NovelToon NovelToon
Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku

Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Tunangan Sejak Bayi / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:274.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Windii Riya FinoLa

Kata mereka, tidak akan menjadi wanita sempurna apabila belum juga hamil dan punya anak ketika sudah menjadi seorang istri. Seperti itu pula yang dirasakan wanita cantik dan soleha bernama Arsy. Semua anggota keluarganya memaksa untuk memberi izin suaminya, Haris agar menikah lagi. Dengan hati hancur Arsy memberi izin dan kenyataan yang baru diketahui ketika suaminya menikah lagi yaitu madunya Laila adalah wanita yang dicintai sebelum menikahi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Siapa yang Kau Pilih Suamiku

Ada yang bilang setelah Haris bercerai, tidak mengalami keterpurukan. Tidak begitu, hanya saja tidak di tulis dalam teks. 

Selama satu tahun, Haris selalu merasa kesepian. Dihantui rasa bersalah dan penyesalan tiada akhir. Setelah berpisah dengan Arsy, justru dirinya sangat merindukan Arsy bukanlah Laila. 

Sadari bahwa semua sudah terlambat membuat Haris menutup diri. Trauma untuk memulai hubungan baru. Mungkin, karirnya tetap berjalan mulus. Tapi, tiada yang tahu selama setahun ini Haris merasa hidup tidak damai. 

Setiap malam Haris sering terbangun memimpikan Arsy.

Seperti malam ini, usai menidurkan Malik, ia memilih melanjutkan pekerjaan. Ponselnya bergetar kemudian dilihat siapa yang menghubunginya tengah malam begini.

Mata Haris melebar melihat nama yang tertera di layar ponsel. Tangannya gemetar memegang benda pipih tersebut. 

"Hallo, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, mas. Gimana kabar kamu? Maaf ganggu tengah malam begini."

Haris memejamkan mata mendengar suara Arsy. Mantan istri yang masih dicintai. 

"M-mas sedang ngerjain kerjaan. Mas baik, Arsy. Gimana dengan kamu?" Haris meraup wajah saking gugupnya di telepon oleh Arsy tengah malam. Bagai mimpi dapat mendengar suara Arsy lagi. 

"Arsy baik, mas. Mas, mama cerita sama aku kemarin. Jangan terpuruk lagi, ya. Aku sudah memaafkan kalian dan aku juga minta maaf belum bisa jadi istri yang baik buat mas, dulu. Aku sudah ikhlas menerima semuanya. Aku sudah berdamai, mas. Aku sudah gak lagi menyimpan kemarahan untuk mas, aku mohon. Jangan terpuruk karena masa lalu kita, ya. Kasihan Malik."

Ucapan Arsy justru membuat mata Haris berkaca-kaca. Ingin sekali dirinya tahu keberadaan Arsy dan melihat keadaan secara langsung. 

"Mas. Demi Allah, aku sudah berdamai dengan keadaan. Aku juga sudah bekerja, mas harus bangkit ya. Sudah dulu ya, mas. Aku harus bekerja, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Haris menghela nafas panjang setelah sambungan telepon itu terputus. Bersandar di sofa sambil menatap langit-langit ruang kerjanya. Benar yang dikatakan Arsy, sudah saatnya untuk berdamai dengan keadaan. 

Keesokan hari, Haris mendorong stroller yang ada Malik duduk disana. Mumpung akhir pekan, ia mengajak sang anak ke taman komplek karena disana ramai jika sore hari. 

Ia pun menurunkan Malik dan membiarkan sang anak belajar berjalan. Haris pun berlutut menyeimbangkan tinggi sang anak dengan rentangkan kedua tangan. "Sini sama ayah."

Saat ayah dan anak itu asyik bermain, Haris menoleh ke sumber suara anak-anak yang bersorak gembira.

"Yeee.. Makasih ibu."

"Aku juga dapat. Makasih, Bu."

Dahi Haris berkerut melihat seorang wanita yang disebut 'ibu' oleh anak-anak komplek. Ia pun menggendong Malik dan berjalan mendekati Anna.

"Hai, Ann." sapa Haris justru membuat Anna terkejut.

"Ya, ampun. Maaf buat kamu kaget," kata Haris lagi menyesal. 

Anna tersenyum kikuk. "Gak apa-apa, Ris. Ini anak kamu?" Tanya Anna menatap Malik yang tersenyum memamerkan dua gigi kelinci bawahnya.

"Dia sangat tampan," puji Anna lagi.

"Iya, dia anakku." Haris menoleh ke samping kiri menatap Malik kemudian mencium pipi gembul itu dengan gemas.

Anna melihat itu hanya memaksakan senyum. Ia berpikir pasti Haris hidup sangat bahagia dengan istri dan anaknya. Apalah dirinya yang masih sendiri belum bisa menghadirkan cinta yang lain. 

Ponsel Haris berdering. Saat akan mengambil di saku, ia terlihat kesulitan.

"Malik sama aku dulu, Ris." Anna mengambil alih Malik dari gendongan Haris.

"Ah, iya. Maaf ya, Ann. Sebentar," kata Haris kemudian mengangkat telepon dari ibu Rahma yang mengatakan bahwa sudah waktunya Malik diberi makan.

Haris memasukkan ponsel ke saku celana lagi kemudian menjulurkan tangan agar Malik mau digendong olehnya lagi.

"Kita harus pulang, Malik. Tante Anna masih ada kegiatan lain." Haris membujuk anaknya itu karena tak biasanya Malik menolak ajakannya jika sedang bersama orang lain. Bahkan Malik menyandarkan kepala di pundak Anna.

Anna terkekeh melihat tingkah ayah dan anak itu. Baginya, kedua pria beda usia itu sangat menggemaskan. Tapi sejurus kemudian, Anna merutuki diri telah mengagumi sosok suami orang lain. 

"Biar aku gendong sampai rumah kamu saja, Ris. Aku juga sudah mau pulang," tutur Anna ketika Malik mengeratkan pelukan di lehernya saat Haris mencoba meraih Malik, lagi.

Haris tampak tidak enak hati. "Gak apa-apa, nih?" 

Terdengar kekehan dari Anna. "Ya ampun. Gak apa-apa, Ris. Aku malah suka gendong anak kecil begini," katanya sambil ikut melangkah menyeimbangi Haris.

Haris menganggukkan kepala. "Kamu sudah punya anak?" Haris menoleh menatap Haris. "Ah, maaf. Aku sudah lancang," timpalnya lagi menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"Santai saja. Aku belum punya anak karena belum menikah," jawab Anna santai tetapi membuat Haris menghentikan langkahnya. 

"Kamu belum menikah?" Tanya Haris tak percaya.

Anna menipiskan bibir seraya mengangguk lemah. Tapi, tingkah Anna justru membuat Haris tertawa.

"Astaga. Apa kamu belum move on dariku, Ann?" Haris melanjutkan jalan sambil mendorong stroller bayi milik anaknya sambil tertawa renyah. Ia mengingat mimik wajah Anna menegangkan barusan terlihat sangat lucu sekali.

Sementara tubuh Anna menegang mendengar pertanyaan Haris. Apakah selama ini Haris tahu jika ia diam-diam menyukai pria itu? 

Seketika itu pula Anna mendadak lesu dan malu bertemu dengan Haris. "Kenapa ayah kamu tahu, Malik?" 

1
Sondang Sartika Lumbanraja
kappokkk
Siti Romlah
cerita Jo sebelumnya , apa judul Novelnya mae
biar aku baca juga
maklum aku baca novelnua alur mundur
Siti Romlah
jangan paksakan untuk kuat bila itu sangat sakit dirasa wahai istri pertama.
tak akan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala jika hati mu terluka menangis dan menderita setiap saat.
lepaskan.
agar terbebas dari dosa.
aku baca saja gak kuat, apalagi jika menjalani. 🤣🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
anak kan titipan ilahi Robbi
karissa 🧘🧘😑ditama
best best besttt thor👍👍❤️❤️
karissa 🧘🧘😑ditama
kyak ny arsy nih bkan bner2 anak kndung ny si sandra deh yah thor
falea sezi
g seru haris enak bgt hidup nya
falea sezi
enak bgt si haris g dpet karma
falea sezi
cerai aja suami dzalim
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Luar biasa
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aaaiiissshh blm kenal ajh dah di klaim semoga memang benar ingat ucapan adlh doa
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
saking sempitnya km bkln ketemu trus x jodoh mu memang itu arsy
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
muna bgt sih,g izinin Arsy cerai tapi g suka kalo haris kasih izin Arsy ikut,hey manusia Situ PNY hati ga? memang status Arsy tuh ap cm pembantu ap cm pelayan doang mksd km kok g Sadar diri
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pasti ini si Dominic nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo Arsy g tekanan batin karena disuruh hamil melulu mana mau dia buat di poligami
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
inikah yg di namakan wanita yg Sholehah kyknya dia egois juga g ad cerminan wanita Sholehah yg bisa dicontoh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
astaghfirullah satu lagi mertua g PNY hati
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
astaghfirullah ibu macam apa km sih kok ibu kandung berasa ibu tiri ya
Yuli Yuli
seru bgt ceritanya..
Neulis Saja
lanjutannya apa Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!