Dijual sang ibu pada lelaki tua membuat hidup Reva hancur. Ia begitu benci pada dirinya saat harus kehilangan kehormatan yang selama ini ia jaga.
Reva memutuskan untuk bunuh diri.
Namun tak disangka, sepasang kekasih telah menyelamatkan hidupnya dan membernya kehidupan yang layak.
Sejak awal pertemuan mereka, Reva malah mencinta laki laki yang bernama Kenzo itu. Laki laki yang sudah memiliki kekasih hati.
Hingga sebuah tragedipun terjadi. Tanpa unsur kesengajaan, Reva telah hamil anak Kenzo.
Lalu bagaimana kisah cinta Reva? Apa yang akan terjadi pada kehidupan kedepannya?
Akankah ia mendapatkan cinta Kenzo yang jelas jelas sudah berlabuh pada kekasihnya?
Yuk ikuti kisahnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riya_Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laki Laki Baik
Satu bulan berlalu,
Di bawah terik matahari, nampak seorang wanita cantik tengah menjajakan peyek yang ia buat. Ia terus menyusuri panasnya pasir di pesisir pantai.
Rasa lelah dan letih tak ia hiraukan meski deburan ombak sesekali tengah menerpa kakinya yang tak beralas.
"peyek.. peyek.."
Reva terus berjualan di sekitar pantai jogja, kaki yang mulai kram tak ia hiraukan demi mengais sebuah rupiah meskipun lelah telah menghampiri. Apalagi dengan kondisi perutnya yang semakin membesar membuatnya begitu cepat merasakan letih.
Ya Reva menggunakan uang tabungannya yang tak seberapa itu untuk modalnya berjualan. Karena ia tak mungkin terus berdiam diri menanti kelahiran anaknya.
"bapak yakin mau membeli semua ini?" tanya Reva heran saat ada orang yang hendak memborong dagangannya.
"tentu saja"
"tapi untuk apa tuan?
"Kenapa kau malah bertanya? Bukannya kau seharusnya senang semua daganganmu habis saya borong?"
"Iya sih.."
"ya sudah tunggu apalagi? Cepat bungkus!"
"baik tuan"
Akhirnya Reva pun membungkus semua peyek dan keripiknya kedalam kantong plastik besar dan memberikannya kepada pria berjas hitam yang tengah makan di restoran dekat pantai itu.
"Alhamdulillah ya Allah.. ternyata di jaman seperti ini masih ada orang baik, meskipun gayanya agak sombong" batin Reva sembari berjalan menuju rumah kontrakannya
Namun sebelum pulang, Reva sempat mampir ke salah satu toko untuk membeli bahan untuk jualannya besok.
Kehamilan yang sudah hampir sembilan bulan itu membuatnya tak bisa bergerak bebas. Ia hanya akan melakukan pekerjaan yang tak terlalu berat karena perkiraan lahirannya hanya tinggal satu minggu lagi.
Semoga dalam satu minggu ini aku bisa mengumpulkan uang yang banyak untukmu nak..
Saat beberapa langkah ia melanjutkan perjalanannya, tiba tiba saja ia merasakan mules yang semakin lama semakin cepat.
Kenapa perutku sangat sakit? aku kan sudah minum obat, biasanya setelah minum obat tidak akan seperti ini? aw... ini sakit sekali
Karena semakin sakit, Reva tak mampu lagi untuk berdiri, ia duduk di sebuah trotoar pinggir jalan sembari terus memegang perutnya.
Sebenarnya srjak pagi Reva sudah merasakan sakit di perutnya, ia pikir ia hanya mules karena ingin buang air besar. Tapi ternyata mules itu terus terjadi selama ia berjualan, namun hanya sebentar saja karena setelahnya mulea itu akan hilang dengan sendirinya.
Sementara di dalam sebuah mobil, ada seorang lelaki matang dan tampan tengah bersenandung dengan riang dalam perjalanannya.
Ia baru saja membagikan satu kantong kresek berisi peyek ke setiap orang yang ia lewati tadi.
Tiba tiba saja pandangannya mengarah pada sosok gadis yang sedang terduduk di trotoar jalan.
Itukan gadis tadi? Kenapa sepertinya kesakitan gitu? kasihan sekali..
Melihat itu, Laki laki bernama Reyhan pun menjadi tak tega. Ia segera menepikan mobilnya dan mendekati gadis yang sama sekali belum ia kenal.
"kau kenapa?" tanya Reyhan
"tuan? kenapa tuan ada disini?"
"aku itu sedang bertanya padamu? kenapa kau malah bertanya padaku?"
"ah iya, maaf tuan.. perut saya sangat sakit"
"apa kau mau melahirkan?"
"tidak tuan, perkiraan kelahiran saya masih satu minggu lagi"
"perkiraan itu bisa maju juga bisa mundur, istri saya dulu juga maju dua minggu dari perkiraan"
"iyakah? masak sih tuan?"
"kau itu sedang bertanya atau membantah? kenapa wajahmu seperti tak percaya begitu?"
"iya tuan maaf, aku aww..." Reva mencengkeram perutnya yang sepertinya mengalami kontraksi hebat
Mata Reyhan membulat sempurna saat ia melihat ada satu lelehan darah merah dan cairan putih yang keluar dari sela paha wanita itu.
"hey! sepertinya kau akan melahirkan"
"sepertinya begitu tuan"
"yasudah ayo cepat! aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit"
Reva mengangguk, tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengiyakan ajakan Reyhan.
"siapa namamu?"
"Reva tuan"
"apa kau membawa ponsel?"
"untuk apa tuan?"
"tentu saja untuk menghubungi suamimu"
"jangan tuan!"
"kenapa?"
"aku tidak memiliki suami"
"maksut kamu? lalu anak ini anak siapa?"
"dia anakku, hanya anakku, bukan anaknya"
Reyhan semakin dibuat bingung dengan jawaban Reva.
"baiklah, kalau begitu kita hubungi saja keluarga mu"
"saya juga tidak memiliki keluarga"
"Reva, kau tak memiliki suami tapi bisa hamil, kau tak memiliki keluarga tapi bisa hidup, apa kau terlahir dari batu?"
"tuan.. kenapa kau berbicara seperti itu?"
"lalu aku harus menghubungi siapa?"
"tian tidak perlu menghubungi siapapun. Setelah mengantarkanku, tuan bisa pulang. Biar aku yang mengurus semuanya sendiri"
"Reva.. mana mungkin bisa kau mengurus semuanya sendiri?"
"aku bisa tuan"
"aku yang tidak tega, baiklah begini saja, aku akan membantumu mengurus semuanya, tapi dengan satu syarat"
"apa tuan?"
"kau harus menceritakan semuanya padaku nanti"
"iya tuan, saya akan menceritakan kehidupan saya setelah saya melahirkan nanti"
"baiklah"
"tapi tuan"
"apa lagi?"
"saya tidak membawa uang untuk biaya lahiran ini"
"kau tak perlu memikirkan hal itu, aku akan mengatasi semuanya untuk sementara ini"
"terimakasih tuan, tapi tuan tenang saja, saya akan menggantinya nanti, saya memiliki tabungan kok di rumah kontrakan saya"
"jangan pikirkan hal itu dulu, yang penting kau fokus saja pada kelahiran ankmu"
Reva menatap takjub pada laki laki yang ada di sampingnya. Ia tak menyangka ternyata masih ada orang sebaik dia.
Tuhan begitu baik, saat ia butuh bantuan, tanpa di sengaja, ia malah di pertemukan dengan laki laki berhati malaikat seperti Reyhan.
Ia berjanji, setelah ia melahirkan nanti, ia akan berterimakasih pada laki laki ini dan istrinya.
.
.
.