NovelToon NovelToon
Darkest Dream

Darkest Dream

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:61.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Qaeyra_S Antonio

Sky Belluwig, adalah pria yang mengalami kecelakaan dan berakhir dengan hilangnya memori. Pria itu harus hidup dalam mimpi menakutkan di setiap malamnya. Sky bertahan dengan obat anti depresan dan obat penenang, juga bantuan seorang psikiater keluarga Belluwig.

Cloey Velasquez, seorang wanita dengan satu orang putri yang sangat cantik. Keduanya baru tinggal di California, Amerika serikat selama 3 bulan, karena Cloey mendapatkan pekerjaan sebagai cleaning servis, di perusahaan Belluwig company.

Pekerjaan yang mengantarkan nya pada banyak kisah, rahasia, air mata dan rasa sakit.

Mampukah Cloey bertahan pada keras kehidupan, yang membanting nya berkali-kali ke dasar jurang? Sanggup kah Sky mengungkap misteri dan rahasia kelam, yang tersimpan erat dalam keluarga nya? Bisakah keduanya lepas dari jeratan orang-orang berhati iblis, yang terus menerus meneror kehidupan yang mereka miliki?

Yuk! simak kisahnya guys..!! Jangan lupa oret-oret ketikan kalian, like n favorit+Vote🌹🌹💝💝📝

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qaeyra_S Antonio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis istimewa

"Wah! Makanannya banyak sekali, apa nenek akan menjamu beberapa orang tamu lagi?" Tanya Lizzie yang baru saja turun dari lantai atas. Gadis itu menatap meja makan dengan tatapan sendu. Mengingat sang ibu dan adik-adiknya, bahkan belum pernah makan makanan seenak ini. Hatinya mendadak ngilu.

"Tamu istimewa ku, tentu saja kau, nak. Kita akan makan berdua, ayo duduk. Bantu wanita tua ini menghabiskan makanan-makanan sederhana ini. Kemarilah" Titah nya menarik kursi untuk Lizzie.

"Nek, aku bisa sendiri." Cegah Lizzie tidak enak hati. Mereka terbiasa mandiri sejak kecil, di perlakukan seperti itu, tentu saja membuat nya tak nyaman.

"Tidak apa-apa, duduklah." Wanita itu sibuk menanyakan apapun yang Lizzie ingin makan. Bahkan sampai lupa mengisi piring nya sendiri.

"Nek, makanlah juga. Aku jadi merasa tak enak, kalau hanya piring ku saja yang seperti isi lumbung." Seloroh Lizzie menatap miris pada piring malangnya. Bagaimana tidak, Sandora mengisi piring Lizzie dengan begitu banyak makanan.

"Tidak apa-apa, kau harus banyak makan. Lihat tubuhmu, kau seperti anak SMA saja. Sangat mungil, aku tidak ingin kau semakin mungil saat tinggal bersama ku. Semoga kau cocok dengan masakan Lupe, aku juga membantu sedikit." Kekehnya di ujung kalimat.

Keduanya makan sesekali mengobrol ringan. Selesai makan Sandora mengajak Lizzie ke ruang keluarga, disinilah kedua nya duduk menatap lurus pada televisi lebar tersebut.

"Kau bilang ayahmu ada di kota ini? apakah dia pergi untuk bekerja dan lupa pulang, seperti kebanyakan film-film yang ku tonton bersama Lupe. Para pria begitu mudah melupakan anak istrinya, ketika kaki mereka sudah melangkah keluar dari pintu rumah." Sandora menatap intens manik Lizzie menanti jawaban atas pertanyaan sekaligus pernyataan asal nya.

"Tidak nek, ayah ku tipe suami yang sangat setia. Beliau begitu mencintai ibuku, sehingga mengharus kan nya tetap berada di kota ini, dalam waktu yang cukup lama." Jelas Lizzie terdengar ambigu di telinga tua Sandora.

Wanita tua itu mengerutkan keningnya "Aku belum memahami arah perkataan mu, namun aku tidak ingin mulut keriput ku membuat mu tidak nyaman, dan berakhir kau pergi karena kesal padaku." Ujar Sandora terkekeh pelan dan di ikuti oleh Lizzie. Keduanya bercengkrama hal-hal ringan tanpa menyinggung tentang keluarga Lizzie lagi. Sandora menyimpan banyak hal dalam benaknya, bertemu gadis ini bukanlah sesuatu yang kebetulan. Namun diam akan lebih baik untuk nya, gadis itu sangatlah istimewa, namun sayang, takdir nya tidak seindah parasnya.

Sandora sesekali melirik Lizzie yang tengah fokus menatap televisi, hati nya berdesir hangat setiap kali melihat senyum manis gadis itu. Meski manik matanya menyimpan begitu banyak beban dan kesedihan, bagi Sandora Lizzie adalah gadis yang spesial. Karena di balik sikap tenang nya, Lizzie menyimpan berbagai perkara ghaib, dendam juga tumpukan beban pikiran yang rumit. Gadis itu mampu menembus batas tak biasa umat manusia, dan Sandora berharap, masih di ijinkan untuk melihat senyum kebahagiaan, terpancar tanpa di selimuti kesedihan di wajah gadis malang itu.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

"Kau ini sudah bekerja padaku berapa lama, hah?! bagaimana bisa mencari informasi satu gadis saja kau tidak becus!" teriak Ale terlihat sangat marah, sudah 3 hari, asisten nya tidak menemukan satu pun informasi mengenai gadis yang dia temui beberapa hari yang lalu.

Rasa penasaran di hati Ale semakin besar, bagaimana bisa tidak satupun identitas yang cocok dengan gadis itu. Apa gadis itu siluman? makhluk gaib? warewolf? atau sejenisnya. Sungguh menyebalkan, memikirkan sesuatu yang membuat nya semakin di landa frustasi hebat.

"Maaf tuan, setiap kali kami mengecek profil yang memiliki kesamaan dengan gadis itu. Selalu berakhir dengan virus yang menyapa kami dengan wajah mengejek. Beberapa perangkat orang-orang kepercayaan ku eror sampai tidak bisa di perbaiki lagi. Bahkan saat kami mencoba menyeken foto gadis itu, data-data penting kami langsung lenyap entah kemana. Seperti ada sesuatu yang salah tentang gadis yang anda cari. Foto nya pun tidak bisa di tampilkan di dalam komputer merk apapun." Jelas sang asisten panjang lebar, satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka dari amukan sang tuan, Adalah memberikan nya penjelasan sedetail mungkin.

Ale menatap foto yang gadis yang dia ambil dengan cara mencuri-curi kesempatan, saat gadis itu tertidur dan bersandar di kaca jendela mobil truk yang mereka tumpangi. Siapakah gadis itu sebenarnya? bagaimana bisa semua tim ahli IT terbaik yang dia kerahkan, tidak dapat melacak identitas dan keberadaan gadis itu. Belum pernah mereka gagal melakukan nya, dan ini adalah yang pertama kalinya. Ale mulai stress memikirkan nya, belum lagi gips di kaki nya yang terlihat sangat menggangu pergerakan nya

"Baiklah! kau boleh pergi. Dan ya, kerahkan lagi orang-orang mu untuk mencari informasi gadis itu. Cari hingga dapat, aku tidak ingin mendengar kegagalan lagi." Titah Ale mutlak dengan nada datar.

"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu. Oh ya, helikopter yang anda minta akan tiba sore ini." Balas Ben memberikan informasi tambahan lain.

Ale tidak menjawab, hanya anggukan kecil yang mewakili. Ben yang paham segera enyah dari sana, jantung nya sudah bekerja begitu keras akibat kegagalan tim nya.

Ale kembali menatap lamat-lamat foto Lizzie di ponselnya.

"Cantik!" puji nya tanpa sadar. "Aku akan menemukan mu, dan akan ku buktikan perkataan ku. Akan ku taklukkan kau di atas ranjang ku seperti seorang ja*la*ng. Setelah nya, kau akan ku lempar pada bajingan jalanan" Ale menyeringai iblis, tanpa dia ketahui, jika ucapan nya kelak akan dia sesali hingga untuk bernafas pun dia hampir tak mampu.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Keseharian Cloey terasa berbeda, hati wanita itu sedikit merasa kan hampa. Kepergian putri nya, membuat lubang di hati nya, menganga lebar. Sementara kedua anaknya, menerima takdir seolah tak pernah terjadi apa-apa. Tidak pernah sekalipun, keduanya membahas perihal sang kakak saat mereka berkumpul bersama. Seperti sudah mengetahui, jika takdir Lizzie memanglah demikian.

Seakan-akan Lizzie tidak pernah ada dalam kehidupan mereka. Mina? wanita tua itu sudah pasrah pada takdir nya. Setiap hari wanita itu melakukan kegiatan rutin nya, yaitu berkebun di belakang rumah kecil mereka. Dengan begitu, Cloey hanya perlu membeli kebutuhan lain dari uang hasil kerjanya di perkebunan.

"Mom, hari ini aku akan terlambat pulang. Mom yakin tak ingin ikut?" tawar Leon sekali lagi, hari ini adalah pertandingan terakhir nya, babak penentuan. Dia berharap bisa menang dengan begitu dia bisa mendapatkan uang. Dan uang itu akan dia berikan pada sang ibu separuhnya, dan sisanya akan dia belikan beberapa baju yang bagus untuk ibunya juga Mina. Agar saat kelulusan mereka bulan depan, kedua wanita kesayangan nya itu bisa memakai baju baru.

Entah kapan terakhir kedua wanita itu membeli baju baru, mungkin sudah bertahun-tahun lalu. Tidak ada satupun pakaian sang ibu yang terlihat masih baru, semuanya sudah memudar dan kusam. Belum termasuk bekas jahitan nya, dan itu membuat hati Leon sedih.

"Mom ada pekerjaan sedikit hari ini, membantu bibi Clara menyiapkan hasil panen untuk pesta raya minggu depan. Mom akan mendoakan semoga kau dan tim mu menang. Bermain lah dengan baik," wajah Leon berubah mendung, pesta raya bahkan masih minggu depan. Tahun-tahun sebelumnya akan dipersiapkan 3 atau 4 hari sebelum nya.

Dia tau jika sang ibu menolaknya secara halus, karena wanita itu tidak ingin membuat nya malu di hadapan teman-temannya. Cloey selalu menjadi yang paling terakhir ke sekolah nya jika di haruskan untuk mengambil raport mereka. Itu karena Cloey tak ingin anak-anak nya menjadi bahan ledekan, karena memiliki ibu seperti nya. Sekolah anak-anak nya adalah sekolah terbaik di kota kecil itu, tentu saja di sana akan berkumpul orang-orang kaya. Dan penampilan nya yang jauh dari kata layak, membuat Cloey selalu menjaga putra putri nya dari bahan bulliyan di sekolah. Meski Cloey tau, jika tak satupun anak-anak di sekolah tersebut bisa membully anaknya. Karena ketiganya sangat di sukai oleh hampir semua penduduk sekolah itu. Sifat friendly dan humble Ketiga lah yang membuat mereka cukup populer di sekolah.

Namun menampakkan diri langsung dihadapan anak-anaknya? Cloey masih berpikir panjang. Cukuplah dia menjadi bayangan di belakang ketiga anaknya, kebahagiaan dan ketenangan hidup mereka jauh lebih penting.

"Baiklah mom, kalau begitu aku pergi dulu. Apa ini bekal ku?" tanya Leon pada kotak bekal di atas meja dapur. Remaja itu menyerah untuk memaksa sang ibu ikut menyaksikan pertandingan nya. Dia tidak ingin membuat ibunya tertekan dengan perasaan mindernya.

"Ya. Apa tidak masalah?" Balas Cloey cemas, hari ini anaknya pasti makan dihadapan banyak temannya. Cloey khawatir bekal sang anak akan di ejek.

"Tentu saja tidak masalah, mom. Bekalmu selalu menjadi rebutan teman-teman ku." Ucap Leon tersenyum bangga.

"Baiklah. Leah, bagaimana dengan mu?" Sejak tadi Leah tidak ikut menimpali apapun. Sangat berbeda dari hari biasanya, Leah anak yang sangat cerewet. Namun hari ini, gadis itu lebih banyak diam sejak bangun pagi tadi.

"Aku seperti biasa nya, mom." ujar nya dengan senyum tipis. Cloey tau ada sesuatu yang salah dari senyum putri nya, hatinya mendadak menerawang jauh pada satu gadis nya. Lizzie.

"Baiklah, ini kotak bekal milik mu. Bersiaplah lah, paman Duke sebentar lagi akan menjemput kalian." Titah Cloey, mulai menyimpun sisa makanan anak-anak nya di satu wadah, untuk dia makan seperti biasanya. Mina menatap ngilu apa yang Cloey lakukan, dia berdoa agar perjuangan Lizzie tidaklah sia-sia. Agat kelak saat dirinya pergi, sang nyonya sudah bisa berkumpul kembali bersama sang suami. Sarapan bersama tanpa perlu menunggu makanan sisa seperti itu lagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Catatan :

Usia mereka tujuh belas tahun lebih sedikit dan mereka sudah kelas 3 SMA. Itu karena mereka lompat satu tingkat, kedua nya hanya duduk di kelas 2 selama kurang lebih 3 bulan. Kecerdasan mereka membuat keduanya di pertimbangkan untuk di loncat kan ke kelas 3. Tks. Supaya tidak bingung 😘😘🤗🤗

1
Friska Pegi
best I ever read
Luzi Refra
bagus banget ceritanya. sdh pernah baca cerita yg punya kekuatan ajaib, tapi yg ini beda Skali.. Baguuuusss Pake banget .. Semoga bisa di lanjutkan lagi ya ceritanya.. Lizzy dgn segala kelebihan dan kekurangannya.. semoga happy anding buat semua...
Luzi Refra
dosa yg membuat nyawamu di ujung tanduk wkwkwwk
Luzi Refra
baru pertama baca karyamu Thor ,dan agak lain dgn yg lain. KEREEN menurutki...
Riezki Arifinsyah
keren Thor
Riezki Arifinsyah
baru pertama kali di noveltoon ada cerita yg banyak menyiratkan makna kehidupan tks pencerahannya THOR /Pray//Pray/
Riezki Arifinsyah
makin keren ini ceritanya
Riezki Arifinsyah
Kecewa
Riezki Arifinsyah
Buruk
Riezki Arifinsyah
mulailah tegang
Senajudifa
lamax aku ngga pernah mampir kemari qaya
Yosi Navalita
bagus Thor lanjut
Senajudifa
semangat dn sukses selalu y qaya
Senajudifa
aku kok jd ngeri jg
Senajudifa
lizzie yg cantik
Senajudifa
lama aku ngga mampir qaya
Senajudifa
lizie jd tumpuan semua
Senajudifa
cpt sembuh lizzie
Senajudifa
aku yakin lizie kuat
Senajudifa
mantap lanjut lizie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!