NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Malam semakin larut di kediaman mewah keluarga Raharja.

Dion baru saja kembali dari persidangan, dirinya mengurus sebuah kasus tabrak lari---dan dirinya pulang malam karena tadi harus jumpa pers.

Banyak pers menanyakan mengenai istrinya, dan menanyakan mengenai dirinya yang menikah secara diam-diam.

Langkahnya masuk ke dalam rumah dengan raut wajah kaku, membawa aura gelisah dari urusan di kantor polisi, persidangan sampai pertanyaan para awak media.

Di ruang tamu matanya yang tajam langsung tertuju pada Bi Lis yang sedang merapikan meja makan dengan wajah di tekuk.

"Tuan sudah pulang?" tanya Bi Lis.

"Dimana Raisa, Bi?" tanya Dion dengan suara menuntut.

Bi Lis langsung tersentak dan menghindari tatapan majikannya.

"Di kamar Tuan, Non Raisa masih di kamar sejak pagi Tuan," jawabnya pelan.

Terdengar ada getaran iba dalam suaranya, sebuah rasa kasihan yang mendalam melihat Raisa---majikannya yang baik dan sabar harus di kurung selayaknya hewan.

"Apa dia keluar kamar?" tanya Dion dengan nada dingin.

"Eng-enggak Tuan, Non Raisa di kamar sejak pagi dan makanan selalu diantar," sahut Bi Lis dengan suara gemetar ketakutan.

Dion langsung ke kamar dengan langkah cepat menaiki tangga marmer, setiap langkahnya terdengar beradu dengan sepatunya.

Di lantai atas, tepat di depan kamar Dion merogoh kunci di kantung celananya---lalu membukanya.

Di dalam kamar.

Suasana nampak sunyi menyelimuti Raisa, yang baru saja menyelesaikan rakaat terakhirnya.

Raisa tengah melaksanakan sholat Isya, dengan mengenakan mukena----wanita itu tengah bersimpuh di atas sajadah.

Dirinya mencoba mengeluarkan keluh kesahnya kepada sang pencipta, agar hati suaminya di buka---jika tak ada jalan lain dalam rumah tangganya.

Raisa rela bercerai dengan sang suami, dan tak lupa Raisa mengirimkan doa kepada ibu mertuanya.

Mata Dion melihat itu, Raisa tak sadar jika Dion sudah ada di dalam kamarnya.

Karena sholatnya yang ama khusyuk.

"Udah solatnya?" tanya Dion sambil mengunci pintu.

Ketenangan itu hancur, saat suara Dion membuat Raisa menoleh ke arah pintu.

Dion masuk tanpa berkata-kata, lagi---kemejanya sudah tampak lecek.

"Saya mau mandi, dan kamu pakai lingerie...seperti biasa jadi sundal saya," ucap Dion berlalu melewati Raisa.

Posisi Raisa berdiri sambil memegang sajadah, dan masih mengenakan mukena---sajadahnya di angkat agar Dion tak menginjaknya.

"Astagfirullah, tolong buka hati suami hamba untuk hamba. Sejak awal menikah suami hamba belum sekalipun menjadi imam sholat dan bahkan membimbing hamba," ucapnya sambil mengelus dada.

Sementara di kamar mandi Dion mandi dengan wajahnya menunjukkan kelelahan yang bercampur amarah, meruntuki dirinya.

"Kenapa gua jadi ketagihan ama Raisa ya?" pikirnya di bawah guyuran air shower.

Di dekat ranjang Raisa gemetar melipat mukena dan ia berharap malam ini suaminya beristirahat.

Namun, harapan itu pupus saat sang suami keluar dari kamar mandi.

Pria itu mengabaikan keberadaan Raisa sejenak, sambil berjalan menuju lemari.

Tangannya meraih sebuah lingerie berwarna ungu tua agar di pakai oleh Raisa.

Lingerie yang sangat pendek dan transparan.

"Pakai itu!" titah Dion dingin.

Raisa menatap kain itu di tangannya, baru saja dirinya bersujud dan berdoa di hadapan tuhan, dan kini di paksa menjadi pemuas nafsu ego suaminya kembali.

Raisa menarik napas dalam dengan air mata tertahan, dirinya menuruti perintah sang suami.

Beberapa saat kemudian.

Kini Dion duduk di Sofa kamar, Raisa dengan ragu mau mendekat---tubuhnya yang semampai dengan dua gunung yang terekpos sedikit membuat Raisa tak nyaman.

Raisa berusaha membenarkan bagian depannya, namun memang modelnya seperti itu---dan berusaha apapun Raisa tak mungkin bisa membenarkannya.

"Mendekatlah sayang," titah Dion nada sensual.

Raisa berjalan mendekat dengan mengigit bibirnya, tepat Raisa berdiri di depan Dion yang sedang duduk di sofa.

Dion langsung menarik Raisa agar duduk di pangkuannya, dengan melingkarkan lengannya di pinggang Raisa.

Sementara wajahnya di benamkan ke bahu istrinya yang terbuka, memberikan ciuman-ciuman yang terasa penegasan akan kepemilikannya daripada cinta.

Raisa jujur saja merasa tak nyaman, karena dirinya masih takut akan Dion.

"Kenapa kamu tak bisa menikmatinya?" tanya Dion dengan nada gusar, merasakan tubuh Raisa yang kaku seperti batu di bawah sentuhannya.

"Aku... aku takut, Mas," bisik Raisa, suaranya pecah.

Terlihat Raisa memejamkan mata, mencoba membayangkan dirinya berada di tempat lain yang jauh dari kamar ini.

Mendengar kata takut seolah ada rasa puas bagi Dion, tatapannya semakin posesif.

Puas karena dendam masa kecilnya bisa terbalaskan, seolah ketakutan yang ada di wajah Raisa adalah kepuasan baginya.

Tangan Dion mulai dengan nakal meraba bagian depan tubuh Raisa, dan Raisa memejamkan matanya.

Dion menundukkan kepala, menghisap kulit halus istrinya dengan kasar, meninggalkan tanda-tanda merah yang akan menjadi pengingat bagi Raisa.

Pengingat siapa pemilik tubuhnya, dan mengaskan jika Raisa sudah menjadi sundal pribadi baginya---tugas Raisa hanya diam di kamar ini saja.

Tidak boleh keluar kamar, sampai sang ibu keluar dari rumah sakit.

Jika Nyonya Raharja sembuh maka Dion tak bisa menceraikan Raisa, namun sebaliknya, jika Nyonya Raharja tiada atau wafat maka Dion akan menceraikan istrinya ini.

Dion berdiri menarik Raisa dari sofa, lalu menidurkannya di atas ranjang---Dion menindihnya lalu menyesap bibirnya, seolah rasanya manis.

Dion melepas kaos dan celananya menyisakan boxer hitam yang hanya melekat di tubuhnya.

Dion melebarkan dua pilar milik Raisa, untuk menyapa lembah tersembunyi milik istrinya.

Raisa seketika terpekik, tatkala tangan Dion berada disana dengan gerakan melingkar---Dion akan membuat hujan buatan di area lembah tersembunyi itu.

Kedua tangan Raisa meremas ujung sprei, mulutnya berusaha tak mengeluarkan desahan karena Dion mungkin tambah kejam untuk menaburkan garam disana.

Dion terus meraba langit di area lembah tersembunyi itu, dengan tangannya sampai Raisa berteriak---hujan.

"Akh...Akhhh!!!" teriaknya.

Raisa dengan spontan menyingkirkan tangan Dion dari sana, dan memiringkan tubuhnya ke samping.

Tangannya menutup lembah tersembunyi itu, tubuhnya gemetar hebat---Dion mencium bahu dan leher Raisa---tangannya yang besar menyingkirkan rambutnya yang menghalangi jenjang leher istrinya.

"Kamu menikmatinya sayang?" tanya Dion memegang tali kekang kudanya.

Kedua mata Raisa sudah berair menatap Dion ke samping, dan Dion dengan kasar membalikan tubuh kecil itu dengan mudahnya.

Menyeret ke atas, lalu memberikan bantal di kepala Raisa.

Dion menyingkirkan Gorden dari dua pilar yang menghalangi pemandangan gunung dan lembah yang basah karena hujan.

Dion mengeluarkan patok miliknya yang sudah tersiksa, lalu menancapkannya perlahan di sana.

"Akh....akhhh," suara Raisa menekan bibir bawahnya dengan gigi sambil meremas ujung sprei.

Dion langsung memeluk Raisa dan posisinya di atas untuk melakukan berkuda, dengan menggoyangkan arah kudanya---untuk menunggangi kuda menuju lembah tersembunyi itu.

Lembah tersembunyi itu hangat dan basah saat keduanya menaiki kuda, Dion terus memacu kudanya dengan lihai melompat batu dan melewati gurun.

Tangan Dion dengan nakal meremas kuat gunung indah di depannya, lalu memainkan kuncup bunga warna kecoklatan yang sudah di petiknya.

Bagian bawah Raisa terasa seperti di pijat sedemikian rupa, saat melakukan berkuda bersama suaminya.

Waktu berlalu sampai Dion berteriak.

"Akh...akhhh, aku mau keluar!!" teriak Dion menghentikan laju kudanya.

Dion mengeluarkan hujan---air cairan cinta putih dan Murni yang suatu saat nanti akan menjadi takdir keduanya.

Dion adalah pemegang kendali, sementara Raisa arahnya---jika Dion salah memegang kendali maka takdir mereka di pertaruhkan.

Waktu seolah membeku hingga lelah, Raisa yang tak sanggup lagi hanya berdoa.

"Ya allah selamatkan hamba," ucapnya sebelum pingsan, karena tak sanggup dengan olahraga ranjang yang di lakukan Dion.

Di ranjang king size itu, keduanya berbaring berdampingan.

Raisa menaruh kepalanya di atas dada bidang Dion yang kini atasnya tanpa sehelai benang pun, mendengar detak jantung pria ini.

Malam ini Dion memeluknya erat dengan satu tangan, melingkar di bahu Raisa setelah melakukan aktivitas berkuda.

*

*

*

*

1
Ma Em
Puuaas , itu pilihanmu Dion wanita yg kamu cinta tapi emang dasar pelacur walaupun sdh diangkat dari lumpur yg hina tetap saja TDK berubah .
Putri Sabina: Emang modenya begitu kak🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
Jamayah Tambi
Perempuan ni keja nak nanges jer.Patutnya kau bahagia kerana Dion menceraikan mu.Bebad,tidak di seksa.Harga diri mu tidak di injsk2 lagi.Kau bebas perempuan.Jadi orang kena tegas.Apa lagi jadi janda.
Jamayah Tambi
Baju macam emak2 je Raisa
Jamayah Tambi
Kan dah mendapat Dion Bijak tp bodo.Pelacur tu perasan kamu mencintainya.Sepatutnya kamu tak memberinya rumah.Cukupnjumpa dan guna di cukup saja.
Jamayah Tambi
Betapa sakit hati seorang dibilang sundal oleh suaminya.Dion kau pendosa,zina,mengainaya isteribdgn perbuatan dan mulut longkangmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!