NovelToon NovelToon
Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tunangan Sejak Bayi / Fantasi Wanita / Teen School/College / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Tak pernah terbayangkan dibenakku bahwa Refald adalah tunanganku. Dia seorang anak sultan yang populer di sekolah. Dia bule bodoh yang datang kemari hanya demi mencariku yang sudah melupakannya. Kami terpisah karena aku melarikan diri dari takdir yang merenggut nyawa Ibuku.

Tidak kusangka kami bertemu kembali dengan takdir yang berbeda dan kisah-kisah yang berbeda pula. Membangun kembali rasa kebencian yang dulu pernah kurasakan padanya. Namun, entah sejak kapan kebencian itu menghilang, dan aku mulai menyadari bahwa aku juga mencintainya.

Namun sosok Refald masih misteri bagiku. Banyak hal yang terjadi selama kami bersama termasuk kejadian di luar nalar manusia. Namun kami yakin kami bisa melewati semuanya meski nyawa kami yang harus jadi taruhannya.

Aku baru tahu kalau Refald adalah seorang putra raja. Dia adalah pangeran yang memiliki pasukan makhluk astral tampan dan juga cantik. Sangat berbeda dengan demit pada umumnya. Bukannya takut, aku semakin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 30 Pengarahan

Hari sabtu adalah hari yang paling sibuk bagiku. Selain harus menghadapi ulangan dadakan dari para guru-guru di sekolah, aku juga harus mengadakan rapat terakhir dan geladi bersih untuk acara besok yang akan dimulai pada pukul tujuh pagi.

Tujuannya adalah meningkatkan kekuatan fisik dan memberikan pelatihan khusus pada calon peserta yang akan mengikuti kegiatan caraka serta melakukan pengecekan terakhir agar aku tahu seberapa kuat fisik dan mental mereka.

Kegiatan ini tidak hanya melatih kekuatan fisik saja, tetapi juga melatih kekuatan mental, karena semuanya harus dipersiapkan dengan baik. Selain itu, banyak kegiatan lain yang harus dilakukan para peserta setelah sampai di lokasi nanti. Salah satunya adalah berlatih bertahan hidup di dalam hutan, alias survival.

Setelah memberikan pengarahan tentang peralatan dan perlengkapan apa saja yang harus dibawa besok, aku juga memberikan pesan terakhir yang harus diketahui oleh para anggota pecinta alam sebelum kami berkemah di dalam hutan. Karena pesan itu, sangat sangat sangat penting.

“Baiklah, acara penutup kali ini, saya selaku ketua panitia kegiatan ini, ingin menyampaikan sesuatu yang penting yang harus kalian ketahui sebelum kita melakukan kegiatan di dalam hutan.” aku menatap seluruh siswa junior yang berbaris rapi di lapangan belakang sekolah kami.

Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan ini, karena berdasarkan seleksi awal, mereka yang ikut tergabung dalam organisasi adalah orang yang memiliki mental kuat dan jiwa pecinta alam yang tinggi. Tidak heran jika peminatnya memang lebih banyak kaum adam dibandingan dengan kaum hawa.

Ada hal yang menarik dibalik banyaknya kaum adam yang mengikuti organisasi pecinta alam ini. Yaitu, mereka jadi terkenal dengan fisiknya yang kuat karena seringnya latihan fisik sehingga terlihat lebih garang ala preman yang keren tetapi sangat cool. Kendati demikian, sebagian dari mereka menjadi idola banyak kaum hawa di sekolah ini.

Itulah sedikit gambaran tentang para anggota organisasi pecinta alam. Aku pun mulai melanjutkan lagi pengarahanku.

“Mengingat kita akan berada di dalam hutan, saya harap kalian juga menjaga lingkungan hutan dengan baik, jangan membawa hal-hal yang dilarang oleh agama dan kepercayaan kalian masing-masing. Seperti jimat atau benda-benda yang berbau mistis lainnya. Karena tujuan awal kita adalah melaksanakan kegiatan rutin organisasi kita, dan tidak ada tujuan yang lain. Selain itu, kalian juga dilarang membawa perhiasan kecuali anting bagi wanita. Untuk ponsel, sebelum kita berangkat ke lokasi yang ada di tengah hutan, kalian harus menitipkan ponsel kalian ke panitia pelaksana supaya bisa digunakan jika ada kondisi yang genting atau mendesak.

"Semua itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, saya harap kalian mematuhi semua peraturan ini. Ponsel kalian semua akan dikembalikan lagi begitu seluruh rangkaian acara kita selesai dilaksanakan. Ini adalah peraturan yang diminta petugas perhutani agar kita tetap aman selama kegiatan berlangsung. Apa semuanya mengerti?”tanyaku pada mereka semua.

“Mengerti!” mereka langsung kompak menjawab dengan lantang.

“Baiklah kalau begitu, tujuan kegiatan ini adalah mendapatkan pita ungu. Setelah pita ungu berhasil didapat, kalian harus mengikuti satu lagi kegiatan terakhir untuk mendapatkan slayer kebanggan organisasi pecinta alam dengan cara mendaki gunung. Semua kegiatan yang kalian ikuti nanti, merupakan bukti bahwa kalian resmi menjadi anggota pecinta alam di sekolah ini. Anggota organisasi yang mencintai alam, menjaga dan juga melestarikannya. Tetap semangat dan pantang menyerah!” teriakku memberikan semangat motivasi pada seluruh junior siswa siswi kelas X yang diikuti oleh anggota senior dan beberapa alumni yang berbaris rapi dihadapanku.

Setelah acara penutupan selesai, semua siswa dibubarkan dan dipulangkan lebih awal supaya mereka bisa beristirahat dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan besok. Sedangkan aku dan teman-temanku, akan melakukan pengecekan terakhir tentang perlengkapan dan peralatan yang akan dibawa untuk menunjang kegiatan apa saja yang dikerjakan selama berada di dalam hutan.

Tim logistik yang dibantu para senior alumni juga sudah bergerak dilokasi untuk memasang beberapa perlengkapan kegiatan dan peralatan keamanan yang kami butuhkan agar acara kami lancar tanpa ada kendala apapun. Pembina kami juga sudah mulai bersiap, beliau akan mengantar dan membuka acara serta memantau kegiatan ini nanti.

Pukul 04.00 sore kami baru selesai bersiap. Besok, kami semua hanya tinggal berangkat. Semuanya sudah selesai. Tinggal pelaksanaannya saja.

“Akhirnya ... kita selesai juga, aku ingin sekali istirahat.” keluh Nura sambil melekukkan tubuhnya ke samping kanan dan kiri sambil mengangkat tangannya ke atas.

“Ayo kita pulang,” ajakku.

“Fey!” Mia memanggilku saat aku akan menuju pintu keluar ruangan.

Aku menoleh ke arahnya. “Ada apa Mia?”

“Maaf sebelumnya, tapi ini mengenai Refald!”

Aku terkejut Mia mengucap nama Refald didepanku. Padahal, mati-matian aku berusaha melupakannya dengan menyibukkan diri fokus pada kegiatan ini. “Kenapa?” tanyaku berusaha menguasai diri.

Mia terlihat ragu, tapi sepertinya ia harus mengungkapkannya. Nura sendiri juga ikut tegang sehingga ia hanya diam menatapku dan Mia yang saling berhadapan.

“Saat aku menemui pembina di kantor untuk melaporkan kegiatan kita, aku mendengar bahwa Refald masih terdaftar sebagai siswa di sini. Itu artinya, ia mungkin akan kembali? Apa kau sudah tahu itu?”

Aku menundukkan wajahku mendengar kata-kata Mia. Selama ini aku berusaha tersenyum dan terlihat baik-baik saja di depan semua teman-temanku. Tetapi sepertinya, mereka tahu bagaimana perasaanku yang sesungguhnya, meski aku berusaha keras menutupinya. Mungkin, itu karena mereka benar-benar menyayangi dan mengkhawatirkan aku.

Aku menatap Mia dengan mata berkaca-kaca. “Dia kembali atau tidak, tidak ada urusannya lagi denganku Mia. Diantara kami sudah tidak ada apa-apa. Hubungan kami hanya sekedar kesepakatan. Begitu tugasku selesai. Maka kamipun juga selesai, dan tidak ada yang kusesali selama kalian ada disisiku. Aku juga tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang-orang tentangku, karena aku, masih punya kalian yang masih percaya sepenuhnya padaku. Bagiku, itu saja sudah lebih dari cukup!” Aku menyakinkan diriku sendiri dengan mengatakan itu pada Mia. Bukan untuk menenangkannya, tapi untuk menenangkan diriku sendiri.

Mia berlari memelukku, begitu juga dengan Nura. Aku bahkan hampir terjatuh karena tidak kuat menopang beban tubuh mereka. “Ada apa dengan kalian? Jika ada yang melihat, mereka pasti mengira kita lesbian!”

“Kau masih bisa bercanda disaat seperti ini?” tanya Mia yang masih tidak percaya kalau aku baik-baik saja.

Mereka langsung melepaskan pelukannya. “Maafkan aku, Fey, sebagai teman, aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu!”

“Apa yang kau bicarakan Mia? Ayolah ... jangan membuatku menangis di sini. Ini bukan drama? Kalian teman terbaikku. Bersama dengan kalian aku sangat bahagia. Jadi, jangan pernah bilang seperti itu lagi, jika tidak ada kalian bersamaku ... aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku."

Kami tertawa bersama. Senang rasanya bisa kembali bercanda dengan mereka. Aku berharap saat-saat seperti ini akan berlangsung sedikit lebih lama sampai waktuku tiba. Aku juga ingin mereka tetap menganggapku sebagai teman baik mereka meski nanti aku tidak lagi bersama dengan mereka.

Oleh karena itu, aku berencana akan menceritakan semua rahasiaku pada teman-temanku. Aku juga berharap perasaan mereka terhadapku tidak akan pernah berubah meski mereka tahu siapa aku sebenarnya dan darimana asalku.

Sesampainya di rumah, aku menyiapkan segala sesuatu yang kubutuhkan untuk acara besok. Aku memutuskan akan ke lokasi lebih awal dan bergabung dengan yang lainnya yang sudah terlebih dulu berada di sana. Aku sudah menghubungi Yua untuk menyusulku jika dia tidak keberatan. Tapi jika ia mau, aku juga menyarankan supaya ia berangkat bersama dengan Mia dan Nura saja besok.

Yua bilang, ia akan menghubungiku jika mau berangkat ke lokasi, karena saat ini ia belum bisa memutuskan apakah ia akan berangkat sendiri atau tidak. Akupun menghormati apapun keputusan Yua.

Sebelum aku berangkat ke lokasi itu, aku akan ke rumah nenek dulu untuk pamit, karena kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari. Selama di lokasi, ponsel tidak boleh diaktifan atau digunakan, selain itu juga mungkin tidak ada sinyal di dalam hutan. Aku hanya berharap nenek tidak mengkhawatirkanku jika aku tidak bisa dihubungi.

Begitu sampai di rumah nenek, aku terkejut karena ada banyak sekali kendaraan yang terparkir di halaman depan rumah nenek. “Apa nenek sedang ada acara? Kenapa ramai sekali?” gumamku dengan melangkah masuk ke rumah nenek setelah memarkirkan motorku di depan pagar

Kendaraan pertama yang aku lihat adalah mobil alphard silver, lalu disusul mobil warna serupa yang tidak begitu terlihat jelas karena tertutupi badan alphard tadi. Sebelahnya lagi ada sepeda motor warna hitam dan juga beberapa kendaraan lain milik nenekku sendiri.

Aku penasaran sebenarnya, siapa para tamu nenek itu. Tapi tujuan awalku kesini hanyalah untuk berpamitan jadi, aku langsung masuk kedalam dan berniat pergi lagi begitu bertemu dengan nenek.

Saat aku sampai di ruang tamu, aku sungguh terkejut hingga tubuhku menjadi beku dan tidak bisa bergerak karena mendadak langkah kakiku berhenti sendiri. Aku tertegun melihat semua orang yang ada di dalam rumah nenekku.

Aku mengenali mereka semua. Bahkan yang paling membuatku terpana adalah laki-laki tinggi berjas biru dan berdasi rapi dengan warna cerah berdiri tegap membelakangiku, ia menoleh kearahku begitu tahu aku masuk. Laki-laki paruh baya yang memakai kacamata itu tersenyum manis padaku. Laki-laki dengan berambut lurus hitam pekat yang sama dengan rambutku itu ... tidak salah lagi, laki-laki itu adalah ayahku.

Perlahan laki-laki yang kuyakini sebagai ayahku mulai mendekatiku dengan segudang rindu dimatanya. Semakin dekat, aku semakin yakin bahwa laki-laki itu adalah ayahku. Ayah tidak pernah berubah. Bahkan ia terlihat tidak tampak tua.

Ayahku ada di sini, ia berdiri tepat didepanku. Tanpa ragu lagi, aku menjatuhkan tasku dan langsung berlari memeluknya. Aku tidak bisa percaya ini. Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan ayah.

“Otousan!” aku memanggil ayahku dalam pelukannya.

***

1
Mayu Sekar Pulih
sebentar sakira saoran jd ingat anime cardcaptor sakura hehehe
mamah twins🌾
mampir lagi aku kesini..kangen sama kisah refald dan fey
Aya Vivemyangel
disinilah q memahami pak PO n mbk Kun n mbk sun 🤣🤣🤣🤣
Aya Vivemyangel
gemes bgt ma si Fey nih
Aya Vivemyangel
nangis lagiii ,
overthingking bgt sih si Fey
Aya Vivemyangel
daahhh
Aya Vivemyangel
mampir lagi q , entah THN brp q baca Fey ini 😁
Siska Sutartini
kok dia bisa tau goa tempat tinggal rhea. siapa dibalik irene ini sehingga dia bisa mengetahui kelemahan rey?
Siska Sutartini
ampun dj pak po.. masa adegan ninuninu mu mesti diarahkan pake kentongan sih 🤣🤣
Siska Sutartini
saking lamat jadi pocong ya pak po.. sampe lupa gimana rasanya jadi laki-laki 🤣🤣🤣
mau diajarin main pedang sama refald si pak po 🤦‍♂️
Siska Sutartini
bener2 bengek si roy ini, plsyboy cap kapak ini mah
Siska Sutartini
lah ini peranakan jerman apa Korea sih ? serahhh othor daah
Siska Sutartini
kau kasih masukan boleh ya Thor. mungkin maksudnya tour guide ya Thor. boleh dipertimbangkan jadi bahan koreksi. 😊
Siska Sutartini: aku kasih masukan maksudnya. ini autotext gemesin deh
total 1 replies
Siska Sutartini
maaf nih Thor sedikit koreksi boleh ya. utk bagian ini kata berkutik lebih cocok berkutat dengan pikiran. setauku begitu dalam penulisan kalimat bahasa Indonesia yg baik. smoga bisa diterima ya 😁
Siska Sutartini
air kemasannya pasti nyuruh pak po lah 🤣🤣
Iis Istiqomah
kan nnti jadi mantunya refald sm fey
Iis Istiqomah
aku juga ikut ngakak pak po🤣🤣🤣
Iis Istiqomah
eric sahabat refald
Iis Istiqomah
Kecewa
Iis Istiqomah
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!