Kekasih yang sangat dicintainya juga meninggal dunia menjelang pernikahan. Dan ahirnya dijodohkan dengan sepupu kekasihnya.
Gimana kisah hidup dan percintaan sigadis cantik, mungil ini?
simak ceritanya aja langsung ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kriminal
Firman membuka pintunya keras.
BRAAAKKKKKK!!!!
"Jangan bergerakk!!!! Diam ditempat!!!" ucap Firman menodong pistolnya kepada laki-laki yang terduduk di Sofa menghadap kearah TV. Posisinya membelakangi, hanya terlihat kepalanya saja. Kemudian pemuda itu membalikkan badan.
"Apa-apaan ini !! Kamu mau nembak aku ?" ucap Yusuf.
"Ooooh yaa ampuuun Yusuf!! Aku kira kamu perampok. Astaagaaa...!" ucap Firman berhambur memeluk Yusuf dan menjatuhkan pistolnya.
"Ya Allah fir bawa-bawa pistol segala. Gimana kalau tadi aku ketembak, dasar gila!!"
"Maaf bro, aku bener-bener kalut. Sofi juga sampai ketakutan lemas hampir pingsan liat sepatu tak dikenal di depan pintu. Lain kali kalau kesini kasih aku kabar, jangan main masuk aja. Ya jelas mencurigakan."
"Haahahaha kasian banget. Aku ngga bermaksud ngerjain maksudnya mau ngasih Surprise aja, hihihi''
"Tunggu sebentar, dia masih diluar aku ajak masuk dulu" Firman ke arah pintu masuk "Sayaaang.... sayaang..., masuk sini...!!"panggil Firman kepada Sofi.
"Gimana penjahatnya dah ketangkep? Hah?!" ucap Sofi sambil masuk ke dalem, Firman ngekor dibelakangnya sambil ketawa-ketawa.
"Tuh dia penjahatnya. Yusuf anaknya tante Einda, hehehhe"
"Oh ini perampoknya? Kenapa ngga ditembak aja sekalian!!" ucap Sofi marah-marah.
Yusuf berdiri dan mengingat-ingat pertemuannya dengan Sofi.
"Duuuh... cantiknya wanita ini... "
"Kita pernah ketemu kan? tapi di...dimana ya?." ucap Yusuf sambil berfikir keras.
"Ditaman dekat cafe" jawab Sofi.
"Oh kalian dah pernah ketemu? tanya Firman dan duduk berhadapan dengan Yusuf.
"Udah, waktu itu kita pernah ngobrol tapi keadaan Sofi lagi nggak baik. Gak pake sendal lagi" ucap Yusuf.
"Trus kenapa kok kamu dateng-dateng ngagetin kita, hhuuuh....! Bikin jantungan tau nggak? aku hampir pingsan....!!"
"Maaf-maaf kan surprise...!! Aku denger dari ibu. Katanya kalian akan menikah. Kita udah jarang ketemu juga kan Fir, mumpung aku lagi lenggang jadi aku mutusin buat kesini. Sekalian nengokin oleh-oleh dari Jerman" ucap Yusuf mengharap.
"Oleh-olehnya habis udah dibagi-bagiin. Gak ada jatah lagi buat kamu." ucap Firman.
"Permisi... maaf Tuan-tuan ini minumnya...!" ucap Bibi menurunkan cangkir minuman.
"Semuanya aku mau kekamar dulu ya?"
"Iya sayang" jawab Firman sambil melihat Sofi berjalan kepintu kamar.
"Udah...! diliatin aja, ngga ilang kok" ucap Yusuf sambil melempar bantal kecil.
Firman mulai meneguk minumannya.
"Ciyeee nikah hihihi, asikk!!"
"Apanya yang asik, nikah kok asik ada ada aja kamu Yus. Kamu kapan?
"Aku juga pengennya kaya kamu, doain aja ya."
"Aaamiiin! masih sama yang dulu kah?"
"Masih sama kok, aku juga udah pengin punya anak"
"Yaa udah buruan, tunggu apalagi kamu juga udah punya semuanya."
Perbincangan dua bujangan ini berlanjut sampai siang.
Pov Yusuf Ardiansyah.
Aku sepupu Firman, saat ini umurku 27 tahun
tinggiku sama dengannya 180 cm.
Aku CEO di PT. Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA). Perusahaan yang bergerak dalam pengembangan proyek properti baik dari rumah sederhana, real estat, komersial, hotel dan proyek campuran di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1980 oleh ayahku sendiri.
Aku mengambil alih perusahaan ayahku pada saat ayahku Ben syarif ardiansyah meninggal beberapa tahun lalu.
Sampai sekarang perusahaan masih terus berjalan dengan baik. Namun seiring waktu berjalan, persaingan didunia bisnis semakin ketat. Masih berada diposisi sampai saat ini saja sudah benar-benar beruntung.
Kekasihku bernama caterine pamela. Dia gadis yang baik (baik banget juga engga. bisa jahat juga nantinya).Umurnya sama denganku. Tngginya 170 cm, pekerjaannya tidak ada.
Kita sudah menjalin hubungan lima tahun lamanya. Bahkan, sudah sangat lengket, dan akan segera menikah.
***
Minggu-minggu ini Firman dan Sofi sering berada dirumah. Semua cafe sudah dipercayakan oleh Bayu dan Deni teman Firman yang beberapa waktu lalu dikontrak untuk menjadi leadernya.
Firman dan Sofi mengurus persiapan-persiapan pernikahan. Mulai dari undangan, dekorasi, souvenir, MUA dll.
Mamah Marry dan Papah Johan sudah tiba diIndonesia bersama para sahabat-sahabatnya, semua menginap dihotel X.
Cassi louis juga sudah tiba diIndonesia menjelang pernikahan Dirman. Bibi Marwah dan Paman Sucipto juga sudah berkumpul dihotel X, karena lokasinya paling dekat dengan masjid yang akan digunakan untuk akad nikah besok.
Sementara Sofi masih diapartemen sedang sedikit merasa stres dan tegang dengan pernikahannya besok pagi. Pun dengan Firman di kamarnya sedang bolak-balik kesana kemari menghapal ijab kabul.
"Saya terima nikahnya Sofi pramono binti Pramono dengan mas kawin tersebut dibayar tunai. Saya terima nikahnya Sofi pramono binti Pramono dengan mas kawin tersebut dibayar tunai. Saya terima nikahnya Sofi pramono binti Pramono dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
Firman terus menghapal itu sampai tengah malam daan sampai tidak terpejam sedikitpun.
Sofi tentu lebih ke memikirkan adik kandungnya. Padahal,menurut informasi terahir, Bayu telah menemukan keberadaan Yasmin. Tapi setelah ditelisir... Yasmin malah kembali menghilang seperti ditelan bumi.
"Yasmin.... besok kaakak akan menikah. Kakak ingin agar kamu hadir. Kakak ingin bertemu denganmu yasmin, Kakak rindu... Semoga kakak bisa ketemu kamu lagi ya, kami sudah berusaha untuk mencarimu. Dan akan terus mencarimu sampai dapat"
"Semoga kamu baik baik saja" ucap Sofi mengecup foto Yasmin kecil d poselnya.
______________________________
Pov Yasmin
Sangat tidak pantas bagiku untuk meminta permohonan maafku padamu kak Sof...
Aku sudah sangat membencimu tanpa alasan. Padahal, aku makan dan minum dari keringatmu, dari lelahmu.
Hampir 5 tahun sudah berlalu.
Sekarang aku sedang menanggung akibatnya. Setelah aku membiarkanmu pergi dari rumah dan tak mencarimu, Tuhan menghukumku!!
Awan cerah seakan-akan gelap ! Kehidupan seperti sedang bersiap-siap menghantam kami. Kami mulai merasakan sedang dibayar lunas oleh sang Kuasa.
Aku bodohh!! aku benar benar bodoh!!
aku pic*k. Aku tidak bisa melihat keikhlasan, kebaikan dan ketulusanmu Kak...! Kamilah manusia terkutuk itu!
Padahal kau berhati mulia, tapi aku tidak bisa melihat kau begitu menyayangi kami. Kau selalu merindukan kami, Kau selalu ingin memeluk kami.
Aku melihat diarymu kak, dari sanalah aku melihat kasih sayangmu begitu besar. Selama ini alu mengira kau bukanlah Kakak yang baik seperti yang Ibu katakan.
Kau tidak pernah kau mengeluh atau sedih. Dihadapan kami kau selalu kuat dan tegar. Disaat anak-anak remaja semuranmu masih senang bermain dan belajar, kau bekerja dengan giat.
Tiada hari yang paling menyedihkan bagimu saat itu. Kau selalu terlihat menyedihkan.
Tempat tidurmu, baju-bajumu yang lusuh,
pulang kadang hampir larut malam. Sering tidak makan karena ketakutan. Kau selalu terpojok, dibentak, dihardik dipukul. Selalu sendirii....!!
Dan aku membiarkanmu terbuang. Aku jahat kak! Kami sangat pantas hidup sengsara.
Karna dosa itu aku mulai jadi anak kecil yang kotor. Aku merasa ibu menjualku kepada laki laki hipers*ks. Yang tiap hari dia terus menerus menikmati tubuhku.
Aku hancur!! aku hancurr!! Pergaulanku sangat bebas. Tidak pernah takut bahwa suatu saat Allah akan melaknatku. Aku dihamili oleh seseorang yang kelakuannya bej*d!! sungguh bej*ad!!
Ibu membiarkanku didekati laki-laki ini karena iming-iming uang, uang dan uang!.
Aku tumbuh jadi anak yang buruk!! Tidak ada yang menasehati ku dengan baik.
Laki-laki itu menikahi hanya untuk alasan bertanggung jawab. Laki-laki ini sudah membawaku pergi ke luar negeri secara paksa. Tanpa belas kasihan, kami tidak diizinkan untuk saling bertemu.
Waktu itu ibu sakit-sakitan dan tidak mempunyai biaya. Kesehatan ibu menurun drastis karena komplikasi, Sampai-sampai ibu menggadaikan rumahnya untuk biaya pengobatan yang sangat banyak.
Sebelum meninggal ibu sering menangis menyesal telah membuangmu kaak...!
Ibu mencari-cari keberadaanmu ditempat yang berbeda-beda tiap hari kemanapun. Tapi tak kunjung menemukannya.
Ibu telah menyesali semua perbuatannya, menghukum diri sendiri. Tapi Tuhan seakan-akan tidak mengizinkannya untuk bertemu denganmu sampai ahir hayatnya.
Karena keangkuhan kami, tidak ada tetangga yang mendekat walaupun keadaanya sedang sekarat. Kami telah menelan durinya kak sof..!
Aku yang sangat sangat menyesal, tidak pernah menanyakan dimana kakak bekerja.
No hpku tidak pernah aku berikan padamu karena aku membencimu. Aku membencimu tanpa alasan yang jelas.
Aku ingin mendapat maafmu, walaupun aku merasa tak pantas mendapat maafmu.
.
.
.
.
.
.
**TO BE CONTINUED
JANGAN JADI PEMBACA GELAP YA READERSS
LIKE DAN TINGGALKAN JEJAK.
NANTIKAN STORY SELANJUTNYA......
SALAM HANGAT DARI AUTHOR**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu