NovelToon NovelToon
Temptation

Temptation

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cintapertama / Tamat
Popularitas:642.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noah Arrayan

"Aku pernah membaca sebuah deretan kata yang mengatakan bahwa Menikahi laki-laki cuek adalah setengah dari penderitaan hidup.
Aku sepenuhnya setuju pada pernyataan itu" - Adhara Cellia.

Kehadiran cinta masa SMA nya semakin memperkeruh hidup Dara. Ia ragu mampu menahan diri dari godaan pria di masa lalunya dan mempertahankan pernikahannya yang memang telah rapuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh

Cuek dan tak peduli adalah sifat dasar Fabian yang sudah mendarah daging, meski sempat berubah namun perlahan sifat pria itu berangsur kembali seperti semula. Ia seakan lupa pada janji-janji nya pada Dara untuk memperbaiki hubungan mereka.

Namun Dara sudah tak terlalu peduli, entah karena fokusnya saat ini sedang teralihkan pada sikap cuek Reynand padanya, juga keresahan hatinya menyadari semakin hari perpisahan nya dengan Rey semakin dekat atau karena Dara sudah terlalu terbiasa menerima perlakuan Fabian yang seolah tak pernah peduli padanya.

Tentang Reynand, diam-diam Dara terus berharap pak Hartono tak akan menemukan asisten yang sesuai kemauan nya. Dengan begitu Reynand akan tetap berada di kantor ini dan ia bisa terus melihat pria itu meski tak ada sapaan apalagi obrolan seperti dulu diantara mereka. Kali ini rasanya Dara benar-benar tak siap untuk jauh dari pria itu, ia sadar dirinya tak seharusnya seperti ini. Namun Dara tak bisa menepis perasaan nya.

"Kalian duluan saja kembali ke kantor, saya sudah janji untuk menemani istri saya belanja sebentar" Ucap pak Hartono pada Dara dan Reynand selepas mereka melakukan meeting bersama pimpinan perusahaan yang menjalin kerja sama dengan mereka.

"Baik pak" Jawab Dara dan Reynand hampir bersamaan. Pak Hartono menaiki mobil yang akan membawanya untuk bertemu sang istri meninggalkan Dara dan Reynand yang tak saling berbicara.

"Aku duluan Cell" ucap Reynand tanpa melihat ke arah Dara.

"Iya Rey hati-hati" Dara memang datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor, sementara pak Hartono dan Reynand telah datang lebih awal ke perusahaan tempat mereka melakukan meeting karena sebelumnya kedua pria itu menghadiri acara yang lain.

Dara melangkah gontai menuju motor nya yang terparkir di sisi berbeda dengan tempat Rey memarkirkan mobilnya.

Sebenar nya dara merasa kepalanya sedikit sakit, mungkin karena semalaman tak bisa tidur. Dara baru bisa memejamkan mata menjelang subuh.

Terbesit keinginan untuk menelfon Fabian dan meminta pria itu menjemputnya. Ia takut terjadi apa-apa di jalan, karena kantornya cukup jauh dari tempatnya saat ini.

Namun Dara mengurungkan niatnya, ia tak mau merasakan sakit hati karena penolakan Fabian. Ia merasa menghubungi Fabian hanya akan berakhir sia-sia.

Dulu Ia pernah sakit dan meminta Fabian menjemputnya namun pria itu menolak dengan begitu banyak alasan hingga Dara memutuskan untuk pulang sendiri, beruntung tak terjadi apa-apa di jalan dan ia bisa tiba di rumah dengan selamat. Namun jangankan merasa bersalah, Fabian bahkan sama sekali tidak bertanya mengenai kondisi Dara, pria itu juga mendiamkan istrinya dengan alasan takut Dara akan meledak marah jika ia menyapanya.

Rasanya Dara tak ingin merasakan kekecewaan itu lagi, karena nya Dara memutuskan untuk pulang sendiri. Berharap tak terjadi apapun dengan nya. Lagipula selama ini ia terbiasa mandiri karena Fabian yang tak suka jika dirinya terlalu manja.

"Rey, kayaknya aku nggak balik ke kantor lagi. Aku nggak enak badan mau langsung pulang ke rumah, nanti bilang ke pak Hartono kalau beliau nanya"

Dara mengetik dan mengirimkan pesan pada Reynand. Setelahnya Dara langsung menyimpan ponsel di tas dan menaiki motornya tanpa menunggu balasan dari Reynand karena ia tak yakin pria itu akan membalas pesan darinya mengingat betapa acuh pria itu terhadapnya saat ini.

Dara memacu motornya dengan kecepatan sedang, ia harus berhati-hati karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak bersahabat. Sempat terfikir untuk meninggalkan motor nya dan memilih naik taxi. Namun Dara merasa malas jika harus kembali ke sini untuk mengambil motornya, meminta Fabian yang melakukan nya Dara yakin pria itu tak akan bersedia.

Hembusan angin membuat tubuhnya menggigil, Dara merasa dirinya akan demam. Ia berharap bisa kuat hingga tiba di rumah.

Karena dingin yang terasa semakin menusuk, Dara kehilangan fokusnya hingga tak menyadari di depannya ada pengendara yang tiba-tiba berhenti.

Refleks Dara membelokkan motornya untuk menghindari pengendara di depan nya. Sayang nya Dara kehilangan keseimbangan, ia tak bisa mengendalikan motornya. Dara pasrah membiarkan sepeda motornya ambruk, tubuhnya terhempas menyentuh aspal.

Rasa pusing yang semakin menyergap dengan pandangan yang tiba-tiba menggelap membuat Dara tak langsung bangkit, ia membiarkan tubuhnya tetap dengan posisinya untuk beberapa saat sambil mencoba menenangkan hati dan mengembalikan keseimbangan tubuhnya. Samar-samar Dara mendengar suara orang-orang yang mungkin ini membantunya.

"Cellia, sayang kamu nggak apa-apa?" Suara panik seorang pria yang begitu Dara kenali menyergap telinga nya, mengalirkan rasa hangat di hati Dara. Ia yang masih memejamkan mata karena rasa pusing yang belum beranjak kemudian merasakan lengan kekar Reynand yang merengkuhnya merasakan kehangatan pelukan pria itu.

"Aku nggak apa-apa Rey, hanya sedikit pusing" ucap Dara terbata, tak ingin Rey yang terus memanggilnya merasa semakin khawatir.

"Ya Tuhan, syukurlah sayang" Gumam pria itu sembari menciumi puncak kepala Dara. Sungguh terasa begitu nyaman, Dara merasa ingin terus berada dalam dekapan pria itu dalam waktu yang lama.

Rey terdengar mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang sudah membantu mengangkat dan mengamankan sepeda motor Dara.

"Cell, kita ke rumah sakit sekarang" Bisik Reynand. Dara memaksakan dirinya untuk membuka mata.

"Nggak usah Rey, aku mau istirahat di rumah aja." Reynand paham, Dara tidak menyukai rumah sakit.

"Tapi kamu harus diperiksa Cell, kepala kamu terbentur?" Tanya pria itu lembut.

"Tapi aku pakai helm Rey, lagian jatuhnya nggak terlalu keras karena tadi aku jalannya pelan" Dara meraba kepalanya yang sudah tak ditutupi helm, entah kapan Rey melepasnya.

"Aku mau telfon Fabian Rey, mau minta jemput dia" Ucap Dara berusaha bangkit untuk mencari tas nya.

Wajah Rey yang sebelumnya terlihat begitu khawatir berubah dingin seketika. Bahkan dengan perlahan melepaskan rengkuhannya pada Dara. Namun pria itu masih berada di tempatnya, belum beranjak meninggalkan Dara yang ia lihat melangkah dengan tertatih. terlihat luka lecet di siku dan betisnya beberapa jari kakinya.

"Mas, aku kecelakaan. Kamu bisa jemput aku nggak?" Rey mendengar Dara menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya juga memberi tahu Fabian posisinya saat ini.

Kening Reynand mengernyit melihat raut kecewa di wajah Dara, entah apa jawaban Fabian sehingga wajah Dara tampak memerah dengan kekecewaan yang menyala.

"Tapi aku nggak kuat bawa motor mas, aku nggak enak badan. Sekarang aku juga lemas karena terlalu kaget mas" Lirih Dara.

"Oh ya udah, aku usahain kalo gitu" Ucap Dara sembari menutup panggilannya. Air matanya berhamburan.

"Kenapa Cell?" Rey yang sebelumnya membeku mendekat ke arah Dara ketika melihat kondisi Dara yang menyedihkan.

"Nggak apa-apa" Dara menjawab terbata sembari menggeleng.

"Fabian nggak mau jemput?" tebak Reynand, pria itu menatap tajam ke arah Dara yang juga menatap nya.

Dara mengangguk perlahan.

"Fabian lagi banyak kerjaan" Ucapan lirih Dara membuat Rey menghembuskan nafasnya dengan kasar.

"Ayo aku antara pulang" Ucap pria itu, Rey tampak mengepalkan tangannya.

"Iya Rey, tapi aku nggak mau pulang. Bawa aku ke mana aja asalkan bukan ke rumah" Ucap Dara sambil menghapus air matanya dengan kasar.

🍁🍁🍁

Mudah-mudahan El_Safira bisa up juga hari ini. Maafkan jadwal up aku yang lagi amburadul nggak jelas ya guys 😘😘🥰

1
Sonia Putri
Dara..Daffa dan Raffa
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dysha♡💕
sukses buat author nya👍🏼
vicka luvasta
aku selalu suka karya karya mu Thor, alurnya bagus, sayang ini pendek episodenya
aryuu
rame
💟노르 아스마💟
serunya
💟노르 아스마💟
VANGKE!!!
💟노르 아스마💟
seriusan kh itu ...atau rencana alexa aja
ahhh mumet
💟노르 아스마💟
keterlaluan banget
Dewa Nara
terima kasih atas ceritanya Thor
Dewa Nara
makanya Rey, kamu mesti tegas sama Alexa
Dewa Nara
kayaknya Dara mau kabur nih
Dewa Nara
baru kali pasangan selingkuh dapat dukungan pembaca 😃😃
Dewa Nara
luar biasa...6tahun hanya dikasih nafkah batin
Dewa Nara
maunya apa sih si Rey ini
Dewa Nara
Rey kok gak tau diri ys
Fina Fitriani
bagus banget Thor..... sampai sedih bacanya,,perjuangan cinta yg berat dan endingnya memuaskan pembaca...... sekali LG aku suka ceritamu thor.singkat jelas dan padat tidak muter2 dan banyak bab💪💪👏👏😍
Kristina Veronica
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Rani Anggraeni
entahlah sesama wanita aq merasa lebih baik pergi dan mengurus anak sendiri meski ttp pakai baby sister dr pd hidup dgn lelaki menyengsarakanspt fabian
Dewa Nara: setuju, mending Dara cerai dari Fabian yg gak pedulian
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Suka ama Karya mu Thor, makasih ya.. Semoga sehat selalu dan sukses selalu ya thor..⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!