NovelToon NovelToon
SUAMI KITA BERSAMA

SUAMI KITA BERSAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati
Popularitas:175.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wanda Handayani

Chevani Agra
Seorang janda beranak satu yang diceraikan oleh suaminya tanpa sebab.
Menjadi janda bukan lah satu hal yang menyenangkan apalagi dia harus mengurus seorang anak dan nenek reot yang mulutnya pedas bak cabe rawit.
Saban harinya ia bekerja sebagai babu dan tukang cuci dengan gaji tak seberapa, hingga suatu saat ia dipertemukan kembali dengan mantan suaminya melalui sebuah cara yang sakitnya melebihi perceraiannya kala itu.

Bagaimana kisahnya?
Yuk mampir 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanda Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DITERIMA KERJA

“Huh lelah sekali.” Aku menyeka bulir keringat yang mengalir membanjiri pelipisku. Ini adalah menit ke 40 aku berkeliling di sekitaran Kota Batam. Aku telah menjamahi banyak toko yang berjejer di sekitaran sini namun tidak satu tempat pun mau menerima aku sebagai keryawannya. Hari mulai gelap dan rasa gelisah juga mulai menyambangi hati kecilku.

Ya Tuhan. Pada saat ini kau telah menggariskan kisah hidupku sebagai seorang janda, maka aku memohon keadilan-Mu. Tolong berikan aku pekerjaan agar anakku Pricilia tidak pernah merasakan yang namanya kelaparan.

Aku membuang pandangan ke arah langit. Kata orang jika kita sedang bersedih maka carilah kebahagiaan melalui seantero alam. Oh semoga saja petuah zaman dahulu itu ada benarnya.

“Sabar ya sayang.” Kataku lirih seraya menepuk-nepuk bokong Pricilia lembut. Syukurnya bocah ini tidak merengek takkala aku membawanya berkeliling ria di jalanan yang penuh debu ini.

Ah! Aku jadi teringat Hero. Dulu kami sering sekali berjalan kaki untuk mencari makanan yang ada di warung kaki lima. Setiap kali ada debu-debu yang bertebaran pasti ia selalu menutup hidung dan mulutku menggunakan tangannya sendiri. Sebenarnya pria itu juga sudah lelah menyuruhku untuk memakai masker namun tak pernah kuindahkan.

Ck! Lagi-lagi si bajingan itu yang melintas di otakku.

“Kau ini bagaimana sih? Kalau tidak niat bekerja ya sudah tidak usah! Kau kira aku membayarmu untuk melihat kau bermain handphone setiap saat?”

“Ma- maafkan saya bu, saya khilaf.”

“Khilaf khilaf! Enak saja! Kau kira aku ini seorang bos penampung kesalahan? Hah sudah lah kau dipecat!”

Di tengah lamunanku akan Hero, tiba-tiba saja aku dikagetkan dengan adu mulut antara dua anak manusia yang kutaksir berstatus sebagai bos dan karyawannya. Aku terus memperhatikan percekcokan mereka sampai pada akhirnya seorang wanita berseragam biru berlari dan meninggalkan si bosnya di dalam sana.

Ya Tuhan. Apa ini sebuah jawaban dari Mu?

Aku memberanikan diri untuk menginjakkan kaki ke toko tersebut. Toko yang di dalamnya dipenuhi oleh berbagai jenis bolu dan kue-kue mini. Aku yakin sekali bahwa perempuan muda tadi resmi dipecat oleh si bos, kentara sekali dari wajahnya yang muram.

“Pemisi bu.” Kataku seraya menundukkan badan. “Maaf, apakah di sini ada lowongan pekerjaan?” Aku memperhatikan guratan kesal yang masih bersemayam pada wajahnya. Ah! Semoga saja wanita berkonde ini bisa menerima kehadiranku.

“Siapa namamu?”

“Chevani Agra bu. Panggil saja Chevani.”

“Itu anakmu?”

“Iya.”

“Aku bisa saja menerima kau untuk bekerja di sini asal anakmu tidak ikut denganmu.”

Oh Astaga! Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan putri kecilku ini seorang diri?

“Tolong izinkan saya membawa anak bu. Tidak ada yang menjaganya lagipula dia tidak rewel kok.”

“Huh! Siapa yang bisa menjamin?”

“Saya bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga juga tukang cuci. Dan selama saya bekerja saya selalu membawa anak bu. Alhamdulillah putri saya ini tidak rewel.” Aku memperhatikan wajah Pricilia yang mulai menampikkan raut kantuk.

“Apa kau tidak memiliki saudara?”

“Tidak bu, saya seorang janda dan hanya tinggal berdua dengan putriku.” Aku tidak tahu apakah ini suatu kebohongan atau tidak. Tapi yang jelas tidak ada yang bisa menjaga Pricilia kecuali aku. Mertuaku itu? Ah! Dipikirannya hanya uang uang dan uang.

“Hmm baiklah. Tapi dengan catatan apabila putrimu itu rewel sehingga mengganggu kinerjamu maka kau akan kupecat!”

Alhamdulillah Gusti. Akhirnya tempat terakhir yang kudatangi akan menjadi tempat baruku untuk mengais rezeki. Meskipun sepertinya ibu berkonde ini cerewet namun tak apalah selagi aku masih bisa mendapatkan sumber penghasilan guna menghidupi diri.

“Baik bu saya mengerti.”

“Kau ingin di shift siang atau malam?”

“Sift malam saja bu karena saya siang bekerja sebagai ART.”

“Baik kalau begitu kau harus sudah sampai di sini pada pukul tujuh malam tepat dan jangan terlambat!”

“Baik bu kalau begitu saja permisi. Terimakasih banyak.”

Aku mengundurkan diri bersama senyum sumringai yang mengembang di wajahku. Syukur Alhamdulillah. Meskipun aku sudah tidak bekerja sebagai tukang cuci namun aku telah mendapatkan pekerjaan baru di sini. Semoga saja aku betah.

Sang surya telah berganti tugas dengan rembulan. Aku mengambil sebuah benda pipih di dalam saku untuk menghubungi Neni. Malam ini kami sudah berjanji untuk mendatangi rumah orang tua Ratna guna mencari keberadaannya di sana.

“Halo Neni. Kau dimana?” Kataku seraya menyandarkan tubuh pada sebuah tembok ruko yang sudah tutup.

“Kita bertemu di tempat biasa.”

“Oh astaga! Sungguh aku sedang tidak bertanya perihal lokasi pertemuan kita.” Ck! Yang benar saja, perasaan bicaraku juga tidak terlalu pelan. Seharusnya dia bisa menggunakan telinganya dengan baik.

“Huh! Aku sedang di jalan. Apa kau sudah menghubungi Elin?”

“Belum. Setelah menelponmu aku akan menghubungi wanita itu.”

“Baik. Aku akan mengabarimu bila sudah sampai.”

Tuuuut.

Dasar kurang ajar! Bisa-bisanya dia memutus sambungan telpon sebelum aku selesai berbicara. Tapi ya sudahlah, lebih baik aku segera menghubungi Elin.

“Hai Che, kau dimana?” Suara seorang wanita terdengar dari seberang sana takkala aku menekan symbol telpon pada benda gepeng ini.

“Aku tidak jauh dari tempat biasa kita. Kau sendiri?”

“Oh baiklah lima menit lagi aku akan sampai.”

“Baik kutunggu.”

Setelah menghubungi keduanya aku berjalan kaki menuju sebuah hamparan yang tidak jauh dari tempatku berdiri. Lokasi itu memang senantiasa menjadi basecamp kami setiap berkumpul mengingat tempatnya yang pas dan dipenuhi oleh aneka menu makanan di setiap sisinya. Tidak begitu luas, namun cukup bisa dijadikan pilihan yang cocok untuk nongki-nongki.

Lima menit berlalu, aku telah duduk di sebuah warung kecil yang kosong akan penjual. Entah kemana si mbok yang biasa menjajakan rujak malamnya di sini, tempat ini sepi dan hanya menyisakan sebuah lampu.

Aku memperhatikan sekeliling, ternyata banyak sekali muda mudi yang mojok berduaan di tempat ini. Entah sedang apa, tapi yang jelas aku dapat dengan jelas melihat mereka yang sedanag cekikikan di zona gelap. Uwow otakku jadi travelling.

“Chevani!” Seorang wanita berkemeja biru melambai ke arahku.

“Hei kau sudah tiba.”

“Ya. Dimana Neni?”

“Mungkin sebentar lagi, duduklah dulu di sini.”

“Kau dari mana?”

“Selepas pulang dari rumah Pak Reno aku segera mencari pekerjaan. Kau tahu? Aku diterima di sebuah toko roti yang tak jauh dari sini.” Aku menjelaskan tanpa ditanya.

“Ohya? Mengapa lekas sekali?”

“Entahlah Lin. Keberuntungan masih berpihak kepadaku.”

Ya. Aku merasa menjadi orang yang paling beruntung sedunia hari ini. Aku tahu mencari kerja itu sangatlah tidak mudah apalagi harus memboyong-boyong anak kecil sepertiku ini. Namun nasib berkata lain, hari ini aku telah resmi memiliki pekerjaan baru setelah berhenti dari kerjaanku yang lama.

“Eum Che. Apa kau sudah dengar kabar?” Seorang wanita berkemeja biru menatap netraku lekat-lekat.

...***...

Bersambung

Like guys 😍

Semoga kalian sehat selalu 🤗

1
it's me oca -off
yuhu kok bisa ya
Sri Mulya
Lanjut Thor semangat
Novie Louretta
tertarik karena judulnya "aneh"...tapi ini sudah tahun 2022 lho, kok belum ada kelanjutan ceritanya 🙂🙃🙃
Novie Louretta
namanya...Chevany, artinya apa thor..?
Sitty Aisyah
kaka ayo up lagi kaa... selalu menunggumu
itin
bacaan diatas umur rata rata karna banyak diwarnai kekerasan 🤭
Wichan606
semnagat up
Fauzan Abdillah
waaaaaa.....abis thor !!!!!
masukin pavorit ah...biar tak lupa...
Fauzan Abdillah
bagi aku, bagus...
Fauzan Abdillah
sama demian....hidup tdk bnyk rintangan....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁😁astaga !!!! malu donk !!!!
Fauzan Abdillah
kurasa itu Hero....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁....
Fauzan Abdillah
dapat rezeki nih..cuci mata 😁😁😁
Fauzan Abdillah
iaa...dia sapa y..?
namax yg hero kok dibenci amat ?
Liliani Luky
kita menunggu kelanjutan nya kakkkk
Sumi Ati
lanjut thor
Liliani Luky
next thorrr...
TK
next Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!