NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Sengit Khodam

"enggak di apa-apain kok pak Johan,"

"Ini Bejo dalam bahaya, jadi pak Purnomo minta pindah kerumahmu" ucap Roni.

Mata membelalak sempurna, diikuti beberapa kedipan lambat dalam keheningan total. Pak Johan menatap Bejo lekat-lekat, ia kebingungan nyata dalam ucapan Roni.

"Bahaya!"

Semua bapak-bapak kompak mengangguk.

"Sudahlah paman, Bejo suruh pulang kerumah. Soal ayam nanti biar aku jaga sama Joni,"

"Betul tuh pak Johan-ehh! Tadi lu bilang apa Ron?"

"Jaga ayam, kan Bejo gak ada di rumah"

"Emm! Sialan lu yak, giliran begini pasti aku yang kena juga"

Pak Johan menarik napas dalam-dalam, lalu ia menatap kembali Bejo dan berkata "ya sudah kamu pulang kerumah aja Jo,"

"Baik pak, saya akan pulang sekarang"

"Ya sudah. Dinda belum tidur, dia lagi nonton TV sendirian"

Bejo tersenyum lalu berpamitan pada bapak-bapak yang lain.

Pos kembali ramai di tambah bapak-bapak lainnya, mereka bermain kartu hukum japit bagi yang kalah. Suasana penuh gelak tawa, sedangkan Roni dan Joni sedang kerumah Bejo.

"Kita cek aja sebentar lalu balik lagi" ucap Roni.

"Gas"

Setelah sampai, Roni dan Joni mengecek seluruh ayam lalu melihat kolam ikan.

"Pantesan, beli telur di Bejo kata istriku lebih murah! Baru tau kalau ayam petelur" ucap Joni.

"Adik ipar gua pinter juga nih. Tapi katanya, ia mau pindah Jon"

"Mau pindah kemana?"

"Itu tanah Abah Acan di beli sama Bejo"

Napas mendadak tercekat tepat di pangkal tenggorokan selama beberapa detik. Joni memandang Roni tak percaya akan ucapannya.

"Seriusan lu Ron?"

"Iya seriuslah, ngapain juga gua bohong sama lu"

"Ya sudah yok balik. Aman kayaknya malam ini," lanjut Roni.

Setelah selesai menutup pintu rumah Bejo, mereka melangkah beberapa langkah. Roni dan Joni berhenti, Bulu kuduk meremang seketika disertai kulit yang merinding dingin, isi perut seolah mencelos, memicu rasa mual yang mendesak.

Aroma anyir darah dan aroma busuk begitu menyengat.

"Hi........hihhihihihi..!"

Mata membelalak sempurna, diikuti beberapa kedipan lambat dalam keheningan total. Roni dan Joni bergetar ketakutan, mereka lari tunggang langgang.

"Argghhh..."

Napas terengah-engah, mereka berhenti di pos ronda dengan wajah kebingungan bapak-bapak lainnya di sana.

"Lu napa dah berdua! Malem-malem kok lari-seperti di kejar setan aja" ucap Pak Bedu.

"Ta-ta-tadi di-di-disana-alah ngomong pakai gagap segala, udah duduk diem dulu" potong pak Bedu.

Roni dan Joni mengatur napasnya, setelah cukup tenang suasana pos ronda semakin tak nyaman. Pak Purnomo pertama kali sadar, seperti ada sesuatu kejanggalan kenapa mereka berdua lari.

"Berhenti dulu" ucap Pak Purnomo.

"Kenapa pak Pur?," tanya Pak Bedu.

"Astaga, aroma apa ini bau bener!," keluh Pak Rudi.

"Stttsss!......"

Pak Purnomo meminta semua orang diam. Suara langkah kaki terdengar sayup-sayup, pandangan mereka semua seketika waspada.

"Gawat! Cepat telfon Bejo, untuk lempar garam depan rumah sekarang" ucap panik Pak Purnomo.

Pak Johan dengan panik menelfon Bejo, ia menyampaikan pesan dari pak Purnomo. Cukup lama tidak di angkat, hingga beberapa menit baru di angkat Bejo.

"Cepat lempar garam depan rumah sekarang!"

Dalam panggilan telfon pak Johan bersuara keras. Membuat Bejo sangat terkejut, lalu ia tanpa banyak bertanya mengikuti permintaan Pak Johan.

"Sudah pak. Emangnya ada apa kok lempar garam depan rumah?"

"Besok bapak akan jelaskan semua. Kamu dan Dinda segera istirahat saja"

"Baik pak"

Pak Johan menghela napasnya, ia meletakkan ponsel. Terasa lemas sekaligus bingung dengan apa yang terjadi, pak Purnomo menarik napas dalam-dalam.

"Sudah aman" ucapnya.

"Kalian tadi di ganggu kan di rumah Bejo saat kembali kesini?"

"Kok bapak tau"

Pak Purnomo tersenyum, lalu berkata "sudah aman, kalian besok cari kelapa muda, beli gula batu, beli kembang kantil enam biji sama beli beras merah sedikit saja"

Tidak banyak bertanya, Roni dan Joni mengangguk kecil.

***

"Sebenarnya ada apa sih mas?," tanya Dinda.

"Aku juga gak tau. Aku tidur di mana ini?," jawab Bejo bertanya.

"Tidur di kamarku lah mau dimana lagi, nanti kamu di kasur bawahnya aja"

"Oke"

Dinda pergi ke kamar mandi, Bejo sudah merebahkan tubuhnya. Ia sedang asik video call bersama Intan yang belum tidur, tak berselang lama Dinda masuk kedalam.

"Kamu sedang apa mas?"

"Ini Intan sedang video call"

Kemudian Dinda ikut gabung di samping Bejo, membuat Intan terperanjat kaget melihatnya.

"Kok kalian berduaan?"

Dengan iseng Dinda memegang dada bidang Bejo, membuat Intan semakin kesal.

Bejo menghela napasnya, "besok kamu kerumah Dinda aja, jangan kerumahku" ucap Bejo.

"Kenapa emangnya mas?"

"Besok aku jelaskan,"

"Sudah ya Intan, aku dan Bejo mau tidur dulu"

"Ishh! Dinda, awas ya kamu dahuluin aku"

"Emang kenapa, kan Bejo juga calon suamiku"

Bejo menggelengkan kepalanya, ia dia buat bingung dengan mereka berdua yang selalu ribut walaupun cuman seperti itu pasti bikin pusing Bejo.

"Sudah-sudah. Sebelum nikah tak boleh melakukan apapun"

Intan tertawa puas melihat wajah Dinda yang berubah saat mendengar ucapan Bejo, kemudian Bejo mematikan ponselnya.

"Kenapa kamu cemberut seperti itu?"

"Dahlah aku mau tidur aja"

Bejo mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sangat bingung kenapa Dinda seperti itu padanya, lalu Bejo merebahkan tubuhnya. Rasa kantuk sudah tak bisa di tahan, akhirnya Bejo lebih dulu terlelap dalam tidurnya.

"Kamu sangat tampan Jo, sampai aku menahan perasaanku padamu dan menolak pria lain"

Dinda memandang wajah Bejo, ia menitihkan air mata entah memikirkan apa sampai sesedih itu.

***

      Embun pagi masih setia menggantung di ujung dedaunan, memantulkan bias cahaya matahari yang baru saja bangkit dari peraduannya. Langit di ufuk timur membentang luas dengan gradasi warna jingga dan biru muda yang lembut. Udara yang dihirup terasa begitu segar, seolah menyapu bersih segala penat yang tersisa dari hari kemarin.

Bejo membuka matanya, ia terdiam melihat sebuah tangan melingkar di atas tubuh. Saat melihat kesamping, alangkah terkejutnya ia melihat Dinda tidur di sampingnya.

"Astaga! Nih cewek bener-bener dah" dalam hati Bejo.

Bejo memejamkan matanya kembali, saat ia melihat Dinda akan bangun dari tidurnya.

"Aduh! Aku tertidur di samping Bejo, kalau dia tau pasti marah ini" gumam Dinda.

Dinda yang terburu-buru bangun kakinya tak seimbang, ia jatuh tepat di atas tubuh Bejo. Membuat Bejo membuka matanya karena terkejut, "kamu ngapain Dinda?"

"Aduhh maaf mas, kakiku gak seimbang jadi jatuh"

Dengan malu-malu Dinda bangkit, ia tak berkata apa-apa lagi lalu pergi ke kamar mandi.

Bejo tersenyum kecil, namun di saat itu Bejo merasakan sakit luar biasa di kepalanya. Seperti di pukul berkali-kali, wajah Bejo berubah pucat pasi menahan rasa sakitnya.

Dalam gambar ingatan Bejo, sosok berjubah putih bertarung hebat dengan sosok gaib yang begitu menjijikan. Lidah menjulur keluar, air liur berwarna hitam begitu menjijikan. Membuat Bejo merasakan mual luar biasa, pukulan demi pukulan di tahan dengan dampak pusing di kepalanya.

"ARGH!"

Semua orang di rumah sentak kaget mendengar suara teriakan yang begitu keras, Pak Johan dan Bu Ani yang berada di belakang berlari ke kamar Dinda sedangkan Dinda keluar dari kamarnya.

Mata membelalak sempurna, diikuti beberapa kedipan lambat dalam keheningan total. Mereka bertiga terdiam melihat Bejo tersungkur di lantai tak sadarkan diri, membuat semua orang panik seketika.

1
Purbalingga Jos
jangan kelamaan dong
D.P. Auzora.: Lama apanih kak 🤭🤭
total 1 replies
CeliaVespera.
Bagus bersih-bersih makam. 😊
CeliaVespera.
akhirnya, Bejo tau kebenaran yang selama ini penuh misteri. Tapi masih terlihat ada sesuatu yang belum selesai dengan sempurna. Semangat Jo, pecahkan semuanya 🤔🤔💪
CeliaVespera.
tenang Jo, sabar dulu yak 😂
CeliaVespera.
Yang kuat ya Jo, sabar aja pokoknya. Mungkin dia memiliki maksud yang sulit di jelaskan, semangat Jo. 💪😊🥹
CeliaVespera.
Rumah siapa itu Jo 😱
CeliaVespera.
Pasti like, saya menghargaimu. Seburuk apapun sebaik apapun itu pasti aku like, karena menulis novel itu susah dan banyak menguras ide. Semangat Thor 💪💪😊
CeliaVespera.
Hmmm.. kumat nih authornya, apa authornya memiliki istri lebih dari satu ya? 🤔🤔
CeliaVespera.
Bejo di bikin bingung sendirian, hati-hati Jo 😂
CeliaVespera.
hayo apaan itu Jo 😂
CeliaVespera.
Hayo Jo! siapa itu yang bersihin rumahmu 😂
CeliaVespera.
Tuh pocongnya gabut apa gimana sih, ganggu aja. Orang lagi berduaan malah ikut campur 😂😂
CeliaVespera.
Kalau makan di lihat Jo, tar sendoknya ketelen 😂😂
CeliaVespera.
Genderuwo lagi nih Thor?, bikin takut lagi 😱😱
Purbalingga Jos
pendek amat Thor?
D.P. Auzora.: apanya nih yang pendek 🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!