Non?"

Lea membuang napas sedikit kasar. Ia ingat-ingat lagi perkataan Sean yang baru beberapa hari diucapkan.

"Dia bilang akan mengajakku camping terlebih dahulu sebelum menyerahkan diri ke polisi. Jika saat ini dia menyerahkan diri ke polisi bukankah itu sama saja dia mengingkari janjinya?" tanya Lea dengan wajah yang semakin sendu.

"Entahlah Non. Mungkin mas Sean sudah menyerah dan tidak ingin lagi diburu oleh rasa bersalah dan berdosa. Jadi, membuatnya mengambil keputusan untuk menyerahkan diri ke polisi!"

"Itu sama saja dia pembohong Mbak. Bisa-bisanya dia mengingkari apa yang sudah ia janjikan!"

Lea tiba-tiba diserang oleh mood yang buruk. Tanpa basa-basi ia mengambil langkah lebar meninggalkan Mia dan memilih untuk masuk ke dalam kamar. Hal itulah yang membuat Mia terbahak seketika.

"Sepertinya rasa cinta non Lea untuk mas Sean benar-benar besar, melebihi rasa cintanya yang pernah ada untuk mas Kevin. Ya, gimana tidak lebih besar, mas Sean jauh lebih memiliki sikap dan sifat yang baik."

Mia melangkah menuju kamar. Terlihat Sean sedang duduk di kursi yang ada di sana.

"Mbak, bagaimana Lea? Apa dia masih menungguku?" tanya Sean begitu penasaran.

"Bukan hanya menunggu saja Mas. Non Lea bahkan terlihat uring-uringan sendiri karena mas Sean belum juga pulang. Non Lea menganggap jika mas Sean menyerahkan diri ke polisi."

Sean tergelak. Bisa ia bayangkan bagaimana raut wajah Lea yang dipenuhi oleh kekesalan itu. Lea pasti menganggap jika dirinya telah ingkar janji.

"Hahahaha ... Tenang Mbak, sebentar lagi kita akan berikan kejutan untuk Lea. Kita siapkan skenario yang sudah kita susun ya Mbak."

"Oke Mas. Kalau begitu aku hubungi mas Slamet dulu. Biar ulang tahun non Lea kali ini semakin ramai."

Mia mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja. Ia hubungi sang kekasih untuk bersiap-siap memberikan kejutan untuk Lea.

"Semoga apa yang aku berikan nanti bisa membekas di hatimu Le. Setidaknya, ada hal berkesan yang bisa aku lakukan sebelum aku menyerahkan diri ke polisi," monolog Sean dengan lirih.

***

Detak jarum jam yang berbunyi di dinding kamar, membuat Lea terbangun dari lamunannya. Ia menoleh ke arah sumber suara dan waktu menunjukkan pukul dua belas kurang sepuluh menit.

Ia raih bingkai foto kecil yang berada di nakas. Senyum getir, terukir di bibir wanita itu.

"Sepuluh menit lagi, aku genap berusia dua puluh enam tahun, Pa, Ma. Tidak terasa, sudah tiga tahun aku tidak menghabiskan moment ulang tahun bersama papa dan mama. Aku kira di tahun ini ada seseorang yang akan menemaniku. Tapi ternyata dia malah sudah pergi tanpa berpamitan lebih dahulu."

Lea bermonolog pelan sembari mengusap-usap bingkai foto miliknya dengan jemari. Sesekali, ia kecup lembut bingkai itu.

"Papa dan Mama yang tenang ya di sana. Lea janji akan selalu bahagia."

Lea kembali hanyut dalam pikirannya. Mengingat kembali masa-masa yang telah lalu di mana ia masih bisa menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarganya.

Klik...

"Hah, apa ini? Mengapa lampunya mati?"

Lea turun dari ranjang. Ia meraba-raba dinding untuk bisa menjangkau pintu kamar. Satu-satunya tujuan wanita itu adalah keluar dari kamar ini.

Tangannya berhasil menyentuh daun pintu. Ia tarik tuas pintunya dan....

Hap!!!!

"Aaaaaaaahhhh!!!"

Lea mengaduh kala tiba-tiba tubuhnya menubruk sesuatu yang berada di depan kamar. Sepersekian detik, tubuhnya kembali dibuat terkejut karena tiba-tiba sesuatu yang ia tabrak ini memeluknya.

"Selamat bertambah usia, Lea. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu!"

"Se .... Sean?"

"Iya, ini aku. Bukankah sejak tadi kamu menunggu kedatanganku?"

"A-aku..."

Perkataan Lea terhenti kala Sean mulai merenggangkan pelukannya. Ia angkat sedikit dagu wanita ini dan...

Cup!

Sebuah kecupan lembut mendarat di bibir Lea. Untuk sejenak, tubuhnya terpaku dan membeku. Merasakan kehangatan yang mengaliri aliran darahnya.

Klikkkk...

Suasana gelap menjadi terang setelah lampu di rumah kembali menyala. Seketika, Sean melepaskan pagutan bibirnya dari bibir Lea.

"Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday... Happy birthday... Happy birthday Non Lea!!!!"

Lea melongok ke lantai bawah. Hatinya diliputi oleh kebahagiaan kala melihat Mia dan Slamet ada di sana sembari membawa kue ulang tahun.

"Selamat ulang tahun Non Lea!" ucap Mia dan Slamet bersamaan.

"Terima kasih Mbak, Mas!"

Lea kembali menatap lelaki yang ada di hadapannya ini. Senyum yang sebelumnya terbit kini seakan sirna kala mengingat bagaimana cemasnya ia menunggu Sean.

"Dari mana saja kamu? Mengapa baru kelihatan?" tanya Lea sedikit sinis.

"Dari mana? Memang aku ke mana Le?" tanya Sean balik dengan kekehan kecil di bibirnya. "Dari tadi aku di rumah!" sambungnya pula.

"Ckckckck, jangan coba-coba membohongiku Se. Sejak tadi aku tidak melihatmu ada di rumah."

"Jelas kamu tidak melihat keberadaanku. Itu karena aku bersembunyi di kamar mbak Mia!" ucap Sean menjelaskan.

"Haisssshh... Kamu ini!"

Sean tersenyum tipis. Ia rapikan anak-anak rambut Lea dan kemudian ia selipkan di belakang telinga wanita ini.

"Jangan risau. Aku akan menepati janjiku terlebih dahulu sebelum menyerahkan diri ke polisi. Aku masih ada di sini Le."

"Tapi aku berharap kamu mencari bukti-bukti siapa yang terlibat dalam kasus pembunuhan itu Se. Jadi, kamu tidak perlu menyerahkan diri ke polisi," cicit Lea. Ia merasa tidak rela jika membiarkan Sean bertanggungjawab atas sesuatu yang bukan merupakan perbuatannya.

"Sudahlah Le. Suatu saat ini semua pasti akan terungkap. Doakan saja. Bahwa Tuhan pasti akan menolongku. Sama seperti yang pernah kamu ucapkan saat itu."

"Sean...."

"Non Lea, mas Sean, ayo turun! Saya keburu lapar ini. Ingin segera memakan kue ulang tahun ini!"

Teriakan Slamet dari lantai bawah membuat Lea dan Sean sama-sama tergelak. Tanpa basa-basi mereka langsung menuruni anak tangga untuk menghampiri Slamet dan juga Mia.

"Terima kasih banyak ya mbak Mia, mas Slamet. Ayo kita makan sama-sama!"

"Eitsss ... Tapi tiup lilin dulu Non!" ucap Mia mengingatkan. Ia nyalakan lilin angka yang sudah ia siapkan. "Make a wish dulu ya Non."

Lea tergelak pelan mendengar Mia berbicara bahasa Inggris. Ia pun memejamkan mata dan berdoa dalam hati.

Ya Tuhan, di hari ulang tahunku ini, aku berdoa untuk Sean. Semoga Engkau segera menunjukkan kejadian sebenarnya perihal pembunuhan itu sehingga Sean bisa terbebas dari segala tuduhan yang mengarah kepadanya.

Lea kembali membuka mata. Ia tiup lilin angka yang menyala ini.

"Yeaaaay .... Selamat ulang tahun Non Lea."

Lea meraih pisau yang sudah dipersiapkan oleh Slamet. Perlahan, ia potong kue ini namun sejenak kemudian....

"Happy birthday Lea!!!"

Semua yang ada di ruangan ini terperanjat seketika kala mendengar suara yang tiba-tiba merembet masuk ke dalam indera pendengaran. Mereka menoleh ke arah sumber suara dan terlihat dua orang wanita berada di ambang pintu yang sebelumnya memang dibiarkan terbuka.

"Sindy, Mila??!!"

.

.

.

1
Parman Harahap
BAGUSSS AKUU SUKAA
LANJUTT SAMPEK HABIS YAA THORR
Parman Harahap
thorrr lanjut gak mau tauu
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
wkwkwk sepuluh hari gak mandi, jorok ihkk
Ahmad Affa
Assalamu'alaikum kak thor...... ya Allah udah lama syekalee g nyapa othor satu ini 😀
ARVA
lama banget kelanjutan ny sih
ARVA
Mudah mudahan cerita ny tdk putus di tengah jalan ya say ku mohon
Memyr 67
penasaran aq. ayo dilanjut
Memyr 67
ceritanya jadi sedih gini ya? kasian bener lea, anak baik, berkali kali patah hati
Marlina Ryn
semoga misi mu berhasil lea untuk mengungkapkan siapa dalang pembunuhan yg menjerat sean
novi²³
kagak tau malu si kevin😌
novi²³
kalian so sweet sekali sih☺☺
Marlina Ryn
kasihan banget sean.....
moga cepat terungkap kasusnya dan sean bisa bebas dan bersatu dengan lea..
dan buat lea jauh² deh sama kevin yg sok perfect itu
FDR
terlalu tampan hantunya
FDR
mencurigakan sekali
FDR
tebak tebakan apa sean ya🙄
Fumiko Sora
selamat membaca kakak-kakak semua 😂
Marlina Ryn
dasar si kevin...moga aja lea tw kalau yg dikatakan sean hanya kebohongan dan semua sdh diatur sama kevin
Marlina Ryn: ok..ditunggu ujian² cinta mereka
total 2 replies
Marlina Ryn
dasar si kevin ...
Memyr 67
halach sinetron ikan terbang mode.mau brangkat aja, dilama lamain, mesra mesraan dulu, tunggu dikepung polisi. hhhh
Fumiko Sora: wahhh... hobi liat sinetron ikan terbang juga ya kak? sama kalo gitu😚😚
total 1 replies
Fumiko Sora
selamat membaca kakak-kakak semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!