Lyondri Clarissa Atmaja, seorang wanita karier berusia 26 tahun. harus menghadapi kenyataan pahit mendapati perselingkuhan suami yang sangat dicintainya, haruskah pernikahan nya kandas setelah menjalani bahtera rumah tangga selama 3 tahun itu?
ditengah kebimbangan nya sosok laki-laki lain perlahan hadir memaksa masuk ke dalam kehidupannya. sekuat tenaga ia berusaha menghindari laki-laki itu karena dia adalah suami dari teman Lyondri. bagaimana kisah mereka selanjutnya? akankah segala problematika yang dihadapi Lyondri akan melahirkan kebahagiaan nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
Sapaan angin membelai wajah mulus Lyondri, bulu mata lentiknya sesekali mengerjap memandang rintik hujan yang mengguyur bumi. jari-jari lentik itu menempel di kaca kamar apartemen membelai susuran air yang melewati kaca. sore yang menenangkan. Lyondri selalu menyukai kedamaian bersama aroma hujan.
segera ia mengangkat wajahnya ketika dirasakan tangan kokoh menangkup pinggangnya. memeluk dengan erat. bibir merah itu melengkung memberikan senyum manis nya menatap si empunya tangan
"uda pulang mas? buruan mandi" bisiknya manja.
"mas kangen sama kamu" bisik Orion sambil mengecup pipi Lyondri.
Lyondri berbalik menatap Orion dan mengelus pipi suaminya
"aku tau, tapi mas harus segera mandi. aku siapin makan" tatapan Lyondri sungguh tatapan memabukkan bagi Orion, bagai magnet yang menarik wajahnya perlahan hingga tanpa sadar bibirnya segera melahap bibir wanita nya dengan penuh kasih sayang.
Lyondri membiarkan suaminya menyesap menyalurkan kerinduan, matanya perlahan terpejam menikmati lumatan lembut pria tampan yang memaksa masuk ke dalam kehidupannya ini.
Lyondri segera menjauh dengan senyum yang masih setia hinggap di bibirnya
"aku tunggu di meja makan" Lyondri mengerlingkan sebelah matanya menggoda Orion. membuat jantung Orion bersorak senang. membangkitkan gelora yang semakin kuat menggulung naluri kelelakian nya. ingin sekali ia menangkap tubuh Lyondri dan memerangkapnya di dalam rengkuhannya, mencumbu dengan segenap cinta yang memenuhi hati. namun terlambat tubuh itu segera menghilang di balik pintu menyisahkan Orion yang menatapnya lapar. lapar ingin segera melahap tubuh Lyondri tanpa sisah.
Lyondri tersenyum menatap suaminya yang perlahan mendekati. tampak segar sehabis mandi dengan kaos Oblong biru gelap membalut tubuh nya di padukan dengan celana santai pendek berwarna hitam. Orion duduk di depan Lyondri setelah terlebih dahulu mengecup kening wanitanya.
Lyondri mengambil piring kosong dan mengisinya dengan makanan dan memberikan nya pada Orion. tak ada suara saat keduanya tengah lahap menikmati makan malam mereka. setelah selesai Lyondri langsung membereskan meja dan mencuci piring kotor. Orion mendekat dan memeluk istrinya, mencium rambut Lyondri yang selalu wangi.
"apa saja yang kau lakukan hari ini"bisik Orion.
"gak ada mas" jawab Lyondri singkat. tangan nya masih sibuk dengan cuciannya.
"mas gak pulang?" tanya Lyondri tiba-tiba
"ini mas udah pulang sayang" Orion menggigit pelan pipi Lyondri membuat wanita itu sedikit bergidik
"maksud aku ke rumah Risha mas, Risha pasti heran kamu dari kemaren gak pulang" ujar Lyondri seraya melepaskan pelukan suaminya
"hanya kamu tempat mas pulang Lyon."
Orion mengikuti langkah Lyondri yang sudah mendahuluinya ke ruang TV. sebelum Lyondri duduk Orion telah menarik tangan Lyondri dan segera mendudukkan Lyondri di pangkuannya. Orion menangkup wajah istrinya dan mengecup bibir Lyondri dengan lembut.
Orion menatap layar smartphonenya nama Risha terlihat menelefon nya
"angkat mas" bisik Lyondri di balas dengan anggukan kepala Orion
"ada apa Risha?" tanya Orion tanpa basa basi
"Daven sakit mas, sekarang di rumah sakit ananda. mas bisa ke sini?" suara Risha terdengar cemas
"iya Risha, aku ke sana" Orion langsung memutus sambungan telfonnya. ia menatap Lyondri
"kamu gak apa-apa mas tinggal sayang?" Lyondri tersenyum sembari mengelus pipi Orion
"iya ga apa-apa mas. Risha dan Daven lebih butuh kamu sekarang" Orion mencium kening Lyondri dan segera berganti pakaian kemudian pergi menuju rumah sakit. Ada perasaan bersalah menyusup masuk ke dalam hati Lyondri hingga tanpa terasa bulir bening telah menyusuri pipi mulus Lyondri.