NovelToon NovelToon
Kaya Karena Sistem

Kaya Karena Sistem

Status: tamat
Genre:Sistem / Action / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:42k
Nilai: 5
Nama Author: less22

AL harus pergi dari rumahnya karena di usir oleh orangtuanya, mereka lebih menyayangi adiknya ketimbang dirinya.

Meskipun begitu, ia tatap bangkit untuk bertahan hidup. Takdir berkata lain, ia mendapatkan sebuah sistem yang mengubah hidupnya dan membuat orang tuanya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Saka memarkir motor maticnya di bawah kanopi teras yang luasnya hampir setara dengan seluruh luas rumahnya.

Setelah mematikan mesin, ia melepaskan helm dengan gerakan lambat, matanya melihat pilar-pilar beton besar yang menopang atap teras.

Al berjalan mendekat sambil melipat kedua tangan di dada, senyum penuh arti masih menghiasi wajahnya.

"Gimana? Kesasar nggak?" tanya Al santai.

Saka tidak langsung menjawab. Ia menunjuk Al, lalu menunjuk rumah besar di belakangnya, bergantian sampai tiga kali.

"Al... lo... lo beneran Al temen sekelas aku yang kemarin di usirkan?" tanya Saka dengan komat-kamit tak percaya.

Al langsung tertawa terbahak-bahak. "Iya, ini aku, Saka. Kagak usah pasang muka kayak lihat setan gitu kenapa."

"Ya gimana nggak syok! Kamu di jadi in Babu di rumah Ari. Baju kamu kalau nggak kaos polos ya kemeja flanel yang itu-itu aja. Tapi ternyata... rumah kamu segede istana presiden gini?!" kata Saka masih terlihat kaget.

"Bukan istana presiden, ngaco kamu. Ayo masuk dulu, nggak enak ngobrol di parkiran. Anggap aja rumah sendiri," kata Al sambil menepuk pundak sahabatnya.

"Gimana mau dianggap rumah sendiri, nyentuh pagarnya aja aku takut lecet," gerutu Saka, namun kakinya tetap melangkah mengikuti Al melewati pintu jati setinggi dua kali lipat tubuh manusia itu.

Begitu melangkah masuk, Saka disambut oleh lantai marmer dingin yang mengkilap hingga bisa memantulkan bayangan.

Di tengah ruangan, terdapat lampu gantung kristal yang besar. Suasana di dalam rumah itu sangat tenang, bahkan cenderung terlalu sepi untuk ukuran rumah sebesar ini.

"Duduk, Saka," kata Al sambil menunjuk sofa kulit berwarna cokelat tua.

Saka duduk dengan sangat hati-hati, seolah-olah sofa itu terbuat dari kaca yang mudah pecah. "Al, asli deh. Kamu ini sebenarnya anak mafia, buronan internasional, atau anak tunggal kaya raya yang lagi magang jadi orang miskin?"

Al duduk di sofa seberang Saka, lalu menyandarkan punggungnya. "Makanya tadi aku bilang, jangan kaget. Ini rumah hasil investasi. Memang kelihatan besar, tapi sebenarnya kosong."

"Kosong gimana? Barang-barangnya mewah gini," sanggah Saka, matanya masih sibuk mengagumi lukisan-lukisan cat minyak yang terpajang di dinding.

"Maksudnya kosong itu... yang tinggal di sini cuma aku sendiri. Jadi, ya... aku sendirian di rumah segede ini," jelas Al, ada nada kesepian yang terselip tipis di balik penjelasannya.

Saka terdiam sejenak. Antara percaya Dan tidak.

"Jadi... karena kamu ternyata adalah 'Sultan' yang sedang menyamar, malam ini kita tetep jadi nongkrong?" Tanya Saka.

Al tertawa lepas, "Ya iyalah, udah, buruan. Katanya tadi mau keluar, ini udah jam tujuh lewat."

Al berdiri dari sofanya, merogoh saku celananya untuk mengambil kunci mobil.

Al menyalakan mesin monster berkekuatan ratusan tenaga kuda itu.

Suara raungan mesinnya menggelegar, membuat bulu kuduk Saka meremang.

Kini, Saka duduk di kursi penumpang dengan tubuh kaku. Aroma kulit premium yang mahal langsung tercium di hidungnya.

Ia tak percaya bisa naik mobil Lamborghini yang mewah ini. Matanya terus melihat sekeliling interior mobil dengan kagum, menyentuh dasbor serat karbon, dan menatap panel instrumen digital yang tampak seperti kokpit jet tempur.

Sementara itu, Al mengemudi dengan sangat santai, satu tangannya berada di lingkar kemudi

"Gila, gila! Bisa-bisa aku nyicip naik mobil Lamborghini," gumam Saka yang terus berdecak kagum, matanya berbinar-binar menatap ke luar jendela, melihat pantulan lampu-lampu kota di bodi mobil yang ceper itu.

Amirul melirik sahabatnya sambil terkekeh geli. "Gimana, Sak? Nyaman nggak? Kapan-kapan kamu yang nyetir?"

"Heh, Tuan Muda! Kalau aku yang nyetir ini mobil, yang ada tangan aku gemeteran. Senggol dikit spionnya, ginjal ku tiga turunan juga nggak bakal cukup buat ganti rugi!" seru Saka dramatis, membuat l tertawa lepas.

"Nggak se-ekstrem itu juga kali," sahut Al santai.

Mobil itu melesat membelah jalanan kota.

Akhirnya, Al membelokkan setir memasuki sebuah area gedung yang elegan.

Seorang petugas valet dengan seragam rapi langsung membungkuk hormat menyambut kedatangan mobil mereka.

Di hadapan mereka, berdiri sebuah bangunan dengan arsitektur modern minimalis yang sangat megah. Papan namanya tertulis dengan font emas yang elegan.

Mereka pun sampai di sebuah restoran mewah.

Saka menempelkan wajahnya ke kaca mobil, memandang deretan mobil-mobil premium lain yang terparkir di sana, lalu beralih menatap Al dengan tatapan ngeri.

"Serius kita makan di sini, Al?" tanya Saka tak percaya.

Suaranya mendadak mengecil, minder melihat pakaiannya sendiri yang hanya memakai jaket hoodie dan celana jins pudar.

"Kalau nggak serius ngapain aku bawa kamu ke sini," kata Al melepaskan sabuk pengamannya dengan gerakan tenang.

"Tapi, Al! Lihat baju ku!" Saka menarik-narik ujung hodienya. "Aku berasa kayak gembel kesasar di sini. Lidah ku kaget nanti kalau langsung dikasih kaviar atau steak yang dagingnya dipijat dulu sebelum disembelih!"

Al menepuk pundak Saka untuk menenangkannya.

"Saka, malam ini aku mau ngerayain sesuatu. Dan sebagai satu-satunya temen yang tulus temenan sama aku tanpa tahu aku ini siapa, kamu berhak dapetin ini. Masalah baju? Santai aja, nanti kita pergola belanja Baju baru, oke!" kata Al tersenyum.

Saka menghela napas panjang, mencoba menegakkan punggungnya dan membusungkan dada. "Oke, oke. Demi makan gratis di tempat elite, Aku tebelin muka deh malam ini. Tapi janji ya, kalau ada sendok yang garpunya banyak banget itu, lo harus kasih tahu gue mana yang harus dipakai duluan!"

"Santai aja Kali, kita mah sama aja," ajak Al sambil membuka pintu mobilnya yang membuka ke atas Dan bersiap masuk ke dalam restoran.

1
YaN Nie
Amirul Diluar Nurul 🤪🤪🤪
YaN Nie
Walaupun Bingung.. Tapi tetap baca aja daripada ngga ada kerjaan.. 🤣🤣🤣
Okee Gass Okee Gass Okee Gass 🤪🤪🤪
Dewiendahsetiowati
makasih ya Thor untuk ceritanya, sehat selalu thor
zigsag
happy ending
less22: tengkyuuuu
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
seru banget ceritanya, ku pikir tamat setelah Al punya istri kak 🤭, makasihh kak udah selesaikan novel Al ini, bahkan waktu gak up, aku sampai tanya di komen dan juga di gc, buat namanya kapan up cerita Al 🤭, dan alhamdulillah, akhirnya cerita Al bisa tamat ya kak.. ⭐⭐⭐⭐⭐⭐


sukses terus kak untuk cerita barunya, semoga nilai retensi nya selalu bagus, dan makin bertambah lagi pembacanya ☺
less22: Terima kasih kak🥰🥰🥰, ini sebenarnya tamatnya masih lama, perkara retensi nggk lolos makanya tamat kk ee😭😭😭
total 1 replies
Thewie
bawa pindah aja ke rmh si Al tuh makanya saja SM saka thor. biar ada temannya
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahh, akhirnya tamat cerita Al, Terima kasih kak sudah menyelesaikan novel tentang Al, kirain bakalan masih panjang ceritanya, sampai Al punya jodohnya, 😁
semoga untuk cerita yang baru dan novel yang on going sukses, retensi nya bagus dan juga makin bertambah lagi pembacanya🤗

⭐⭐⭐⭐⭐
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: Sama-sama kak☺, oalah.. tapi Terima kasih ya kak, karena sudah menyelesaikan cerita ini ☺🤗
total 2 replies
Thewie
astaga Thor.. tlg bagi sistemnya..
Wega Luna
akhirnya Al tamat juga 🤗, gunung Merapi berarti kisahnya di Jawa tengah atau Jogja ehm lebih bagus lagi kalo khas Jawa kental nya ada,nanti bikin yg lagi di gunung Semeru atau Arjuno Jawa timur 2 tempat spesial bagi saya , hampir GK bisa pulang dari sana🤣🤣🤣
less22: aku nggak bisa kak🥺🥺 kasih ide dong
total 1 replies
Diana Lely
terima kasih thor ending yg bahagia walaupun cuma sebentar tokoh ibu kandung Al keluar....sukses thor😍😍
less22: tengkyu kakak say, lope lope sekebon karet orang🥰🥰
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
akhirnya happy ending al , meski masih kangen sih sebenarnya 🤗🤗 tp ga apa2lah tra semangat ya ka lesss buat semua karya2 nya , ga ada yg ga suka semua nya bagus2 ka lesss , sehat aelalu ya buat k less sekeluarga 🤗☺️
Ambu Rinddiany Thea: 🤭💗🤗🤗🤗
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
rasain tuh
Ambu Rinddiany Thea
Bagus Al ..
Ambu Rinddiany Thea
keren kamu al
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka
Ambu Rinddiany Thea
lah pingsan aja kamu mah bimo
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
perjalanan yang kematian?? 🤔
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
tinggal di istana mewah mungkin ya? 🤔

istri siapa nih yang kebawa kak?? 🤭
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
less22: makasih🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!