NovelToon NovelToon
After Marriage

After Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:346.6k
Nilai: 5
Nama Author: momian

Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.


Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

"Bagaimana Nak Mela, apa sudah memberitahu Tuan Verdi, jika Nak Mela hamil?" tanya Bibi pada Melati saat keduanya kini sedang berada di ruang setrika. Bibi Menyetrika sedangkan Melati melioat baju yang telah bibi Setrika.

"Belum Bi." Jawab Melati sambil melipat pakaian.

"Loh Nak, kenapa? Harusnya kabar gembira segera disampaikan."

"Tapi Bi! aku takut kalau sampai.."

"Yakin lah, pasti Tuan Verdi bahagia mendengar kabar kalau kau hamil Nak."

Melati menghela nafas. "Semoga Bi." Ucap nya. "Tapi bukan itu yang aku takutkan Bi! aku takjt jika kemudian aku melahirkan dan harus dipisahkan dengan bayiku." Batin Melati sambil memgusap perutnya yang masih datar.

"Ouh iya Bi apa aku boleh bertanya?"

"Ada apa Nak? tanyakan saja."

"Bi, sebenarnya apa penyebab Veli meninggal? karna saat itu aku berada dikampung dan tidak tahu apa-apa."

"Nak Seli .." Ucapan Bibi terpotong kala Verdi tiba-tiba berdiri di depan pintu dan berhadem. Dan membuat keduanya menoleh kearah Pintu.

"Tuan." Sapa Bibi, sambil menunduk.

"Buatkan aku kopi." Titahnya dan melangkah pergi dari sana.

"Biar aku saja Bi." Timpal Melati sambil menahan tangan Bibi yang hendak pergi membuat kopi.

"Baiklah, kalau begitu Bibi lanjut menyetrika saja."

"Iya Bi."

Setelah membuat kopi. Kini Melati membawa kopi tersebut kekamar Verdi, Malati mengetuk pintu menunggu jawaban dari dalam sana tapi tidak ada sama sekali. Membuat Melati terpaksa memnuka pintu meskipun tanpa ada titah.

Melati berjalan perlahan sambil membawa nampan yang berisi secangkir kopi.

"Tidak sopan!" Kata Verdi

Melati terdiam mendengar ucapan Verdi barusan.

"Kau tidak sopan! Masuk kamar tanpa permisi. Dimana etika mu?"

"Tapi, tadi .."

"Tidak usah banyak bicara. Aku benci perempuan seperti dirimu"

"Memang sejak kapan kau menyukaiku?" Batinelati lalu meletakkan cangkir kopi di atas meja.

Verdi yang duduk di kursi memerhatikan tingkah Melati. Mata Verdi bahkan tidak berkedip sama sekali, membuat Melati salah tingkah. "Masih ada lagi?" Tanya Melati.

"Kapan kau hamil? Aku sudah bosan melihatmu!" ucapnya dengan tegas membuat Melati merasa geram.

"Hamil? tidak, tidak! Verdi tidak boleh tahu jika saat ini aku sedang hamil. Karna jika ia tahu maka..."

"Kenapa hanya diam saja, hhmm?"

"Aku belum hamil."

"Dasar mandul" Ejek Verdi. "Kau memang wanita yang tidak berguna sama sekali. Sudah membunuh adikku, dan tidak bisa hamil, cihhh."

"Apa maksudmu dengan membunuh Veli? aku tidak tahu sama sekali tentang adikmu." Bantah Melati.

"Mana ada pencuri yang mengaku. Maka penjara akan penuh"

"Aku tidak membunuh dan tidak pernah membunuh adikmu." Teriak Melati tegas. "Membunuh binatang kecil saja aku tidak bisa dan tak tega, apalagi jika membunuh manusia!"

Verdi yang tak terima di bentak dari Melati, langsung berdiri dan menghampiri Melati. Verdi mencengkram kedua pipi Melati dengan satu tanganya. Hingga membuat Melati sulit untuk berucap.

"Jangan sekali-kali berani teriak di depan ku."

"Hhmm, Hhmmm" Melati berusaha melepas cengkraman Verdi namun sangat sulit.

"Jika kau seperti itu lagi, maka tidak segan-sengan aku melenyapkan mu." sentak Verdi dan melepaskan cengkramannya di pipi Melati.

"Silahkan! Silahkan lenyapkan saja nyawaku. Biar hidup ku tidak lagi menderita bersama setan seperti dirimu "

'Plakkkkk' Satu tamparan mendarar dipipi mulus Melati, membuat Melati memengang pipinya yang terasa panas. Dan darah segar mengalir dari sudut bibir Melati.

"Kau!" Lirih Melati

"Sekali lagi kau teriak dihadapanku maka....

1
Niska Zega
thor uppppp
Encik Siti
novel dri pengarang ini banyak yg ngegantung pdhl tulisanya tamat
Ana
lnjut
Siti Sa'adah
novel ni kok gk dilanjut2 ya,,
warnita meridiana
lanjut dong
Lola Levita
cerita ini ngga dilanjutkan lagi ya kak ,padahal dah lama banget ditungguin nya cuma pen tau gimana kelanjutannya hub Verdi dan melati
Bu Yudi Wahono
up thor
Bu Yudi Wahono
novel ini sangat menarik tapi kok gak selesai ya konfliknya,
MUHAMMAD AZIM ANDIKA
saya mau update ny
MUHAMMAD AZIM ANDIKA
knpa tiada update ya
Siti Aisyah
up dong Thor 🙏
fei yuu
thor aku br baca ini, ceritanya bagus sayang kalo gak diterusin loh
fitria widyani
sediih thor .. huaaa
Nadya
ini lanjutannya mana
MUHAMMAD AZIM ANDIKA
'kenapa tiada khabar dari penulis nya
Jenar Adhisti
nih ceritanya gak ad lanjutanya lg
Agis Firmansyah
up dong kangen ceritanys
Dewi💕
othornya ga niat buat novel
smw pada gantung ceritanya
Waode Nurlia: betul itu,, coba selesaikan dulu yang After Marriage baru habis itu bikin WANITA 500JUTA,, ini After Marriage belum habis malah sudah bikin lagi novel baru WANITA 500JUTA,, bikin yg baca pada kecewa....
total 1 replies
zainrdh
otot kpn up-nya kok di gantung gini
MUHAMMAD AZIM ANDIKA: ya kapan update cerita nya udah lama
total 1 replies
Bu Yudi Wahono
masih sakit thor, semoga lekas sembuh. lanjut thor ku tunggu
Rey'Al: kapan lanjutin lagi cerita ini..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!