NovelToon NovelToon
The Moon Curse

The Moon Curse

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Kutukan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: stella bluebell

wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.

usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?

semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Ujian Pedang

 Arena ujian pedang berada di lapangan timur akademi. Berbeda dengan area ujian sihir yang dipenuhi banyak peserta, lapangan itu justru didominasi oleh para siswa laki-laki. Dentingan pedang kayu yang saling beradu berpadu dengan sorakan para siswa memenuhi seluruh area latihan. Aku melangkah memasuki lapangan sambil mengamati keadaan di sekitarku. Saat itulah, hampir semua tatapan langsung tertuju kepadaku. "Hah? Perempuan?" "Dia salah tempat, ya?" Bisikan heran terdengar dari berbagai arah. Hal itu bukan tanpa alasan. Sebagian besar perempuan bangsawan di Kerajaan Silveth hanya mempelajari etika bangsawan, musik, tarian, atau sihir pendukung. Sangat sedikit perempuan yang memilih mempelajari ilmu pedang secara langsung.

 Namun, aku berbeda. Sejak kecil, Kael Atheric Zeraphis telah mengajariku dasar-dasar ilmu pedang. Kael sendiri merupakan murid langsung Louis Oliver Magnus, Komandan Kesatria Kerajaan Silveth. Karena itulah, setiap teknik yang diajarkannya kepadaku berasal dari dasar ilmu pedang para kesatria kerajaan. "Celestia Lunastella Celesthior." Guru pengawas memanggil namaku sambil menatapku dengan ragu. "Apakah kau yakin ingin mengikuti ujian pedang?" "Tentu," jawabku santai. Jawabanku yang singkat membuat beberapa siswa langsung tertawa kecil. "Dia serius?" "Tangan sekecil itu ingin mengangkat pedang?" "Pasti menyerah hanya dalam satu serangan." Aku mengabaikan seluruh bisikan itu.

 Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku berjalan menuju rak senjata latihan. Kuambil sebuah pedang kayu yang telah disediakan oleh akademi. "Baiklah. Lawanmu adalah Leon Williams." Begitu guru pengawas menyebut nama itu, suasana lapangan mendadak riuh. "Leon?" "Dia putra Komandan Kesatria Daerah, bukan?" "Pertandingan ini sudah selesai bahkan sebelum dimulai." Aku menoleh ke arah arena saat seorang pemuda berambut merah berjalan masuk sambil memanggul pedang kayu di bahunya. Tatapannya tajam, penuh percaya diri. Leon Williams, putra tunggal Komandan Kesatria Daerah. Kudengar, sejak kecil ia selalu berlatih di benteng kesatria wilayahnya.

 Saat mengetahui lawannya adalah aku, ia langsung mengembuskan napas panjang. "Perempuan?" Nada suaranya terdengar begitu meremehkan. Tawa kecil langsung terdengar dari para siswa. "Leon pasti menang telak." "Kasihan sekali putri Viscount itu." Aku menggenggam pedang kayuku erat. Jujur saja... aku sedikit gugup. Namun, di tengah keramaian itu, sebuah suara tiba-tiba terdengar. "Jangan sampai memalukan, Celes!" Aku segera menoleh. Kael Atheric Zeraphis berdiri tidak jauh dari arena sambil tersenyum jahil. "Kalau kau kalah, aku akan mengejekmu seumur hidup." "Apa?" Aku langsung memprotes kesal. Kael hanya tertawa kecil. "Tunjukkan pada mereka hasil latihanmu."

 Entah kenapa, mendengar kata-kata itu membuat dadaku terasa hangat. Aku menarik napas dalam, lalu kembali mengalihkan pandanganku kepada Leon. "Pertandingan dimulai!" Brak! Leon menyerang lebih dulu dengan kecepatan yang luar biasa. Pedang kayunya mengarah lurus ke kepalaku. Namun... Crang! Aku berhasil menahannya. "Hah?" Ekspresi Leon berubah terkejut. Aku memanfaatkan celah kecil itu untuk memutar tubuh dan melancarkan serangan balasan. Clang! Clang! Crang! Suara benturan pedang bergema di seluruh arena. Para penonton yang awalnya menertawakanku perlahan mulai terdiam. "Dia... mengikuti kecepatan Leon?" "Tidak mungkin."

 Leon mengerutkan kening. Untuk pertama kalinya, ia berhenti meremehkanku. Serangannya menjadi semakin cepat dan semakin kuat. Namun setiap kali pedangnya datang, aku selalu teringat suara Kael. Tunjukkan pada mereka hasil latihanmu. Aku menggertakkan gigi, lalu melangkah maju. Clang! Dengan satu ayunan yang kuat, aku menepis pedang Leon hingga terlepas dari genggamannya. Pedang kayu itu terjatuh ke tanah. Seluruh arena mendadak sunyi. "...Pemenangnya, Celestia Lunastella Celesthior!"

 Aku terdiam beberapa detik, seakan tidak percaya dengan hasil pertandingan itu. Perlahan, aku menoleh ke arah Kael. Ia tersenyum bangga sambil melambaikan tangannya kepadaku. Dan saat itulah aku menyadari sesuatu. Aku bisa menang kali ini bukan hanya karena hasil latihan, melainkan karena dukungan dari satu orang yang selalu percaya kepadaku sejak awal.

 Setelah berhasil mengalahkan Leon, putra Komandan Kesatria Daerah, aku harus menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil ujian masuk akademi. Karena belum memiliki teman di akademi, aku hanya menghabiskan waktu dengan berkirim surat kepada keluargaku atau sesekali berjalan-jalan bersama Kael. Kael telah lebih dulu masuk ke akademi dua tahun sebelumku. Saat ini, ia menjabat sebagai anggota OSIS akademi.

 Tahun depan, saat usianya menginjak lima belas tahun, ia akan lulus dari akademi dan menjalankan tugas sebagai bangsawan untuk meneruskan jabatan ayahnya. Dalam kehidupan bangsawan, usia lima belas tahun memiliki arti yang sangat penting. Pada usia itu, setiap anak bangsawan wajib mengadakan pesta debut, sebuah pesta besar yang menandai kedewasaan mereka sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat secara resmi.

 Seorang bangsawan yang belum mengadakan pesta debut tidak diperbolehkan terjun ke kalangan masyarakat. Pesta debut dianggap sebagai salah satu momen terpenting dalam kehidupan seorang bangsawan. Di sanalah nama keluarga, martabat, dan masa depan mereka dipertaruhkan. Banyak hubungan politik, pertunangan, hingga pernikahan antarkeluarga besar bermula dari pesta tersebut. Karena itulah, setelah lulus dari akademi, sebagian besar bangsawan akan mulai mempersiapkan kehidupan mereka yang sebenarnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!