Aku naima umurku 19 tahun.Aku tak tau siapa orang tua ku yang aku tau aku hidup bersama ibu panti ku " ibu sari".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.Menerima dengan ikhlas
Alex pun melepaskan pelukan mamah Rani dan melangkah secara perlahan ke arah Naima berdiri, mamah Rani dan pak Bayu terkejut tidak menyangka bila Alex melakukan itu..
Mamah Rani langsung berteriak "Alex...!!!"...
Dengan berlahan Alex melangkah ke depan di mana Naima berada.
Naima mundur beberapa langkah karena merasa takut apa bila Alex melakukan hal yang tidak senonoh terhadap diri nya, karena masih teringat akan masa itu di mana Alex melakukan kurang terpuji terhadapnya.
Alex berhenti tepat di depan Naima dan berkata "jangan takut Nai, aku hanya ingin meminta maaf."
Digenggam nya tangan Naima dan dipeluk nya Naima dengan erat, tak terasa air mata Alex pun mengalir dan terjatuh di pundak Naima.
"kau saudara ku Nai, kau adik ku, maaf kan bila selama ini aku melukai hati mu melakukan hal tidak baik terhadap mu, entah lah setan mana yang merasuki ku sampai aku berbuat begitu terhadap mu, yang pasti aku sangat sayang kamu Nai." ucap Alex masih dengan pelukan hangat nya.
"Kak...kak Alex...Naima sayang kakak" Naima tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya deraian air mata yang tumpah membasahi pipi mereka berdua.
Papa Bayu dan Mamah Rani yang menyaksikan itu semua merasa lega dan terharu akhir nya mereka berdua bisa menerima takdir ini, terutama Alex yang jiwa nya terganggu akibat cinta nya yang pupus.
Mereka berdua pun melangkah dan langsung memeluk Alex dan Naima dari belakang.
Mamah Rani berkata setengah berbisik kepada Papa Bayu "semoga kedepan nya keluarga kita bahagia selalu ya pa, tidak ada lagi kesedihan di rumah ini." Papa Bayu langsung mengaaminkan apa yang di katakan istri ny.
***
Hari terus berlalu, bulan berganti bulan tak terasa sudah 3 tahun Naima tinggal di rumah keluarga besar Pak Bayu.
Naima yang sekarang berubah jadi orang yang lebih dewasa karena umur nya sudah 22 tahun.
Naima tidak lagi bekerja di Cafe setelah Pak Bayu mengetahui Naima adalah anak kandung nya dia melarang Naima untuk bekerja.
Sekarang kegiatan Naima hanya menimba ilmu di Fakultas Kedokteran.
Pagi yang ceria, dengan wajah dan senyum yang merekah bagaikan bunga mawar yang berkembang, seorang gadis cantik turun dari tangga menuju ruang makan di mana orang tua nya sudah menunggu dari tadi.
"Assalamu'alaikum mama.. papa" Naima mengecup pipi kedua orang tua nya.
"waalaikumsalam sayang ku" kedua orang tua Naima pun menjawab secara bersamaan.
" Ayo duduk nak, kita sarapan dulu ya" ajak Mama Rani dengan di balas Naima dengan anggukan kepala.
Ditengah- tengah makan yang hampir selesai, datang seorang pria dengan pakaian asal nya celana bolong sebelah bagaikan gembel, tapi katanya itu steel jaman sekarang, ckckckck.
Mamah Rani hanya menggelengkan kepala nya.
" kenapa tan?pangling ya liat aku, cakep kan?! Sambil tertawa cekikikan.
Mamah Rani memutar bola nya jengah.
Naima hanya senyum senyum menahan tawa.
" Udah sana makan dulu Darren hari ini kamu ada kelas kan" tanya Papa Bayu.
" Iya om, Darren ada kelas pagi, tapi Darren minta izin boleh ya om?!"
" minta izin apa Ren, perasaan om kok rada gak enak ya" papa Bayu memandang istrinya dengan tatapan penuh tanya.
" hehhehe seperti biasa om, Darren i zin balapan malam ya sebentar aja kok om!! Darren janji habis balapan Darren langsung pulang." Dengan mimik sok imut Darren memohon kepada Papa Bayu.
Naima yang melihat itu semua langsung berkata
" jangan pa... kak Dareen bohong, kak Darren lagi ngincer cewek, hahahaha" Naima tertawa sampai menahan perut nya yang sakit karena banyak tertawa.
Darren mendelik malas melihat sepupunya yang tidak bisa di ajak kerjasama, dengan kode mata Naima pun akhirnya mengerti.
" Izin kan aja pa, kasian kak Darren, liat tuh mata nya berkaca kaca bentar lagi turun hujan nih" Naima menahan tawa nya.
"ckckckck kalian ini ya, ya udah om izinkan tapi pulang nya jangan terlalu malam, karena om bertugas menjaga kamu ren, bisa bisa Papa mu marah sm om karena tidak bisa menjaga mu dengan baik."
"Siip oom!!! om tenang aja keponakan om yang cakep ini akan pulang tepat waktu dan menjaga diri demi Naima ku tersayang."
"Uhuuk.. uhuuk.. duh keselek kan jadi nya" ucap Naima.
Setelah mereka menyelesaikan sarapan bersama mereka pun pamit untuk melakukan aktivitas masing-masing.
Naima ke kampus diantar Papa Bayu dan Darren yang pergi mengendarai motor sport kesayangan nya.
****
bersambung...
jangan lupa ritual nya ya sayang😘😘😘😘terimakasih 🙏
next 🌹🌹🌹