NovelToon NovelToon
DELIMA

DELIMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Patahhati / CEO / Diam-Diam Cinta / Persahabatan
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: KarismaAd

Delima Anastasia : Hidup dengan sederhana, dipertemukan dengan CEO di temat ia bekerja. Semenjak bertemu dengan CEO itu, ia sudah mempunyai perasaan kepada bos muda di kantornya, dengan hobinya menulis maka ia salurkan menjadi sebuah cerita didalam novelnya.

Sampai suatu hari ia merasa bahwa CEOnya itu mengawasinya dari jauh dan mulai bersikap tidak wajar, membuat Delima merasa selalu di awasi.

"Aku tidak tau takdir membawaku kemana, yang jelas jangan buat aku menderita Tuhan."

Derel Sean Miller :
"Setelah kau jadikan aku fantasimu membuat sebuah cerita, apakah aku akan membiarkanmu pergi dengan mudahnya?"

Tidak akan Delima, kau akan tetap di sini, di tempat yang seharusnya yaitu di sisi ku, kau adalah milikku dan siapapun tak akan ku biarkan milikku di ganggu ataupun disentuh orang.

Kau akan menjadi milikku, karna dari awal kau memanglah tercipta untukku. Apapun caranya itu pasti akan aku buktikan tidak akan lama lagi Del.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KarismaAd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Sekarang mereka bertiga duduk di bawah pohon yang rindang di panti tersebut, sambil menghilangkan letih dan lelah yang mereka rasakan. Sudah setengah hari mereka berkeliling mencari alamat panti asuhan yang tak jauh dari kantor tempat mereka bekerja.

Entah mengapa Delima pengen mampir ke panti sewaktu kecil, yang ia sering kunjungi bersama keluarnganya. Tepatnya tempat ini dulu bukanlah panti tapi rumah singgah, yang menampung anak-anak yang di tinggalkan sama orang tuanya, anak jalanan dan juga untuk penitipan anak-anak sementara bila keluarganya sedang sibuk kerja.

Sungguh indah dan menyenangkan waktu Ia kecil, tapi entah mengapa di sini ia merasa ada sesuatu yang hilang saat ia kesini. Memang ia lumayan sering ke sini, sambil mengajarkan adek-adenya untuk belajar.

Tapi entah mengapa ia terigat lagi dengan perkataan ibu panti yang mengatakan tentang dia, siapa dia?. Sungguh menjadi tanda tanya besar di hatinya saat ini.

"Del lo sedang ngelamunin apa sih, dari tadi gue panggil kagak lo dengar, lo ada masalahnya. Cerita sama gue kalau lo ngak keberatan sih." Bicara menghadap ke Delima, dengan meyakinkan kalau dia siap untuk mendengarkan keluh kesah dan persoalan yang sedang di hadapai oleh sahabatnya ini.

Delima menghadap ke Dea dan memengang pundak Dea sebelah kirinya, "gue ngak kenapa-napa kok, cuma kangen aja sama suasana disini. Mungkin karna gue jarang ke sini juga kalinya De."

Dea menaruh tangannya yang kiri ke pundak yang di pegang olek Delima, diapun memengang tangan temanya tadi dan menggenggam, seakan memberi isyarat kalau dia akan selalu berada di sisinya, apapun yang terjadi.

"Lagian lo itu wajahnya kanyak sedih dan ada masalah yang sedang lo pikirkan gituh, kan gue jadi khawatir sama lo." Ucap Dea yang mengungkapkan kekhawatirannya.

Disebeleh kanan Dea, tepatnya sekarang di belekang Dea. Seseorang yang selalu melihat dan memperhatikan ke dua sahabat itu, yang saling memperhatikan satu sama yang lain. Ia tersenyum melihat semua itu. Dia sangat senang dan terharu, merasakan persahabatan yang kuat dari mereka, dan seakan takkan pernah terpisahkan.

"Kakak berdua kok pada membahas yang sedih sih, kan aku jadi sedih juga mendengarnya, apalagi kak Dea berkata tentang sahabat. Aku kan juga pengen punya sahabar seperti kalian, yang menghadapin semuanya dengan bersama dan saling percaya satu sama lain." Dengan memannyunkan bibirnya dan wajahnya di buat seakan sedih.

"Yaampun adek, sini kakak peluk." Merentangkan tangannya ke arah Resti, seakan tau apa yang di inginkan kakanya itu.

Resti sengera saja, berdiri dari duduknya dan melangkah kan kakinya kearah Delima, dan berhamburan di pelukan orang yang ia sayang, walaupun baru ketemu dalam dua bulan ini. Tapi sukses membuat dia nyaman berada di dekat Delima, seperti menemukan kakak perempuan, yang tidak ada di tengah keluarganya.

"Yahh, begini lah kalau di abaikan, serasa gak di anggap gitu jadinya." Dea bicara mengarak ke depan lagi, dan menyindir dua orang yang sedang berpelukan.

Merasa temannya itu kesal, maka Delima juga merangkul sabatnya itu, dan terjadilah acara saling peluk-pelukan di antara mereka bertinga.

Setelah usai dari acara saling pelukan tadi, Dea berpikir sejenak, dan mendapatkan ide yang juga bisa membuat pekerjaanya selesai, tepatnya sih pekerjaan Delima.

"Del gue punya ide, lo kan masih mencari satu panti asuhan lagi, mending lo masukin panti asuhan Mawar. Lagian kata lo pernah bilang kalau disini, juga butuh suntikan dana dari donatur, apalagi di sini juga butuh untuk biaya sekolah anak-anak panti di sini." Usulan yang di berikan oleh Dea.

"Benar juga sih Dea, gue juga kepikiran ke situ tadi."

"Kenapa gak jadi, kan lo bisa tinggal list aja langsung di daftarnya." Dea seakan tak habis pikir sama sahabatnya ini.

"Ya.. gue ngerasa gak enak aja sama lo dan Resti, lo kan tau kalau gue sangat mengerti masalah di panti ini, dan jika langsung gue masukin langsung nanti di kira gue mengambil keputusan secara sepihak." Ucap Delima agak murung.

"Maksud lo apa, gue ngak ngerti deh, sumpah." Dea juga ikutan bigung.

"Iya kak maksudnya gimana kak, aku juga ikutan gak ngerti juga." Yang juga buat Resti bicara, karena merasa bingung juga dengan apa yang Delim abicarakan.

"Ok, gue jelassin sama kalian berdua, kan gue di suruh mencari lokasi panti untuk di berikan sumbangan nanti. Menurut gue tadinya, gue di suruh nyari lokasi itu ya beneran kita yang cari pantinya dan kita list. Tapi semuanya salah, tadi gue di telephone sama asistennya pak Derel, kalau kita yang tepatnya gue yang cuma berkunjung ke lokasi yang udah di list, dan gue aja baru dapat listnya tadi pagi. Satu lagi, ada sih satu nomor yang gue katakan tadi sama kalian, yang belum di list karena panti itu tiba-tiba saja hilang awan gitu. Rencananya gue mau ajuin panti ini, tapi gue harus lapor dulu ke pak Derel langsung. Masalahnya gue gak mau nanti masukin panti ini karena ada sesuatu gitu antara gue dan panti ini, gue kan jadi gak enak sama Ummi, jika itu terjadi." Panjang lebar Delima menjelaskannya ke Dea dan Resti.

"Ia juga sih, bisa ribet urusannya nanti, kan kasihan juga nantinya sama Ummi." Dea membenarkan ucapan Delima.

"Kalau gitu gue harus minta bantuan bunda nih untuk mengusulkan panti asuhan ini, jadi gak ada kata penolakan dari kakak nantinya." Tersenyum sendiri dengan terus memikirkan rencananya yang tersimpan di otak cantiknya itu.

"Dek, Resti kamu kok senyum sambil ngelamun sih sayang." Membuat Delima heran sendiri dengan tingkah Resti.

"Iya benar, nanti kesambet loh kalau melamun, apalagi di bawah pohon yang rindang." Dea menyambung ucapan Delima, dan menakut-nakuti Resti.

"Ehh, iya kak aku lagi mikirin sesuatu yang menyenagkan tadi, makanya senyum-senyum sendiri." Alibi Resti, tak mau membuat kakanya itu mengetahui rencanaya. Kalau tau kan bisa gawat.

"Yaudah, kita pamit dulu ke Ummi dan pergi ke tempat jajanan pasar, biasanya jam segini udah buka." Ucap delima ke sahabatnya dan adeknya.

"Jajanan pasar kak?" Tanya Resti ke Delima.

Bangaimana tidak kaget, karena selama ini Resti tidak di perbolehkan oleh kakanya memakan makanan di pinggir jalan, apalagi jajanan pasar. Kalau tau sama kakaknya ia pergi ke sana pasti dia kena hukuman.

" Tapi tak apa lah, sekali-sekali. Lagian kan ada mommy yang belain gue nanti." Ucapnya dalam hati, dengan sedikit senyum menyeringai.

Bangaimana tidak, dulu dia pernah memakan jajanan pasar yang di jual di pinggir jalan, tanpa sepengetahuan kakaknya. Bahkan mommynya juga ikut waktu itu, sebenarnya tidak di perbolehkan sama Deddy, dengan jurus andalan dari mommy, Dedyn gak bisa berkuti. Jadi kalau mammy berpihak ke padanya, dia akan selamat dari amukan dua lelaki, yang berbeda usia itu.

"Hey dek, kamu gak apa-apakan. Dari tadi melamun mulu, kayak memikirkan sesuatu." Dengan sedikit curinga Delima melihat kelakuan Resti yang bertingkah aneh dari tadi.

"Gak apa-apa kok kak, aku memikirkan di sini sangat indah dan bahkan anak-anak di panti ini juga baik dan ramah, walaupun ada yang jahil, tapi dalam batas wajar." Mengungkapkan kekangumannya tadi, yang ia rasakan ke Dea dan Delima. Sebenarnya bukan itu sih ada hal lain lagi.

"Ia dek, mereka saling membahu satu sama lain, terkadang kejahilan mereka itu bisa buat orang yang ada di sini merasa terhibur."

"Ya sudah kita pamitan dulu sama Ummi, setelah itu kita cuss ke tempat jajanan pasar, jangan lupa kita mampir juga ke tempat bang maman, bakso di sana enak banget dek, kalau kamu coba pasti ketagihan deh." Merekomendasikan makanan apa saja yang akan mereka beli nanti.

"Betul itu Del, aku juga gak sabar ke sana, apalagi bakso dan nasi goreng bang maman di sana, menyebutkannya saja bikin gue ngiler dan cacing di perut gue pada demo semua." Ungkapan ke tidak sabaran Dea ingin memcicipin hidangan di kaki lima itu.

Mereka berlalu dari sana, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan tingkah mereka. Etss bukan mereka tetapi tepatnya tingkah Delima.

"Akhirnya gue ketemu juga sama lo, walau gue lihat lo dari jauh, syukurlah lo baik-baik aja. Gue janji akan lindungin lo, dari mereka yang buat lo menderita selama ini." monolognya

"Gue udah kembali, jadi lo jangan khawatir. Ahh.. tak sabar gue kasih kejutan buat lo nanti. Apalagi lihat reaksi lo terkejut nanti." monolognya dalam hati lagi.

1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau udah ketemu teman teman apa lagi teman lama bawaan nya pengen cerita masa lalu terus, karena banyak kenangan indah bahkan duka yang cukup memberi pelajaran
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Wajar sih kalau orang dah bisa lakuin sesuatu kayak gitu, ya semisal hal yang jarang pasti bakal timbul tanda tanya di pikiran orang ya kan.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Duh gimana gak tegang kalau udah di introgasi kayak gitu, sama mamanya lagi. Jadi was - was gimana gitu kalau sampai salah ngomong
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pantas aja napasnya kayak gitu, orang lagi mimpi buruk. Bener - bener kerasa sampe dunia nyata
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kala lelah mata setiap insan pasti terpejam, berharap saat membuka mata perasaan nya bisa sedikit membaik.
Aku kamu tak terpisahkan
Wajar Delima kaget tiba tiba Dea datang datang ngagetin Delima
Aku kamu tak terpisahkan
Derel kamu pria yang sangat dingin dan irit bicara sekali
Aku kamu tak terpisahkan
Delima kamu wanita hebat bisa menyembunyikan masalah kamu
Aku kamu tak terpisahkan
Dista kesal gara gara ulah Delima yang memotong pembicaraan dirinya
Aku kamu tak terpisahkan
Pantas Derel terlihat buru buru karena sudah di tunggu oleh ibunya Derel
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Dea kamu selalu saja bikin kaget Delima kasihan dia tuh
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan Delima kerjaan menumpuk tetap ingat istirahat biar ngga sakit
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan sekali Delima karena memendam masalahnya sendirian
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Delima kamu dengarkan dulu cerita dari Dista jangan di potong pembicaraannya
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Ternyata lift sedang rusak makanya Derel di cegat oleh sekertarisnya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Kalau udah siap memang enak, but ngerjainnya capek
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Liat dulu dia lagi ngapain jangan langsung teriak - teriak aja
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Sabar... Mau gimana lagi udah gak sengaja di tabrak ya ujungnya mungut deh
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Mantap di umur yang dah matang kantong pun dah cukup tebal Yo kan
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Ekhem, ngomongin soal manis semanis apa sih Kaka ini sampe di bilang kayak gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!