Dong Fang, seorang anak muda yang penuh penyesalan, memulai perjalanannya dengan tujuan yang buruk: membalaskan dendam. Didalam perjalanannya membalaskan dendam, dirinya belajar mengenai banyak hal, termasuk kebijaksanaan. Tanpa dia sadari, perjalanannya untuk bertambah kuat, menuntunnya kejalan Keabadian.
Namun, di tengah perjalanan yang panjang dan penuh rintangan, Dong Fang menyadari bahwa perjuangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan musuh-musuhnya di medan perang, melainkan juga tentang mengalahkan diri sendiri dan menemukan kedamaian dalam hati.
Dalam novel ini, Dong Fang belajar tentang nilai-nilai kebijaksanaan dan kesabaran, dan tentang pentingnya menghargai semua makhluk hidup, bahkan musuh-musuhnya sekalipun.
Melalui perjalanan Dong Fang, novel ini mengajarkan kita bahwa kehidupan adalah perjalanan yang panjang dan penuh warna, dengan tantangan dan kegagalan yang tak terhindarkan. Namun, dengan tekad yang kuat, kesabaran, dan kerja keras, kita dapat menghadapi semua rintangan dan mencapai tujuan kita.
Perjalanan Pendekar Pedang Abadi juga mengajarkan kita tentang keindahan dan kekuatan alam semesta, dan betapa kita harus merenung dan belajar dari alam ini. Dong Fang menyadari bahwa setiap benda hidup di dunia ini memiliki perannya masing-masing, dan keberadaannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam.
Dalam keseluruhan novel, kita melihat bahwa keberanian, tekad, kebijaksanaan, dan kesabaran adalah kunci untuk mencapai keabadian sejati. Perjalanan Pendekar Pedang Abadi mengingatkan kita bahwa hidup adalah perjalanan yang tak terbatas, dan meskipun kita mungkin tak pernah mencapai tujuan kita, prosesnya lah yang memberikan arti sejati dalam hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taufik Ichsan Aditya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 29 - Menara Matahari
Dong Fang kini berada didepan sebuah bangunan terbesar dikota Anming. Dong Fang melihat keatas gedung itu, pemandangan yang dia rasakan saat melihat gedung ini dari kejauhan, dengan yang dirinya lihat dari dekat benar-benar berbeda. Didepan gedung itu, terdapat sebuah papan yang bertuliskan 'Menara Matahari' yang dibuat dengan benang emas, membuat kesan yang mewah.
"Gedung ini terlihat lebih besar saat melihatnya dari jarak dekat." Dong Fang kemudian melihat bagian depannya, disana terdapat empat penjaga.
Dong Fang menyipitkan matanya, kekuatan empat penjaga itu dirinya rasa terlalu berlebihan untuk disimpan dikota yang tak besar seperti ini, yang artinya kekuatan dibelakang Menara Matahari ini besar. Tiga orang dari mereka memiliki kekuatan Pencipta Jalur tingkat tinggi, dan salah satu dari mereka Pendekar Pencipta Jalur tingkat puncak. Pendekar yang dapat menjadi seorang tetua penting disebuah sekte kecil, namun disini, mereka hanya menjadi penjaga pintu.
Dong Fang berjalan kearah pintu masuk gedung Menara Matahari, sebelum dirinya bisa masuk kedalam gedung itu, Dua dari empat penjaga itu mencegat Dong Fang.
"Sepuluh keping perak." ucap salah seorang penjaga.
Dong Fang mengangkat alisnya, biaya masuk untuk masuk kedalam tempat ini benar-benar mahal. Satu keping perak, setara dengan sepuluh keping perunggu dan satu keping perunggu bisa untuk membeli satu roti daging yang lezat. Tapi setelah dipikir-pikir, angka sepuluh keping perak bukan hal yang besar bagi pendekar.
"Kenapa? Apa kau hanya ingin melihat-lihat? Jika iya, sebaiknya kau pergi." ucap salah satu penjaga, wajahnya tampak muak karena Dong Fang yang hanya diam.
"Ah... Maafkan aku." ucap Dong Fang dengan wajah yang tak berekspresi.
Melihat permintaan maaf yang dibarengi oleh raut wajah tak berekspresi, membuat salah satu penjaga kesal, namun dirinya langsung diam setelah Dong Fang memberi mereka sepuluh keping perak. Mereka berdua membiarkan Dong Fang masuk.
Dong Fang masuk kedalam gedung itu, didalamnya terlihat banyak kedai-kedai yang menjual kebutuhan pendekar, mulai dari kedai pil, senjata, obat-obatan, tanaman ajaib, dan lainnya. Gedung ini juga memiliki beberapa lantai diatas. Setiap sudut gedung itu juga terlihat sangat mewah, dan terdapat beberapa wanita yang terlihat melayani pengunjung yang datang dan menawari para pengunjung untuk membeli.
Dong Fang takjub, meskipun wajahnya tak memperlihatkan ekspresi itu. Dong Fang kemudian berjalan-jalan sambil melihat semua kebutuhan pendekar yang dijual.
Salah seorang wanita terlihat mendekati Dong Fang dengan cepat, "Tuan pendekar, boleh aku tahu apa yang ingin pendekar cari?"
Dong Fang melihat wanita yang bertanya padanya, kemudian dia menjawab, "Aku ingin membeli beberapa informasi."
Wanita itu terlihat bingung, "Maaf Tuan, tetapi Aku rasa Menara Matahari tak menjual hal semacam itu."
Dong Fang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dirinya mulai berpikir jika Liu Xiu telah menipunya.
"Apa anda yakin? Aku dengar tempat ini menjual hal seperti itu." Dong Fang memastikan.
Wanita itu menggeleng, "Selama aku bekerja dari satu tahun lalu, sejak awal bangunan ini dibangun. Tidak ada yang menyebutkan jika kami menjual informasi."
Mendengar itu Dong Fang hanya mengangguk, "Kalau begitu maafkan aku, sepertinya aku mendapat informasi yang salah."
Dong Fang berpikir, jika kekuatan dibelakang tempat ini sangat besar, Mereka juga menyediakan persediaan pendekar yang sangat jarang sekali ditemukan dikota yang tak besar, seperti kota Anming ini. Mereka juga dapat mempertahankan tempat sebesar ini setahun terakhir, yang berarti mereka memiliki kekuatan.
Wanita itu menggelengan kepala, "Tuan tidak perlu minta maaf. Oh, ya. Barangkali ada yang tuan butuhkan? Disini tersedia lengkap persediaan bagi para pendekar."
Dong Fang menggeleng, "Kurasa sementara ini, aku tidak akan membeli apapun."
"Begitu, ya?" Meskipun Kecewa, wanita itu tetap mempertahankan senyum ramahnya, "Tuan bisa datang lain kali untuk membeli kebutuhan tuan."
Dong Fang mengangguk pelan.
Saat wanita itu membalikkan badannya, seseorang pria berumur 30an dengan penampilan yang berwiba, terlihat melihat kesana kemari, seakan sedang mengamati semua yang terjadi dilantai dasar itu.
Wanita itu kemudian mendekat kearah pria itu dan membungkukan badannya, kemudian terlihat berbicara dengan pria itu. Diakhir, wanita itu menunjuk Dong Fang sambil berbicara.
Dong Fang memperhatikan interaksi yang dilakukan mereka. Dirinya yang dilihat oleh kedua orang itu, mulai bingung, namun dia tak mempedulikan mereka terlalu lama dan berjalan-jalan kembali, dia berniat untuk menjelajahi seluruh Menara Matahari hingga lantai teratasnya. Dia menyayangkan jika sepuluh keping perak habis begitu saja, tanpa dirinya membeli apapun. Dia berpikir, mungkin akan menemukan sesuatu yang dibutuhkannya saat menjelajahi Menara Matahari lebih jauh.
Waktu terus berlalu, Dong Fang menyadari semakin tinggi lantai yang dia masuki, semakin tinggi pula kualitas sumber daya yang dijual. Dia melihat beberapa barang yang dia butuhkan, seperti pil dan tanaman ajaib, namun uang yang dia miliki tak mencukupi. Dia hanya memiliki sekitar dua ratus keping emas, sedangkan barang-barang yang dia butuhkan memiliki harga yang mahal. Yang akan membuat uangnya langsung habis tak bersisa.
Dong Fang menghela nafas panjang, kemudian berniat kembali ke gubuk Liu Xiu. Namun sebelum dirinya keluar dari bangunan Menara Matahari, seorang pria yang sebelumnya berbicara dengan pelayan wanita yang menawari Dong Fang, kini terlihat mendekatinya.
Wajah pria itu tersenyum ramah, "Apa tuan mencari informasi di tempat ini?"
Dong Fang mengenali pria itu, dan mengangguk, "Benar. Tapi, kurasa aku mendapat informasi yang salah."
Wajah Dong Fang yang tak berekspresi, membuat pria itu kurang nyaman, namun dirinya tetap tersenyum ramah, "Perkenalkan, aku Lin Kun, Manager di Menara Matahari cabang kota Anming." Lin Kun memperkenalkan diri.
Dong Fang yang melihat itu ikut memperkenalkan diri juga, "Aku Dong Fang, seorang Pendekar pengelana."
"Jika tuan mencari informasi, aku bisa memberikan informasi yang tuan mau. Selama kami memilikinya, kita bisa membicarakannya. Mari ikuti aku." Lin Kun kemudian berjalan menjauhi Dong Fang.
Dong Fang sebenarnya bingung, namun dirinya mengikuti Lin Kun. Dirinya bisa menilai dari penampilan dan kemampuannya, jika pria itu memang benar-benar Manager ditempat ini.