Dia seorang menantu yang terhina. Kehadirannya adalah beban bagi banyak orang. Semua orang menghinanya sebagai menantu sampah.
Tapi....
Semua orang tidak tahu, menantu yang mereka anggap sampah itu adalah seorang pewaris.
Mereka ketakutan....
Seluruh dunia bergetar setelah mengetahui identitasnya. Dialah Deon Adipati Laguna, penguasa Dewa elang yang sangat dihormati dan ditakuti di seluruh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
...🌱Happy Reading🌱...
Celina tidak mau mendengarkan ucapan ayahnya. Dia dengan perasaan marah, menarik tangan suaminya dan pergi meninggalkan semua orang.
"Celina. Berhenti kamu. Papa belum selesai berbicara!" Pekik Abraham kesal, memanggil Celina yang sudah pergi dari hadapannya.
Bukannya mendengarkan dan berhenti, Celina tetap pergi dengan langkah yang besar meninggalkan mereka.
Di kamar.
Celina menghempaskan tubuhnya di sofa, menyandarkan kepalanya dengan sedikit memejamkan mata.
Kepalanya sangat sakit, dan dia sangat pusing memikirkan ucapan semua orang dan meyakinkan mereka kalau suaminya tidak salah. Namun, penjelasan saja tidak akan cukup bagi keluarganya yang selalu memandang rendah seseorang.
Disisi lain. Deon menatap Celina, maju melangkah, kemudian meletakan tas kerjanya diatas meja, lalu mendekati sang istri, dan berdiri dibelakang sembari memijit kepala istrinya tersebut.
"Jangan terlalu dipikirkan. Aku tidak apa jika mereka tidak percaya. Yang penting, kamu selalu mempercayai aku, itu sudah lebih dari cukup. Sisanya, aku tidak peduli mereka mengatakan apapun tentangku." Ucap Deon sembari memijit kepala Celina.
"Tapi mereka juga tidak bisa terus menerus menyalahkan mu atas sesuatu yang tidak kamu lakukan. Aku tidak bisa menerima itu" Jawab Celina. Dia terlihat berbicara sembari memejamkan matanya, merasakan sensasi nyamannya karena dipijit oleh Deon.
Deon memang sangat pandai dalam hal memijit dan menghilangkan rasa sakit kepala. Celina pun merasakannya disaat dia mengalami migrain karena masalah pekerjaan atau keluarga, Deon selalu datang membantunya mengatasi sakitnya pijitan yang merilekskan pikiran.
Disaat Deon masih asik memijit kepalanya, Celina terlihat diam berpikir. Dia merasa, meskipun Deon tidak memiliki latar belakang dari keluarga terpandang, tapi Deon sangat mencintainya dan anaknya Shakila.
Hal itu bisa dia rasakan ketika Deon selalu memberikan perhatian yang begitu tulus meskipun dirinya sering mengabaikan suaminya itu.
Apalagi, disaat putrinya mengalami sakit keras beberapa waktu lalu, Deon lah orang yang paling sibuk mengurus segala sesuatunya. Mulai dari merawat putrinya di rumah sakit, hingga pergi mencari pinjaman untuk mengobati putri mereka, serta berusaha sebaik mungkin membuat putrinya melewati ulang tahun yang sangat bahagia. Tidak hanya itu saja, Deon setulus hati memberikan kasih sayangnya dan mendukungnya walau mendapatkan banyak hinaan dari keluarganya.
Tanpa sadar, Celina tersenyum memikirkan semua itu. Dia merasa sangat beruntung dicintai sebesar itu oleh suaminya.
Celina pun melepaskan tangan Deon yang masih memijit kepalanya, lalu membawanya duduk di samping.
Walaupun terlihat bingung, Deon tetap mengikuti dan duduk di samping istrinya. Tanpa mengatakan apapun, Celina menyandarkan kepalanya di dada bidang itu dan memeluknya erat.
"Terimakasih untuk cinta yang selalu kamu berikan kepadaku dan Shakila" Ucap Celina sembari memeluk tubuh tegap suaminya.
Hati Deon menghangat karenanya, tersenyum, lalu balas memeluk tubuh istrinya yang mendadak sangat manja.
Sementara itu ditempat lain. Lebih tepatnya di Mansion besar milik keluarga Bram.
Disebuah ruangan sepi, Crist yang duduk dengan perasaan gusar. Kejadian kemarin malam, membuat Dia mengingat acara ulang tahun putri Celina kemarin malam.
"Aku sudah menghabiskan banyak uang untuk putrinya, Shakila, tapi masih tidak bisa membuat Celina menatapku. Apa hebatnya pria sampah itu?" Gerutunya kesal.
Memikirkan kejadian semalam, dimana Celina menolak untuk ikut bersamanya dan malah memilih masuk ke pesta bersama Deon, hal itu membuatnya sangat marah. Bisa-bisanya Celina masih tidak mau mengikutinya walaupun tau Deon adalah pria yang tidak berguna. Sebaliknya, Celina malah masih bersama dengan menantu
sampah itu dan bukannya dirinya. Ia merasa sangat kesal, hingga melempar pecah beberapa gelas di atas meja hingga berserakan di lantai.
"Hahhhhhhh...... " Pekiknya marah.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk like dan komen. oke👍