novel ini menceritakan tentang seorang santri yang bertemu dengan jodohnya disalah satu pesantren tempatnya menimba ilmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldiena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
"udah lama bangunnya?" tanya seseorang tiba-tiba terdengar di telinga ku
"mas udah bangun?" dia hanya mengangguk
"maaf ya fisya tadi ketiduran. mas udah makanan?" tanya ku sambil duduk. dia pun menggeleng
"maaf ya karena fisya ketiduran mas jadi belum makan"
"Ngak apa. mas tau kamu pasti capek" ucapnya sambil berpindah tidur di paha ku dan tentunya lebih leluasa dia mencium perut ku.
"assalamualaikum sayangnya abi. lagi apa disana. sehat-sehat ya nak. abi udah ngak sabar pengen ketemu. nanti ikut ngaji, jalan-jalan berdua sama abi. ummah ngak usah di ajak" ucapnya sambil mengelus perut ku
"mas makan yuk anaknya laper"
"anak abi laper ya, maaf ya. ya udah yuk makan" ajaknya sambil bangun dari tidurnya. kami pun langsung ke ruang makan dan makan bersama.
"hari ini mas mau kemana?" tanya ku
"ngak kemana-mana dirumah aja. Ngak ada jadwal ngajar juga"
"yang mau ngecek resto kapan?"
"sekarang di pondok kan lagi ngak ada orang. mas juga lagi gantiin abah ngaji. minggu depan aja lah. sayang ikut ya" ajaknya
"berapa hari?"
"2 3 hari lah, ngak bisa lama-lama juga disana. apalagi sekarang ada baby. kamu ngak boleh capek juga"
"kalau fisya ngak ikut gimana?"
"kenapa?" tanyanya. memang sejak menikah dia tidak pernah mau pergi sendirian apalagi untuk urusan bisnis.
"ngak apa-apa. gimana?" tanyaku lagi
"kamu kan tau mas ngak bisa kalau jauh dari kamu. apalagi ini bukan sejam. ikut ya" pintanya. aku hanya menganggukkan kepala. kami pun melanjutkan makan. setelah semua piring selesai aku cuci, aku menyusul suami yang sedang menonton televisi di ruang keluarga. aku pun duduk disebelahnya.
"assalamualaikum" ucap seseorang tiba-tiba
"kayaknya ada orang mas. sebentar ya" ucap ku sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu
"waalaikumsalam" ucap ku sambil membuka pintu
"ada apa syah?" tanya ku. sistem di pesantren ini ada pengabdian selama 1 tahun bagi murid yang sudah lulus madrasah aliyah (SMA) dan biasanya di sebut dengan pengurus pondok. mereka akan ditempatkan di kamar yang sudah ditentukan. dan mereka lah yang bertanggung jawab dengan anggota kamar tersebut. contohnya jika ada yang sakit mereka yang akan mengantar untuk izin pulang ke ndalem. tentunya mereka juga melaksanakan tugas mereka sendiri di setiap bidangnya.
"ini neng mau ngizinin pulang"
"kenapa?" tanya ku
"sakit. dapet surat dari klinik untuk istirahat"
"di ndalem ngak ada orang?" tanyaku
"tidak ada neng kata mbak khodam. tadi di suruh ke sini"
"ya udah mana bukunya" pinta ku. aisyah menyerahkan buku izin pulang itu padaku
"tunggu sebentar ya" aku pun pamit dan masuk ke dalam menemui mas zaky
"siapa?" tanyanya ketika aku menghampirinya
"temen fisya mau ngizinin adho' nya(sebutan untuk anggota kamar) pulang sakit. mas tanda tangan" ucap ku sambil menyerahkan buku
"Kenapa ngak kamu aja"
"mas udah tanda tangan aja" ucap ku dan dia langsung mengambil bolpen yang aku pegang
"sebentar ya" pamit ku. aku langsung menuju kembali ke luar
"ini syah" ucapku sambil menyerahkan buku
"makasih neng"
"iya sama-sama"
setelah dia mengucapkan salam, aku kembali masuk ke dalam rumah dan menghampiri suami dan duduk disebelahnya.
"mas boleh tanya ngak?"
"tanya apa?" tanya nya sambil tiduran berbantal paha ku.
"tentang masa lalu mas"
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa