NovelToon NovelToon
Cerita Kita

Cerita Kita

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:33.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Maelani

Nandita seorang gadis yang berusia 20thn.Ia tinggal bersama ibu dan seorang adik yg baru berusia 10thn sedangkan ayah Dita sudah tiada sejak ia duduk dibangku awal SMA.
Ia terpaksa bekerja disebuah kafe dan sebuah stasiun radio untuk membantu ibunya.sebenarnya Dita ingin sekali menjadi dokter namun cita-citanya terpaksa harus dikubur dalam-dalam karna ekonominya.
suatu hari saat Dita sedang bekerja tanpa sengaja dita bertemu dengan Daniel.
Ya Daniel adalah mantan kekesihnya.mereka putus satahun yang lalu.
Akankah Nandita dan Daniel kembali bersama?
Akankah semuanya berjalan dengan baik-baik saja lalu bagaimana usaha Daniel untuk mendapatkan Dita kembali?
Simak ceritanya y semoga kalian g kecewa happy reader y

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Dhita asik berbincang-bincang dengan ibu pemilik warung hingga ia melupakan sarapan pagi bersama Dhaniel divillanya

Sementara itu di villa Dhaniel lagi-lagi disibukan dengan belum kembalinya Dhita sejak tadi pagi dengan wajah kesal Dhaniel melangkahkan kakinya keluar dari area villa untuk mencari Dhita

sementara itu di warung yang berada di pinggir jalan desa Dhita sedang asik ngobrol dengan pria yang kemarin menawarinya ikan mereka nampak sudah akrab sambil menikmati secangkir kopi dan goreng pisang hangat nampak sesekali Dhita tertawa lepas mendengar bannyolan dari pria yang bernama opik tak lama kemudian datang lagi beberapa pria teman opik hingga suasana warung itu nampak ramai

dari kejauhan Dhaniel nampak berjalan mendekati warung pendengarannya yang tajam menangkap suara tertawa Dhita ia pun segera mempercepat langkahnya untuk memastikan apakah wanitanya benar berada disana .

Dengan wajah yang memerah menahan emosi ia memanggil Dhita

" sayang ayo kembali ke villa mereka nunggumu buat sarapan bareng" ucap Dhaniel dengan mempertegas kata sayang agar mereka yang berada disana tau jika wanita yang sedang bersama mereka adalah miliknya.

" akang-akang saya pamit dulu ya " pamit Dhita lalu ia pun mendekati Dhaniel yang sudah memasang wajah tidak sedap untuk dipandang.

" ayo" ucap Dhaniel sambil menarik tangan Dhita.

" sepertinya aku harus benar-benar mengikatmu ya beib" ucap Dhaniel masih dengan nada marah

" maksudnya?" tanya Dhita tak mengerti

Dhaniel pun semakin gemes dibuatnya

" apa pelajaran yang kemarin belum cukup beib " tanya nya sambil nenyeringai

Dhitapun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan akhirnya Dhaniel pun semakin tak tahan untuk mengecup bibir Dhita dan melampiaskan rasa kesalnya

cup

Dhanil mengecup sekilas bibir Dhita tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya

Dhita yang mnedapatkan ciuman mendadak dari Dhaniel di depan umum tak terima dengan perlakuan Dhaniel ia merasa sangat malu karena memang saat itu dijalan itu ada beberapa orang yang sedang berjalan kaki.

saking kesal.dan malunya Dhita berlari menuju villa meninggalkan Dhaniel yang hanya tersenyum tak tahu malu.

begitu tiba di villa langsung naik kelantai 2 dan masuk kedalam kamar yang ia tempati dari kemarin.

Pian dan yang lainnya yang melihat Dhita berlari sambil menangis hanya terdiam dalam pikiran mereka itu pasti ulah Dhaniel dan tak lama kemudian Dhaniel pun masuk dengan wajah tanpa dosa langsung bergabung dengan teman-temannya yang masih menatapanya seakan bertanya " ada apa "

Dhaniel sadar jika teman-temananya memperhatikannya

"ada apa? kenapa pada liatin gw begitu " tanya Dhaniel sambil menyambar sebuah tempe goreng dan memakannya

" ada apa dengan kekasihmu,kenapa dia menangis " tanya Hesti penasaran

" oh...itu " Dhaniel menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tak terasa gatal

" ya ...kenapa" tanya Hesti tak sabar menunggu jawaban yang keluar dari mulut tunangan bisnisnya.

" tadi gw cium dia dijalan abis gw gemes banget liatnya" ucap Dhanil sambil cengar cengir membuat yang melihatnya tampak kesal.

" gila loe ya maen nyosor aja kalah soang ama loe" ucap Pian sambil menahan tawa

" iya nih gak liat kondisi loe mah ini dikampung bro tabu kaya gitu beda ama di bar loe mau ngapain kek g ada yang liatin" timpal Andres yang diangguki oleh teman-temannya

" ust.... udah diem pada berisik loe"

Dhaniel pun berdiri dan segera kelantai 2 untuk menemui Dhita

" ish pake dikunci..." gerutu Dhaniel begitu tau kalau pintunya terkunci dari dalam

tok..tok

" tha... buka dong pintunya " pinta Dhaniel dari balik pintu

Dhita yang masih kesal Dhaniel tak menggubris suara dari balik pintu

" tok...tok, buka tha pintunya atau aku dobrak aja ya " ancamnya

akhirnya dengan berat hati Dhita pun membuka pintu lalu membalikkan badannya hendak kembali kearah tempat tidur namum tangan kekar Dhaniel keburu menariknya kuat hingga wajah Dhita beradu dengan dada bidang Dhaniel yang terasa lumayan keras.

" auw..."teriak Dhita sambil memegang hidungnya

Dhaniel hanya tersenyum sambil mendekap tubuh mungil Dhita .

" ih...lepasin Niel " dhita meronta berusaha melepaskan diri dari dekapan Dhaniel namun usahanya sia-sia bukannya terlepas tetapi Dhaniel malah mempererat dekapanya hingga Dhita sulit untuk bernafas.

" kenapa kamu susah banget sih buat nurut sama aku beib " bisik Dhaniel ditelinga Dhita

" maksudnya apa ? " tanya Dhita polos

" aku tuh sayang banget ama kamu beib,aku mau kamu tuh nurutin semua apa yang aku mau tanpa membantah" ucapnya lirih

" dan aku g suka liat kamu ngobrol dengan pria lain " lanjutnya masih dengan berbisik di telinga Dhita lalu ia membenamkan wajahnya diantara leher Dhita dan menghirup dalam-dalam.aroma mawar dari tubuh wanita itu ia merasa begitu nyaman namun berbeda dengan yang dirasa Dhita ia begitu risih dengan posisi Dhaniel saat ini ia berusaha menjauhkan tubuh Dhaniel dengan mendorong nya sekuat tenaga namun yang ada malah ia terjerembab kebelakang hingga tulang ekornya berasa begitu nyeri itu terjadi karena Dhaniel melepaskan dekapannya saat Dhita mendorongnya dengan kuat

" awwwww " teriak Dhita

" ih Dhaniel sakit tau " protesnya pada Dhaniel dengan wajah cemberut dan menahan rasa sakit pada tulang ekornya

Dhaniel yang melihat Dhita terjatuh hanya tersenyum mengejek lalu ia menjulurkan tangan kanannya untuk membantu Dhita berdiri

Dhita yang merasa kesal ia pun mengabaikan uluran tangan Dhaniel ia berdiri lalu pergi meninggalkan Dhanil yang masih tersenyum karena berhasil mengerjai Dhita.

Hari pun semakin siang Dhaniel menarik tangan Dhita manghampiri teman-temannya yang sedang berkumpul di taman belakang yang terdapat kolam .

" wihhh kaya penganten baru aja bro diem dikamar melulu " ucap Andreas menggoda Dhaniel begitu mereka ikut bergabung.

" ih ....apa'an sih kalian berisik banget " ucap Dhaniel lalu duduk ditepi kolam sambil memainkan kakinya di air

" jangan dengerin beib kamu tau kan mereka tuh ember bocor " gurau Dhaniel

"ember bocor sekalian aja Niel panci bocor juga" timpal pian sambil tertawa

Hesti dan Hendy hanya tertawa mendengar banyolan mereka.

Sebenarnya Dhita sedikit bingung dengan situasi antara Dhaniel dan dirinya saat ini

sebenernya Dhaniel menganggap dirinya itu apa? pacar? kan tidak mungkin soalnya sekarang Dhaniel sudah mempunyai tunangan dan acara pertunangan mereka dirayakan secara besar besaran dan hampir semua orang tau hal itu .

Ia tak ingin orang-orang nantinya akan menyebutnya Pelakor.

Sebenarnya ia ingin menjauhi Dhaniel namun bagaimana lagi semakin ia berusaha menjauh semakin ketat juga Dhaniel menjaganya seakan ia tahu kalau Dhita mempunyai niat untuk berada jauh dari pria itu.

Dhita sudah berencana akan pindah ke kota "B" ia akan mencari kerja disana dan kos namun belum sempat ia melaksanakan niatnya Dhaniel sudah mengetahuinya melalui orang kepercayaannya yang ditugaskan untuk mengikuti Dhita setiap harinya.

Dhaniel menghampiri Hesty tunangannya entah apa yang sedang mereka bicarakan ia terlihat begitu bersemangat.

Hampir satu jam lamanya Dhita merasa diabaikan oleh Dhaniel ia pun merasa bosan akhirnya ia putuskan untuk berjalan-jalan sebentar siapa tau nanti ada tukang bakso dijalan ia pun melihat kiri dan kanan nampak semua pada asik dengan kesibukan masing-masing tak satupun ada yang memperhatikannya

sejenak ia melihat kearah Dhaniel mereka bertiga sedang asik bercengkrama tanpa perduli dengan keberadaan Dhita akhirnya Dhitapun melangkahkan kakinya menjauh dari taman belakang ia segera menuju gerbang utama dan kebetulan mang ujang yang ditugaskan untuk menjaga pintu gerbang tidak kelihatan Dhitapun segera keluar dan berjalan kearah warung yang tadi pagi ia datangi.

ia berjalan sambil menendang apa pun yang ada didepannya saat melihat botol plastik ia pun menendangnya sedikit kuat untuk melampiaskan rasa kesalnya.

" aduh..saha nu nimpuk ku botol (siapa yang nimpuk pakai botol)" terdengar suara seorang pria yang mengaduh dengan logat orang sunda Dhita pun menutup mulutnya dengan tangannya karena terkejut ternyata botol yang ia tendang barusan mengenai kepala seseorang .

Dhita pun menghampiri orang tersebut untuk meminta maaf

" aduh a maaf yah saya gak sengaja" ucap Dhita dengan rasa menyesal

" eh non Dhita, mau kemana" ternyata pria yang menjadi korban botolnya adalah opik

Dhita pun tersenyum sambil meminta maaf kembali pada opik ia pun mengutarakan niatnya yang hendak mencari tukang bakso.

dengan senang hati opik pun mengantarkan Dhita untuk membeli bakso.

dengan mengendarai motor bebeknya mereka pun berboncengan menuju tempat yang dimaksud oleh opik .

Begitu tiba opik langsung memesan 2 mangkok bakso lalu mereka duduk diatas tikar dibawah sebuah pohon besar yang mengadap pada pegunungan yang terlihat hijau.

walaupun hari sudah siang namun hawa didesa ini masih terasa begitu sejuk tak lama kemudian pesenan merekapun sudah siap untuk disantap.

Mata Dhita nampak berbinar melihat makanan kesukaanya ia pun segera menambahkan beberapa sendok sambal dan ketika ia hendak menambahkan satu sendok lagi tangannya ditahan oleh opik ia pun menatap opik

" jangan banyak-banyak neng nanti sakit perut ini mah sambelnya meni pedes " ucap opik sambil meletakan kembali sendok sambal yang berada ditanganku

aku pun tersenyum

" terima kasih ya udah di ingetin"

opik pun tersenyum lalu kami asik menikmati makanan yang berbentuk bulat itu sambil bercerita.

ternyata berteman dengan opik membuatku nyaman hingga tanpa terasa hampir dua jam aku meninggalkan villa.

memang setelah makan bakso opik mengajakku jalan-jalan menikmati suasana pedesaan terasa begitu menyenangkan hingga aku lupa dengan peringatan Dhaniel tadi pagi

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

hai para reader salam kenal dari author buat kalian semua.

author mohon maaf ya kalau masih banyak typo bertebaran

jika kalian suka dengan ceritanya tolong dukung author dengan cara

- like

- vote n

- komennya

terima kasih

author /amel

1
it's me oca -off
semangat
Risa Virgo Always Beau
Daniel menjadi anak baru di salah satu sekolah
TK
🌷🌷
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
klo aku sih lebih baik Anti di masukkan ke penjara, karena apa yang selama ini dia lakukan sudah termasuk tindakan pidana
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
hihihi... begitu di cium langsung meleleh tuh hati 🤭🤭
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
kasian amat kamu Ndre, baru aja mau numpang sarapan, eh malah diajak Daniel pergi 😂😂
it's me oca -off: hadir
total 1 replies
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
Dhita gak lupa sama janjinya
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
oh ayolah Daniel, harusnya kamu bisa merasakan klo dia itu bukan Dhita yang asli
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
pasti Dhita bingung yaa karena kepulangan Daniel yang tiba-tiba dan gak kasih kabar dahulu ke Dhita
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
ya kamu harus setuju Rina, daripada kamu masuk penjara dan keluarga mu tidak ada yang membantu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
udah bene-bener gila tuh Anti, gak mikir apa hanya karena obsesinya pada Daniel, dia sampe mau menghilangkan nyawa orang, apalagi didalam itu juga ada 2 anak kecil
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
dokter bedah plastik nya hebat banget lho, bisa ngoperasi wajah Anti bener-bener mirip Dhita kayak saudara kembar
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
untung Daniel datang tepat waktu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
yaa pastilah mau klo dikasih cucu lagi, kan biar tambah rame
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
oooh ya ampun, kok gak tau malu banget yaa kamu Anti... dasar si ular keket
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
kenapa cemburu Niel, kan Dhita sama Dimas hanya berteman dan mereka cuma sedang berbicara, naah yang kamu rasakan, sama seperti yang Dhita rasakan Niel
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
mangkanya tho Niel, walaupun kamu sama genk mu lagi njalani misi untuk menjebak Anti, yaa kamu jangan sampe lupa dong sama keluarga mu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
diih gak tau malu banget sih kamu
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
iih ngarep banget sih kamu... mimpi aja terus, ati-ati sakit nanti klo jatuh
B⃟c ᴅʀɪᴇᴀʀᴛʜᴀ
dah tak usah kamu pikirkan Dhita, biar teman-teman Daniel saja yang membalasnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!