NovelToon NovelToon
Broken Home

Broken Home

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:220.8k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Kehidupan remaja yang penuh warna nyatanya tak selamanya selalu indah. Kadang ada masa bertemu dengan masalah yang pelik yang justeru datang dari lingkungan keluarga dan teman.

Sama sebagaimana yang dialami Cita, menjadi remaja justeru membuatnya hampir frustasi.

Untunglah ia memiliki Damar dan Adi dalam hidupnya. Meskipun pada akhirnya Cita harus kehilangan salah satu di antara keduanya.

So' seperti apa kisah yang real kehidupan remaja pada umumnya? Yuk ndongeng bersama Cilamici 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. The Reason Is You

Sesuai yang direncanakan, Ayah Cita pagi ini langsung meluncur ke apartemen miliknya yang sekarang dihuni Emi.

Sejak Emi resmi menjadi kekasihnya, memang Ayah Cita meminta Emi menghuni apartemen miliknya yang diatas namakan mendiang istrinya.

Tentu saja, alasannya adalah di sana Emi akan jauh lebih aman daripada di kos nya, belum lagi fasilitas dan posisi apartemen yang jaraknya cukup dekat dengan kantor milik Ayah Cita dan beberapa fasilitas umum lainnya juga, seperti pusat perbelanjaan, klinik dan lainnya.

Emi menyambut Ayah Cita sudah dalam keadaan rapi.

Ia juga sudah menyiapkan sarapan karena memang Emi meminta Ayah Cita untuk sarapan di apartemen saja.

"Saya sudah siapkan sarapan kesukaan Mas."

Kata Emi sambil merangkul lengan Ayah Cita dan membawanya ke ruang makan.

"Kamu masak sendiri?"

Tanya Ayah Cita menatap meja makan yang melihat beberapa menu masakan yang cukup komplit.

Ada ayam goreng, ada tumis jamur dengan campuran macam sosis, bakso, dan lainnya, ada sambal, bahkan ada pula tempe kemul.

"Ini seperti bukan untuk sarapan Emi."

Kata Ayah Cita terkekeh.

Emi tersenyum.

"Aku terlalu bersemangat ingin Mas sarapan di sini."

Kata Emi.

Ayah Cita tentu saja seperti terbang ke plafon.

"Padahal semalam kamu sudah lelah masak di rumah, sekarang harus masak lagi."

Kata Ayah Cita.

Emi hanya tersenyum manis.

"Aku senang melakukannya kok Mas, bahkan aku ingin setiap hari bisa masak untuk Mas dan anak-anak, bisa mencucikan baju, menyetrika, ah pokoknya merawat Mas, melayani Mas."

Ujar Emi.

"Kapan aku bisa pergi ke rumah orangtuamu Em?"

Tanya Ayah Cita.

Emi merangkul pinggang Ayah Cita.

"Kapanpun, Emi siap saja Mas."

"Bagaimana kalau setelah tugas dari Tuan Ardi Subrata selesai?"

Tanya Ayah Cita.

"Hmm... Baiklah."

Emi mengangguk.

"Baiklah, sekarang kita sarapan dan setelah itu kita langsung ke Kemang, tadi Tuan Zion sudah menelfon katanya sebentar lagi akan menuju Kemang juga."

Ayah Cita duduk di kursi ruang makan apartemen.

Emi mengambilkan nasi ke piring dan memberikannya pada Ayah Cita.

Ayah Cita menyambutnya dengan semangat.

"Tuan Zion itu cucu kedua dari Tuan Ardi ya Mas?"

Emi tampak mengambil nasi juga untuk dirinya sendiri, lalu duduk di sebelah Ayah Cita.

"Sebetulnya karena cucu Tuan Ardi hanya dua dan itu juga mereka kembar, jadi bisa dibilang dua-duanya adalah cucu pertama."

Kata Ayah Cita terkekeh.

"Tapi memang, jika dilihat dari jumlah saham di Alpha Centauri saat ini, Tuan Ziyan jauh lebih banyak, karena Tuan Zion memisahkan diri sejak ke Inggris."

Ujar Ayah Cita lagi.

"Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Mereka sudah kaya makin kaya dan akan terus begitu entah sampai berapa turunan lagi ya kan Mas."

Ayah Cita mendengar Emi berkata demikian jadi tertawa.

"Tapi mereka tidak berlebihan, biasa saja, kalau nanti kamu bertemu mereka, pasti tidak akan merasa seperti bertemu sultan. Apalagi dengan buyutnya Tuan Ardi, yang akan ulang tahun itu."

Emi mantuk-mantuk.

"Ah rasanya ingin sekali aku mengenalkan Cita dengan anak Tuan Zion itu, atau anak Tuan Ziyan malah bila perlu."

Kata Ayah Cita pula.

"Anak Tuan Ziyan seusia Cita?"

Tanya Emi.

"Ya yang sulung, dia seusia Cita, tapi sudah dipastikan sepuluh persen saham Tuan Ziyan akan langsung jatuh ke tangannya di ulang tahunnya yang ke tujuh belas."

"Sepuluh persen saham Tuan Ziyan itu sekitar berapa ya Mas."

Gumam Emi.

"Mungkin setara enam ratus lima puluh dollar Amerika."

Emi yang sedang akan menggigit paha ayam goreng langsung tersedak.

**----------**

"Jangan lupa ya Ta."

Kata Adi saat mereka akan berpisah menuju kelas masing-masing.

Cita tertawa.

"Iya, kamu mah lama-lama bawel kayak Donald Bebek."

"Ish, ngga ada perumpamaan yang ganteng?"

Adi tertawa.

"Mana ada orang ganteng bawel."

Cita menabok ujung topi Adi.

Adi kembali tertawa.

Sejak dulu Adi selalu suka dengan Cita yang santai dan tak banyak basa-basi.

Meskipun Adi tahu jika pacaran dengan Cita pasti tak akan bisa seperti dengan pacar Adi yang lain, yang bisa romantis, diajak makan malam berdua, atau nonton film drama, dan lain sebagainya.

Cita kalau makan sukanya ya di tempat lesehan, kalau nonton film sukanya action atau horor.

Paling males kalau Cita sudah mengajak nonton film horor, sudah pasti dia milih yang paling serem, kalau sudah begitu, Adi yang akan terus terbayang hingga beberapa hari, dan membuat insomnia parah.

"Udah ya, aku ke kelas."

Cita menepuk lengan Adi, lalu melengang menuju kelasnya sendiri.

Adi menghela nafas, menatap Cita yang menjauh.

"Udah jangan diliatin mulu, kayak ngga bakal ketemu lagi saja."

Wisnu, teman satu tim Adi tiba-tiba merangkul Adi.

Adi tertawa.

"Sialan, ngga bisa lihat temen seneng bentar, bawaannya nimbrung mulu."

Ujar Adi membuat temannya tertawa.

"Yuk ah pemanasan, sebentar lagi harus langsung ke tempat lomba nih."

Ajak teman satu tim Adi itu.

Adi mengangguk.

Mereka kemudian menuju ruangan khusus untuk anak-anak berganti baju olahraga.

Teman-teman satu tim Adi yang lain sudah tampak di sana.

Mereka saling bersalaman sekilas lalu, saat Adi masuk ke dalam ruangan dan bersiap berganti seragam basket mereka.

"Cita dateng ngga Di?"

Tanya Andre yang sedang mengikat tali sepatunya sambil duduk di lantai.

"Datenglaaah, kalo ngga dateng Babang Adi bisa ngga ada energi buat masukin bola ke ring."

Seloroh Wisnu.

Adi meninju lengan Wisnu sambil tertawa.

Di kelas, Cita sendiri tampak santai saja saat Desi, Putri dan Helen memasuki kelas dan duduk sambil terus menyindir Cita.

Malas meladeni anak-anak manja itu, Cita memilih mengeluarkan headsetnya.

"Ngomong terus aja sampai lidah kalian botak, aku ngga tertarik dengerin."

Kata Cita pada Desi dan kelompoknya yang duduknya memang hanya selang satu bangku dengan Cita.

Cita lantas memasang headset yang ia keluarkan di telinganya, dan lebih memilih mendengarkan The Reason Is You milik Hoobastank.

Desi tampak begitu sebal dengan Cita.

Sejak dulu memang begitu lagaknya, cuek dan seperti punya dunia sendiri.

Entah apa yang membuatnya menarik.

Dandan tidak, penampilan juga biasa saja, tapi banyak sekali cowok yang sepertinya menyukainya.

Bahkan Desi tahu, jika Adi sebetulnya sudah lama melihat Cita bukan lagi sebatas teman dan sahabat untuknya, melainkan sebagai seorang gadis yang ingin ia posisikan istimewa di sisinya.

"Coba deh lihat, udah kayak dunia milik dia doang ngga sih? Kita kayaknya ngga ada harganya banget buat dia."

Kata Desi pada Putri dan Helen yang ikut melirik pada Cita dan Cita malah hanya mengangkat tangan saja.

Hands up.

**--------**

1
falea sezi
harusnya mami Asti ma bapaknya cita baru pas
falea sezi
q kira damar ma cita
Victor Gz038
bisa di lanjut ga sih kisahnya angga,cita,damar,dan esti pasti bakal lebih seru lagi/Smirk/
Victor Gz038
apa cuma saya cowo yang baca novel ini
Aira Ramadhani
Luar biasa
Aira Ramadhani
Lumayan
novita setya
cita 17thn beban mslh udh kek berumah tangga puluhan thn. ada mslh apa sebenernya antara cita & kak cila..sentimen amaat😄😄😄😄
novita setya
pak yandik bikin neraka kesekian buat cita..hadeeeh peka dikit paak dikiiiit aja
novita setya
Luar biasa
novita setya
Lumayan
novita setya
mertua ipar mantan pacar..cobaan yg ga ada hbsnya. adaaaaa ajaaa perkaranya
novita setya
poor cita
novita setya
menghadapi & mengatasi mslh remaja beranjak dewasa hrs sabar & hati2. omongan dijawab katanya ga sopan. omongan didengar doang katanya mengabaikan..jadi gmn
novita setya
duh duh q jd tercila cila sm kak mici😄ubeerrr teroos novel kakak. kelar satu samperin yg lain
🎎 Lestari Handayani 🌹
😭😭😭😭😭😭😭
Cila Mici: wkwkwk suka menangis malah
total 3 replies
🎎 Lestari Handayani 🌹
kayanya Dunia itu sempit banget ya. bentar" ketemu ini, bentar" ketemu itu
🎎 Lestari Handayani 🌹
kayanya ini keluarga g ada yg punya rasa pengertian ya. greget aku
🎎 Lestari Handayani 🌹: hahaha gigit aja. habis bikin cerita yg bikin nangis aja
total 2 replies
🎎 Lestari Handayani 🌹
aku tuh ya udah cengeng. knp bikin novel yg bikin nangis sih say...😫😫😫😫
🎎 Lestari Handayani 🌹: sedih laaaahhhh....😭😭😭
total 2 replies
🎎 Lestari Handayani 🌹
mampir aaahhhh....
Teh lia
Akhir nya tamat juga...di tunggu ya thor kisah pandawa sama aunti maria 😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!