Aulia Bilqis mengalami sebuah kecelakaan yang membuatnya koma. Setelah menunggu hampir dua bulan dia akhirnya bisa sadar.
Ternyata hal itu membuat Aulia Bilqis mempunyai sesuatu hal yang sangat istimewa.
Hal apakah itu?
Siapa sebenarnya Aulia Bilqis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terimakasih
" Terimakasih... karena saranmu , pengkhianat itu berhasil ditangkap, " ucap Alif begitu di ruangan itu tinggal tiga orang .
" Sama-sama pak ," jawab Aulia.
" Kalau boleh tahu ... kenapa kamu bisa mengetahui jika orang itu jahat ?"
" Bisa dibilang insting !"
" Ha?"
" insting pak ," jawab Aulia mengulang jawaban yang sama ."
" Terserah deh . Oh iya kamu bisa langsung pulang setelah ini!"
" Beneran pak ?"
" Beneran ... tapi jangan lupa, Senin depan bekerja seperti biasa!"
" Siap !"
" kalau begitu tunggu apa lagi ?"
" Yes ... terimakasih pak."
Aulia merapikan semua barang-barangnya sebelum pulang . Kemudian berpamitan pada sepasang adik kakak itu .
" Saya permisi dulu pak, assalamualaikum!"
" Wa alaikum salam warahmatulloh."
Setelah kepergian Aulia tinggal Alif dan Arfan yang berada di ruangan itu . Keduanya terdiam . Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka setelah itu . Mereka kembali ke perusahaan dalam diam.
Aulia pulang menggunakan ojol . Dia senang sekali bisa pulang , jadi tidak perlu melihat Alif maupun Arfan untuk saat ini . Dan besok dia juga bisa mengistirahatkan dirinya di rumah . Baginya hari ini sangat berat ia rasakan. Padahal belum setengah hari .
Ojol yang ia naiki berhenti di depan gerbang . Satpam yang melihat Aulia turun dari motor bergegas membuka pintu gerbang . Setelah membayar dan berterima kasih pada tukang ojol , Aulia segera masuk kedalam .
Bu Yem dan Fitri kaget melihat kedatangan Aulia di jam segini . Mereka yang sedang mencabut rumput langsung menghentikannya kegiatannya.
" Non Aul kok sudah pulang ?" tanya Fitri.
" Kenapa... memangnya tidak boleh pulang jam segini ?"
" Ya boleh dong non, Fitri kan cuma tanya ," jawab Fitri dengan cemberut.
" Aul ke kamar dulu ya , capek nih !"
" Silahkan non!"
" Permisi !"
Aulia berjalan meninggalkan kedua pembantunya ke kamar . Meskipun Bu Yem dan Fitri masih ingin bertanya, tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan.
Aulia langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang begitu masuk kedalam kamar . Tas yang tadi ia bawa ia letakkan begitu saja di meja . Tak lama kemudian dia tertidur .
" Ish ... ish ish dasar jorok !" gumam Nadia yang baru saja tiba .Entah dari mana ia datang .
" Tapi kasian juga nih anak ... karena sikapnya yang dulu buruk , menjadi bumerang untuknya sekarang. Semoga saj dia baik-baik saja ," ucap Nadia sebelum ikut merebahkan dirinya disamping Aulia .
Ternyata Aulia tidur cukup lama . Dia bangun jam dua siang . Tanpa membuang waktu dia segeralah membersihkan diri sebelum menunaikan ibadah sholat dhuhur.
Aulia keluar dari kamar setelah sholat . Perutnya terasa lapar . Bekal yang tadi belum ia makan , ia bawa ke dapur .
" Masak apa Bu ?" tanya Aulia pada Bu Yem yang sedang bersih - bersih .
" Barusan ibu , buat sayur asam , tempe goreng , mujaer goreng dan sambal non ."
" Enak nih ... Aul makan dulu ya Bu !"
" Silakan non !"
" Terimakasih!"
Aulia mengisi piringnya dengan nasi dan lauk . Dia makan sangat lahap. Bahkan nambah sampai dua kali hingga membuat Bu Yem yang masih ada disekitar situ melongo.
" Terimakasih Bu ... makanan Bu Yem lezat banget sampai Aul kalap," kata Aulia dengan malu . entah kenapa dia bisa makan sebanyak itu .
" Ibu ma Alhamdulillah non ... jadi tadi ibu masak tidak sia-sia."
" Aku ke depan dulu , Bu !"
" Silahkan non !"
Aulia berjalan ke ruang keluarga. Dia menyalakan televisi dan berbaring di atas sofa . Akhirnya dia bisa santai .
Nadia yang terbangun dari tidurnya, kaget saat Aulia tidak ada di kama. Dia mencari ke kamar mandi sebelum keluar dari kamar . Ternyata Aulia memang sudah keluar dari kamarnya. Dia mendudukkan dirinya di samping Aulia.
" Kok nggak bangunin saya sih Ul ?" tanya Nadia dengan cemberut .
" Sorry habisnya saya lihat tidurmu begitu nyenyak . Jadi nggak enak ganggu ."
" Bagaimana perasaan mu sekarang?"
" Sudah lebih baik kok . Terimakasih sudah khawatir ."
" Biasa aja kali ... lagian apa gunanya seorang sahabat. Aku sudah menganggap mu sebagai sahabat"
" K ok kamu mu jadiin saya sahabat. Kamu tau sendiri kan sikap ku dulu bagaimana?"
" Itu masa lalu . Bagiku kamu sudah berubah ..Dan aku tahu kamu sahabat yang baik," jawab Nadia santai .
" Terimakasih!"
sekarang aulia jadi indigo dong, bisa liat yg ghaib.
dan, gadis itu ternyata syaiton nirrajim /Facepalm/