NovelToon NovelToon
She Is My Sweet Wife

She Is My Sweet Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:23M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rahayu Avilia

Kisah cinta antara Dafa Artanegara dan Risma Anggraini, mereka di pertemukan dalam sebuah kecelakaan, karena rasa bersalah, Dafa menikahi Risma yang hanya seorang yang biasa saja.

Dari pernikahan yang di dasari rasa bersalah itulah,Dafa akhirnya benar-benar jatuh cinta dengan sosok Risma yang sederhana dan baik hati, tapi bagaimana jika Risma tahu siapa Dafa yang sesungguhnya, Apa lagi Dafa yang mempunyai sisi gelap dan tidak di ketahui oleh Risma.

Yuk mari silahkan di baca jika ingin tahu kisah cinta mereka yang penuh dengan emosi dan air mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin dekat

Gimana sih rasanya jatuh cinta, pertanyaan yang ada di benak Ryo Mahesa. Karena Ryo tidak terlalu memahami hal-hal yang berbau percintaan. Yang dia tahu adalah bagaimana caranya membuat musuh bertekuk lutut. Tapi gilanya, Ryo selalu menggagalkan setiap laki-laki yang ingin mendekati Chika. Tentunya tanpa sepengetahuan Chika.

Bahkan di sela-sela kesibukannya, Ryo menyempatkan diri untuk datang ke toko kue. Di sana ada beberapa pegawai baru rekrutan Nando, karena sekarang Serly di tarik untuk bekerja di kantor untuk membantu Ryo Mahesa.

Toko kue itu semakin hari semakin ramai, apa lagi para tamu dari resort sering datang untuk menghabiskan waktu di sana, untuk sekedar minum kopi atau hot cokelat, bahkan ada juga para pelajar yang hanya menumpang wifi saja, padahal belinya hanya segelas jus atau secangkir kopi.

Dua bulan sudah berlalu semenjak Risma di Jakarta. Kini Chika lah yang bertanggung jawab penuh di toko kue tersebut dan sesekali di bantu Nando untuk merekap pembukuan toko.

"Chiiikkkaaa, buatkan hot cokelat dong," pinta Ryo sambil berteriak dan Ryo sudah duduk di kursi ujung dekat jendela. Ryo sengaja berteriak karena memang pengunjung masih sepi..

"Kamu tuh ya, memangnya tidak bisa apa bicara lembut sedikit gitu tanpa harus teriak-teriak? Sudah kayak di hutan aja," cerocos Chika.

"Kamukan ada bolot-bolotnya gitu. Jadi ya harus teriak-teriak biar bisa dengar," goda Ryo kepada Chika.

"Iissshhh, kamu. Beeeuuhh, kenapa sih setiap kali datang selalu membuat aku emosi? Lama-lama bisa darah tinggi aku karena ulah kamu, Yo," kata Chika yang kemudian berlalu meninggalkan Ryo. Melihat hal itu, tentu saja membuat Ryo tertawa senang. Semakin membuat Chika kesal, semakin senang hati Ryo.

Dan para pegawai di toko sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu. Sehari saja Ryo tidak mengganggu Chika, mungkin sudah kiamat kali dunia ini.

Tidak lama kemudian, Chika mengantar pesanan Ryo dan Chika duduk di kursi depan Ryo.

"Chik, besok aku ada perjalanan bisnis ke Jerman. mungkin akan lama di sana," kata Ryo.

Mendengar hal itu tampak kesedihan di raut wajah Chika, tapi Chika tidak tahu mengapa dirinya menjadi begitu sedih.

"Memangnya berapa lama?" tanya Chika perlahan.

"Aku tidak begitu yakin sih berapa lamanya. Bisa seminggu, dua minggu atau bahkan sebulan," kata Ryo sambil menyesap minumannya. "Awas aja ya kalau kamu berani dekat-dekat dengan cowok lain," ancam Ryo.

"Hidih, memangnya kamu siapanya aku? Berani melarang-larang aku dekat dengan cowok lain," kata Chika sewot dan membuang pandangannya ke tempat lain.

"Aku, aku. Aarrgghh, sudah lah," kata Ryo sambil mengepalkan tangannya meninju ke segala arah.

"Baik-baik ya kamu kerja di sana. Biar Dafa tidak memecatmu," cibir Chika.

"Hahahaha, tenang saja walaupun aku di pecat, aku masih sanggup memberimu makan seumur hidupmu," kata Ryo kembali.

Deg..Deg..deg...

Mendengar kata-kata Ryo, tiba-tiba jantung Chika berdenyut cepat, bahkan wajahnya merah merona. Chika pun beranjak dari duduknya supaya tidak terlihat oleh Ryo.

"Hei, kamu mau kemana? Temani aku dulu Chika," teriak Ryo mengetahui Chika pergi dari tempat duduknya.

"Aku sibuk Ryo," kata Chika lagi. Chika pun buru-buru masuk ke dalam. Tanpa menoleh ke arah Ryo yang sedang tertawa melihat tingkahnya itu.

"Kamu lucu kalau lagi tersipu malu, Chika," gumam Ryo.

Semakin sore, semakin banyak pelanggan yang datang. Dan membuat para pegawai sibuk. Tak terkecuali Chika yang menunggu mesin kasirnya.

Entah mengapa Chika tiba-tiba memikirkan tentang Ryo yang bilang akan pergi ke Jerman. Chika merasa seperti ada bagian yang kurang di hidupnya dan itu membuat Chika sedih.

Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, di ganggu oleh Ryo, manusia usil satu itu. Jadi ketika Ryo mau pergi dalam waktu yang lama membuat Chika sedikit merasa kehilangan.

*****************************

Di Jakarta saat ini

Risma menghabiskan waktu sore dengan di temani oleh laptop barunya. Ya tentu saja Dafa yang membelikannya, dengan alasan supaya pekerjaan Risma di lakukan di mana pun tanpa harus kembali ke Kota S. Dan benar saja Nando selalu mengirimkan laporan hasil penjualan harian padanya melalui email. Jadi tidak ada ruginya laptop pemberian Dafa tersebut.

Ceklek...

Mendengar pintu terbuka, Risma pun menoleh ke pintu dan di lihatnya Dafa masuk kamar. Dan berjalan mendekatinya.

Cuup...

Dafa mengecup kening Risma yang sedang duduk bersila di atas kasur dengan laptopnya.

"Sedang apa, Sweety?" tanya Dafa.

"Sedang melihat laporan harian dari Bang Nando," jawab Risma tanpa melihat ke arah Dafa yang sedang berdiri di sampingnya. Dafa pun duduk di samping Risma dan ikut melihat apa yang ada di layar laptop tersebut. Setelah itu Dafa beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena Dafa akan mengajak Risma keluar.

Setelah selesai, Risma menutup laptopnya dan menaruhnya di atas meja rias, kini Risma berdiri di balkon hotel dengan memandang jauh ke depan.

"Jakarta tampak indah di sore hari, melihat matahari terbenam dari sini sungguh menenangkan," gumam Risma.

"Kamu benar, Sweety. Apalagi bisa menikmati momen ini berdua denganmu, akan terasa jauh lebih indah," kata Dafa tiba-tiba dan Dafa memeluk Risma dari belakang, dengan dagunya menempel di pundak Risma.

"Sejak kapan Mas Dafa pandai merayu seperti ini?" ejek Risma.

"Menurutmu," bisik Dafa di telinga Risma sambil tersenyum.

"Jangan mulai deh," kata Risma.

Lalu Risma pun buru-buru melepaskan pelukan Dafa dan masuk ke dalam kamar. Risma meraih handuk dan beranjak ke kamar mandi. Dafa tersenyum melihat tingkah Risma yang malu-malu tersebut.

"Sikapmu yang seperti itu, membuatku semakin cinta, Sweetyku," guman Dafa kepada Risma yang sudah berada di kamar mandi.

Kring... kring... kring...

Ponsel Dafa berbunyi dan tertulis nama Ryo di layar ponsel itu.

"Halo. Apa Yo?" ucap Dafa setelah mengangkat ponselnya.

"Meeting ke Jerman besok, kamu ikut hadir apa tidak?" tanya Ryo tanpa basa-basi.

"Tugas kamu apa, kalau semuanya aku yang menangani?" tanya balik Dafa kepada Ryo.

"Ck, oke oke. Kamu selalu menyiksaku boss," seloroh Ryo.

"Hahahaha, selama kamu bersedia, kenapa tidak?" Dafa tertawa sembari melemparkan pertanyaan retoris tersebut kepada Ryo yang berada di sambungan telepon di seberang sana.

"Setelah dari Jerman, aku akan ke Jepang. Untuk mengkonfirmasi kabar tentang Agnes," kata Ryo kemudian.

"Oke, kamu memang yang paling bisa di andalkan, Yo. Aku akan di Jakarta menemani istriku," jawab Dafa.

"Woy, mentang-mentang ada Risma di sana, kamu membebankan semua pekerjaan padaku," kata Ryo kembali.

"Udah jangan bawel, kerjakan saja apa yang aku minta," jawab Dafa singkat.

Dafa menutup teleponnya sepihak. Dan memang begitulah Dafa, setelah memberikan perintah, Dafa langsung menutup telponnya.

Risma pun keluar dari kamar mandi, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, Dafa berjalan ke tepi ranjang untuk duduk di sana.

"Cepat bersiaplah, kita akan keluar," kata Dafa kepada Risma.

"Kemana?" tanya Risma dengan heran.

"Nanti kamu akan tahu sendiri," jawab Dafa dengan penuh kemisteriusan.

"Hmmm, oke oke," sahut Risma.

Risma pun mempersiapkan diri karena Dafa ingin mengajaknya keluar. Dengan memakai gaun merah marun yang di oleh belikan Dafa beberapa hari lalu. Dengan rambut tergerai, make up yang sederhana, sandal berhak setinggi lima sentimeter, Risma pun sudah siap untuk pergi. Dafa tersenyum melihat penampilan istrinya itu, sederhana namun elegan.

Bersambung

1
buna nisa
Dengan begitu menunjukkan kalau kekuasaan.dafa ngak ada apa" nya,, masa gx belajar dari pengalaman masih kecolongan terus
Moms Rafi-alhusaini 🌺
Luar biasa
Moms Rafi-alhusaini 🌺
Lumayan
Almaicha Aslan
tegaaaang yuuu
Bajul Sayuto
author ANJING
khomsi
😂😂😂,,sabar ya yo punya boz yg begoo
khomsi
😂😂😂,,,pinter km yo
Febri Ana
aku mampir thor
♨ˢᶜ☠⃟𝓖𝓱𝓸𝓼❦Gee
aku pun udah ke3kali nyaa bacaa novel ini😅😅
Lala Japoung
orang tua sayang anak
Nur Lela
ayyu kok aku gak bisa buka visual ny y
Nur Lela
author jangan di skip dong .mlp ny
Juragan Jengqol
yaaah, agak kecewa sama ryo. kamu ga gentle, yo...
Juragan Jengqol
menunggu luna tahu kalo nando kakaknya risma 🤭
Juragan Jengqol
papimu ke luar kota demi masa depan mu daf 🤭
Juragan Jengqol
ceritanya bagus thor, tulisannya juga ok, ga banyak typo.

kebetulan baru baca di hari senin, langsung kasih vote 👍🏻🤭
abdan syakura
so sad...😞
abdan syakura
Salken,Kak author ..☺️
菲菲 Dwi L Arema
Mafia selakangan semua makanya lemot
菲菲 Dwi L Arema
Kok jijay panggilan sweety pantesan jadi mafia tpi rada oon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!