Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Waduh... Alena udah gak sabar menunggu pendapat mantan mertua.
"Mereka gak setuju kita balikan, malahan aku mau di jodohkan sama anak teman mommy" jawab Dave.
"Terus gimana dong? Apakah kamu terima perjodohan itu?" sekali ini bertanya dengan mimik sedih.
"Ya, terus mau gimana lagi? Kamu tau sendiri mommy sama daddy kalau ngomong gak bisa di tolak, gak boleh ada penolakan" Kata Dave sambil menahan tawa.
"Terus bagaimana dengan aku dong? Kamu kecewain aku lagi dan buat aku nangis lagi" sahut Alena sambil menahan air matanya udah mau tumpah, sumpah deh sedih banget, saat baru mau buka hati dikecewain lagi.
"Ya ampun sayang jangan sedih dong dan jangan nangis" kata Dave gak nyangka Alena sampai sedih gitu.
"Enak aja kamu ngomong gak usah sedih, gak usah nangis. Kamu dah permainkan perasaan aku" Bentak Alena.
"Maaf...tapi bohong" Dave tertawa terbahak-bahak.
"Mommy sama Daddy aku udah setuju dan sangat mendukung keputusan kita.
Aku memang mau di jodohkan lagi tapi sama mantan istri aku yang dulu" ledeknya sampai terkekeh.
"You're so mean, settt dah gak lucu tau.
Lagi ngomong serius di becandain" sahut Alena sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Maaf...maaf sayang, aku becanda gak pengen buat kamu sedih.
Tapi sekalian test perasaan kamu aja sama aku...ternyata kamu juga ngarep ya balikan lagi cieee...cieee" goda Dave yang membuat muka Alena memerah.
Untung aja Dave gak melihat, coba tadi video call ia bisa jadi bahan ledekan lagi sama Dave.
"Sejak kapan sih kamu jadi suka becanda kayak gini?" sambil menaikan bola matanya ke atas.
"Sejak kamu di hati aku, kemarin kan udah aku kasih tau atau harus aku ulang setiap hari?" jawabnya sambil terkekeh.
"Udah ah kerja dulu, kerjaan numpuk abis di tinggal liburan.
Bye...see you later" kata Alena sambil menutup telepon
"Bye" Dave mengakhiri sambungan telepon.
********************
Rudi sedang membuka oleh-oleh dari Alena, hatinya sebenarnya sakit melihat kenyataan Sebentar lagi Alena akan kembali dengan Dave menjadi suami istri.
Dia mengacak-acak rambutnya, frustasi memikirkan hal ini, mendengus kesal, sambil mengutuki diri sendiri, kenapa wanita yang di cintai harus kembali pada mantan suaminya.
Seandainya ia mengatakan lebih awal apakah Alena akan menerimanya? Atau memang Alena cuma menganggap dia sahabat tidak lebih dari itu? Semua pertanyaan mulai keluar dari dalam kepalanya.
"Shiiiit" entah apa yang dalam pikirannya, sembari membuang nafas kasar, kepala Rudi memang jadi pusing, memikirkan ini semua.
Detak jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya menahan amarah yang berkecamuk di dadanya, cinta memang bisa membuatnya menjadi gila.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ini? Membiarkan dia bahagia dengan pilihannya atau aku harus berjuang lagi untuk mendapatkan cintanya?
Apakah masih ada kesempatan dan tempat untuk aku di hati Alena?" Kata Rudi di dalam hati.
"Gak ada salahnya aku terus berjuang dengan waktu yang masih tersisa, siapa tau Tuhan masih berpihak kepadaku" katanya sambil berbisik untuk dirinya sendiri.
Entah apa yang sekarang ada di pikiran Rudi dan rencana apa yang sedang di pikirannya, yang penting ia masih belum mengaku kalah.
Masih ada harapan untuknya mendekati Alena.
Cinta itu memang kejam bisa membunuh hati dan perasaan kira-kira itulah kata yang pantas untuk Rudi saat ini.
Para Readers tetap semangat ya ikutin kelanjutannya, jangan lupa dukung terus cerita ini dengan cara like, komen biar author semangat, dan jangan lupa jadikan novel ini sebagai favorit kalian dengan menekan tombol ❤️ dan support cerita ini ya vote pake point kalian 😆
Makasih ya.
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2